Friday, December 05, 2014

Renungan: Kisah Para Rasul 21

Tulisan ini adalah bagian dari seri renungan harian (Kisah Para Rasul 13-28) yang saya tulis untuk diterbitkan di dalam GEMA periode ini (sedikit saya edit). 


Bagi sebagian besar orang Kristen yang hidup di kota besar, penderitaan karena mengikut Tuhan Yesus adalah hal yang jarang dialami. Setiap hari kita didorong untuk hidup senang, mewah, mencari kenyamanan, dan sebisa mungkin menjauhi penderitaan. Itu sebabnya kita tidak mengerti mengapa Paulus tetap ingin pergi ke Yerusalem sekalipun tahu bahwa penjara dan sengsara menanti di sana. Terlebih lagi, murid-murid di Tirus—oleh bisikan Roh—menasihati Paulus supaya jangan pergi ke Yerusalem (21:3-4). Tidak jelas apa yang dikatakan oleh Roh Kudus kepada mereka. Mungkin Roh Kudus memberi tahu tentang penderitaan yang akan dialami oleh Paulus. Demikian pula, nabi Agabus menyampaikan nubuat yang disebutnya sebagai perkataan Roh Kudus, yaitu bahwa Paulus akan diserahkan oleh orang-orang Yahudi ke tangan bangsa-bangsa lain (21:11). Lalu mengapa  Paulus tetap ingin pergi ke Yerusalem?

Perhatikan bahwa Paulus tidak melawan Roh Kudus. Roh Kudus tidak pernah melarang Rasul Paulus pergi ke Yerusalem! Akan tetapi, Roh Kudus terus-menerus mengingatkan bahwa penjara dan sengsara menanti Rasul Paulus di Yerusalem. Sebelum para murid di Tirus dan Agabus menyampaikan itu, Roh Kudus sudah berulang kali memberitahu Rasul Paulus akan hal itu (20:22). Tetapi Paulus yakin bahwa Tuhan memanggil dia untuk pergi ke Yerusalem. Ada sesuatu yang akan terjadi di sana melalui penjara dan sengsara yang akan dia tanggung untuk kemuliaan Tuhan. Apa pun yang terjadi, tanpa keraguan dan penyesalan, dia pergi. Tuhan Yesus sudah menderita dan mati di kayu salib baginya, maka penderitaan apapun rela dia tanggung asalkan untuk memenuhi panggilan Tuhan Yesus baginya.

Mungkin kita perlu diam sejenak dan bertanya, “Seberapa besar saya mencintai Tuhan Yesus? Seberapa taat saya mengikut Dia? Seberapa rela saya menderita bagi Dia?” Dunia mengajar kita untuk mengejar kenyamanan, tapi Tuhan Yesus memanggil kita untuk mengejar kemuliaan sorgawi.

No comments: