Tuesday, December 09, 2014

Renungan: Kisah Para Rasul 25

Tulisan ini adalah bagian dari seri renungan harian (Kisah Para Rasul 13-28) yang saya tulis untuk diterbitkan di dalam GEMA periode ini (sedikit saya edit).


Pergantian wali negeri dari Feliks ke Festus menimbulkan harapan baru pada orang-orang Yahudi. Kasus yang sudah terkubur selama dua tahun ini adalah yang pertama mereka angkat kepada Festus. Selama dua tahun, mereka mungkin sudah memikirkan segala macam tuduhan untuk Paulus, dari yang mungkin sampai yang tidak mungkin, sekalipun tanpa bukti (25:7). Mereka menuduh Paulus bersalah kepada agama Yahudi, melanggar kekudusan Bait Allah, sampai melawan Kaisar! Semuanya dibantah oleh Paulus (25:8).

Apakah Paulus tahu apa yang akan terjadi? Selama dua tahun, dia pasti sudah berpikir dan berdoa mengenai hal ini. Sangat mungkin bahwa Paulus sudah memikirkan segala skenario yang mungkin akan terjadi. Dia tahu bahwa secara hukum, posisinya kuat karena dia tidak bersalah. Akan tetapi, dia juga tahu bahwa akan sulit bagi wali negeri untuk membebaskan dia karena ketakutan kepada orang-orang Yahudi. Maka, ketika Festus berbuat curang dengan menawarkan dia untuk diadili di Yerusalem, Paulus tahu bahwa saatnya sudah tiba untuk melakukan sesuatu. Dia naik banding ke Kaisar dan akan pergi ke Roma (25:9-11).

Jauh sebelumnya, Paulus sudah bertekad untuk pergi ke Roma karena panggilan Allah (19:21). Tuhan Yesus juga sudah berjanji bahwa dia akan bersaksi di Roma (23:11). Maka sekarang, adalah bagian Paulus untuk mengambil langkah menjalankannya. Dia harus ke Roma!

Saat kita berdoa dan menanti Allah bertindak, kadang-kadang kita harus diam dan menunggu. Akan tetapi, kadangkala jawaban Allah adalah bahwa Ia akan bertindak hanya setelah kita melakukan tanggung jawab untuk mulai melangkah. Setiap orang Kristen harus belajar peka untuk membedakan kedua hal itu. Apa yang Anda doakan selama ini? Adakah langkah yang harus Anda ambil?

No comments: