Monday, August 17, 2015

GKY Singapore 7th & Indonesia 70th

Hari minggu lalu, GKY Singapore merayakan ulang tahun yang ke-7.


Pada waktu beberapa orang mewakili jemaat bersaksi mengenai berkat demi berkat yang dialami di GKY Singapore di tahun-tahun yang lalu (1 orang mewakili 1 tahun), saya pun teringat akan apa yang sudah saya lewati di belakang bersama GKY Singapore.

Sebelum GKY Singapore dimulai, saya sudah menyatakan kesediaan untuk melayani sebagai gembala - walaupun tidak segera. Maka saya hadir pada persekutuan doa yang pertama kali di YMCA tanggal 22 Februari 2008. Saya tidak hadir pada kebaktian minggu yang pertama kali di Grace Church (29 Juni 2008), tapi saya berkhotbah pada kebaktian di minggu yang ke-3, ke-4 dan ke-5. Kemudian sejak Januari 2009, setiap bulan saya datang dan berkhotbah di GKY Singapore. Sampai akhirnya tepat di ulang tahun yang pertama dari GKY Singapore tahun 2009, saya pindah ke Singapore dan diteguhkan menjadi gembala GKY Singapore.

Masa pelayanan sebagai gembala juga adalah masa studi saya dalam program M.Th di Trinity Theological College. Saya sering menyebut masa itu sebagai masa “impossible”. Di satu sisi saya sangat kewalahan, kelelahan dan penuh dengan tekanan, tapi di sisi lain saya sangat bersyukur untuk jemaat yang ruaarrr biasaaa… 

Saya menuliskan kalimat di bawah ini di dalam “Acknowledgment Page” di thesis M.Th saya:

Thanks, too, are due to the leaders and members of Gereja Kristus Yesus – Singapore, whom I ministered during my study. They have been very understanding and supportive though many times they found that their pastor was not able to do more due to his long hours of research in the library. Their prayer and loving support will always be remembered.

Saya juga menuliskan kalimat di bawah ini di dalam buku pentahbisan saya menjadi pendeta sinode GKY tahun 2012:

Saya bersyukur untuk hak istimewa bisa melayani di GKY Green Ville dan GKY Singapore. Saya bisa melayani mereka karena mereka mengasihi, mendoakan, dan melayani saya. Melalui bersama dengan mereka, saya makin mengerti arti panggilan Tuhan yang saya jawab “ya” lebih dari lima belas tahun yang lalu itu. Untuk mereka, saya tidak henti-hentinya bersyukur.

Ketika masa pelayanan saya sebagai gembala di GKY Singapore selama 3 tahun 5 bulan berakhir, saya menulis di blog ini http://jeffreysiauw.blogspot.sg/2012/11/gky-singapore-precious-chapter.html

Saya tidak bisa menceritakan di sini apa saja yang saya alami bersama jemaat GKY Singapore – terlalu banyak! Saya mengingat momen khotbah, katekisasi, kelas pra-nikah, kebersamaan, sharing, rapat, pergumulan demi pergumulan, pembesukan, baptisan, perjamuan kudus, pemberkatan pernikahan, dan persahabatan yang mendalam dengan banyak orang.

Saya sering tidak bisa mengerti mengapa GKY Singapore bisa seperti sekarang ini. Sulit diceritakan apa maksudnya “seperti sekarang ini” tapi jemaat GKY Singapore bisa mengerti :-) Saya tahu GKY Singapore bukan gereja yang sempurna – masih jauh. Tetapi ada terlalu banyak hal yang baik di dalamnya yang membuat saya terkagum-kagum dan tidak mampu mengerti “apa rahasianya”.

Maka pada waktu pujian demi pujian dinaikkan, kesaksian disampaikan, dan lagu We are the Church dinyanyikan, saya terharu. “Kitalah gereja…” It’s true!

Hari ini, Indonesia merayakan hari kemerdekaan yang ke-70.



Ketika mengingat Indonesia, saya seringkali menghela napas panjang…

Kita sama-sama tahu betapa banyaknya masalah di Indonesia. Saya ingat dulu ketika berdoa untuk Indonesia, saya sering berkata, “Tuhan, saya tidak tahu bagaimana caranya Indonesia bisa berubah…” Tetapi, Tuhan tahu. Beberapa tahun belakangan ini, perubahan demi perubahan mulai terlihat. Saya kagum.

Saya tidak keberatan jika ada orang yang memilih untuk tinggal di luar negeri daripada di Indonesia. Itu pilihan dan keputusan masing-masing. Tetapi, saya berharap supaya setiap kita tidak memutuskan untuk tinggal di luar negeri hanya karena alasan kenikmatan, kenyamanan dan keamanan. There must be a better reason, a higher calling, than that. Saya sendiri, sampai saat ini, masih meyakini Tuhan memanggil saya untuk melayani di Indonesia paling tidak untuk beberapa tahun ke depan.

Saya ingat ketika masih menjadi mahasiswa di Trisakti, bersama teman-teman di persekutuan, kami sering menyanyikan lagu di bawah ini:

Yesuslah Tuhan, yang layak ditinggikan
Layak disembah oleh suku-suku bangsa
Dengan darahMu Kau telah tebus bangsaku
Genapi Tuhan FirmanMu atas neg'riku
Hatiku rindu melihat kemuliaanMu
Hatiku rindu melihat curahan kuasaMu
Di tanah tercinta, neg'riku Indonesia
Kuberdoa Indonesia penuh kemuliaanMu
Indonesia bagi kemuliaanMu

Lagu ini mengingatkan bahwa saya adalah orang Indonesia, dilahirkan, dibesarkan dan ditempatkan Tuhan di Indonesia. Lagu ini juga mengingatkan saya bahwa Yesus adalah Tuhan atas Indonesia. Lagu ini juga membawa saya untuk berdoa bagi Indonesia lagi.

Selamat ulang tahun GKY Singapore! Selamat ulang tahun Indonesia!

1 comment:

Anonymous said...

"Indonesia bagi kemuliaanMu" adalah salah satu lagu yg membakar selama pelayanan di POUTRI. Thanks for sharing your thought Fu. God bless your ministry. Pelabuhan kita hampir mirip cuma beda panggilan. Trisakti, GKY dan Singapore.