Friday, December 05, 2014

Renungan: Kisah Para Rasul 20

Tulisan ini adalah bagian dari seri renungan harian (Kisah Para Rasul 13-28) yang saya tulis untuk diterbitkan di dalam GEMA periode ini (sedikit saya edit). 


Jika kita harus mengucapkan kalimat perpisahan kepada orang-orang yang kita kasihi dan layani, apa yang akan kita ucapkan? Perpisahan Paulus dengan para penatua di Efesus bukan hanya mengharukan tetapi berisi pesan-pesan yang sangat penting dari Paulus untuk mereka. 

Paulus mengingatkan mereka akan apa yang sudah dia lakukan di tengah mereka. Dia melayani Tuhan dengan rendah hati, mencucurkan air mata, dan mengalami pencobaan dari orang-orang Yahudi yang mau membunuh dia (20:18-19). Walaupun demikian, dia tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi mereka karena dia tetap memberitakan dan mengajarkan firman Tuhan (20:20-21). Paulus juga memberitahu mereka bahwa dia akan pergi ke Yerusalem untuk mengalami penjara dan sengsara di sana (20:22-24). Melalui semua ini, Paulus mengingatkan mereka akan teladan kesetiaan yang sudah dia berikan.

Dengan dasar itulah, Paulus sekarang berpesan kepada mereka untuk menjaga diri sendiri dan “seluruh kawanan” karena merekalah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat. Tugas Paulus tidak mudah tetapi dia sudah setia. Tugas juga mereka tidak mudah, tantangan akan datang dari luar dan dari dalam (20:29-30), dan sekarang adalah giliran mereka untuk setia! 

Tidak berarti Paulus mempercayakan tanggung jawab pelayanan kepada para penatua di Efesus itu! Sebaliknya, dia mempercayakan para penatua Efesus dan gereja yang mereka layani kepada Tuhan (20:32). Paulus tidak percaya kepada mereka tetapi dia percaya kepada Tuhan! Paulus akan ditangkap, lalu apa yang akan terjadi dengan gereja di Efesus? Jawabannya adalah mereka berada di dalam kasih karunia Tuhan. Tuhan sudah memimpin Paulus melayani dan Tuhan juga akan memimpin para penatua melayani, asalkan mereka setia. 

Ingatlah, gereja dan semua pelayanan bukan milik kita tetapi milik Tuhan. Pertanyaannya hanyalah apakah kita setia kepada Tuhan.

No comments: