Friday, December 12, 2014

Renungan: Kisah Para Rasul 28 (Selesai)

Tulisan ini adalah bagian dari seri renungan harian (Kisah Para Rasul 13-28) yang saya tulis untuk diterbitkan di dalam GEMA periode ini (sedikit saya edit).


Kesulitan yang dihadapi Paulus seperti tidak ada habisnya. Belum lepas dari kelelahan dan ketegangan menghadapi bahaya di laut, sekarang tangannya digigit pula oleh ular beludak. Tidak heran bila orang-orang yang melihat menggeleng-gelengkan kepala dan merasa yakin bahwa dia pastilah orang yang sangat jahat! Tetapi, apa yang di mata manusia merupakan malapetaka, justru menjadi cara Tuhan membuka jalan untuk Paulus melayani. Kekaguman orang ketika melihat bahwa Paulus tidak apa-apa (walaupun digigit ular beludak) membuka jalan untuk dia melayani ayah gubernur daerah itu dan orang-orang lain di pulau itu. Lautan dan ular mengambil bagian untuk menghancurkan Paulus, tetapi tangan Allah tetap bekerja melindungi dia.

Bagi kita yang mengikuti kisah ini sejak Paulus ditangkap (pasal 21) sampai tibanya dia di Roma (pasal 28), kita seperti ingin menarik napas lega. Perjalanannya sangat panjang! Itulah yang mungkin juga dirasakan oleh Paulus. Jauh-jauh hari, dia sudah tahu bahwa Tuhan memanggil dia ke Roma. Di tengah berbagai tantangan dan bahaya, berulang kali Tuhan menegaskan ulang bahwa dia akan ke Roma, bahkan akan berdiri di depan Kaisar. Momen itu sangat penting bagi Paulus karena Injil akan diberitakan di pusat kekaisaran Romawi.

Tetapi, sebelum tiba saatnya berdiri di depan Kaisar, Paulus tetap menjalankan misinya yaitu memberitakan Injil di mana pun dan kapan pun juga. Dia memanggil orang-orang terkemuka bangsa Yahudi dan menceritakan kepada mereka penyebab ia ditangkap (28:17-20). Dia mengumpulkan sejumlah besar orang Yahudi dan berusaha meyakinkan mereka tentang Tuhan Yesus (28:23). Selama dua tahun di dalam tahanan rumah, ia menerima banyak orang dan memberitakan tentang Kerajaan Allah dan mengajar tentang Yesus Kristus (28:31). Ada yang percaya dan ada yang tidak (28:24,29). Tetapi, Paulus, sang rasul ini, tetap setia menjalankan panggilannya.

No comments: