Tuesday, April 26, 2016

Catatan Dari Pelayanan Minggu Lalu

Hari Jumat-Senin yang lalu saya kembali ke Jakarta dan melayani di GKY Jemaat Green Ville. Pada waktu berangkat, kondisi kesehatan saya yang memang sudah terganggu selama lebih dari dua minggu menjadi memburuk. Saya terus batuk sepanjang perjalanan di dalam pesawat. Padahal, seperti biasa, jadwal kami di Jakarta sangatlah padat.

Sampai di Jakarta, sore itu kami bertemu dengan dua orang disambung dengan makan malam bersama. Malamnya, istri saya bertemu dengan seorang lain lagi sementara saya mempersiapkan khotbah. Karena batuk semakin parah, akhirnya saya menghubungi seorang jemaat yang adalah dokter, dan malam itu dia langsung mengantarkan obat. Tanpa obat itu mungkin semalaman saya tidak akan bisa tidur.

Hari Sabtu pagi, saya makan pagi dengan seorang rekan hamba Tuhan, sementara istri saya bertemu dengan jemaat lain lagi. Selesai itu, kami bersiap-siap untuk pemberkatan pernikahan. Saya berkhotbah dan memimpin pemberkatan. Batuk saya sudah berkurang dan semua seperti baik-baik saja. Selesai kebaktian pemberkatan saya berbincang dengan banyak orang dan sempat bicara khusus dengan sepasang suami istri. Lalu kami pergi makan siang dengan beberapa orang teman dan keluarga. Pada waktu makan siang itulah, saya mulai kehilangan suara.

Sore hari, setelah beristirahat sebentar, saya mempersiapkan khotbah lagi untuk kebaktian minggu. Kemudian kami makan malam bersama sepasang suami istri. Lalu saya kembali persiapan sementara istri saya menemui satu orang lagi. Dia lebih penuh jadwalnya dari saya hehehe...

Sejak siang sampai malam itu, saya merasa suara saya semakin hilang - sudah hampir tidak terdengar. Saya dan istri berkali-kali berdoa kepada Tuhan memohon mukjizat – entah apakah melalui kesembuhan atau dengan keadaan seperti inipun Dia akan memberkati kebaktian esok harinya. Kami pasrah. 

Hari Minggu pagi suara saya masih sangat sedikit. Saya segera minta tolong kepada seorang rekan hamba Tuhan untuk menggantikan saya memimpin pengumpulan komitmen persembahan misi, warta dan juga doa berkat karena saya ingin menghemat suara untuk berkhotbah. Saya pergi ke gereja dan siap melayani dengan keyakinan Tuhan akan menolong. Setibanya di gereja, saya bertemu beberapa orang dari tim doa yang berkata mereka juga mendoakan saya.

Puji Tuhan! Pada kebaktian pertama, walaupun dengan suara terbatas, saya masih mampu berkhotbah dengan lancar. Pada kebaktian yang kedua, suara saya sudah berkurang lagi walaupun masih bisa bertahan sampai akhir. Saya betul-betul tidak tahu bagaimana nanti di kebaktian yang ketiga.

Selesai kebaktian yang pertama, banyak jemaat yang menghampiri saya. Dari yang menanyakan kondisi, memberikan obat, membawakan kecap manis (sebagai obat tradisional pelega tenggorokan), memberikan permen pelega tenggorokan (sampai saya punya beberapa jenis permen hehe..), hingga ada seorang ibu yang minta anaknya datang membawakan luo han guo yang sudah diseduh dan teh chrysanthemum! Seorang jemaat lain pulang ke rumah dan kembali lagi membawakan propolis spray yang ternyata sangat berguna. 

Selesai kebaktian yang kedua, saya pergi makan siang bersama beberapa orang majelis dan jemaat, dan istri saya pergi bersama beberapa orang lain lagi. Selama makan siang, saya merasa suara saya semakin berkurang lagi. Setelah beristirahat sejenak, saya bersiap untuk melayani di kebaktian ketiga. Dan puji Tuhan, suara saya kembali hampir seperti di kebaktian yang pertama! Malam itu ditutup dengan makan malam bersama beberapa rekan hamba Tuhan.

Keesokan harinya, jam 7 pagi, kami berangkat ke bandara untuk pulang ke Singapore. Anehnya, suara saya sangat membaik dibanding hari minggu :-)

Saya tidak tahu mengapa Tuhan mengizinkan suara saya hilang pada waktu akan khotbah. Dan hanya hilang di hari sabtu siang sampai minggu malam. Tuhan bercanda? :-) Saya tidak tahu. Tetapi, sekali lagi Tuhan mengingatkan saya bahwa saya bisa melayani adalah karena Tuhan. Dari mulai persiapan khotbah, ide, pemikiran, sampai kesehatan (termasuk suara), semua dari Tuhan. Kalau Tuhan tidak mau pakai, saya tidak bisa apa-apa. Kalau Tuhan mau berkati, saya juga bukan siapa-siapa.

Saya juga sekali lagi disegarkan melalui kasih sayang Tuhan yang dinyatakan lewat jemaatNya. Alangkah berlimpahnya kasih sayang yang dilimpahkan kepada kami. Sungguh, alangkah indahnya persekutuan anak-anak Tuhan di dalam kasih. Praise be to God!

Foto ini diambil pada kebaktian Natal tahun 2012. Somehow, I love it!

2 comments:

Okky W said...

sibuknya luarr biasaaaa hehe.. sebenernya pengen ajakin kalau ko lagi disini tapi saya tahu kesibukan Ko Jeff & ci Yudith yg luar biasa ini jadi makin ga berani hahha

Jeffrey Siauw said...

Haha... karena pulang sebentar2 ya gini. Kalo pulang lama sih nggak lah. Ayo kapan2 ketemuan :-)