Wednesday, June 12, 2013

Finally… D.Th Student

Baru saja saya menerima kepastian bisa berangkat ke Singapore lagi untuk kuliah sebagai mahasiswa program Doctor of Theology (D.Th) dalam bidang New Testament di Trinity Theological College (TTC).

Perjalanan jelas masih belum selesai. Saya memandang ke depan dengan rasa gentar. Dan ketika menengok ke belakang saya makin menahan nafas karena saya melihat betapa perjalanan studi saya penuh liku-liku.

Waktu kuliah program Master of Theology, banyak masalah sudah saya alami. Salah satunya yang terbesar adalah ketika di semester 2 saya menukar student pass dengan work permit dan tanpa saya tahu sebelumnya itu berakibat saya harus cuti kuliah dulu dari TTC untuk 1 semester. Waktu itu rasanya semua berantakan. Akhirnya melalui banyak pergumulan, saya berhasil lulus.

Tadinya saya pikir begitu selesai program M.Th bisa langsung meneruskan ke program D.Th. Tapi ternyata berbagai masalah akhirnya membuat tidak bisa. Saya harus pulang dulu ke Indonesia. Lalu menanti harap-harap cemas… dan akhirnya saya diterima oleh TTC. Saya pikir sudah beres,… ternyata belum. Permohonan student pass saya ditolak oleh pihak imigrasi. Selama beberapa waktu kami hidup dalam ketidakpastian.

Kemarin saya menerima surat dari imigrasi Singapore… saya pikir beres.. ternyata tidak juga. Mereka memberi izin saya kuliah tapi tidak langsung memberikan student pass. Saya tidak mengerti. Akhirnya saya berpikir asalkan TTC memberi izin untuk saya tinggal di asrama kampus (harusnya tidak boleh kalau tidak dengan student pass), maka saya berangkat. Ternyata mereka memberikan izin itu.

Maka ok, here I am, saya akan berangkat lagi ke Singapore tgl. 25 Juni ini. Tadinya saya berharap akan sesuatu yang jelas. Tidak bisa pergi, ok saya stay di Indonesia. Bisa pergi, ok dengan sangat yakin, kepala tegak, hati damai, pikiran nyaman, saya akan berangkat ke Singapore sebagai mahasiswa program D.Th di TTC. Tapi ternyata tidak bisa. Saya bisa berangkat tapi status student pass saya tetap belum jelas!?

Ditambah lagi, selama 6 bulan saya sudah tinggal di Jakarta dan melayani di GKY Green Ville, mulai berat hati untuk meninggalkan semuanya lagi. Saya sudah seperti berdiri di dua perahu, kalau tidak bisa studi maka pasti akan berat bagi saya melepas perahu itu. Tapi sekarang saat bisa studi, juga berat bagi saya meninggalkan perahu ini.

Ketika memandang ke depan, hati saya gentar. Tapi di saat yang sama, saya percaya pada Tuhan. Walaupun jalannya berliku-liku tapi Tuhan sudah pimpin sejauh ini. Semua liku-liku itu membuat saya bergantung kepada Tuhan. Dan saya tetap memegang komitmen yang dari awal saya buat, bahwa saya studi untuk Tuhan. Kalau Tuhan anggap tidak baik, puji Tuhan. Kalau Tuhan anggap baik, puji Tuhan. Apapun juga, saya hanya akan berusaha yang terbaik.

Tolong doakan saya dan istri. To God be the glory!

4 comments:

Alex said...

It looks great. You do it again, it'll be fun. GB

RitaKus said...

jia you ya ko jeff... :) all the best buat ko Jeff dan Ci Judith :)

Anonymous said...

Tq Alex and Rita :)

Yunna said...

Woow...ternyata berliku2 ya perjalanan study,koko...Ciayoo, Ko Je \(^o^)/
I'll pray all the best for u, Ko Je & Ci Yudith (^__^)
Gbu