Thursday, December 11, 2014

Renungan: Kisah Para Rasul 27

Tulisan ini adalah bagian dari seri renungan harian (Kisah Para Rasul 13-28) yang saya tulis untuk diterbitkan di dalam GEMA periode ini (sedikit saya edit).



Perjalanan ke Roma sangat jauh dari mudah. Perjalanan itu bukan hanya memakan waktu yang panjang dan menantang bahaya di laut, tetapi perjalanan itu hampir menelan nyawa Paulus dan seluruh isi kapal.

Benar bahwa Allah campur tangan dan melindungi, tetapi jika kita beranggapan bahwa itu berarti keadaan tidak berbahaya maka kita salah besar. Berkali-kali bahaya itu nyata dialami oleh Paulus. Kesulitan sudah dimulai dari awal perjalanan (27:7-8). Angin badai yang sangat hebat membuat semua orang di kapal tidak makan selama berhari-hari dan hampir putus harapan (27:21). Jikalau anak-anak kapal berhasil melarikan diri dari kapal, mereka semua tidak akan selamat (27:30-32). Jikalau para prajurit membunuh semua tahanan, termasuk Paulus, maka hidup Paulus akan berakhir  di situ (27:42). Bahaya demi bahaya bertubi-tubi datang, tetapi Tuhan hadir di situ. Di tengah gelapnya situasi itu, seorang malaikat berdiri di sisi Paulus dan berkata, “Jangan takut, Paulus! Engkau harus menghadap Kaisar.” (27:24).

Seringkali tangan Allah yang tidak terlihat dan masalah yang nyata, berbenturan dalam peristiwa demi peristiwa. Hal itu tidak berarti bahwa semua peristiwa sudah ditentukan untuk berakhir dengan baik dan kita hanya perlu duduk dengan tenang melihat bagaimana Tuhan bekerja dan menjadikan segalanya indah. Akan tetapi, hal itu juga bukan berarti bahwa situasinya sangat gelap, menegangkan, dan kita harus meraba-raba tanpa pengharapan, tanpa jaminan, dan tanpa keyakinan akan kehadiran Allah. Sebaliknya, kuasa Allah dan tanggung jawab manusia bertemu dalam hidup manusia yang adalah darah dan daging. Kita hidup oleh iman, tetapi kita perlu menghidupi iman itu.

Waktu keadaan begitu gelap, masalah dan bahaya bertubi-tubi kita alami, mungkin itulah saat paling penting untuk menguji apakah kita menghidupi iman kita.

No comments: