Sunday, October 05, 2014

Sabat 4 Okt 2014 - Michael Card Concert

Hari ini adalah Sabat bagi saya. Setelah selama 6 hari bekerja cukup keras (menurut saya), Sabat menjadi makin menyenangkan. Ritmenya sederhana: 6 hari kerja dan 1 hari Sabat. Tetapi yang sering kita lakukan adalah 6 hari kerja dengan banyak “Sabat kecil” di tengah-tengahnya (alias banyak bermalas-malasan) dan 1 hari Sabat dibuang dengan bekerja.

Pagi hari setelah sarapan kecil di rumah, kami ngopi di tempat favorit: Toast Box :-) sambil ngobrol dan membaca buku (William H. Willimon - Pastor: The Theology and Practice of Ordained Ministry) disana. Pulang ke rumah saya iseng-iseng membereskan beberapa file foto, lalu bersama istri menyiapkan makan siang bersama. Selesai makan siang saya membaca lagi buku itu. Sore saya tidur sebentar sebelum kemudian bersiap-siap untuk pergi. Kami pergi ke Yishun untuk makan malam di sana lalu… highlight hari ini adalah menonton konser Michael Card! It's Michael Card!! Konser diadakan di Woodland Covenant Evangelical Free Church oleh Lutheran Church of Singapore dalam rangka menggalang dana untuk pembangunan Jurong Christian Church. Have I mentioned Michael Card!??



I am greatly blessed by the concert! Awalnya saya pikir saya hanya tahu satu lagunya Michael Card: “God’s Own Fool". Belakangan saya baru tahu ternyata dia juga adalah penulis lagu terkenal: “El Shaddai” dan juga “Immanuel” :-) Konsernya sangat sederhana, dia memainkan sendiri piano atau gitar (ya… tanpa pemusik lain) sambil menyanyi. Kekuatan lagu-lagunya adalah pada liriknya yang sangat mendalam. Semua lagu yang dia nyanyikan saya suka! Langsung kepengen beli CD-nya!! Konsumtif mungkin.. tapi it’s ok untuk yang ini. Ketika dia menyanyikan lagu “Why?” yang liriknya seperti di bawah ini:

Why did it have to be a friend
Who chose to betray the Lord
Why did he use a kiss to show them
That's not what a kiss is for


Only a friend can betray a friend
A stranger has nothing to gain
And only a friend comes close enough
To ever cause so much pain

And why did there have to be thorny
Crown pressed upon His head
It should have been the royal one
Made of jewels and gold instead

It had to be a crown of thorns
Because in this life that we live
For all who seek to love
A thorn is all the world has to give

And why did it have to be
A heavy cross He was made to bare
And why did they nail His feet and hands
His love would have held Him there

It was a cross for on a cross
A thief was supposed to pay
And Jesus had come into the world
To steal every heart away

Yes, Jesus had come into the world
To steal every heart away


Wow!!! Saya terharu sekali. He stole my heart, or more precisely, Jesus stole my heart again… and I have to wipe my tears away silently! Praise the Lord for His love! Praise the Lord for Michael Card! Praise the Lord for today!

No comments: