Wednesday, December 03, 2014

Renungan: Kisah Para Rasul 19

Tulisan ini adalah bagian dari seri renungan harian (Kisah Para Rasul 13-28) yang saya tulis untuk diterbitkan di dalam GEMA periode ini (sedikit saya edit). 


Pemberitaan firman Tuhan di Efesus waktu itu menghasilkan dampak yang sangat besar. Memang tidak semua orang yang mendengar pemberitaan itu menjadi percaya; sebagian tetap tegar hatinya (19:9), sebagian mungkin hanya mengharapkan mukjizat (19:12), dan sebagian lagi ingin meniru kuasa Allah yang dinyatakan melalui Paulus (19:13). Akan tetapi, dampak pemberitaan firman Tuhan tetaplah sangat besar.

Selama Rasul Paulus berada di Efesus, ada beberapa hal yang terjadi:

Pertama, beberapa murid Yohanes yang belum mendengar tentang Roh Kudus, dibaptis dan menerima Roh Kudus (19:1-7). Kedua, firman Tuhan tersebar sangat luas (19:8-10). Ketiga, orang-orang yang pernah melakukan sihir mengumpulkan kitab-kitabnya, lalu membakarnya di muka umum sehingga firman Tuhan makin tersebar dan berkuasa (19:13-20). Keempat, begitu banyak orang Efesus yang menjadi percaya sehingga menimbulkan dampak pada perekonomian kota itu! (19:23-27).

Huru-hara di Efesus dimulai oleh Demetrius dan pekerja-pekerja di perusahaannya. Keluhan mereka yang utama adalah masalah agama dan ekonomi. Jikalau banyak orang yang menjadi percaya kepada firman Tuhan maka penyembahan kepada dewi Artemis pun akan lenyap. Agama mereka terancam! Jikalau penyembahan kepada dewi Artemmis lenyap maka tidak ada lagi yang akan membeli kuil-kuilan dewi Artemis. Mata pencaharian mereka terancam!

Kisah ini mengajak kita merenungkan apakah pelayanan kita masih berdampak besar seperti ini? Kisah ini juga mengajak kita untuk memikirkan pelayanan secara holistik: Bagaimana mata pencaharian mereka — yang selama ini menjual alat ibadah kepercayaan lain atau bahkan mereka yang melakukan pekerjaan yang kotor — setelah menjadi percaya? Doakanlah pelayanan pemberitaan firman Tuhan dan pikirkanlah apa yang Tuhan mau engkau lakukan dalam pelayanan itu.

No comments: