Tuesday, December 02, 2014

Renungan: Kisah Para Rasul 18

Tulisan ini adalah bagian dari seri renungan harian (Kisah Para Rasul 13-28) yang saya tulis untuk diterbitkan di dalam GEMA periode ini (sedikit saya edit). 


Bagian ini dimulai dengan kalimat: “Kemudian Rasul Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus.” Tidak diceritakan bagaimana kondisi Rasul Paulus waktu itu. Tetapi di dalam surat 1 Korintus, Rasul Paulus bercerita bahwa saat itu dia sangat lemah, takut dan gentar (1 Korintus 2:3). Kita tidak mengetahui apa penyebabnya, tetapi sangat indah melihat bagaimana Tuhan memberikan kekuatan kepada Paulus di saat dia lemah.

Pertama, Rasul Paulus bertemu dengan Akwila dan Priskila (18:2-3), sepasang suami istri Kristen yang juga tukang kemah seperti dia. Rasul Paulus tinggal dan bekerja bersama mereka. Betapa persekutuan itu pastilah menguatkan dia!

Kedua, Silas dan Timotius datang (18:5). Bukan saja kehadiran mereka menguatkan Rasul Paulus, tetapi sangat mungkin mereka juga membawa bantuan keuangan dari jemaat Makedonia (bandingkan dengan Filipi 4:15-16), sehingga dia tidak perlu lagi bekerja dan “dengan sepenuhnya dapat memberitakan Firman”.

Ketiga, Rasul Paulus melihat buah pelayanannya (18:7-8). Hal itu adalah sukacita bagi semua orang yang melayani Tuhan.

Keempat, Tuhan Yesus sendiri menguatkan Rasul Paulus dan berkata: “Jangan takut!... Sebab Aku menyertai engkau…” (18:9-10).

Betapa baiknya Tuhan! Dia tahu apa yang dibutuhkan oleh hamba-Nya. Sekalipun Rasul Paulus datang ke Korintus dalam kelemahan, ketakutan dan kegentaran, ia dikuatkan melalui banyak hal. Tidak mengherankan jika dia mampu melanjutkan pelayanannya dan tinggal di situ selama satu setengah tahun (18:11). Ia disegarkan oleh persahabatan dengan saudara seiman, dipenuhi sukacita melihat buat pelayanannya, dan diteguhkan oleh penyertaan Tuhan. Apa lagi yang dia butuhkan?

Demikian juga, Tuhan akan memberi kekuatan demi kekuatan bagi kita semua untuk terus hidup dan melayani Dia. Alamilah kekuatan dari Tuhan! Alamilah pertolongan-Nya! Terpujilah Tuhan!

No comments: