Monday, May 27, 2013

I Finally Joined Facebook

Facebook jelas bukan barang baru. Hampir semua orang punya Facebook account. Saya baru jump on the bandwagon beberapa hari yang lalu. No, ini bukan karena saya baru diwisuda! Bukan karena saya makin narsis! Bukan karena saya sekarang iseng dan kebanyakan waktu! Bukan karena dilarang istri nebeng Facebook-nya. Yang pasti juga bukan karena ikut-ikutan (telat amat?!).

Saya punya alasan mengapa dari dulu tidak punya Facebook account. Yang paling dasar adalah saya khawatir menghabiskan terlalu banyak waktu untuk Facebook-an. Saya merasa cukup bersosialisasi dengan telpon, sms, blog, dan terakhir whatsapp (ya, saya tidak pernah pakai BB dan belum berhasil diyakinkan untuk pakai). Saya merasa bisa dengan mudah kontak dengan teman-teman dan saya tidak rela menghabiskan waktu untuk kontak teman-teman yang jauh sementara belum memperhatikan dengan baik teman-teman yang dekat.

Sikap berhati-hati untuk following the trend ini saya coba lakukan dalam banyak hal. Ketika semua heboh pakai BB, saya menahan diri dulu. Mungkin karena tahun 2009 saya ke Singapore - dan di sana jarang yang pakai BB - maka saya berhasil tidak pakai sampai sekarang. Kalau waktu itu saya di Indonesia, kemungkinan besar sekarang saya sudah pakai atau pernah pakai karena desakan dari banyak orang. Ketika semua orang membeli Ipad, baik untuk kerja maupun untuk main game, saya menahan diri dulu. Sekarang mulai merasa perlu tapi masih perlu berpikir lagi. Demikian pula ketika semua orang pakai twitter, facebook, dan semua social media lainnya, saya menahan diri dulu. Banyak hal sebetulnya kita tidak perlu dan begitu kita punya justru lebih banyak ruginya daripada untungnya.

Kembali ke masalah Facebook. Saya buka Facebook account sekarang karena mulai merasa kehilangan kontak dengan banyak orang. Saya ingin membuka jalur untuk itu. Ditambah lagi, saya punya blog yang masih aktif dan beberapa kali mencoba ketika posting saya di-link ke Facebook istri saya ternyata menjangkau pembaca yang lebih banyak. Beberapa pertimbangan itu akhirnya membuat saya memutuskan untuk mulai memakai Facebook.

Walaupun begitu, saya tetap akan berusaha mendisiplin diri membatasi waktu untuk memakai Facebook. Beberapa hari ini, saya cukup aktif karena masih tahap set up. Masih coba-coba atur bagaimana Facebook ini bisa efektif untuk tujuan saya. Dan masih coba buat personal guideline untuk memakainya. Nanti mungkin tidak akan seaktif ini lagi :)

Social Media punya kekuatan luar biasa, tapi selalu dimana kekuatannya disitu juga kelemahannya. Informasi yang terlalu banyak, "teman" yang terlalu banyak, wall yang terlalu penuh, membuat banyak orang akhirnya bosan. Ngomelan yang tidak ada gunanya dan foto-foto yang menekankan betapa baiknya hidup "teman" yang tidak kita kenal membuat banyak orang malas. Ditambah lagi kuatnya Facebook sebagai sarana iklan juga membuat orang cape karena banyak temannya yang posting iklan. Mungkin itu sebabnya beberapa teman malah sudah tidak aktif memakai Facebook. Saya tidak merasa terlambat pakai Facebook... saya kan nggak ikut trend maka nggak ada yang terlambat.

Anyway.. social media memang banyak kelemahannya. Maka ketika memutuskan memakainya, paling tidak berpikirlah sebentar untuk apa dan ketika sudah mulai memakainya teruslah bertanya apakah ini menolong atau menghambat saya. Dengan demikian kita akan hidup sedikit lebih bijaksana :-)

No comments: