Wednesday, September 21, 2016

My Dissertation Writing - 5

Saya baru saja menyerahkan Bab 4 dari disertasi saya. Saya lelah sekali, atau lebih tepatnya kehabisan tenaga. Kalau bisa mungkin kepala saya sudah mengeluarkan asap. 

Saya makin menyadari bahwa saya bukan mesin dan hidup saya tidak steril dari masalah. Segala sesuatu bisa direncanakan (dan menurut rencana harusnya sekarang saya sudah di ujung Bab 6). Secara perhitungan, seharusnya saya bisa menyelesaikan sampai sekian dalam waktu sekian. Kenyataannya tidak pernah begitu. Ada masanya otak ini buntu, badan sakit, mood hilang, ide terbang. Ada masanya juga masalah demi masalah menghantam dan saya tidak mampu bekerja. Apa boleh buat, saya bukan mesin.

Ditambah lagi saya makin menyadari sesuatu yang dari dulu sebenarnya saya sudah sadar: Saya ini lambat berpikir. Kadang saya bisa cepat, kalau yang sifatnya sederhana. Tapi begitu menyangkut sesuatu yang mendalam, saya lambat sekali. Saya perlu waktu membaca, berpikir, buuaanyak trial and error, terus begitu… dan itu lama.

Dalam segala kelemahan ini saya makin melihat kasih karunia Tuhan. Walaupun lambat, saya tidak mungkin bisa sampai di tahap ini kalau bukan karena Tuhan. Maka, sekali lagi, saya hanya bisa memohon pertolongan Tuhan.

Beberapa bulan lalu, dalam percakapan dengan beberapa orang, saya berkata bahwa saya sudah mau menyerah. Pikiran itu sempat agak “matang”! Saya sudah mulai memikirkan alasan-alasan untuk tidak menyelesaikan studi – dari yang mulia sampai yang kurang mulia. Tetapi, akhirnya, saya sampai pada satu kesimpulan: Selama masih ada waktu dan kesempatan, saya harus dan akan berjuang. Maka, selama ada waktu dan kesempatan, selamat tinggal dulu semua alasan untuk tidak menyelesaikan studi.

Saya sangaaattt berharap tidak ada perbaikan besar untuk Bab 4 yang sudah dikumpulkan. Besok, saya siap menyambut Bab 5 – tidak tahu akan berapa sulit dan berapa lama saya mengerjakannya. Tapi, mudah-mudahan, saya bisa menyelesaikannya dalam 4 bulan.

Err... I want to stay alive...

9 comments:

ECha said...

Jadi kangen kampus... semangat ya ko, gak semua orang bisa mendapatkan kesempatan seperti yang ada di tanganmu (sepaket dengan frustrasi menyelesaikan disertasi, hehehe...). PRESS ON!!! This too will pass ... =)

Anonymous said...

Tetap smangat!!!

Jeffrey Siauw said...

Tq Echa :-) Yup.. will press on! :-)

Tq anonymous :-)

Franky said...

Semangat Ko Jeffrey!!!

Jeffrey Siauw said...

Tq Franky :-)

Ella Kartika Pek said...

Good luck ko Je!!! Thank you also for sharing! Your sharing encourages me soalnya aku juga lagi grad school sekarang.. Walaupun sekarang aku masih belum sampai tahap disertasi (masih research), tapi kadang2 aku juga ngerasain hal yang sama :D Thank you and wishing all the best for you, ko! God bless you and ci Yudith!

Jeffrey Siauw said...

Haha.. thank you Ella! Wah, kamu lagi sekolah lagi? Mantap!
Wishing all the best for you too! God bless!

Ella Kartika Pek said...

Hehe.. Iya ko. Thank you ko Je! :D

Anonymous said...

semangat ko Je! :D tinggal dikit lagi kan ya?
belakangan saya sangat dikuatkan oleh Mazmur 127:2 .
semoga ayatnya menguatkan ko Je juga ..
semuanya kan indah pada waktu-Nya .
sedikit kesaksian saya,
baru-baru ini saya sempat digerakkan Roh Kudus untuk memutuskan mengambil waktu sabat di rumah berdoa saat paginya, bukannya masuk kelas dan menyelesaikan tugas saya (saat itu seharusnya jadwal kuliah saya padat dari pagi-malam) , namun Tuhan beracara secara ajaib membuat dosen saya bolak-balik datang ke meja tempat teman 1 kelompok saya (yang cuma tinggal 2 orang dr 4 orang di kelompok saya yang masuk kelas) yang sedang menyelesaikan maketnya sambil memberitahu/ berkomentar bagian-bagian yang kurang maupun salah sampai nilai maket saya mendapatkan angka sempurna . Puji Tuhan!
saya percaya Tuhan yang sama juga mampu berperkara lebih besar dari itu pada disertasinya ko Je.
God bless you .