Thursday, December 11, 2014

Renungan: Kisah Para Rasul 26

Tulisan ini adalah bagian dari seri renungan harian (Kisah Para Rasul 13-28) yang saya tulis untuk diterbitkan di dalam GEMA periode ini (sedikit saya edit).


Ini adalah pengadilan terakhir bagi Paulus sebelum dia diberangkatkan ke Roma, dan kali ini di hadapan raja Agripa - seorang Yahudi. Di dalam pembelaan dirinya, Paulus mengatakan: (1) Dia hanya melakukan apa yang ada di dalam Kitab Suci orang Yahudi (26:6-8). Seperti yang sudah berkali-kali diulangi oleh Paulus, dia dituduh hanya karena dia mengharapkan kebangkitan orang mati. Padahal itu sesuai dengan Kitab Suci. (2) Dia hanya mentaati penglihatan dari sorga yang menunjukkan bahwa Yesus lah Tuhan dan dia harus memberitakan kepada bangsa non-Yahudi bahwa Allah sekarang menyambut mereka. (3) Dia dituduh mengacaukan agama Yahudi, padahal dia sedang mengambil bagian menggenapi apa yang sudah diberitakan oleh para nabi bahkan oleh Musa, yaitu Mesias harus menderita dan menjadi yang pertama bangkit.

“Engkau gila!”, kata Festus dengan suara keras (26:24). Paulus tidak menjawab banyak kepada Festus, tetapi dia mengalihkan perhatian kepada Agripa. “Percayakah engkau, raja Agripa, kepada para nabi?” (26:27). 

Sulit dijawab! Jika Agripa menjawab “tidak” maka orang Yahudi akan marah. Jika dia menjawab “ya”, maka Paulus akan berkata: “Kalau begitu, mengapa engkau tidak percaya akan kebangkitan orang mati, dan mengapa engkau tidak percaya bahwa Yesus bangkit sebagai yang pertama?” Maka Agripa menghindar: “Hampir saja kau yakinkan aku menjadi orang Kristen!” (26:28). Tetapi Paulus menyambut dengan kalimat yang agung, “Aku berdoa supaya semua yang hadir di sini menjadi sama seperti aku - menjadi percaya - hanya saja jangan dibelenggu seperti ini.”

Apakah kita memiliki hati seperti rasul Paulus? Ketaatan kepada panggilan dari sorga dalam keadaan apapun dan kasih yang meluap-luap kepada semua orang.

No comments: