Wednesday, December 11, 2013

"Christmas" atau "Xmas"?

Menjelang Natal, dimana-mana kita melihat tulisan “Christmas” dipajang besar-besar, di depan mall, restaurant, cover CD, di mana saja. “Merry Christmas”, “Christmas Sale”, “Songs for Christmas”, dan lain-lain. Kalau kita sedikit jeli, kita akan memperhatikan bahwa tulisan “Christmas” itu kadang diganti dengan “Xmas”, seperti pada beberapa gambar di bawah ini.




Mengapa “Christ” diganti dengan “X”? Sebagian orang menuduh bahwa ini adalah usaha untuk menghilangkan Kristus dari Natal (“Christ” from “Christmas”). Natal disukai dengan segala perayaan, keramaian, makan-makan, kumpul keluarga, diskon, tapi hanya itu. Natal adalah milik semua orang, agama apapun, di negara mana pun. Yang penting dari Natal adalah perayaannya dan bukan makna religius-nya. Maka keluarkan “Christ” dari “Christmas”, ganti dengan “Xmas” dimana “X” bisa berarti apa saja! Benarkah? Tunggu dulu!

Beberapa tahun lalu ketika pertama kali mendengar penjelasan seperti itu, saya kaget. Dari dulu saya sering menulis Kristus disingkat menjadi “Xp”. Alasannya adalah dalam bahasa Yunani, “X” (chi) dibaca “ch” dan “p” (rho) dibaca “r”. Maka untuk menyingkat saya sering menulis “Christ” dengan “Xp”. Itu singkatan yang sangat biasa dipakai untuk Kristus. Mungkin pernah lihat di beberapa gereja ada simbol seperti di bawah ini?


Itu sebabnya ketika melihat tulisan “Xmas”, otomatis saya tidak berpikir bahwa itu adalah usaha untuk menghilangkan “Christ” tetapi singkatan: “Ch-mas”.

Cara menulis nama Kristus dengan singkatan sudah dimulai sejak lama sekali. Para penyalin naskah Alkitab Perjanjian Baru di zaman dulu, ketika menemukan nama-nama suci, mereka sering menulisnya dengan disingkat. Misalnya: Allah (Yunani: Θεός/Theos) menjadi ΘΣ (TH-S) – ditambah garis di atasnya (saya susah menulisnya dengan keyboard). Ketika menulis Kristus (Yunani: Χριστός/Christos) mereka ubah menjadi ΧΣ (CH-S) – ditambah garis di atasnya. Singkatan seperti ini disebut Nomina Sacra (sacred names).

Mungkin cara yang sama kemudian dipakai di dunia berbahasa Inggris untuk mempersingkat “Christmas” menjadi “Xmas”. Saya yakin waktu itu maksudnya bukanlah menghilangkan Kristus, karena istilah “Xmas” ini konon sudah muncul sejak abad ke-16. Mereka hanya membuat singkatan.

Benar ada banyak usaha membuat Natal menjadi sekuler hari ini. Mungkin benar bahwa banyak orang menggunakan “Xmas” dan bukan “Christmas” dengan tujuan menghilangkan “Christ”. Mungkin juga benar bahwa untuk memproklamasikan bahwa “Natal adalah tentang Kristus” maka ada baiknya kita tidak menggunakan “Xmas” tapi “Christmas”! Tapi tuduhan bahwa semua orang yang memakai “Xmas” itu salah, terlalu berlebihan. Kalau boleh saya simpulkan: "Xmas" hanyalah singkatan dari "Christmas" yang sayangnya kemudian dipelesetkan.

Maka “Christmas” atau “Xmas”? Apapun namanya, ada atau tidak ada kata "Christ" di situ, it is about Christ. Di Indonesia Christmas disebut "Natal" - tidak ada kata "Kristus" disitu dan tidak perlu kita ubah jadi "Kristus-Natal", tapi tetap itu adalah tentang Kristus. Sekalipun semua tulisan "Xmas" kita ganti menjadi "Christmas", kalau Kristus tetap diabaikan maka percuma. Banyak orang yang menulis "Christmas" - ada "Christ" di situ, tetap tidak sadar bahwa semua ini adalah tentang Kristus.

"Christmas" atau "Xmas" atau "Natal", semua adalah tentang Kristus. Renungkanlah bagaimana Allah mengasihi kita dengan memberikan Kristus. Renungkanlah bagaimana Kristus berkorban untuk kita. Renungkanlah apakah kita hidup selayaknya orang yang dikasihi Allah. Siapa Kristus bagimu? Dimana Kristus dalam hidupmu? Semua adalah tentang Kristus.

Selamat menyambut Natal!

No comments: