<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803</id><updated>2012-02-17T13:39:29.047+08:00</updated><category term='m.Reviews of Other Things'/><category term='l.Book Reviews'/><category term='f.Pelayanan'/><category term='n.Other Topics'/><category term='d.Bible Study'/><category term='k.Sharing-Life at TTC'/><category term='c.Christian Life'/><category term='a.With God'/><category term='o.Ministry Events'/><category term='p.Travel'/><category term='i.Ibadah-Lagu'/><category term='q.Israel Trip:Refleksi'/><category term='e.Bible Reading-Prayer'/><category term='h.Gereja'/><category term='j.Sharing'/><category term='b.With Others'/><category term='g.Hamba Tuhan'/><title type='text'>Jeffrey Siauw</title><subtitle type='html'>may THE LIGHT of the world use me to be a small light in this world</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>287</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-4492004162119794861</id><published>2012-02-13T16:19:00.002+08:00</published><updated>2012-02-15T14:00:32.279+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='h.Gereja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='f.Pelayanan'/><title type='text'>Not Better Methods But Better People</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-rgzxuCgZeZc/TzjH0_8GkQI/AAAAAAAABiM/woYDSwe9taM/s1600/people%2Bare%2Bthe%2Bchurch.png"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-rgzxuCgZeZc/TzjH0_8GkQI/AAAAAAAABiM/woYDSwe9taM/s200/people%2Bare%2Bthe%2Bchurch.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5708532241022750978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;E.M. Bounds, seorang pendeta yang hidup di abad 19 sampai permulaan abad 20,  pernah mengatakan kalimat:  &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;People are God’s method. The church is looking for better methods;  God is looking for better people. &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Saya kira dia sangat benar. Gereja sering terjebak dalam mencari metode yang  lebih baik. Walaupun apa itu yang ‘baik’ jarang kita rumuskan juga. Kita sering  mencoba mencari, menyusun, memikirkan, berbagai metode yang menurut kita akan  membuat lebih ‘baik’ dan kita berpikir bahwa dengan metode yang lebih baik maka  pasti hasilnya akan lebih baik.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jujur kita suka yang lebih banyak, lebih wah, lebih mengagumkan, atau dalam  konteks gereja diterjemahkan sebagai: lebih banyak yang datang, lebih megah  acaranya, lebih banyak hal yang kelihatan berhasil kita lakukan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai gereja bukankah seharusnya kita berjuang supaya gereja kita menjadi  &lt;em&gt;better church&lt;/em&gt; - bukan dalam arti lebih bagus gedungnya, lebih variatif  programnya, lebih banyak jemaatnya, tapi – dalam arti lebih menjalankan  menjalankan hidupnya dan fungsinya seperti maunya Tuhan. Sebagai pengurus gereja  &lt;em&gt;concern&lt;/em&gt; kita adalah gereja harusnya seperti apa, idealnya gereja itu  bagaimana, itu yang kita kejar. Bagaimana harusnya ibadahnya? Bagaimana harusnya  persekutuan antar jemaatnya? Bagaimana harusnya pembinaan kepada jemaatnya?  Bagaimana harusnya semangat pelayanan dan penginjilannya? Kejarlah itu, &lt;em&gt;to  be a better church&lt;/em&gt;!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai gereja bukankah seharusnya kita berjuang supaya tiap jemaat menjadi  &lt;em&gt;better people&lt;/em&gt; – dalam arti makin taat pada Tuhan, makin mengasihi  Tuhan, makin menyembah Tuhan? Maka kita tidak puas dengan banyaknya orang yang  datang, tetapi pertanyaan kita selalu adalah orang macam apa yang kita  ‘hasilkan’? Sekian lama mereka ke gereja, apakah mereka menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;better people&lt;/span&gt;? Kita sendiri jadi orang macam apa? Apakah jadi &lt;em&gt;better  people&lt;/em&gt;?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka saya kira banyak gereja punya tujuan yang salah: &lt;strong&gt;yang  ‘wah’&lt;/strong&gt;.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan keyakinan yang juga salah: &lt;strong&gt;metode (atau program) yang baik pasti  akan mencapai yang ‘wah’ itu. &lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perjuangan kita akhirnya adalah mencari berbagai metode supaya kita berhasil.  Bagaimana metode penginjilan yang sukses? Bagaimana program persekutuan yang  berhasil? Bagaimana cara kerja gereja yang maju? Bagaimana lagu, alat musik,  acara, dalam kebaktian yang menarik? Bagaimana… dan bagaimana… metode untuk ini  dan itu…? Fokus kita adalah pada metode untuk tujuan yang ‘wah’. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengapa kita tidak berjuang untuk menjadi &lt;em&gt;better church to produce better  people? &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-4492004162119794861?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/4492004162119794861/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=4492004162119794861&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/4492004162119794861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/4492004162119794861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2012/02/not-better-methods-but-better-people.html' title='Not Better Methods But Better People'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-rgzxuCgZeZc/TzjH0_8GkQI/AAAAAAAABiM/woYDSwe9taM/s72-c/people%2Bare%2Bthe%2Bchurch.png' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-8248250982297250542</id><published>2012-02-06T23:16:00.003+08:00</published><updated>2012-02-06T23:28:26.108+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e.Bible Reading-Prayer'/><title type='text'>Paradoks Doa</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-KmAOLg2Ta3U/Ty_u6ZN78SI/AAAAAAAABh8/zn4xbGlSqAE/s1600/praying-with-open-hands.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-KmAOLg2Ta3U/Ty_u6ZN78SI/AAAAAAAABh8/zn4xbGlSqAE/s200/praying-with-open-hands.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5706041939870871842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Salah satu misteri besar dalam kehidupan kita sebagai orang Kristen adalah  bagaimana kita harus berdoa. &lt;p&gt;Di satu sisi kita tahu bahwa kita tidak boleh khawatir, kita harus percaya  pada Allah yang pasti memelihara. Kita juga tidak boleh takut, kita harus  percaya bahwa Allah itu baik. Kita juga harus yakin bahwa apapun yang terjadi  tidak pernah lepas dari kontrol Allah. Apapun yang Allah akan berikan, sekalipun  awalnya terasa tidak enak bagi kita, bisa menjadi kebaikan bagi kita. Maka  demikianlah kita harus belajar mengatakan “kehendakMu jadilah”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi di sisi lain bukankah Tuhan mengajarkan kita untuk berseru kepadaNya  siang dan malam, terus menerus meminta kepadaNya seperti yang diajarkan dalam  perumpamaan tentang hakim yang lalim (Luk 18:1-7)? Atau seperti juga yang  diajarkan oleh Yesus untuk terus meminta, mencari, mengetok pintu sampai  diberikan, ditemukan dan dibukakan pintu (Luk 11:5-10)?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kadang dengan mudah kita berkata “jadilah kehendakMu” jika permohonan doa itu tidak menyangkut diri kita. Kita berdoa untuk orang lain yang sakit atau kesusahan,  dan dengan mudah kita berkata “jadilah kehendakMu”, padahal dalam hati kita  mungkin tidak terlalu peduli apapun yang terjadi! &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi ketika permohonan doa itu sangat menyangkut diri kita atau orang  yang kita kasihi, bisakah kita berdoa dengan sikap ‘terserah’? Kita pasti akan  memohon dengan sangat dan ngotot untuk minta kepada Tuhan. Berkali-kali kita minta lagi dan minta lagi. Dan itu tidak salah! Tapi di saat seperti  itu mungkin kita ingat bahwa Tuhan tahu yang terbaik dan kehendak Tuhan adalah  yang terbaik. Maka di satu sisi ingin ngotot, di sisi lain harus berserah. Lalu  bagaimana harusnya sikap kita?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Inilah paradoks doa. Seperti Yesus berdoa di taman Getsemani. Dia tahu persis  bahwa Dia harus minum cawan itu. Tapi Dia tetap berdoa dengan sungguh-sungguh,  dan bukan 1X tapi 3X! Dia berdoa terus, meminta, mencari, mengetok, dengan  sungguh-sungguh. Tapi setiap kali juga, Dia berdoa dengan sikap “jadilah  kehendakMu”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Paradoks doa ini yang harusnya kita alami dan lakukan waktu berdoa. Kita  meminta dengan sungguh, terus menerus, memohon kepada Tuhan, dan sekaligus  berserah kepada kehendak Tuhan. Sangat sulit! Saya percaya kehidupan doa adalah bagian dari perjalanan iman kita. Seperti tidak ada orang yang sempurna imannya, demikian pula tidak ada orang yang sempurna dalam berdoa. Mari terus belajar berdoa, dengan sungguh dan berserah kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-8248250982297250542?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/8248250982297250542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=8248250982297250542&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/8248250982297250542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/8248250982297250542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2012/02/paradoks-doa.html' title='Paradoks Doa'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-KmAOLg2Ta3U/Ty_u6ZN78SI/AAAAAAAABh8/zn4xbGlSqAE/s72-c/praying-with-open-hands.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-7819838127208610883</id><published>2012-02-02T19:18:00.004+08:00</published><updated>2012-02-02T20:16:04.751+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='i.Ibadah-Lagu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='a.With God'/><title type='text'>Reveal Yourself and Let Me Find You in Love</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-TP01PcGi3Z8/TypyeNyUW7I/AAAAAAAABhw/X3uWBqnQKTw/s1600/cbcvision_worship.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 132px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-TP01PcGi3Z8/TypyeNyUW7I/AAAAAAAABhw/X3uWBqnQKTw/s200/cbcvision_worship.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5704497741440506802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;God, teach me to seek You, and reveal Yourself to me when I seek You,&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;For I cannot seek You unless You first teach me, nor find You unless You  first reveal Yourself to me.&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;Let me seek You in longing, and long for You in seeking.&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;Let me find You in love, and love You in finding. &lt;/em&gt;&lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;em&gt;Ambrose of Milan, 339-397&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Puisi dari Ambrose di atas mengingatkan kita dua hal penting di dalam  worship: &lt;strong&gt;Allah yang menyatakan Diri kepada manusia &lt;/strong&gt;dan  &lt;strong&gt;Manusia yang rindu mencari Allah.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidaklah mungkin untuk kita menemukan Allah kalau Allah tidak berkenan untuk  ditemui. Tapi Alkitab berulang kali bicara tentang Allah yang berkenan ditemui,  Dia mau ditemui, Dia berjanji untuk ditemui. Tapi di sisi yang lain, Allah  menginginkan manusia mencari Dia, mencari dengan segenap kehausan seperti ‘rusa  merindukan air’. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di beberapa gereja, worship sangat menekankan Allah yang menyatakan diri.  Liturgi, pembacaan Alkitab, lagu, pemberitaan Firman, semua menyatakan itu. Tapi  tidak ada kerinduan mencari Dia. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebaliknya di beberapa gereja lain, worship sangat menekankan kehausan  mencari Dia. Doa yang sungguh, sikap waktu menyanyi, harapan dalam hati, sangat  luar biasa menyatakan kehausan mencari Dia. Tapi tanpa menekankan dengan kuat  Allah yang menyatakan Diri, Allah yang mengajar, Allah yang ingin dikenal dengan  benar lewat FirmanNya, maka kehausan mencari Dia bisa berubah menjadi mencari  kepuasan diri. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Betapa inilah yang harus kita lakukan di dalam worship kita, bahkan seluruh  hidup kita. Kita mencari Dia dengan kehausan, dengan kerinduan yang sangat. Kita merendahkan hati mencari wajahNya, mencari tanganNya, memohon anugrahNya... dan  Allah yang berkenan ditemui itu akan menyatakan Diri-Nya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan pada waktu kita  bertemu denganNya, yang kita temui adalah kasih… kita menemukan Allah yang  mengasihi kita dengan tangan yang terbuka siap merangkul kita. Maka tidak bisa  tidak, kita makin mengasihi Dia. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-7819838127208610883?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/7819838127208610883/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=7819838127208610883&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/7819838127208610883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/7819838127208610883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2012/02/reveal-yourself-and-let-me-find-you-in.html' title='Reveal Yourself and Let Me Find You in Love'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-TP01PcGi3Z8/TypyeNyUW7I/AAAAAAAABhw/X3uWBqnQKTw/s72-c/cbcvision_worship.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-6711928569341373973</id><published>2012-01-27T23:34:00.002+08:00</published><updated>2012-01-27T23:37:07.167+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e.Bible Reading-Prayer'/><title type='text'>Remember Me in Your Prayer</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-UUY6yGrQT1A/TyLEKbEhGPI/AAAAAAAABhk/ai86LHkCFZ8/s1600/Kneeling-prayer1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-UUY6yGrQT1A/TyLEKbEhGPI/AAAAAAAABhk/ai86LHkCFZ8/s320/Kneeling-prayer1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5702335761548908786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Tolong doain ya”&lt;/span&gt;, permintaan itu seringkali kita dengar dari teman atau  keluarga kita. Tapi berapa banyak permintaan seperti itu yang sungguh kita  responi dengan doa? &lt;p&gt;Permintaan doa memang sering menjadi basa-basi di lingkungan orang Kristen.  Yang minta didoakan juga tidak sungguh2 berharap didoakan, dan yang mendengar  juga tidak sungguh2 menanggapinya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mungkin ada 2 masalah yang lebih dalam di balik itu. Pertama, kita cenderung  egois. Kita berdoa untuk diri&lt;em&gt;ku&lt;/em&gt;, kebutuhan&lt;em&gt;ku&lt;/em&gt;,  pergumulan&lt;em&gt;ku&lt;/em&gt;, kesedihan&lt;em&gt;ku&lt;/em&gt;, dan keinginan&lt;em&gt;ku&lt;/em&gt;. Kita  tidak terlalu peduli dengan kebutuhan, pergumulan, kesedihan &lt;em&gt;orang  lain&lt;/em&gt;. Maka dengan cepat kita lupa ada orang yang minta didoakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedua, kita mungkin meragukan kuatnya &lt;strong&gt;dosa&lt;/strong&gt; dan kuasanya  &lt;strong&gt;doa&lt;/strong&gt;. Kita beranggapan “ah, nggak didoain juga nggak ada apa2”  (kuatnya &lt;strong&gt;dosa&lt;/strong&gt;?) dan “ah, didoain juga nggak ada perbedaan apa2”  (kuasanya &lt;strong&gt;doa&lt;/strong&gt;?). Maka orang lain kita kesampingkan dari daftar  doa kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita lupa kuatnya &lt;strong&gt;dosa&lt;/strong&gt;, ngerinya iblis, yang mengintai dan  ingin menghancurkan setiap kita. Tidak ada pengecualian, tiap kita berada dalam  daftar keinginan iblis. Dia oportunis sejati yang terus mencari waktu yang  tepat. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita meragukan kuasanya &lt;strong&gt;doa&lt;/strong&gt;, seruan kepada Allah yang  berkuasa, kepada Allah yang mendengar, dan kepada Allah yang menjawab doa. Kita  ragu bahwa Allah bekerja menjawab doa yang dinaikkan dengan iman kepada Dia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau kita ingat dan percaya 2 hal di atas, bahwa tiap kita bisa dijatuhkan  oleh iblis dan bahwa ada anugrah Allah yang kita minta melalui doa, kita akan  berdoa dengan lebih sungguh bagi orang2 di sekitar kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mulailah berdoa, bukan hanya untuk kebutuhan, keinginan, pergumulan kita,  tapi doakan kehidupan rohani kita. Doakan kehidupan rohani keluarga kita. Doakan  orang2 yang minta didoakan. Bahkan doakan orang2 yang kita ingat. Doakan supaya  kita semua dijauhkan dari pencobaan, disertai dalam lembah kekelaman, dikuatkan  untuk hidup dekat dengan Tuhan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau saja kita lebih banyak saling mendoakan, ada banyak pekerjaan setan  yang dihancurkan dan pekerjaan Tuhan dinyatakan. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-6711928569341373973?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/6711928569341373973/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=6711928569341373973&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/6711928569341373973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/6711928569341373973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2012/01/remember-me-in-your-prayer.html' title='Remember Me in Your Prayer'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-UUY6yGrQT1A/TyLEKbEhGPI/AAAAAAAABhk/ai86LHkCFZ8/s72-c/Kneeling-prayer1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-1730490367288420407</id><published>2012-01-21T18:39:00.005+08:00</published><updated>2012-01-27T11:22:36.389+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='p.Travel'/><title type='text'>Chinatown - Chinese New Year 2012</title><content type='html'>Saya dan istri sangat menyukai kebudayaan, ornamen, suasana, apapun yang 'berbau' China. Maka di Singapore, bisa ditebak, tempat favorit kami adalah Chinatown! :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-kZYdhuQTojE/TxqX5e0OUzI/AAAAAAAABhY/jNq-sAtkb_w/s1600/IMG_2406b.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-kZYdhuQTojE/TxqX5e0OUzI/AAAAAAAABhY/jNq-sAtkb_w/s400/IMG_2406b.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5700035292171227954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-QGjeUSgoL1I/TxqXrHV-5SI/AAAAAAAABgE/FVqr2mqnXSE/s1600/IMG_2358b.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-QGjeUSgoL1I/TxqXrHV-5SI/AAAAAAAABgE/FVqr2mqnXSE/s400/IMG_2358b.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5700035045352203554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-PhYExRVnoHM/TxqXWbHZFJI/AAAAAAAABfs/ayJYTvvSk0w/s1600/IMG_2351b.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 267px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-PhYExRVnoHM/TxqXWbHZFJI/AAAAAAAABfs/ayJYTvvSk0w/s400/IMG_2351b.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5700034689882461330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-7Wvah_6fLXA/TxqX42dfMSI/AAAAAAAABhQ/nCikpZJp5L0/s1600/IMG_2393b.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 267px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-7Wvah_6fLXA/TxqX42dfMSI/AAAAAAAABhQ/nCikpZJp5L0/s400/IMG_2393b.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5700035281338446114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kami suka duduk disana, menikmati suasananya, mencicipi makanannya, atau bahkan hanya untuk melihat-lihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-cTsM43oWna4/TxqXVqX-DFI/AAAAAAAABfQ/NQN1zy2dsjo/s1600/IMG_2335b.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 281px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-cTsM43oWna4/TxqXVqX-DFI/AAAAAAAABfQ/NQN1zy2dsjo/s400/IMG_2335b.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5700034676798655570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-CJJhbBtROu4/TxqXW1CFguI/AAAAAAAABf0/YcJenXe52MQ/s1600/IMG_2353b.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 236px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-CJJhbBtROu4/TxqXW1CFguI/AAAAAAAABf0/YcJenXe52MQ/s400/IMG_2353b.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5700034696839529186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ecb5WN8uqH8/TxqXV2WhNoI/AAAAAAAABfg/11REOkIVwVg/s1600/IMG_2350b.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 340px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-ecb5WN8uqH8/TxqXV2WhNoI/AAAAAAAABfg/11REOkIVwVg/s400/IMG_2350b.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5700034680013796994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-nDCJ8dMJ8hg/TxqX47_W2pI/AAAAAAAABhA/Sg3X9yKKtH4/s1600/IMG_2386b.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 270px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-nDCJ8dMJ8hg/TxqX47_W2pI/AAAAAAAABhA/Sg3X9yKKtH4/s400/IMG_2386b.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5700035282822683282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Chinatown menjelang Chinese New Year menjadi sangat ramai, apalagi malam tepat sebelum Chinese New Year -- yang pernah kesana pasti tidak akan pernah mau lagi! Karena ini masih 2 hari sebelum Chinese New Year, kami masih bisa menikmati suasananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-xofaYo2D0us/TxqXsR08IkI/AAAAAAAABgw/Yw0W0hIFQzA/s1600/IMG_2373b.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 267px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-xofaYo2D0us/TxqXsR08IkI/AAAAAAAABgw/Yw0W0hIFQzA/s400/IMG_2373b.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5700035065346269762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/--rdAAAj5soM/TxqXsGvOhAI/AAAAAAAABgo/PHRXJ5vanYs/s1600/IMG_2370b.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/--rdAAAj5soM/TxqXsGvOhAI/AAAAAAAABgo/PHRXJ5vanYs/s400/IMG_2370b.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5700035062369518594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-A8gLmTTIkq8/TxqXrWjydwI/AAAAAAAABgg/cPnoABQ3yAg/s1600/IMG_2364b.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 283px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-A8gLmTTIkq8/TxqXrWjydwI/AAAAAAAABgg/cPnoABQ3yAg/s400/IMG_2364b.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5700035049436641026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-iu2W65aB8x4/TxqXrH1BhfI/AAAAAAAABgM/IEyrsUuOwww/s1600/IMG_2361b.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 267px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-iu2W65aB8x4/TxqXrH1BhfI/AAAAAAAABgM/IEyrsUuOwww/s400/IMG_2361b.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5700035045482399218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-atd3hun_tLU/TxqXVT4h0eI/AAAAAAAABfI/MrJknD-s7Ns/s1600/IMG_2325b.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 242px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-atd3hun_tLU/TxqXVT4h0eI/AAAAAAAABfI/MrJknD-s7Ns/s400/IMG_2325b.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5700034670761202146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Happy Chinese New Year to you all!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-1730490367288420407?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/1730490367288420407/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=1730490367288420407&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/1730490367288420407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/1730490367288420407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2012/01/chinatown-chinese-new-year-2012.html' title='Chinatown - Chinese New Year 2012'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-kZYdhuQTojE/TxqX5e0OUzI/AAAAAAAABhY/jNq-sAtkb_w/s72-c/IMG_2406b.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-5284961482856882655</id><published>2012-01-17T23:30:00.004+08:00</published><updated>2012-01-27T11:22:29.577+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='c.Christian Life'/><title type='text'>Berpikir Secara Teologis</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-US548-lx184/TxWUPU01XyI/AAAAAAAABe8/uwU94TtSN1A/s1600/6a00d8341c03bb53ef01539023e727970b-500wi.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 217px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-US548-lx184/TxWUPU01XyI/AAAAAAAABe8/uwU94TtSN1A/s320/6a00d8341c03bb53ef01539023e727970b-500wi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5698623894516490018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kita percaya tidak ada dualisme dalam hidup Kristen. Pengertian kita tentang  Allah bukanlah hanya untuk dibicarakan dalam khotbah, tetapi seharusnya menjadi  dasar semua yang kita lakukan baik dalam pelayanan, ibadah, maupun kehidupan  keluarga ataupun pekerjaan. Alkitab bukanlah hanya untuk dibaca dan membuat kita  ‘tersentuh’, tetapi menuntun kita dalam setiap aspek kehidupan kita.  &lt;p&gt;Maka tiap hal dalam hidup kita, baik itu kehidupan di gereja, mengenai bentuk  kebaktian, cara persembahan, mengundang pengkhotbah, disiplin gereja,  pelaksanaan sakramen, pemilihan majelis, pemberkatan nikah, apapun juga… harus  dipikirkan dari sisi teologis. Atau itu dalam kehidupan keluarga, mengenai  pernikahan, komitmen, kesetiaan, punya anak, mendidik anak, pengambilan  keputusan dalam keluarga, apapun juga… harus dipikirkan dari sisi teologis.  Demikian pula kehidupan kita yang lainnya seperti pemilihan karir, etika kerja,  bisnis, hubungan dengan orang lain, sikap terhadap lingkungan, dan apapun juga…  apapun yang terpikir… harus dipikirkan secara teologis. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi… mengapa sedikit sekali orang Kristen yang berpikir secara teologis?  Saya berikan beberapa contoh, pernahkah kita berpikir secara teologis:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengapa di beberapa gereja, jika ada pasangan yang mengaku sudah melakukan  hubungan seks sebelum menikah, maka pemberkatan tidak boleh dilakukan di ruang  kebaktian tetapi di ruang lain atau bahkan gedung lain? Mengapa kita melakukan  perjamuan kudus 1 bulan 1X, mengapa tidak lebih sering atau lebih jarang?  Mengapa ibadah dipisah antara anak2, remaja, dan orang dewasa? Mengapa perlu menikah? Atau mengapa harus menikah? Mengapa punya anak? Apa nilai  di balik cara kita merekrut karyawan, memberlakukan jam kerja karyawan, tuntutan  kepada karyawan, dst? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya bisa teruskan daftar pertanyaan ini panjang sekali. Bahkan kalau anda  perhatikan, banyak tulisan saya dalam blog ini adalah usaha saya untuk berpikir  secara teologis. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sadar atau tidak sadar ada nilai, ada kompas, ada alasan, mengapa kita  melakukan sesuatu. Dan apa nilai, kompas, atau alasan itu? Apa dasarnya? Siapa  yang mengajarkan itu? Kalau nilai, kompas dan alasan kita bukan berdasarkan  teologi, bukan pengertian kita tentang Allah yang dinyatakan dalam Alkitab, maka  pasti yang lain. Maka pilihannya adalah berpikir secara teologis, dan hidup  diarahkan oleh itu, atau berpikir secara lain, dan hidup diarahkan oleh itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya menyayangkan kurangnya orang Kristen berpikir. Bahkan kalau saja kita  mau berpikir, dengan logis, seperti metode Socrates, banyak hal yang kita lakukan  akan nampak salahnya dan sembarangannya. Saya meratapi kurangnya orang  Kristen mau berpikir lebih mendalam – berdasarkan Alkitab – tentang berbagai hal  yang dia temui dalam hidupnya. Tidak heran gereja kadang lebih dipengaruhi oleh  marketing, psikologi, dan manajemen daripada Alkitab! Tidak heran juga banyak  orang Kristen hidupnya, cara bisnisnya, tidak ada bedanya dengan orang bukan  Kristen!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya sadar tidak mungkin kita sanggup sempurna, memikirkan semuanya dari  kacamata teologis. Kita manusia terbatas, selalu ada hal yang belum kita  pikirkan. Tapi paling tidak, mari mulai, sebisa kita, berpikir – dan berpikir  secara teologis. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-5284961482856882655?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/5284961482856882655/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=5284961482856882655&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/5284961482856882655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/5284961482856882655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2012/01/berpikir-secara-teologis.html' title='Berpikir Secara Teologis'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-US548-lx184/TxWUPU01XyI/AAAAAAAABe8/uwU94TtSN1A/s72-c/6a00d8341c03bb53ef01539023e727970b-500wi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-1779393620324021751</id><published>2012-01-16T15:09:00.003+08:00</published><updated>2012-01-16T15:14:06.612+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='l.Book Reviews'/><title type='text'>The Best Things in Life - Peter Kreeft</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-kFoYCgiwQeg/TxPN0zZjiKI/AAAAAAAABew/rkF9sFmgg-k/s1600/007968.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 206px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-kFoYCgiwQeg/TxPN0zZjiKI/AAAAAAAABew/rkF9sFmgg-k/s320/007968.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5698124260588095650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Buku ini berisi percapakan imajiner antara Socrates dan orang modern di dalam  sebuah universitas. Peter Kreeft membayangkan jika Socrates muncul di tengah  dunia modern, berjalan2 dan bercakap2 dengan orang2 modern di tengah kampus, kira2 apa yang akan  dia katakan atau tanyakan? &lt;p&gt;Metode Socrates di dalam mencari kebenaran dan mengajarkan kebenaran adalah  dengan bertanya. Dia akan terus bertanya, dia tidak puas dengan jawaban  sederhana, dan pertanyaan2 yang sangat logis dan tajam itulah yang ditanyakan  oleh Socrates kepada orang2 modern itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Peter Kreeft dengan sangat baik mencoba memperlihatkan betapa naifnya  berbagai asumsi orang modern, hal2 yang sudah dianggap kebenaran dan keharusan.  Jika saja kita mau berpikir dan bertanya lebih jauh, kita akan lebih bijak dalam  hidup ini dan lebih jelas melihat apa yang penting dan tidak penting, apa yang  baik dan buruk. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa topik yang dia diskusikan adalah: Pendidikan, Karir, Teknologi,  Agama, Kesuksesan, Kebahagiaan, Musik Rock, Seks. Komunisme dan Kapitalisme, dan  Nilai2 Objektif. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya kira membaca buku ini akan menolong kita juga untuk menjadi  lebih bijaksana :-)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di bawah ini adalah sedikit kutipan, contoh percakapan yang akan anda temui  waktu membaca buku ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Felicia&lt;/span&gt;: Of course not. My argument may be logically weak, but the point  isn't logic, it's society. Casual sex is just socially accepted today, as it  wasn't in the past. That's what I meant by the twentieth century.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Socrates&lt;/span&gt;: It is accepted today. But is everything that is accepted  acceptable? &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Felicia&lt;/span&gt;: Of course; that's what it means. The socially acceptable is whatever  society accepts. The acceptable equals the accepted. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Socrates&lt;/span&gt;: But does the socially accepted equal the ethically acceptable? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Felicia&lt;/span&gt;: How can you distinguish the two? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Socrates&lt;/span&gt;: Unless you do, how can you ever make an ethical cnhasm of your  society? Genocide was accepted in Nazi Germany. Did that make it ethically  acceptable, ethically right? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;And the conversation, or more precisely, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;the questioning&lt;/span&gt;, goes on…&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-1779393620324021751?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/1779393620324021751/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=1779393620324021751&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/1779393620324021751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/1779393620324021751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2012/01/best-things-in-life-peter-kreeft.html' title='The Best Things in Life - Peter Kreeft'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-kFoYCgiwQeg/TxPN0zZjiKI/AAAAAAAABew/rkF9sFmgg-k/s72-c/007968.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-7511409047677328738</id><published>2012-01-13T00:30:00.004+08:00</published><updated>2012-01-15T22:56:23.735+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='c.Christian Life'/><title type='text'>Life is Short</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-9YOSLpjM9zs/Tw8K3SOKTVI/AAAAAAAABek/Htx73m5R9T8/s1600/candles120.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-9YOSLpjM9zs/Tw8K3SOKTVI/AAAAAAAABek/Htx73m5R9T8/s320/candles120.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696783998547283282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Apa yang penting untuk kita lakukan dalam hidup ini? Pertanyaan ini baru  sangat kuat berbicara ketika kita tahu bahwa hidup kita tidak akan  lama lagi. &lt;p&gt;Dalam Retreat Young Adult Fellowship di GKY Singapore bulan Agustus lalu, kami  menonton bersama “The Bucket List”. Film itu berkisah tentang dua orang yang  menderita kanker dan tahu hidup mereka tidak lama lagi. Mereka membuat daftar apa  yang ingin mereka lakukan dalam sisa hidup mereka. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The list of things that you want to do before you kick the bucket&lt;/span&gt; (ungkapan yang artinya meninggal dunia). Pesannya sangat kuat: Jika  hidup itu singkat, apa yang sebenarnya penting untuk kita lakukan? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa waktu yang lalu saya berkenalan dan melayani seorang yang sedang  berobat di Singapore karena menderita kanker. Selama di Singapore, dia yang  belum Kristen ini, banyak dilayani oleh orang Kristen dan akhirnya dia menjadi  percaya dan dibaptis. Semua sepertinya berjalan baik, kemoterapi selesai dan  kankernya dinyatakan bersih. Kami semua sangat bersukacita. Tapi tidak lama  setelah dia kembali ke Indonesia, datanglah berita yang mengejutkan. Kankernya  kambuh kembali dan kali ini jauh lebih ganas. Dokter hanya menawarkan satu  alternatif: kemoterapi dengan obat yang sangat keras. Kemungkinan sembuh tidak  besar sementara resiko pengobatan adalah pendarahan di otak dan koma. Apa  yang akan terjadi jika dia menolak pengobatan? Dokter menjawab: 6 bulan! Dia  bertanya ke dokter lain, jawabannya lebih membuat pesimis: 3-6 bulan! Dia  memutuskan untuk tidak menjalani pengobatan itu dan menerima resiko untuk  meninggal dalam waktu yang diperkirakan oleh dokter. Waktu saya mendengar itu,  saya mengunjungi dia. Kami menangis bersama. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berita itu bukan hanya membuat dia tergoncang tapi juga saya. Setelah pulang  dari rumah sakit hari itu, saya jadi berpikir apa yang akan saya lakukan kalau  dokter mengatakan yang sama kepada saya? Saya yakin saat itu, seperti dia, saya  akan berpikir apa yang penting yang harus saya lakukan dalam waktu yang tersisa.  Sekarang sudah 5 bulan berlalu dan dia baru saja dipanggil Tuhan. Saya mendengar bahwa dalam waktu 5 bulan itu, keluar masuk rumah sakit, dia bukan saja mengatur keuangan keluarga tapi dia juga banyak memakai waktu untuk berdoa dan mendengar Alkitab dibacakan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada satu orang lagi yang saya kenal sebagai orang Kristen lama. Dia tidak  banyak terlibat pelayanan karena kesibukan bisnis, tetapi dia selalu  menyempatkan diri datang kebaktian. Ketika dia divonis dokter menderita kanker,  seluruh hidup menjadi berubah. Dia harus lepaskan semua bisnisnya dan diam di  rumah untuk pengobatan. Dalam keadaan itu, dia mengingat… “Dulu saya ingin aktif  pelayanan tapi tidak pernah sempat. Lalu usia makin tua dan sudah  masuk usia manula. Saya ingin pelayanan di komisi manula, tapi juga tidak sempat  karena kesibukan bisnis. Sekarang tiba2 bisnis harus dilepas.” Sekarang dia punya waktu! Tapi tubuhnya tidak mengizinkan. Apakah dia  menyesal? Mungkin. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Life is short!&lt;/span&gt; Kita semua tahu itu. Tapi betapa sulitnya kita hidup dengan  kesadaran itu! Hidup itu singkat. Mari hidupi dengan baik, lakukan yang baik,  yang mulia, yang bernilai kekal, cintai orang2 di sekitar kita yang Tuhan  berikan untuk kita, orang tua, suami/istri, anak2, teman2. Bahkan pikirkan  bagaimana lebih dari itu, lebih berani lagi menyerahkan diri untuk dipakai  Tuhan, melayani lebih lagi, mencintai yang Tuhan cintai,  mengarahkan hati kepada hadiah surgawi, mengambil resiko untuk mengasihi sesama. Hidup itu singkat, bagaimana kita  menghidupinya?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jangan sampai tiba waktunya kita menengok ke belakang dan berkata, "sudah terlambat". Kita tidak pernah terlambat untuk bertobat selama kita masih hidup. Tapi kita bisa terlambat untuk melakukan yang baik, yang Tuhan inginkan. Mari mulai sekarang juga. Ingat: Hidup itu singkat!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-7511409047677328738?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/7511409047677328738/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=7511409047677328738&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/7511409047677328738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/7511409047677328738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2012/01/life-is-short.html' title='Life is Short'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-9YOSLpjM9zs/Tw8K3SOKTVI/AAAAAAAABek/Htx73m5R9T8/s72-c/candles120.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-7961366598486883529</id><published>2012-01-11T20:07:00.003+08:00</published><updated>2012-01-15T22:56:12.751+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='g.Hamba Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='h.Gereja'/><title type='text'>Pendeta vs Penginjil</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-trZfIeaLAeI/Tw18sQSZzUI/AAAAAAAABeY/dsy7BvTJrgU/s1600/IMG_2487.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-trZfIeaLAeI/Tw18sQSZzUI/AAAAAAAABeY/dsy7BvTJrgU/s400/IMG_2487.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696346203421789506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Foto waktu saya ditahbiskan menjadi Penatua Khusus SInode GKY - Juni 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Seringkali saya ditanya, “apa sih bedanya pendeta dengan penginjil?”  Pertanyaan sederhana tapi serius karena menunjukkan betapa banyaknya  orang Kristen yang tidak mengerti tentang gereja – yang dia datangi tiap  minggu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan saya belum pernah mendengar ada yang memberi penjelasan tentang itu. Maka  pertanyaan itu akhirnya menggantung di pikiran jemaat (dan mungkin juga hamba  Tuhan?). Satu-satunya jawaban yang tersedia adalah dari fenomena yang terlihat:  ‘Pendeta boleh membaptis, memimpin perjamuan kudus, memimpin pemberkatan nikah’  sementara penginjil tidak boleh. ‘Penginjil ditahbis menjadi pendeta’ sementara  pendeta tidak ditahbis menjadi penginjil. Itu fenomenanya. Dan karena dunia  mengajarkan bahwa yang lebih pastilah lebih tinggi. Kesimpulannya pendeta lebih  tinggi dari penginjil dan pentahbisan berarti kenaikan jabatan. Benarkah begitu?  Ada beberapa masalah disini:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertama, saya perlu luruskan dulu masalah istilah. Istilah ‘penginjil’ yang  umumnya dikenal di gereja sekarang, sebetulnya tidak sama dengan pengertian di  Alkitab. Di Alkitab tidak ada indikasi bahwa ‘penginjil’ (atau pemberita Injil  di dalam Alkitab) lebih rendah daripada ‘pendeta’ (atau ‘gembala’ di dalam  Alkitab). Keduanya adalah fungsi atau panggilan dari Tuhan, karunia yang Allah  berikan untuk gerejaNya. Sulit membedakan dengan &lt;em&gt;saklek&lt;/em&gt;. Mungkin  sederhananya: Mereka yang melayani di gereja disebut ‘pendeta’ dan mereka yang  pelayanannya mengabarkan Injil di luar gereja disebut ‘penginjil’. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kesalahannya di gereja sekarang adalah: Pokoknya mereka yang belum ditahbis  menjadi ‘pendeta’ disebut ‘penginjil’. Maka istilah ‘penginjil’ bukan lagi  menunjuk pada panggilan dan karunia Tuhan, tapi pada keadaan sebelum ditahbis!!  Ini salah kaprah yang sudah sangat meluas. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedua, tidak ada sedikitpun indikasi di dalam Alkitab ada orang Kristen yang  lebih tinggi atau lebih rendah. Yang ada hanyalah fungsi. Lalu apa itu pendeta?  Pendeta adalah orang2 yang Tuhan panggil untuk melayani umat Tuhan,  menggembalakan, mengajar Firman Tuhan. Panggilan mereka adalah dari Tuhan. Tapi  tidak bisa setiap orang yang mengaku menerima panggilan Tuhan lalu menjadi  pendeta. Panggilan itu harus dikonfirmasi oleh jemaat Tuhan. Jemaat perlu waktu  untuk melihat dan yakin bahwa orang itu sungguh dipanggil Tuhan untuk melayani  Firman Tuhan full time di gereja. Setelah yakin, maka gereja mengkonfirmasi  panggilan dia dalam pentahbisan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertanyaannya mereka yang belum dikonfirmasi disebut apa? Di gereja2 Tionghoa  di Indonesia, mereka biasa disebut ‘Penginjil’ atau ‘Guru Injil’. Dan inilah  sumber salah kaprahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka yang disebut ‘penginjil’ atau ‘guru Injil’ di dalam gereja saat ini  adalah orang2 yang merasa dipanggil Tuhan untuk melayani Firman Tuhan &lt;em&gt;full  time&lt;/em&gt; di gereja, tapi belum ditahbiskan karena gereja masih perlu waktu  untuk melihat dan mengkonfirmasi pelayanan mereka. Jadi pentahbisan bukan  kenaikan jabatan, tapi konfirmasi. Pendeta bukan lebih tinggi, tapi sudah  dikonfirmasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertanyaan terakhir, lalu bagaimana dengan mereka yang lamaaaaaa… melayani di  gereja tapi tidak ditahbis? Terus-terusan menjadi ‘penginjil’ selama puluhan  tahun? Menurut saya ada kesalahan yang cukup fatal disini. Di satu sisi, gereja  mengizinkan orang itu melayani terus di gereja, mengajar Firman Tuhan,  menggembalakan. Dengan demikian artinya gereja mengakui panggilan Tuhan bagi  mereka. Kalau tidak mengapa orang itu terus diizinkan melayani di gereja? Tapi  di sisi lain tidak mau mengkonfirmasi panggilan Tuhan atas dia. Kasarnya, tidak  mau mengakui orang itu dipanggil Tuhan atau menganggap orang itu tidak cukup  standar untuk melayani di gereja kita, tapi terus menerus meminta Dia melayani.  Kontradiksi!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya kira semua itu disebabkan karena gereja kekurangan teolog dan kurang  berpikir secara teologis. Semua dipikirkan hanya secara praktis: Hamba Tuhan  masuk – pelayanan – kalau ‘bagus’ dan ‘diperlukan’ ya jadi pendeta, kalau nggak  ya sudah terus saja jadi penginjil. Benarkah???&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya tahu masalahnya tidak sesederhana itu. Tapi yang saya mau adalah  konsepnya dulu yang dipikirkan, praktisnya dan teknisnya belakangan.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-7961366598486883529?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/7961366598486883529/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=7961366598486883529&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/7961366598486883529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/7961366598486883529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2012/01/pendeta-vs-penginjil.html' title='Pendeta vs Penginjil'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-trZfIeaLAeI/Tw18sQSZzUI/AAAAAAAABeY/dsy7BvTJrgU/s72-c/IMG_2487.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-5873171907180825838</id><published>2012-01-06T14:31:00.006+08:00</published><updated>2012-01-07T16:23:40.086+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='g.Hamba Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='j.Sharing'/><title type='text'>My Ordination 1 Jan 2012 - Part 2</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-gRGMmASonaY/TwaVbKoU2TI/AAAAAAAABeA/wXwTl41i-DI/s1600/IMG_9762blog.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-gRGMmASonaY/TwaVbKoU2TI/AAAAAAAABeA/wXwTl41i-DI/s400/IMG_9762blog.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5694403072799070514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hoto credit: Willy Siauw (www.willysiauw.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kebaktian pentahbisan pendeta sinode GKY, biasanya salah satu orang yang ditahbiskan diminta untuk menyampaikan khotbah sulung mewakili  rekan2 yang lain. Beberapa hari sebelum pentahbisan, saya diberitahu bahwa saya  yang diminta untuk menyampaikan khotbah sulung tersebut. Saya diberi waktu  maksimal 10 menit, maka saya mencoba untuk menyampaikan apa yang menurut saya paling esensial dan penting untuk disampaikan. Di bawah ini adalah khotbah singkat yang saya sampaikan waktu  itu: &lt;p&gt;&lt;em&gt;Saya punya waktu 10 menit untuk menyampaikan pikiran, janji dan tekad  saya.&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Pada waktu saya diminta untuk menyampaikan khotbah sulung  mewakili rekan2 yang lain, saya mencoba untuk flash back ke belakang dan  mengingat2. &lt;/em&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Salah satu pergumulan yang saya alami pada waktu masih di sekolah teologi  adalah, saya bertanya2, apa artinya menjadi hamba Tuhan? Semua orang melayani  Tuhan, tapi apa yang membedakan pelayanan semua orang Kristen dengan sekelompok  orang Kristen yang disebut hamba Tuhan? Saya tahu istilah ini kurang tepat  karena sebetulnya semua orang adalah hamba Tuhan. Tapi kita terlanjur  menggunakan istilah ini.&lt;/em&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Saya bergumul cukup lama untuk memikirkan dan menemukan apa sebetulnya  panggilan kami, tugas kami, yang Tuhan bebankan, sehingga kami dipisahkan dan  disebut sebagai hamba Tuhan?&lt;/em&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;1 bagian Alkitab di dalam Kis 6:1-6 memberikan petunjuk yang sangat  penting apa yang dipikirkan oleh para rasul tentang tugas utama mereka, fokus  utama mereka sebagai hamba Tuhan.&lt;/em&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Pada waktu itu orang Kristen baru berkumpul bersama sebagai gereja.  Gereja PB baru dimulai, dan siapa yang melayani? Para rasul melayani segala hal  di dalam jemaat. Saya bisa membayangkan bahwa segala urusan, apapun juga di  dalam gereja, ditangani oleh mereka. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Dan bagian ini memberitahu kita  bahwa para rasul akhirnya sadar mereka bukanlah superman. Mereka kewalahan.  Sementara jemaat bersungut-sungut karena ketidakberesan dalam pengaturan  pembagian makanan bagi janda2 miskin. Atau boleh kita sebut jemaat complain  dengan kurang rapihnya administrasi, kurangnya perhatian kepada jemaat,  kurangnya pelayanan sosial.&lt;/em&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Maka para rasul mengambil keputusan untuk menceritakan pergumulan mereka  kepada jemaat. Dan menarik, para rasul berkata bahwa yang paling mereka  khawatirkan adalah mereka tidak memuaskan Tuhan karena “kami melalaikan Firman  Allah untuk melayani meja”. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Karena itu mereka meminta supaya jemaat  memilih 7 orang untuk mengerjakan tugas pelayanan meja, pelayanan diakonia,  pelayanan administrasi, pelayanan pemerhati itu sementara mereka “dapat  memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman”.&lt;/em&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Dan ini berlanjut dalam sejarah gereja. Orang yang memusatkan pikiran  dalam doa dan pelayanan Firman. Itulah yang disebut hamba Tuhan!&lt;/em&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Pelayanan Firman bisa dikerjakan oleh semua orang Kristen. Tetapi  seriusnya pelayanan itu menuntut adanya orang-orang yang mengkhususkan waktu  untuk mempelajari Firman Tuhan dan mengajarkannya dengan setia. Dan karena  pelayanan mereka menuntut kepekaan mengenal kehendak Tuhan, kebutuhan manusia,  dan memohon anugrah Allah, maka doa adalah bagian yang tak terpisahkan dari  pelayanan Firman. &lt;/em&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Maka saya percaya menjadi hamba Tuhan berarti selalu mengingatkan diri  akan hal ini. Dia bukan seorang event organizer, mengatur berbagai acara yang  wah. Dia bukan seorang CEO gereja, yang bisa mengatur strategi bagaimana gereja  bertumbuh. Dia bukan seorang administrator ulung, yang kerjanya menangani  administrasi. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Dia adalah seorang pelayan Firman. Dengan belajar,  menyampaikan Firman, berdoa dan memimpin sakramen. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Sekalipun dia  melakukan berbagai kegiatan, tapi tugas utamanya adalah belajar Firman dan  mengajarkan Firman. Berdoa dan mengajak jemaat berdoa. Itu hamba Tuhan.&lt;/em&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Hari ini banyak orang Kristen mengharapkan hamba Tuhan mengerjakan semua  urusan gereja karena berpikir bahwa tugas hamba Tuhan adalah menjalankan gereja  (running the church). Selama kegiatan terorganisir, ada program yang inovatif,  maka dia hamba Tuhan yang baik. Hari ini banyak orang Kristen mengharapkan hamba  Tuhan pokoknya banyak membesuk, banyak memperhatikan. Tidak peduli apa yang dia  lakukan, apa yang dia bicarakan, sudut pandang apa yang dia sampaikan, pokoknya  asal dia datang, membesuk, berdoa, dia hamba Tuhan yang baik. Hari ini banyak  orang Kristen mengharapkan hamba Tuhan pokoknya khotbah, apapun khotbahnya,  berapapun sedikitnya dia persiapan dan merenungkan Firman, pokoknya dia khotbah.  Saya kira Alkitab tidak ajarkan itu.&lt;/em&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Dan banyak hamba Tuhan lupa panggilannya yang utama, mereka sibuk lakukan  banyak hal yang mengalihkan perhatian mereka dari doa dan pelayanan Firman.  &lt;/em&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Kalau sdr perhatikan jubah pendeta Protestan hampir selalu berwarna  hitam. Jubah ini sangat mirip seperti toga yang dipakai pada waktu seseorang  diwisuda. Dan memang itulah artinya. &lt;/em&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Gereja di abad pertengahan menekankan pelayanan sakramen untuk tiap orang  yang ditahbis menjadi pastur. Tapi para reformator mengubah itu, jubah pendeta Protestan adalah jubah akademis. Jubah ini melambangkan orang yang belajar dan  diangkat oleh gereja untuk menjadi pengajar Firman. &lt;/em&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Maka hari ini, di hadapan Tuhan dan di hadapan saudara, jemaat Tuhan,  saya mewakili rekan2 yang lain berjanji untuk seumur hidup menjadi pelayan  Firman: &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Belajar Firman Tuhan sedalam mungkin dan berusaha  mengajarkannya sebaik mungkin. Berdoa dengan sungguh2, mengalami Tuhan dalam doa  dan mengajak jemaat berdoa. Dan terakhir, untuk melakukan semuanya tidak demi  keuntungan pribadi, tidak demi apapun, tapi demi kasih kepada Tuhan dan kepada  saudara, jemaat Tuhan. Dan kami berjanji untuk menaruh jemaat Tuhan di dalam  hati kami. &lt;/em&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Demi nama Tuhan, saya minta, ingatkanlah kami para hamba Tuhan untuk  menjadi pelayan Firman. Tegurlah kami ketika kami sibuk mengerjakan segala  sesuatu yang lain tapi mengabaikan pelayanan Firman Allah. Mintalah untuk kami  belajar dan mengajarkan Firman. Dan doakanlah kami agar urapan Tuhan dan kuasa  Tuhan sungguh dicurahkan untuk kami. Dan kiranya berkat Tuhan dicurahkan untuk  gerejaNya. Amin.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-5873171907180825838?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/5873171907180825838/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=5873171907180825838&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/5873171907180825838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/5873171907180825838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2012/01/my-ordination-1-jan-2012-part-2.html' title='My Ordination 1 Jan 2012 - Part 2'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-gRGMmASonaY/TwaVbKoU2TI/AAAAAAAABeA/wXwTl41i-DI/s72-c/IMG_9762blog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-7339058644239903522</id><published>2012-01-05T23:28:00.005+08:00</published><updated>2012-01-07T16:23:24.518+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='j.Sharing'/><title type='text'>My Ordination 1 Jan 2012 - Part 1</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-98HQEnh3938/TwXCCtWIssI/AAAAAAAABdo/nlPyJ9NG61Q/s1600/IMG_9720blog.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 267px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-98HQEnh3938/TwXCCtWIssI/AAAAAAAABdo/nlPyJ9NG61Q/s400/IMG_9720blog.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5694170655667827394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-YSFu7pQIqj8/TwXCC70YhyI/AAAAAAAABdw/7Zx77UGXFMA/s1600/IMG_9748blog.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-YSFu7pQIqj8/TwXCC70YhyI/AAAAAAAABdw/7Zx77UGXFMA/s400/IMG_9748blog.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5694170659552790306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Photo Credit: Willy Siauw (www.willysiauw.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Di awal tahun ini saya ditahbiskan menjadi pendeta sinode  Gereja Kristus Yesus, tepat setelah 7 tahun 3 bulan saya melayani &lt;span style="font-style: italic;"&gt;full time&lt;/span&gt; di  GKY. Ada beberapa hal yang ingin saya sharingkan dari pentahbisan tersebut dan saya akan menuliskannya dalam beberapa bagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan itu, masing-masing kami yang ditahbiskan diminta untuk menuliskan kesaksian pelayanan kami untuk dimuat dalam buku acara pentahbisan. Di bawah ini adalah tulisan saya: &lt;p&gt;&lt;em&gt;Saya percaya bahwa menjadi Pendeta adalah panggilan Tuhan. Itu bukan  panggilan dari manusia atau dari gereja, tapi dari Tuhan. Dan panggilan itu saya  dengar bukan hari ini, tapi lebih dari lima belas tahun yang lalu. Dan panggilan  itu sudah saya jawab “ya” lebih dari lima belas tahun yang lalu. &lt;/em&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Ketika itu saya masih kuliah di Universitas Trisakti. Melalui berbagai  peristiwa dan beberapa hamba Tuhan, saya yakin Tuhan memanggil dan menunggu  jawaban saya. Maka waktu itu saya menjawab “ya” untuk melayani Tuhan sepenuh  waktu seumur hidup saya. Saya menjawab “ya” untuk belajar Firman Tuhan dan  memberitakannya. Saya menjawab “ya” untuk menaruh umat Tuhan di dalam hati saya.  &lt;/em&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Kemudian tahun 1998 saya masuk ke Institut Reformed untuk dipersiapkan  disana. Sekian tahun masa persiapan di sekolah teologi dan kemudian sekian tahun  pelayanan membuat saya makin jelas melihat kemana Tuhan membawa saya. Ada  kerinduan-kerinduan khusus yang Tuhan tanamkan dalam hati saya. Saya rindu  melihat gereja yang belajar Firman Tuhan, orang-orang Kristen mau berpikir  tentang imannya, mau mengerti kebenaran dengan mendalam. Saya rindu melihat  gereja yang anggotanya saling mengasihi, begitu rupa sehingga berani untuk  berkorban dan menderita untuk kebaikan saudaranya. Saya rindu melihat gereja  yang beribadah kepada Tuhan dengan segenap hati, menikmati relasi dengan Tuhan  dan berusaha hidup menyenangkan Tuhan. Saya rindu melihat gereja yang bersaksi,  setiap orang Kristen sesuai dengan karunianya masing-masing, mengambil bagian  untuk membawa orang percaya kepada Tuhan. Saya berharap itulah yang akan terus  menjadi kerinduan saya.&lt;/em&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Selama lebih dari lima belas tahun ini, tidak pernah sekalipun saya  meragukan panggilan Tuhan ataupun menyesali jawaban saya. Saya hanya menyesali  kekurangan saya, dalam segala hal, dalam melayani Dia. Saya menjalani panggilan  itu kadang dengan tegap, kadang dengan terseok-seok, kadang hampir terjerembab.  Tapi anugrah Tuhan selalu menopang saya sehingga tidak pernah tergeletak dan  Tuhan sangat bermurah hati untuk terus memakai saya. &lt;/em&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Saya bersyukur untuk hak istimewa bisa melayani di GKY Green Ville dan  GKY Singapore. Saya bisa melayani mereka karena mereka mengasihi, mendoakan, dan  melayani saya. Melalui bersama dengan mereka, saya makin mengerti arti panggilan  Tuhan yang saya jawab “ya” lebih dari lima belas tahun yang lalu itu. Untuk  mereka, saya tidak henti-hentinya bersyukur.&lt;/em&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Secara khusus, saya berterima kasih kepada beberapa hamba Tuhan yang  secara istimewa Tuhan pakai untuk membentuk pola pikir, arah pelayanan, dan  terutama kerohanian saya: Pdt. Yung Tik Yuk, Pdt. Dr. Stephen Tong, Pdt. Dr.  Hendra G. Mulia, dan Pdt. Yohan Candawasa. Melalui mereka, Tuhan sudah sangat  memberkati saya.&lt;/em&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Dan terakhir, saya sangat berterima kasih kepada istri saya yang  menyetujui jawaban “ya” saya sejak kami belum menikah. Sampai hari ini dia  selalu siap menjadi penghibur, pengkritik dengan kasih, dan pendoa yang paling  setia bagi saya.&lt;/em&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Maka bagi saya hari ini, tidak lain tidak bukan, adalah peneguhan dari  mereka dan dari gereja dimana Tuhan tempatkan saya untuk melayani, bahwa betul  lima belas tahun yang lalu saya dipanggil Tuhan dan saya sudah, masih, dan akan  terus menjawab “ya” kepada Tuhan.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-7339058644239903522?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/7339058644239903522/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=7339058644239903522&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/7339058644239903522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/7339058644239903522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2012/01/my-ordination-1-jan-2012-part-1.html' title='My Ordination 1 Jan 2012 - Part 1'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-98HQEnh3938/TwXCCtWIssI/AAAAAAAABdo/nlPyJ9NG61Q/s72-c/IMG_9720blog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-5258524918675053203</id><published>2011-12-25T00:29:00.005+08:00</published><updated>2011-12-28T11:22:48.546+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='a.With God'/><title type='text'>Natal Tidak 'Jinak'</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-6i6wDeeM6MU/TvYBMD1oNVI/AAAAAAAABdc/JZ5QK8F3xGs/s1600/547345-bigthumbnail.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 304px; height: 235px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-6i6wDeeM6MU/TvYBMD1oNVI/AAAAAAAABdc/JZ5QK8F3xGs/s320/547345-bigthumbnail.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5689736485929497938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kadang saya complain dengan Natal yang di-sekularisasikan. Tiap kali melihat  iklan baju, kosmetik, elektronik, yang menggunakan Natal sebagai promosinya –  saya complain. Tiap kali mendengar &lt;em&gt;so called&lt;/em&gt; ‘lagu Natal’ diputar di  mal, dan lagunya adalah: ‘White Christmas’, ‘Last Christmas I give You My  Heart’, ‘I Saw Mommy Kissing Santa Claus’, ‘Santa Claus is Coming to Town’, dst  – saya complain. Kapan Natal bisa dimurnikan dari semua sekularisasi itu? Kapan  Natal kembali dirayakan sebagai pernyataan kasih Allah?  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Pop Culture&lt;/em&gt; yang mengelilingi Natal membuat banyak orang dibelokkan  dari arti Natal yang sesungguhnya. Natal menjadi tidak ‘berbahaya’, dan itu  sebabnya banyak orang, termasuk yang bukan Kristen, ikut dalam gempita Natal.  Bahkan negara yang jelas menolak kekristenanpun, ikut merayakan Natal. Kita tahu  motivasinya: ekonomi! Tidak ada Natal di situ, yang ada hanya tiruan Natal yang  menyesatkan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Banyak orang berpikir bahwa kondisi ini ada ‘untungnya’. ‘Jinak’nya Natal  membuat semua orang tidak keberatan merayakan Natal. Dan tentu saja itu menjadi  kesempatan untuk kita memasukkan kisah sesungguhnya tentang Natal. Saya setuju,  tapi saya kira sebaiknya kita melihat kondisi itu bukan sebagai ‘keuntungan’,  tapi sebagai anugrah Tuhan yang bekerja di tengah kekacauan dan segala bentuk  tipuan. Setan mengacaukan Natal, tapi Tuhan bisa menjadikannya kebaikan.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi yang membuat saya menjadi sangat khawatir adalah berbagai hal yang  membelokkan manusia dari Natal itu ternyata juga membelokkan orang Kristen.  Orang Kristen pun terbuai dengan &lt;em&gt;Pop Culture&lt;/em&gt; di sekitar Natal itu dan  menganggap Natal begitu ‘jinak’. Natal kita kaitkan dengan perasaan hangat,  kerasa sesuatu yang ‘beda’, senang berkumpul dengan keluarga, pesta makan,  menyanyikan lagu Natal, dst. Coba saja search 'Christmas' di google image, gambar yang muncul semuanya adalah kehangatan keluarga, rumah yang hangat di tengah salju, hadiah, pohon Natal yang indah, dst. Natal yang sangat jinak!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pegang baik2 kalimat ini: Natal tidak pernah ‘jinak’. Natal adalah  demonstrasi keliaran, kekuatan, dan kedahsyatan kuasa Allah dan kasih Allah.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bayangkan apa yang terjadi waktu Natal. Rencana ribuan tahun sekarang  dilaksanakan! Sakit hati Allah melihat dosa yang sudah ditanggung ribuan tahun  sekarang akan didamaikan! Anak Allah sudah lama menyatakan kerelaanNya untuk  menjalankan rencana itu dan sekarang Dia sungguh kerjakan! Seluruh malaikat  terbelalak dan tidak mengerti, setan gempar dan bertanya-tanya apa yang akan  dilakukan Allah, hari itu… Anak Allah.. menjadi manusia! Dan dengan kelemahan  seorang bayi, dengan kerentanan seorang manusia, dengan kerendahan seorang anak  tukang kayu, Dia mulai menghajar, memporak-porandakan, dan menghancurkan kuasa  setan. Natal sama sekali tidak jinak!  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setan gagal mencegah Natal, maka dia membuat Natal menjadi menjadi ‘jinak’,  kesenangan semata, dan dia belokkan manusia supaya jangan pernah sampai kepada  arti Natal. Dan begitu suksesnya dia, sampai2 orang Kristen pun ikut  dibelokkan.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita tahu bahwa Tuhan tetap bisa bekerja sekalipun di tengah kekacauan yang  ditimbulkan oleh setan. Dia tetap bisa berkarya, menjadikan kebaikan dari segala  sesuatu. Tapi bukankah menjadi sangat mengkhawatirkan kalau kita, yang  seharusnya membawa keliaran, kekuatan, kedahsyatan kasih dan kuasa Allah itu,  justru juga sudah ikut terbuai? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mari ingat lagi liarnya, kuatnya, dahsyatnya, kasih dan kuasa Allah yang  bekerja waktu Natal dan yang juga sudah bekerja dalam diri kita sehingga kita  bisa disebut ‘anak-anak Allah’!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Merry Christmas to us all! &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-5258524918675053203?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/5258524918675053203/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=5258524918675053203&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/5258524918675053203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/5258524918675053203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/12/natal-tidak-jinak.html' title='Natal Tidak &apos;Jinak&apos;'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-6i6wDeeM6MU/TvYBMD1oNVI/AAAAAAAABdc/JZ5QK8F3xGs/s72-c/547345-bigthumbnail.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-6544628947125786938</id><published>2011-12-22T21:36:00.006+08:00</published><updated>2012-01-12T18:40:54.092+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='o.Ministry Events'/><title type='text'>Christmas Carol</title><content type='html'>Minggu lalu kami dengan beberapa gereja lokal di Singapore melakukan Christmas Carol di National University Hospital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-bKjG4Po6oOU/TvM2N87E8eI/AAAAAAAABb8/wXsPqy7VfhM/s1600/IMG_1917.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-bKjG4Po6oOU/TvM2N87E8eI/AAAAAAAABb8/wXsPqy7VfhM/s400/IMG_1917.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5688950367619183074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kami masuk ke beberapa ward kelas 3, menyanyikan beberapa lagu disana dalam bahasa Inggris, Mandarin dan juga Hokkian! Posisinya sembarangan, menyebar, bergerombol, pokoknya menghadap para pasien. Suaranya ya.. lumayan lah :-) Setelah selesai, kami membagikan gift kepada pasien2 disana, mengajak mereka berbincang2 dan mendoakan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-J76pj_3wSOg/TvM2PagUdaI/AAAAAAAABcg/WEazV7Sufj0/s1600/IMG_1932.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-J76pj_3wSOg/TvM2PagUdaI/AAAAAAAABcg/WEazV7Sufj0/s400/IMG_1932.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5688950392739886498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-bJcpIcTms7c/TvM3CfIzpmI/AAAAAAAABcs/dnJle5ri06Y/s1600/IMG_1936.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 380px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-bJcpIcTms7c/TvM3CfIzpmI/AAAAAAAABcs/dnJle5ri06Y/s400/IMG_1936.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5688951270156772962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gereja Indonesia, halangan terbesar bagi kami adalah bahasa. Sulit berkomunikasi dengan mereka karena juga tidak banyak dari kami yang bisa bahasa Mandarin, apalagi Hokkian. Kadang yang bisa kami lakukan hanya tersenyum, lalu memanggil teman yang orang Singapore untuk mengajak bicara lebih jauh. Tapi dengan segala keterbatasan, saya kira kami belajar banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang menangis mendengar kami menyanyi. Mungkin karena lagunya, mungkin karena mereka kesepian, mungkin karena mereka ingat rumah dan keluarga mereka. Kami tidak tahu. Ada yang ikut menyanyi bersama kami, ada yang bercerita kesulitannya, macam-macam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-axArfrs0gVU/TvM2OmB2EzI/AAAAAAAABcE/GMWaWZ3S8RQ/s1600/IMG_1929.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 352px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-axArfrs0gVU/TvM2OmB2EzI/AAAAAAAABcE/GMWaWZ3S8RQ/s400/IMG_1929.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5688950378653422386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Natal sangat populer. Dampak negatifnya, banyak orang merayakan Natal tanpa tahu arti Natal karena semua benda, acara, shopping, pesta, dll, berebut menampilkan diri sebagai arti Natal. Tapi dampak positifnya, banyak orang terbuka mendengar berita Natal waktu Natal! Dan berita itu, cerita lama itu, tetap powerful!&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-FLXqCWCtM9Q/TvM2OtsjG4I/AAAAAAAABcU/BsJQLFhfSw4/s1600/IMG_1931.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-FLXqCWCtM9Q/TvM2OtsjG4I/AAAAAAAABcU/BsJQLFhfSw4/s1600/IMG_1931.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-FLXqCWCtM9Q/TvM2OtsjG4I/AAAAAAAABcU/BsJQLFhfSw4/s400/IMG_1931.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5688950380711582594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pelayanan yang sangat baik ini dikoordinir oleh beberapa orang dokter anak Tuhan. Mereka mempunyai persekutuan sendiri dan mengkoordinir pelayanan seperti ini di beberapa rumah sakit di Singapore. Tidak mudah, tapi mengagumkan melihat usaha mereka. Kudos for them!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keep telling the story, the old story, the story of God's love!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-6544628947125786938?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/6544628947125786938/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=6544628947125786938&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/6544628947125786938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/6544628947125786938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/12/christmas-carol.html' title='Christmas Carol'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-bKjG4Po6oOU/TvM2N87E8eI/AAAAAAAABb8/wXsPqy7VfhM/s72-c/IMG_1917.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-7630014716457858556</id><published>2011-12-20T15:52:00.003+08:00</published><updated>2011-12-28T11:23:02.866+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='m.Reviews of Other Things'/><title type='text'>The Wicked</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-wIjmLlqFFB4/TvBEgfyVZZI/AAAAAAAABa0/oEIF17Gk2vo/s1600/wicked.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 382px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-wIjmLlqFFB4/TvBEgfyVZZI/AAAAAAAABa0/oEIF17Gk2vo/s400/wicked.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5688121654448055698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Minggu lalu kami menonton pertunjukkan Broadway Musical Theatre: The Wicked. Pertunjukkan ini memang berbeda dengan Lion King (saya pernah menulis tentang &lt;a href="http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/04/lion-king.html"&gt;Lion King disini&lt;/a&gt;). Lion King bagi saya lebih 'wah' dengan kostum yang luar biasa, colorful, musik yang familiar dan grand. The Wicked juga sangat bagus, ada bagusnya sendiri, dan terutama saya mengagumi suara para pemainnya (khususnya yang berperan sebagai Elphaba).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-fGRYeOWlMWs/TvBEhNhTvdI/AAAAAAAABbM/0Bmg7FxRISk/s1600/wicked-defy8.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 268px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-fGRYeOWlMWs/TvBEhNhTvdI/AAAAAAAABbM/0Bmg7FxRISk/s400/wicked-defy8.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5688121666724675026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tetapi saya merasa kekurangan paling besar dalam pertunjukkan ini adalah alurnya. Mungkin bagi yang tahu ceritanya akan lebih tertolong, tapi sebagai suatu pertunjukkan, alurnya tidak terlalu jelas. Banyak pertanyaan yang menggantung, kenapa begini dan begitu, kenapa urutannya seperti ini dan itu. Waktu saya membaca synopsis-nya di Wikipedia, saya menemukan ada 1 bagian yang sungguh missing waktu pertunjukkan. Saya jadi curiga jangan2... pas waktu saya nonton.. mereka melakukan kesalahan sehingga bagian itu terlompat. Saya tidak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya saya ingin melihat bagaimana mereka mempresentasikan berubahnya Elphaba menjadi The Wicked, karena diejek, ditolak, tidak disayangi, dan seterusnya. Tapi elaborasi yang kurang, membuat sampai akhir saya tidak melihat dimana wicked-nya Elphaba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan berarti pertunjukkannya tidak bagus. The performance still  made my day, a very good one. Big thanks buat teman yang menyediakan tiket untuk kami :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 1 bagian yang justru sangat menarik bagi saya yaitu ketika Wizard of Oz, penguasa negeri itu yang terkenal dengan kekuatan sihirnya (padahal palsu) mengajak Elphaba bergabung dengannya. Dia mengaku bahwa sebetulnya dia hanya orang biasa, tidak punya kekuatan sihir, tapi rakyat melihat dia sebagai seorang yang luar biasa. Mereka memuji dia, mengagungkan dia, dan dia menyukainya. Maka jadilah dia sebagai penguasa yang ditakuti dan dikagumi oleh banyak orang. Dan dia berusaha mempertahankan kekuasaannya itu dengan terus menipu mereka bahwa dia memang luar biasa. Sambil bernyanyi (dengan nada agak jenaka) dia berkata:&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="font-style: italic;"&gt;"Wonderful," they said "wonderful"&lt;br /&gt;And I said "wonderful" if you insist&lt;br /&gt;Believe me it's hard to resist because it feels wonderful&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;They call me "wonderful" so I am wonderful&lt;/blockquote&gt;Saya tertegun mendengar nyanyian itu. Orang banyak berkata dia "wonderful." Dia tidak "wonderful"! Tapi karena orang menganggap dia "wonderful" maka dengan senang dia menerimanya dan menganggap dirinya "wonderful".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang di dunia juga seperti ini, dipuji terus dan akhirnya buta karena pujian, menganggap diri sungguh seperti yang dikatakan orang, dan akhirnya.... mempertahankan supaya terus dipuji orang. Jangan sampai orang tahu bahwa pujian mereka sebenarnya salah! Ironis? Ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-a1lduIibU2s/TvBEht5Gv6I/AAAAAAAABbk/OVGxv8nKLgA/s1600/wicked-g4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-a1lduIibU2s/TvBEht5Gv6I/AAAAAAAABbk/OVGxv8nKLgA/s400/wicked-g4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5688121675414421410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula karakter Gelinda. Bagi dia begitu pentingnya popularitas dan dia rela bekerja untuk Wizard of Oz, bekerja untuk kebohongan, sambil mendapatkan popularitas bagi dirinya. Dengan karakternya yang ceria, penampilan yang menarik, kemampuan bicara, tidak sukar membuat orang mengagumi dirinya. Tapi sekali lagi, untuk sebuah kepalsuan. Sounds familiar? Bahasa Indonesia ada ungkapan yang singkat untuk itu: ABS (Asal Bapak Senang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-pTd_eX8mYxE/TvBEhLeKGXI/AAAAAAAABbc/Dt_OJ-57skQ/s1600/wicked-emcity4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 269px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-pTd_eX8mYxE/TvBEhLeKGXI/AAAAAAAABbc/Dt_OJ-57skQ/s400/wicked-emcity4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5688121666174589298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-AuS2rRqNJQM/TvBEgkYlMkI/AAAAAAAABbE/YRnV3rF55HA/s1600/14.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 249px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-AuS2rRqNJQM/TvBEgkYlMkI/AAAAAAAABbE/YRnV3rF55HA/s400/14.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5688121655682216514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-7630014716457858556?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/7630014716457858556/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=7630014716457858556&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/7630014716457858556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/7630014716457858556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/12/wicked.html' title='The Wicked'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-wIjmLlqFFB4/TvBEgfyVZZI/AAAAAAAABa0/oEIF17Gk2vo/s72-c/wicked.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-4418227244850769730</id><published>2011-12-19T00:02:00.001+08:00</published><updated>2011-12-28T11:23:18.088+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='f.Pelayanan'/><title type='text'>Melayani Tuhan: Sumber Kebebasan</title><content type='html'>&lt;p&gt;William H. Willion di dalam bukunya:&lt;em&gt; Pastor: TheTheology and Practice of Ordained Ministry &lt;/em&gt;mengatakan:&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;To believe that we are in ministry as God’s idea, rather than our own sense of occupational advancement; this is the submission, the yoking that is the source of true freedom (2 Cor. 3:17). Time and again, the main thing that keeps our ministry specifically Christian is to be able to assert with conviction, “We must obey God rather than any human authority” (Acts 5:29).&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Saya menemukan bahwa itu sangat..sangat.. benar! Percaya bahwa kita berada dalam pelayanan sebagai idenya Tuhan dan bukan kemauan kita, bukan karir, bukan profesi, berarti tunduk kepada Tuhan, memikul kuk yang justru menjadi sumber kebebasan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejak lulus sekolah teologi, saya ingin studi lanjut, tapi kesempatan sepertinya belum terbuka. Beberapa tahun lalu saya mengingatkan diri sendiri: Untuk apa sih saya studi? Untuk saya atau Tuhan? Kalau untuk Tuhan, dan untuk melayani di ladang Tuhan, maka bukankah terserah Tuhan? Kalau menurut Tuhan baik, maka jalan akan terbuka. Kalau menurut Tuhan tidak baik, maka tidak studi adalah yang terbaik. Sebagai manusia, menurut saya, studi adalah hal yang baik tapi belum tentu menurut Tuhan. Maka saya sangat tenang dan tidak ‘ngotot’, tidak panik, tidak kenapa-napa. Tapi begitu saya yakin Tuhan bilang “ya”, maka saya mulai ngotot. Dan kesadaran seperti itu sangat membebaskan!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Banyak orang juga ngotot, ingin ini dan itu. Dalam pelayanan, ingin jabatan, ingin hormat, ingin posisi, ingin lokasi, dst. Dengan cara itu kita justru memikul kuk yang sangat berat, yang tidak seharusnya kita pikul. Pelayanan adalah idenya Tuhan! Maka sangat menolong jika kita sering-sering mundur sedikit, lalu melihat semuanya dari sudut pandang yang lebih luas, sudut pandangnya Tuhan. Sangat membebaskan!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Willimon berkata, hal utama yang nenjaga pelayanan kita tetap menjadi pelayanan Kristen adalah untuk mampu menegaskan dengan yakin bahwa : Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia. Kadang sangat sulit untuk lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia. Kita punya keinginan, ada tekanan dan masalah dari orang di sekitar kita, ada suara-suara yang menuntun kita ke arah lain, ada pujian yang terus diberikan untuk kita jangan kesana, atau cemoohan yang menghalangi kita untuk tetap disini. Saat itu, dengan yakin kita harus berkata, saya ikut Tuhan dan bukan manusia. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keyakinan bahwa pelayanan kita adalah dari Tuhan, untuk Tuhan dan bagi kemuliaan Tuhan (terbalik dengan dari kita, untuk kita dan bagi kemuliaan kita), membuat kita bebas melangkah. Dan kuk itu sungguh ringan. Tidak mudah, tidak asal-asalan, tidak senang-senang, tapi ringan dibanding kuk yang kita buat sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Willimon kemudian melanjutkan:&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;We fear loss of control. We have anxiety over what life is like to be accountable to someone rather than ourselves. It is somewhat frightening to construe our lives in such a theonomous cast, to have our lives lived in constant reference to the purposes of God. But it is also invigorating to receive the freedom and the dissonance of living the called life in a world where too many people are answerable to nothing more than their own ill-formed desires.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Kita selalu ingin pegang kendali. Kita takut berserah kepada Tuhan, takut selalu ikut maunya Tuhan. Cukup lah ikut 1X, tapi jangan terus2an! Tapi justru ketika semua orang hanya mengikuti keinginannya sendiri yang ngaco, mengikuti panggilan Tuhan memberikan kebebasan bagi kita. Kebebasan yang sejati - karena jiwa yang dijepit oleh nafsu dibebaskan dengan mengikut Penciptanya.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-4418227244850769730?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/4418227244850769730/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=4418227244850769730&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/4418227244850769730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/4418227244850769730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/12/melayani-tuhan-sumber-kebebasan.html' title='Melayani Tuhan: Sumber Kebebasan'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-4785979371039026744</id><published>2011-12-13T11:21:00.001+08:00</published><updated>2011-12-28T11:23:24.600+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='f.Pelayanan'/><title type='text'>Hidupku Adalah Pelayanan BagiMu?</title><content type='html'>&lt;p&gt;Kalau kita mau coba definisikan, apa sih pelayanan? Kalau kita definisikan pelayanan sebagai sibuk2 dekor, rapat, paduan suara, liturgis, maka kita salah. Semua itu hanyalah aktifitas dalam rangka pelayanan. Maka PELAYANAN itu sendiri pasti lebih besar dari semua itu.&amp;nbsp; &lt;p&gt;Ada memang yang mendefinisikan dengan sangat besar, bahwa pelayanan adalah hidup kita. Tema yang banyak dipakai: “Hidupku Adalah Pelayanan BagiMu”. Betul sekali, tapi makna pelayanan jadi buram. Apa artinya “hidupku adalah pelayanan bagiMu”? Semua orang punya hidup. Apakah kalau dalam hidup itu kita melayani dalam aktifitas gereja, hidup jujur dalam pekerjaan, mungkin kadang mengajak orang ke gereja, lalu pasti “hidupku adalah pelayanan bagi Tuhan”?  &lt;p&gt;Mungkin lebih baik kita melihat ‘big picture’ nya dulu.  &lt;p&gt;Allah punya kehendak, maksud, tujuan di dunia ini. Allah punya hati, apa yang Dia senang dan tidak senang. Allah harus ditinggikan, dimuliakan oleh ciptaanNya. Maka melayani Tuhan berarti menjalankan kehendak, maksud, tujuan Allah. Pelayanan berarti melakukan apa yang Allah senang. Pelayanan berarti meninggikan Allah, memuliakan Allah dan menjadikan dunia juga meninggikan Allah, memuliakan Allah.  &lt;p&gt;Dengan cara apa? Allah tidak kenal yang namanya &lt;em&gt;part time&lt;/em&gt;. Allah tidak kenal yang namanya ‘kalau sempat’. Allah mau seluruh hidup. Seperti yang Yesus ajarkan: Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, segenap jiwamu, akal budimu, kekuatanmu.  &lt;p&gt;Mungkin gambaran prajurit akan menolong kita. Paulus bilang, seorang prajurit hanya berpikir bagaimana menyenangkan komandannya. Dunia dan hidup seorang prajurit adalah berperang. Dia hanya punya satu arah, satu tujuan, satu hati, melayani perintah komandannya dalam berperang.&amp;nbsp; &lt;p&gt;Bagi prajurit ‘big picture’ nya adalah: perang. Tapi prajurit hidupnya tidak cuma perang. Dia juga harus urus makan, dia harus bersihkan senjata, dia harus cuci baju, dll. Tapi dalam pikirannya harus tetap dia adalah prajurit. Dia masak, makan, cuci baju, bersihkan senjata, karena dia prajurit yang baik. Walaupun yang dia lakukan banyak macamnya, tapi pikirannya hanya satu: saya adalah prajurit. Ada &lt;em&gt;big picture&lt;/em&gt;.  &lt;p&gt;Dan apalagi waktu harus perang sungguhan, dia harus pergi perang. Itulah hidupnya. Walaupun dalam hidupnya dia tidak hanya perang, karena ada banyak yang terkait yang harus dia lakukan: makan, cuci baju, dll. Tapi sambil lakukan apapun juga, pikirannya tetap: saya adalah prajurit. Hidupnya adalah perang. &lt;p&gt;Sama. Bagi kita ada &lt;em&gt;big picture&lt;/em&gt;: Maksud Tuhan, hati Tuhan. Ingin supaya dunia meninggikan Allah, memuliakan Allah. Ini perangnya.  &lt;p&gt;Memang kita juga harus makan, harus urus ini dan itu, harus lakukan banyak hal. Kita punya macam2 tanggung jawab sosial di masyarakat, dengan keluarga, teman, dengan lingkungan kita, dsb. Tapi &lt;em&gt;big picture&lt;/em&gt; itu tidak boleh hilang. Kita harus ingat bahwa kita lakukan itu semua dalam rangka hidup bagi Tuhan, menjalankan maksud Tuhan, kehendak Tuhan, menyenangkan Tuhan dan ingin orang meninggikan Allah.  &lt;p&gt;Pada waktu ada panggilan untuk ikut perang yang lebih real, mungkin bersaksi kepada teman, mungkin lakukan aktifitas pelayanan di gereja, mungkin pergi ke ladang misi, atau apapun itu, kita harus ikut. Tapi kita ikut bukan karena kita sempet, “ya bantu dikit2”, “ya saya suka sih seru”. Ini perang! Kita sedang menjalankan maksud Tuhan, supaya orang meninggikan Tuhan, memuliakan Tuhan.  &lt;p&gt;Maka kita perlu evaluasi hidup kita dengan cara ini.  &lt;p&gt;Apakah kita sedang mengerjakan maksud Tuhan? Apakah kita sedang perang untuk Tuhan? &lt;p&gt;Hidupku adalah pelayanan bagiMu. Betul. Tapi bagaimana menjadikan hidup pelayanan bagi Tuhan? Semua pekerjaan asal kita lakukan baik2, berarti pelayanan? Punya waktu bantu2 dikit di gereja, berarti pelayanan? Tidak. &lt;p&gt;Kita harus tanya apa yang Tuhan mau? Kemana, atau pakai gambaran perang tadi, di front mana Tuhan mau kita berperang? Kita harus taat dan berperang di situ. Kalau ada hal-hal terkait lain yang kita perlu lakukan, bekerja, ikut ini itu, tanggung jawab ini itu, semua tetap kita lakukan dalam rangka berperang. &lt;em&gt;Big picture&lt;/em&gt; tidak hilang! &lt;p&gt;Banyak orang bekerja, ikut kelompok hobby ini itu, ikut aktifitas sosial ini itu, tanpa pernah berpikir semua dalam rangka perang bagi Tuhan, semua dalam rangka melayani Tuhan. Maka dia memisahkan hidupnya menjadi dua: pelayanan dan bukan pelayanan. &lt;p&gt;Dan ironisnya banyak orang yang melakukan aktifitas pelayanan, sibuk ini dan itu, juga tanpa pernah berpikir bahwa itu adalah perang bagi Tuhan. Tidak pernah pikir apa yang Tuhan mau, suka, inginkan. Tidak pernah pikir bahwa dia harus sekuat tenaga, segenap jiwa, hati dan akal budi, mengasihi Allah. Maka mungkin dia melakukan aktifitas pelayanan yang bukan PELAYANAN. &lt;p&gt;Satu pemikiran terakhir. Kita perlu proporsi. Tidak mungkin kita prajurit tapi kerjanya hanya cuci baju terus. Apa betul Tuhan tidak panggil untuk perang lebih real? Berapa proporsi antara waktu yang kita pakai untuk bekerja, ikut kegiatan ini dan itu, dengan perang yang lebih real? Tanya Tuhan!  &lt;p&gt;Kadang saya kecewa melihat orang yang mau habiskan waktu banyak sekali untuk pekerjaan. Tidak apa kalau itu bagian yang harus dia lakukan. Tapi di luar pekerjaan, dia ambil lagi kegiatan lain yang adalah hobby. Ok kalau memang harus. Lalu dia ambil lagi kegiatan lain, aktif disini dan disana karena suka. Dan akhirnya pelayanan yang langsung, perang yang lebih real, sedikit saja. Alasannya? Bukankah “Hidupku adalah pelayanan bagi Tuhan”? Benarkah? Coba pikir lagi! &lt;p&gt;Saya tidak mengatakan bahwa yang pelayanan full time pasti lebih baik karena dia berperang real terus. Hidup kita adalah mengikuti panggilan Tuhan, apapun itu. Maka apapun panggilan Tuhan, itu medan perang kita. Tapi saya mau kita bertanya, benarkah kita berpikir begitu? Benarkah yang sekarang saya lakukan adalah panggilan Tuhan? Benarkah hati saya terbakar untuk lebih lagi meninggikan Tuhan, memuliakan Tuhan dan mengajak orang lain juga meninggikan Tuhan dan memuliakan Tuhan? &lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-4785979371039026744?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/4785979371039026744/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=4785979371039026744&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/4785979371039026744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/4785979371039026744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/12/hidupku-adalah-pelayanan-bagimu.html' title='Hidupku Adalah Pelayanan BagiMu?'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-2870111458272387244</id><published>2011-12-07T10:34:00.001+08:00</published><updated>2011-12-28T11:21:57.992+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='i.Ibadah-Lagu'/><title type='text'>Bless the Lord, my soul</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;em&gt;Bless the LORD, O my soul, and do not forget all his benefits-- (Psalms 103:2)&lt;/em&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Bless the LORD, O my soul. O LORD my God, you are very great. You are clothed with honor and majesty, (Psalms 104:1) &lt;/em&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;I will bless the LORD at all times; his praise shall continually be in my mouth. (Psa 34:1)&lt;/em&gt; &lt;p&gt;Ayat-ayat di atas diambil dari New Revised Standard Version. Di dalam terjemahan Indonesia, istilah ‘bless’ diterjemahkan menjadi ‘pujilah’. ‘Pujilah’ tentu lebih akrab bagi kita dan lebih mudah diterima.  &lt;p&gt;Kesulitannya adalah ketika kita menjumpai istilah ‘bless the Lord’ di dalam lagu2 bahasa Inggris. Banyak orang Kristen yang tidak mengerti apa artinya ‘bless the Lord’, bagaimana mungkin kita memberkati Tuhan? Tulisan singkat di bawah ini dari John Piper mungkin bisa menolong (saya terjemahkan ke bahasa Indonesia, artikel aslinya bisa &lt;a href="http://www.desiringgod.org/resource-library/ask-pastor-john/what-does-it-mean-to-bless-god" target="_blank"&gt;dilihat disini&lt;/a&gt;). &lt;blockquote&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pendapat saya adalah di dalam Alkitab ketika Allah “memberkati” manusia maka mereka tertolong dan dikuatkan dan menjadi lebih baik dari sebelumnya, tetapi ketika manusia “memberkati” Allah, Dia tidak terotolong atau dikuatkan atau menjadi lebih baik. Tetapi manusia memberkati Allah adalah “ekspresi dari memuji bersyukur”, ketika PL menyebut “memberkati Allah” ia tidak “menunjuk pada proses yang bertujuan meningkatkan kekuatan Allah”. Tetapi ia berarti “pernyataan syukur dan kekaguman”. &lt;p align="justify"&gt;Ini sama sekali bukan fenomena semantik yang aneh. Jika Allah adalah “pemberi berkat” yang paling pertama dan sumber yang tidak pernah habis, maka dia haruslah melampaui semuanya dalan keadaan “terberkati” – kepenuhan dan sumber segala “berkat”. Dan jika demikian, maka letupan pujian yang paling natural adalah “Engkau diberkati!” Bahwa pengakuan dan pernyataan sukacita tentang terberkatinya Allah&amp;nbsp; kemudian digambarkan dengan “memberkati Allah” bukanlah sesuatu yang tidak biasa. Analogi lain, sekalipun tidak persis, adalah ekspresi kita seperti: “Aku membesarkan Tuhan” atau “Mari kita meninggikan namaNya”. Kedua eksresi ini dengan tepat mengakui dan memberikan ekspresi sukacita kepada status Allah yang besar dan tinggi. Kalimat itu tidak bermaksud menjadikan Allah lebih besar atau lebih tinggi. Maka memberkati Allah berarti mengakui betapa besar kekayaanNya, kekuatanNya, dan kemurahanNya dan untuk mengekspresikan rasa syukur dan sukacita kita ketika melihat dan mengalaminya. &lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p align="justify"&gt;Di bawah ini adalah salah satu lagu dari Taize yang saya suka:  &lt;p align="justify"&gt;Bless the Lord, my soul, and bless God’s holy name. Bless the Lord, my soul, who leads me into life. &lt;p align="justify"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt; &lt;div style="padding-bottom: 0px; margin: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; float: none; padding-top: 0px" id="scid:5737277B-5D6D-4f48-ABFC-DD9C333F4C5D:7cdfa394-08ee-4645-8943-49d4330a3f87" class="wlWriterEditableSmartContent"&gt;&lt;div id="6bc6ec49-4c21-444a-9b22-dd149760b17d" style="margin: 0px; padding: 0px; display: inline;"&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=t4Svh-9ohg4" target="_new"&gt;&lt;img src="http://lh6.ggpht.com/-gHyTN1eK6ik/Tt7QwElj8CI/AAAAAAAABac/Mgy9nAe60iE/video3a9ff0354d1e%25255B6%25255D.jpg?imgmax=800" style="border-style: none" galleryimg="no" onload="var downlevelDiv = document.getElementById('6bc6ec49-4c21-444a-9b22-dd149760b17d'); downlevelDiv.innerHTML = &amp;quot;&amp;lt;div&amp;gt;&amp;lt;object width=\&amp;quot;448\&amp;quot; height=\&amp;quot;252\&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;param name=\&amp;quot;movie\&amp;quot; value=\&amp;quot;http://www.youtube.com/v/t4Svh-9ohg4?hl=en&amp;amp;hd=1\&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;\/param&amp;gt;&amp;lt;embed src=\&amp;quot;http://www.youtube.com/v/t4Svh-9ohg4?hl=en&amp;amp;hd=1\&amp;quot; type=\&amp;quot;application/x-shockwave-flash\&amp;quot; width=\&amp;quot;448\&amp;quot; height=\&amp;quot;252\&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;\/embed&amp;gt;&amp;lt;\/object&amp;gt;&amp;lt;\/div&amp;gt;&amp;quot;;" alt=""&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-2870111458272387244?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/2870111458272387244/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=2870111458272387244&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/2870111458272387244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/2870111458272387244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/12/bless-lord-my-soul.html' title='Bless the Lord, my soul'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/-gHyTN1eK6ik/Tt7QwElj8CI/AAAAAAAABac/Mgy9nAe60iE/s72-c/video3a9ff0354d1e%25255B6%25255D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-3176297259605973162</id><published>2011-12-03T10:59:00.001+08:00</published><updated>2011-12-03T13:33:50.522+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='i.Ibadah-Lagu'/><title type='text'>Bethlehemian Rhapsody–Mark Bradford</title><content type='html'>&lt;p&gt;This is very creative and.. hillarious! :-)&lt;br&gt;Beberapa orang mungkin menganggap tidak pantas untuk memakai lagu Bohemian Rhapsody (Freddie Mercury - Queen), lagu sekuler, menjadi lagu rohani. Kapan-kapan saya menulis tentang itu. Tapi bener, ini kreatif! Enjoy :-)&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;div style="padding-bottom: 0px; margin: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; float: none; padding-top: 0px" id="scid:5737277B-5D6D-4f48-ABFC-DD9C333F4C5D:251cab5d-7b08-4759-97b4-eb98b1c90a0b" class="wlWriterEditableSmartContent"&gt;&lt;div id="be22f80b-ae6a-474c-9e1d-1d58b98f49a2" style="margin: 0px; padding: 0px; display: inline;"&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=pW1pbuyGlQ0" target="_new"&gt;&lt;img src="http://lh5.ggpht.com/-XVL_d7XzfJ4/TtmQeyOInCI/AAAAAAAABaU/XniyxnL-i0Q/videoc79ea7f4caf2%25255B15%25255D.jpg?imgmax=800" style="border-style: none" galleryimg="no" onload="var downlevelDiv = document.getElementById('be22f80b-ae6a-474c-9e1d-1d58b98f49a2'); downlevelDiv.innerHTML = &amp;quot;&amp;lt;div&amp;gt;&amp;lt;object width=\&amp;quot;448\&amp;quot; height=\&amp;quot;252\&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;param name=\&amp;quot;movie\&amp;quot; value=\&amp;quot;http://www.youtube.com/v/pW1pbuyGlQ0?hl=en&amp;amp;hd=1\&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;\/param&amp;gt;&amp;lt;embed src=\&amp;quot;http://www.youtube.com/v/pW1pbuyGlQ0?hl=en&amp;amp;hd=1\&amp;quot; type=\&amp;quot;application/x-shockwave-flash\&amp;quot; width=\&amp;quot;448\&amp;quot; height=\&amp;quot;252\&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;\/embed&amp;gt;&amp;lt;\/object&amp;gt;&amp;lt;\/div&amp;gt;&amp;quot;;" alt=""&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lirik:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Is this the real birth? Is it Nativity? Caught in a census, in the town of his ancestry. Open your eyes, look up to the skies &amp;amp; see...He's﻿ just a poor boy, foretold by prophecy because the wise men come, wise men go, angels high, shepherds low; This is how God's love shows, it's a wondrous story to me, to me. Mary just got the word the angel did appear, but he told her not to fear. Mary, now it's just begun. Your son is gonna wash our sins away.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mary, ooooh....The God who reigns on high has sent his son thru you to die for all. &lt;p&gt;I see a little sillouetto of a sheep, Shepherds watch, Shepherds watch over their flocks at nighttime. Angels shine like lightning, very very frightening me. Glory to God! Peace on earth! (repeat) Unto you is born this day, the only way! I'm just a shepherd, nobody loves me. &lt;p&gt;He's just﻿ a shepherd from a poor family. Angels said, go to the stable &amp;amp; see. Wise men come, wise men go,Will Herod let him live? ﻿ Hey Herod, NO he will not let him live...BETTER GO! (repeat) GO, go, go, go! Oh, Mary, Joseph, Mary, Joseph to Egypt now, gotta save your son who came for me, for me, for me!  &lt;p&gt;So you think that it's just a tale of days gone by? But this child who was born went to Calvary to die. Oh, Jesus, it's the story of Jesus-wash our sins out, wash our sins right out of here. It's a wondrous story, anyone can see. Let's give God the glory, it's a wondrous story to me. &lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-3176297259605973162?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/3176297259605973162/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=3176297259605973162&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/3176297259605973162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/3176297259605973162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/12/bethlehemian-rhapsodymark-bradford.html' title='Bethlehemian Rhapsody–Mark Bradford'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/-XVL_d7XzfJ4/TtmQeyOInCI/AAAAAAAABaU/XniyxnL-i0Q/s72-c/videoc79ea7f4caf2%25255B15%25255D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-3630193418424981603</id><published>2011-11-28T14:40:00.005+08:00</published><updated>2011-11-28T14:53:18.881+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='k.Sharing-Life at TTC'/><title type='text'>My Thesis Writing - 3</title><content type='html'>Waktu awal mengerjakan thesis, tiap hari saya harus mengatur bagaimana menyimpan, membawa dan membereskan banyak buku setiap hari. Akhirnya saya mendekati &lt;span style="font-style: italic;"&gt;librarian &lt;/span&gt;di TTC, dan atas kebaikannya saya mendapat sebuah meja khusus untuk mengerjakan thesis. Mejanya tidak besar, bahkan bisa dibilang kecil sekali, tapi lumayan lah... :-0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di situlah saya duduk sekitar 5-7 jam setiap hari, 3-5 hari setiap minggu, entah sampai berapa bulan ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang saya mengeluh dengan gelapnya tempat itu, khususnya ketika hujan dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;librarian&lt;/span&gt; kurang bermurah hati untuk menyalakan lampu, tapi sekarang saya punya lampu meja. Kadang saya mengeluh dengan kecilnya meja itu, tapi jauh lebih baik daripada tiap hari saya harus mengatur bagaimana membawa dan membereskan buku2 sebanyak itu. Kadang saya mengeluh dengan sulitnya bolak-balik mengambil buku di lantai 1 (buku-buku Biblika ada di lt.1), tapi dari situ saya lebih dekat untuk bolak-balik ke toilet :-) There is always a reason to thank God, isn't it!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-UNfem0Xc_-M/TtMuOT0koLI/AAAAAAAABaA/i5W9oBvKhQM/s1600/IMG_1638.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 266px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-UNfem0Xc_-M/TtMuOT0koLI/AAAAAAAABaA/i5W9oBvKhQM/s400/IMG_1638.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679934378418151602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-gn0wJqtDY3U/TtMuHeA3TKI/AAAAAAAABZ0/i-zxZB0xMxk/s1600/IMG_1644.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-gn0wJqtDY3U/TtMuHeA3TKI/AAAAAAAABZ0/i-zxZB0xMxk/s400/IMG_1644.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679934260894977186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-3630193418424981603?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/3630193418424981603/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=3630193418424981603&amp;isPopup=true' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/3630193418424981603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/3630193418424981603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/11/my-thesis-writing-3.html' title='My Thesis Writing - 3'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-UNfem0Xc_-M/TtMuOT0koLI/AAAAAAAABaA/i5W9oBvKhQM/s72-c/IMG_1638.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-7259691326463438845</id><published>2011-11-25T21:11:00.004+08:00</published><updated>2011-11-28T14:53:12.850+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='h.Gereja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='l.Book Reviews'/><title type='text'>Douglas Webster–Selling Jesus: What’s Wrong With Marketing the Church</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-O5hBGk5FaVo/Ts-VJe-dnxI/AAAAAAAABZo/KbomjmQEMFk/s1600/51veFNOPNHL._SL500_AA300_.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 197px; height: 298px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-O5hBGk5FaVo/Ts-VJe-dnxI/AAAAAAAABZo/KbomjmQEMFk/s320/51veFNOPNHL._SL500_AA300_.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678921645303897874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dua kata yang seringkali dipertentangkan orang ketika bicara pertumbuhan  gereja adalah: “kualitas” dan “kuantitas”. Mana duluan? Apa yang harus  dipentingkan? Sebagian berkata “kualitas”, perhatikan iman jemaat, pembinaan  yang mendalam, dst. Sebagian lagi berkata “kuantitas”, perhatikan bagaimana  menginjili, bagaimana menarik orang datang, dst, Lalu ada yang mendamaikan  dengan berkata kalau ada “kualitas” pasti ada “kuantitas”. Kalau tidak  ada “kuantitas” itu tandanya tidak ada “kualitas”. Maka mana dulu? Dua2nya berjalan  bersama! Saya tidak terlalu setuju.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Gerakan ‘Church Growth’ dimulai beberapa puluh tahun yang lalu dan entah  kapan juga mulai populer di Indonesia. Gerakan ini dimulai dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;concern &lt;/span&gt;akan  banyaknya gereja tradisional yang menua dan perlahan-lahan mati. Tidak ada lagi  gairah di dalam gereja, tidak ada semangat untuk membawa orang percaya kepada  Tuhan, semua dilakukan serba rutinitas dan kebiasaan. Gerakan ini mendorong  gereja kembali menjadi gereja yang bermisi dan memperhatikan bagaimana membawa  orang datang ke gereja dan percaya kepada Yesus. Mereka menganalisa berbagai  faktor, dengan menempatkan diri sebagai orang yang belum percaya dan ‘orang  baru’ dalam gereja, apa yang membuat mereka akhirnya mau datang dan bahkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stay  &lt;/span&gt;di suatu gereja? Istilah yang kemudian menjadi populer adalah ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;seeker  sensitive&lt;/span&gt;’. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gerakan ini masih sangat populer, demikian pula di Indonesia. Tapi kelemahan  utama gerakan ini adalah justru di fokusnya yang pada ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;seeker sensitive&lt;/span&gt;’, sudut  pandang orang yang belum percaya atau baru datang. Tidak selalu salah. Tapi  begitu fokusnya mereka pada hal itu sehingga tanpa sadar yang mereka lakukan  tidak beda seperti sedang memasarkan gereja, ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;marketing the church&lt;/span&gt;’, menawarkan  barang dagangan yaitu gereja dan Yesus. Itulah yang dikritik oleh Douglas  Webster dalam buku ini. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Manusia punya kebutuhan, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;the real need&lt;/span&gt;”. Tapi tidak semua sadar itu,  sebagian hanya tahu “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;the felt need&lt;/span&gt;”. Alangkah bahayanya kalau kita menawarkan  untuk memenuhi “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;the felt need&lt;/span&gt;”. Tidak heran banyak gereja yang dangkal. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perhatian utama gereja adalah pada keteraturan manajemen, multimedia yang  canggih, sound system yang sangat baik, hamba Tuhan yang hangat, humoris,  energetik, segala macam pelayanan untuk segala macam kebutuhan, dan seterusnya.  Sekali lagi, tidak sepenuhnya salah, tapi salahnya adalah fokusnya hanya di  situ. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya sendiri tidak percaya bahwa “kualitas” selalu menghasilkan “kuantitas”.  Tidak tentu! Ketika Yesus memberikan “the felt need”, mukjizat, makanan,  kesembuhan, orang berbondong mengikut Dia. Ketika Dia mengajarkan bahwa Dialah  roti yang turun dari sorga, Dia ditinggalkan orang! “Kualitas” mungkin  menghasilkan “kuantitas” tapi tidak selalu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Buku ini memberikan beberapa sorotan yang tajam untuk kecenderungan kita  memasarkan gereja (dan mungkin juga Yesus)!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-7259691326463438845?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/7259691326463438845/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=7259691326463438845&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/7259691326463438845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/7259691326463438845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/11/douglas-websterselling-jesus-whats.html' title='Douglas Webster–Selling Jesus: What’s Wrong With Marketing the Church'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-O5hBGk5FaVo/Ts-VJe-dnxI/AAAAAAAABZo/KbomjmQEMFk/s72-c/51veFNOPNHL._SL500_AA300_.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-3769848399412227914</id><published>2011-11-24T00:19:00.004+08:00</published><updated>2011-11-25T12:35:58.286+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='p.Travel'/><title type='text'>Bali - More Pictures</title><content type='html'>Here are some more random pictures from Bali :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Different beaches...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-VuDKtVXkwws/Ts0d_fgFpzI/AAAAAAAABYc/bZ6U7r0MDfo/s1600/IMG_1393.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-VuDKtVXkwws/Ts0d_fgFpzI/AAAAAAAABYc/bZ6U7r0MDfo/s400/IMG_1393.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678227681809114930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-PXAEiQah8sI/Ts0dmc1L8qI/AAAAAAAABXw/zffx29bPhSw/s1600/IMG_1224.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-PXAEiQah8sI/Ts0dmc1L8qI/AAAAAAAABXw/zffx29bPhSw/s400/IMG_1224.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678227251595571874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-DqWbbuBL72U/Ts0d_JakRyI/AAAAAAAABYU/KxiDpXkcff0/s1600/IMG_1350a.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 230px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-DqWbbuBL72U/Ts0d_JakRyI/AAAAAAAABYU/KxiDpXkcff0/s400/IMG_1350a.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678227675880376098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pasar Sukawati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-MPHOm8BnFHI/Ts8H3OSMVxI/AAAAAAAABZQ/FiYgJF9YkZY/s1600/IMG_1439.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 206px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-MPHOm8BnFHI/Ts8H3OSMVxI/AAAAAAAABZQ/FiYgJF9YkZY/s400/IMG_1439.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678766300446086930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ubud Hanging Garden...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-qAdTpDLwp1M/Ts0d__12HGI/AAAAAAAABY4/5cMER3vmfWg/s1600/IMG_1548.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 267px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-qAdTpDLwp1M/Ts0d__12HGI/AAAAAAAABY4/5cMER3vmfWg/s400/IMG_1548.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678227690490305634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Random pictures taken on the way...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-f7BsmAQQsFs/Ts0d_J29OMI/AAAAAAAABYI/RZVQ-2gGgeo/s1600/IMG_1305.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 267px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-f7BsmAQQsFs/Ts0d_J29OMI/AAAAAAAABYI/RZVQ-2gGgeo/s400/IMG_1305.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678227675999451330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-QUj_0wJxCQQ/Ts0dmNfl-qI/AAAAAAAABXg/9ZiDW0B_BjE/s1600/IMG_1202.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 293px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-QUj_0wJxCQQ/Ts0dmNfl-qI/AAAAAAAABXg/9ZiDW0B_BjE/s400/IMG_1202.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678227247478471330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Random pictures taken in restaurants...&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-LVh0YgRQfos/Ts0dl-vCeQI/AAAAAAAABXU/4zYb4JvNxqE/s1600/IMG_1166.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-EtqmrSrEKW4/Ts0goc2USfI/AAAAAAAABZE/NbSDwhXdfaw/s1600/IMG_1166.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-EtqmrSrEKW4/Ts0goc2USfI/AAAAAAAABZE/NbSDwhXdfaw/s400/IMG_1166.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678230584494934514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-bmx3KYkrX_Q/Ts0dl5LAZxI/AAAAAAAABXM/Ohe2rvNrWrs/s1600/IMG_1134.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-bmx3KYkrX_Q/Ts0dl5LAZxI/AAAAAAAABXM/Ohe2rvNrWrs/s400/IMG_1134.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678227242023413522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-SjR7XXXJKao/Ts0dmik68dI/AAAAAAAABX8/IJBbDfgcrRc/s1600/IMG_1271.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-SjR7XXXJKao/Ts0dmik68dI/AAAAAAAABX8/IJBbDfgcrRc/s400/IMG_1271.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678227253137961426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-3769848399412227914?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/3769848399412227914/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=3769848399412227914&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/3769848399412227914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/3769848399412227914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/11/bali-more-pictures.html' title='Bali - More Pictures'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-VuDKtVXkwws/Ts0d_fgFpzI/AAAAAAAABYc/bZ6U7r0MDfo/s72-c/IMG_1393.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-7681989382050992118</id><published>2011-11-22T22:26:00.007+08:00</published><updated>2011-11-23T11:06:55.622+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='p.Travel'/><title type='text'>Bali - 14-18 November 2011</title><content type='html'>Setelah sekian lama berkutat dengan kesibukan di Singapore, saya dan  istri merasa sangat membutuhkan liburan. Maka minggu lalu kami pergi ke Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya kalau pergi travelling, kami akan pakai waktu dari pagi  sampai malam untuk berkeliling. Lihat apa saja yang bisa dilihat... makan apa saja yang bisa dimakan hehe... Dan biasanya kami hanya menikmati hotel kalau kami  sudah terlalu teler untuk jalan. Tapi kali ini berbeda, kami betul-betul  ingin santai, tenang, tidur, menikmati suasana. Dan Tuhan sangat baik,  kami menikmati suasana yang tenang di sana...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-EZmg20GIF5I/TsuyDC6gZNI/AAAAAAAABVg/iPXjLlf4Rt4/s1600/IMG_1196.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 293px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-EZmg20GIF5I/TsuyDC6gZNI/AAAAAAAABVg/iPXjLlf4Rt4/s400/IMG_1196.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677827520622257362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-1-K917cfvGY/TsuxTkrzvCI/AAAAAAAABVI/kx2_AoLuAXA/s1600/IMG_1140.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 267px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-1-K917cfvGY/TsuxTkrzvCI/AAAAAAAABVI/kx2_AoLuAXA/s400/IMG_1140.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677826705053695010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-3I1Dhc4w7ug/TsuxTgD8n_I/AAAAAAAABVY/bV5mRufEG7Q/s1600/IMG_1575.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-3I1Dhc4w7ug/TsuxTgD8n_I/AAAAAAAABVY/bV5mRufEG7Q/s400/IMG_1575.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677826703812763634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Banyak pantai di Bali yang sudah tidak sebagus dulu. Tapi pantai yang kami kunjungi masih sangat bagus...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-pIjaR7GZiLs/TsuyDnmzQpI/AAAAAAAABWE/wl0Vf9lOBpo/s1600/IMG_1245.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-pIjaR7GZiLs/TsuyDnmzQpI/AAAAAAAABWE/wl0Vf9lOBpo/s400/IMG_1245.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677827530471719570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-0zHpEpQokTU/TsuyDVFLIWI/AAAAAAAABV8/4IJXT7EzN-s/s1600/IMG_1229.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-0zHpEpQokTU/TsuyDVFLIWI/AAAAAAAABV8/4IJXT7EzN-s/s400/IMG_1229.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677827525498839394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang selalu saya suka adalah langit yang biru dan waktu itu pas langit biru banget!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-5HZOA8KZamU/TsuyDNQkM5I/AAAAAAAABVo/mVUQC_bC_AA/s1600/IMG_1215.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-5HZOA8KZamU/TsuyDNQkM5I/AAAAAAAABVo/mVUQC_bC_AA/s400/IMG_1215.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677827523399136146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/--Vw0CfsZa-Y/TsuyD8hjAsI/AAAAAAAABWQ/x1w02dMA3DA/s1600/IMG_1300.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://4.bp.blogspot.com/--Vw0CfsZa-Y/TsuyD8hjAsI/AAAAAAAABWQ/x1w02dMA3DA/s400/IMG_1300.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677827536086827714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari tempat tinggal kami yang sekarang di Singapore, sebenarnya tiap hari kami bisa melihat sunset. Tapi anehnya, matahari yang sama yang kami lihat tiap hari dari jendela apartment, mendadak jadi lebih indah di Bali :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-2SNsDClT-m0/Tsu04cXHvfI/AAAAAAAABXA/EZrisZCSXSk/s1600/IMG_1413.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-2SNsDClT-m0/Tsu04cXHvfI/AAAAAAAABXA/EZrisZCSXSk/s400/IMG_1413.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677830637009485298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ILKLCfGmov8/Tsuy-gv6xVI/AAAAAAAABWc/P2wa2AWpj3U/s1600/IMG_1401.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 267px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-ILKLCfGmov8/Tsuy-gv6xVI/AAAAAAAABWc/P2wa2AWpj3U/s400/IMG_1401.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677828542243194194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ooGyCEWvvGw/Tsuy-5QMkGI/AAAAAAAABWw/UTWNi9SQfmc/s1600/IMG_1530.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-ooGyCEWvvGw/Tsuy-5QMkGI/AAAAAAAABWw/UTWNi9SQfmc/s400/IMG_1530.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677828548821028962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Liburan selesai! Alangkah indahnya Tuhan memberikan liburan. Seperti Tuhan bekerja enam hari dan beristirahat di hari yang ketujuh. Kita pun ada waktunya bekerja dan bekerja, lalu liburan! Liburan menjadi bermakna karena kita bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah liburan menjadi hilang maknanya kalau kita terlalu santai dan menjadikan tiap hari sebagai 'liburan'? Bersyukurlah karena ada liburan dan bersyukurlah karena ada kerja!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-7681989382050992118?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/7681989382050992118/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=7681989382050992118&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/7681989382050992118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/7681989382050992118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/11/bali-14-18-november-2011.html' title='Bali - 14-18 November 2011'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-EZmg20GIF5I/TsuyDC6gZNI/AAAAAAAABVg/iPXjLlf4Rt4/s72-c/IMG_1196.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-878160897553627298</id><published>2011-11-10T23:09:00.003+08:00</published><updated>2011-11-25T16:21:50.674+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='c.Christian Life'/><title type='text'>'Sharing' di Dunia Maya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-PCeiivSyTPs/TrvqSEAaRFI/AAAAAAAABUc/D0zAv085BNM/s1600/baby-laptop.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 270px; height: 195px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-PCeiivSyTPs/TrvqSEAaRFI/AAAAAAAABUc/D0zAv085BNM/s400/baby-laptop.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5673385751637279826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Internet mempercepat informasi. Apa yang kita tulis dalam sekejap mata bisa  dibaca oleh orang di belahan dunia lain. Tidak perlu susah2, ada banyak jaringan  untuk mempublikasikan diri kita, lewat facebook, mailing list, twitter, blog,  dll. Ketik, tekan tombol ‘publish’ (atau tombol apapun itu) dan &lt;em&gt;voila&lt;/em&gt;…  siapa saja bisa membacanya. &lt;p&gt;Kita merasa berkuasa karena semua terserah kita. Ingin menulis apa? Silakan!  Ingin marah? Silakan! Ingin menyatakan frustasi? Silakan! Terserah kita tulis  apa, karena ini facebook kita, twitter kita, blog kita. Tidak ada yang bisa  menghalangi kita menulis apapun dan… kita berkuasa untuk menekan tombol  ‘publish’ itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita lupa ada satu – yang sangat penting dan besar – yang tidak mampu kita  kontrol: pembaca! Maksud saya apa yang kita tulis akan dibaca orang! Apa yang  kita tulis, sedikit banyak, mempengaruhi orang! Apa yang kita tulis membuat  orang berpikir sesuatu tentang kita! &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sama seperti tindakan dan perkataan, tulisan juga keluar dari diri kita dan  menghasilkan dampaknya. Sekali keluar ia tidak bisa dihentikan lagi. Kita tidak berkuasa lagi atasnya. Ia bisa  menolong, bisa merusak, bisa membangun, bisa menyakiti! Dan sama seperti  tindakan dan perkataan, tulisan juga mempengaruhi penilaian orang kepada  kita. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya tidak habis pikir banyak orang yang lupa bahwa menulis di dunia maya  bukanlah menulis di ruang &lt;em&gt;private&lt;/em&gt; tapi &lt;em&gt;public&lt;/em&gt;! Ketika  ‘sharing’ di dunia maya, banyak orang mengungkapkan kekesalannya kepada si ini,  si itu, tanpa dia sadar si ini dan si itu (atau kenalannya) membaca  tulisannya. Banyak (orang Kristen) yang mengeluh teruuusss… sehingga orang lain  cape membaca tulisannya dan bertanya2 apakah dia punya iman? Banyak orang yang menulis apa saja yang ada di perasaannya tanpa berpikir benarkah dia mau orang lain tahu? Untuk apa orang lain tahu? Bagaimana ketika orang lain tahu? Banyak orang yang  bercerita hal pribadi dan kemudian bingung atau marah ketika orang lain tahu!  Aneh bukan? Tapi inilah fenomena baru, ‘sharing’ di dunia maya dengan ilusi  ‘terserah saya’. Betulkah?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahkan sebetulnya ketika kita ingin ‘publish’ atau ‘posting’ sesuatu, kita harus  berpikir dulu apakah yang kita tulis berguna? membangun? perlu? Buat apa kita  menghabiskan waktu ratusan ‘friends’ kita membaca sesuatu yang tidak perlu!? (1  menit X 200 orang = 3 jam 20 menit waktu yang terbuang). Bukankah waktu-waktu  itu lebih baik dipakai untuk hal yang lebih berguna? Tapi sekali lagi inilah  juga fenomena baru, semua orang berilusi ‘saya adalah pusat perhatian’!  Betulkah?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seperti di dunia realita, tiap hal harus kita pikirkan baik2, demikian pula  di dunia maya. Mungkinkah kita sudah terlalu banyak bersentuhan dengan dunia maya  sehingga kita kurang mengerti dunia realita lagi?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-878160897553627298?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/878160897553627298/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=878160897553627298&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/878160897553627298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/878160897553627298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/11/sharing-di-dunia-maya.html' title='&apos;Sharing&apos; di Dunia Maya'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-PCeiivSyTPs/TrvqSEAaRFI/AAAAAAAABUc/D0zAv085BNM/s72-c/baby-laptop.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-7569689059217070669</id><published>2011-11-03T12:13:00.005+08:00</published><updated>2011-11-25T16:21:50.675+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='c.Christian Life'/><title type='text'>Book Lover?</title><content type='html'>Suatu kali ada pemberitahuan dari TTC bahwa salah seorang alumni TTC ingin  menjual sebagian bukunya dan membagikan sebagian lagi bukunya. Yang berminat,  silakan langsung menghubungi dia.  &lt;p&gt;Tadinya saya tidak tertarik kesana karena saya terlalu sibuk. Tapi akhirnya  saya menghubungi dia dan kemudian pergi ke rumahnya. Saya datang agak  ‘terlambat’ karena sudah banyak orang yang ke rumahnya dan mengambil buku2 yang  baik. Tapi masih cukup banyak buku yang dia tumpuk begitu saja di ruang depan rumahnya.  Dan saya dipersilakan untuk melihat, memilih dan mengambil berapa saja yang saya  inginkan. Ada yang dia jual ada yang dia berikan gratis.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya sempat bertanya kepada dia apa alasannya. Dia berkata bahwa dia ingin  pindah ke rumah yang lebih kecil dan rumahnya tidak akan mampu menampung buku2  yang dia miliki. Dia punya sekitar 8000 buku! Saya kaget, itu jumlah yang sangat  besar! Dan dia berkata bahwa dia ingin kurangi sampai sekitar 1000 saja yang dia  bawa. Usianya sudah hampir 60 tahun dan dia merasa sudah cukup untuk dia  memiliki buku2 itu, tidak banyak lagi kesempatan membaca dan sudah waktunya  untuk dia bagikan ke orang lain. Lalu dia berkata, “berpisah dengan buku2 ini,  saya merasa sakit.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mendengar kalimat dia membuat saya berpikir bahwa suatu kali saya juga akan  melakukan yang sama seperti dia. Saya juga pencinta buku – &lt;span style="font-style: italic;"&gt;book lover&lt;/span&gt; – dan  pasti juga sakit bagi saya berpisah dengan buku2 saya (sekarang saja saya kangen dengan buku2 yang saya tinggal di Jakarta). Tapi saya juga jadi  berpikir, apakah perlu untuk memiliki buku sebanyak itu? Beberapa buku saya  lihat masih baru, tidak ada tanda bekas dibaca. Bahkan ada yang masih dibungkus  platik belum dibuka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Peristiwa ini menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;reminder &lt;/span&gt;bagi saya. Kita manusia selalu cenderung  berlebihan. Kita selalu cenderung menginginkan dan membeli apa yang kita suka sampai jauh  melebihi kebutuhan kita! Baik itu mobil, tas, baju, sepatu, perhiasan, barang koleksi, atau laptop, handphone yang kita ganti lebih sering dari yang kita perlu.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kembali ke masalah buku, saya berjanji pada diri sendiri untuk membeli buku  yang memang perlu dan akan dibaca. Selama di TTC saya juga mendapat banyak  kesempatan mendapat buku gratis atau membeli buku dengan harga murah. Saya bisa  serakah, ambil sebanyak2nya. Pertanyaannya adalah apakah saya perlu? Saya  mencoba melatih diri dengan hanya membeli atau mengambil buku yang saya tahu  memang perlu. Kalau setelah saya baca sedikit, ternyata saya salah dan tidak  perlu buku itu, atau setelah membaca 1X rasanya saya tidak akan memerlukannya  lagi, saya akan berikan kepada orang lain atau saya letakkan di ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;free books  corner&lt;/span&gt;’ di perpustakaan. Saya juga mencoba menyortir buku2 saya di Jakarta yang tidak terlalu saya perlukan dan saya menemukan cukup banyak, lebih dari 60 yang tidak saya perlukan lagi. Sebagian kecil, buku2 yang mahal saya jual murah, sisanya langsung saya bagikan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan cara demikian saya melatih diri untuk terus &lt;span style="font-style: italic;"&gt;decluttering &lt;/span&gt;hidup saya. Mari belajar prinsip ini: Beli seperlunya dan berikan secepatnya. Karena kita cenderung serakah, ada orang yang senang membeli terus (lebih dari yang dia perlu) tapi juga senang membagi, dan dia rasa tidak masalah. Saya yakin itu juga salah! Beli hanya seperlunya! Lalu apa yang tidak kita perlukan, berikan secepatnya kepada yang memerlukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di bawah ini adalah buku2 yang saya ambil waktu itu. Saya akan nikmati  dulu sambil berpikir mana yang perlu dan mana yang tidak :-)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-J8pcJsV0oXM/TrIZKdi0t9I/AAAAAAAABRc/B4qWXxTbAGk/s1600/IMG_1115.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-J8pcJsV0oXM/TrIZKdi0t9I/AAAAAAAABRc/B4qWXxTbAGk/s400/IMG_1115.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5670622548332951506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-7569689059217070669?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/7569689059217070669/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=7569689059217070669&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/7569689059217070669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/7569689059217070669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/11/book-lover.html' title='Book Lover?'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-J8pcJsV0oXM/TrIZKdi0t9I/AAAAAAAABRc/B4qWXxTbAGk/s72-c/IMG_1115.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-6329622403187463260</id><published>2011-10-31T13:30:00.001+08:00</published><updated>2011-11-25T16:24:55.974+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='k.Sharing-Life at TTC'/><title type='text'>My Thesis Writing - 2</title><content type='html'>&lt;p&gt;Saya baru menerima berita dari School of Postgraduate Studies - TTC bahwa proposal saya diterima tanpa perlu direvisi lagi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemilihan judul thesis saya – Paul’s Missionary Expectations of His Churches: An Ecclesiological Approach to Resolving a Recent Debate – adalah pimpinan Tuhan yang luar biasa. Ada kisah panjang di balik itu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejak masih kuliah saya sering mendengar orang berkhotbah tentang penginjilan. Kurang lebih arahnya selalu adalah: “Penginjilan adalah tugas setiap kita. Penginjilan adalah kemana-mana membagikan berita Injil – lewat traktat, lewat perbincangan, lewat apa saja. Penginjilan dilakukan kapan saja dan kepada siapa saja – kepada teman, kepada orang yang duduk di samping kita di kereta, kepada supir taksi. Berita Injil adalah Yesus mati bagi dosamu, bangkit pada hari yang ketiga, maukah engkau percaya dan mengikut Dia?” Kurang lebih selalu begitu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Uniknya, saya menemukan bahwa kurang lebih responnya selalu dua macam: Mereka yang menjadi tertantang untuk melakukannya dan Tuhan berkati dan mereka yang menjadi merasa bersalah karena merasa tidak bisa. Something wrong? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Waktu saya kuliah teologi, di sebuah kesempatan saya berdebat dengan seorang dosen tentang masalah ini. Dia sangat marah sampai mengeluarkan saya dari kelas! (Sekarang saya tersenyum mengingat peristiwa itu, dulu sih tidak). Pendek cerita, pengalaman itu membekas bagi saya. Saya makin berpikir dengan dalam, something wrong dalam konsep orang Kristen tentang penginjilan, paling tidak dalam level populer. Beberapa ayat Alkitab yang sering dipakai untuk mengkhotbahkan tentang penginjilan menurut saya tidak pernah dibahas dengan benar. Pengutipan ayatnya salah dan pembahasannya pun salah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kesibukan membuat saya kemudian tidak terlalu mengingatnya lagi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selama kuliah di TTC, saya mengambil kuliah Ancient Texts for NT Studies. Setahu saya, dalam waktu beberapa tahun ini saya adalah satu-satunya mahasiswa yang mengambil kuliah itu sebagai kredit. Kemudian karena teman saya ingin membuat thesis mengenai Kisah Para Rasul, maka profesor kami merancang mata kuliah baru yang belum pernah dia ajarkan: Paul as Missionary in Acts. Saya ikut kuliah itu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya pernah berpikir bahwa saya akan membuat thesis mengenai Yohanes. Tapi ketika saya berpikir keras akan judul thesis saya, tiba-tiba ingatan tentang pergumulan masa lalu muncul kembali. Mengapa saya tidak membuat sesuatu mengenai penginjilan? Saya ingin belajar tentang penginjilan, apa sebenarnya yang diajarkan Alkitab tentang penginjilan? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tiba-tiba semua menjadi make sense untuk saya. Kuliah Ancient Texts for NT Studies menolong saya untuk &lt;em&gt;familiar&lt;/em&gt; dengan berbagai teks kuno yang sering dikutip studi Paulus. Kuliah Paul as Missionary in Acts merangsang kembali pemikiran saya akan konsep Paulus tentang misi. Maka saya memutuskan, mengapa saya tidak menyelidiki konsep Paulus tentang misi? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Itu sebabnya semester lalu, supervisor saya meminta untuk saya membuat paper: Was Second Temple Judaism a Missionary Religion? Studi itu memberi saya gambaran tentang apa yang akan saya buat. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;And here I am, merenung, berpikir - kadang hampir frustasi – tentang Paul’s Missionary Expectations of His Churches. Concern saya adalah pastoral. Bagaimana gereja harus bermisi – atau lebih tepat mendorong jemaat bermisi? Bermisi seperti apa? Saya berharap concern itu membakar lagi hati saya tiap kali saya hampir frustasi.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-6329622403187463260?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/6329622403187463260/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=6329622403187463260&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/6329622403187463260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/6329622403187463260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/10/my-thesis-writing-2.html' title='My Thesis Writing - 2'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-6125550726536975342</id><published>2011-10-28T20:30:00.003+08:00</published><updated>2011-11-22T13:11:12.695+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='m.Reviews of Other Things'/><title type='text'>Our Everyday Things</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-VLvPrAJrC1Q/TqqhFbwbLQI/AAAAAAAABQ4/fopvc6cxl7Q/s1600/evryday.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 97px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-VLvPrAJrC1Q/TqqhFbwbLQI/AAAAAAAABQ4/fopvc6cxl7Q/s400/evryday.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5668520195721473282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin merekomendasikan sebuah blog. Blog ini milik seorang bernama Leonny - seorang ibu dengan  tiga orang anak yang masih kecil. Dia adalah seorang Kristen, orang Indonesia  juga, dan dia menulis blognya di dalam bahasa Inggris. Saya tidak mengenal dia secara pribadi.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Blog miliknya itu bukan berisi artikel teologi atau kerohanian, tapi blog tentang keluarga –  walau tentu karena penulisnya seorang Kristen ada perspektif Kristen di dalamnya.  Blognya berisi banyak hal yang sangat menolong – dan juga menarik – khususnya  bagi mereka yang punya anak. Di dalamnya dia menceritakan kehidupannya  sehari-hari dengan suami dan anak-anaknya. Dia membagikan apa yang dia pikirkan,  alami, amati, lakukan, waktu masa kehamilannya maupun waktu membesarkan anak.  Sesekali dia juga memberikan rekomendasi atau masukan untuk memilih produk  tertentu untuk anak seperti sabun, susu, dsb. Maka tepat dia memilih nama  blognya: Our Everyday Things. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya kira blog ini akan banyak menolong bagi yang sedang dalam masa kehamilan  maupun bagi yang sudah punya anak. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Blog ini bisa diakses di &lt;a href="http://www.oureverydaythings.com/"&gt;www.oureverydaythings.com&lt;/a&gt;. Selamat  membaca!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-6125550726536975342?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/6125550726536975342/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=6125550726536975342&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/6125550726536975342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/6125550726536975342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/10/our-everyday-things.html' title='Our Everyday Things'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-VLvPrAJrC1Q/TqqhFbwbLQI/AAAAAAAABQ4/fopvc6cxl7Q/s72-c/evryday.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-7177599426566964801</id><published>2011-10-27T10:07:00.001+08:00</published><updated>2011-11-25T16:36:14.192+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='l.Book Reviews'/><title type='text'>The Bible in Translation - Bruce Metzger</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-EvYfP5XE_O4/Tqi9jC8LzZI/AAAAAAAABQU/_zppe4JudT8/s1600/1749816.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 207px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-EvYfP5XE_O4/Tqi9jC8LzZI/AAAAAAAABQU/_zppe4JudT8/s320/1749816.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5667988540828142994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Belum lama saya selesai membaca buku ini. Metzger adalah seorang ahli dalam  manuskrip kuno Alkitab. Beberapa bukunya menjadi standar dalam bidang itu. Dia  juga menjadi anggota komite penerjemahan Revised Standard Version (RSV) dan New  Revised Standard Version (NRSV). &lt;p&gt;Dalam buku ini dia menceritakan latar belakang dari berbagai versi Alkitab  kuno seperti Septuaginta, Targum, Syria, Latin, Coptic, dan sebagainya. Kemudian  dia juga menceritakan kisah di balik pembuatan berbagai versi Alkitab dalam  bahasa Inggris, lebih dari 40 versi yang dia bahas. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau anda pernah menggunakan berbagai versi Alkitab bahasa Inggris dan  sering bertanya-tanya apa bedanya, maka buku ini akan menarik. Atau kalau anda  tertarik dengan kritik teks Alkitab, atau sejarah penerjemahan Alkitab ke dalam  berbagai versi kuno, maka buku ini akan menarik. Tapi kalau tidak, mungkin anda hanya  akan menguap sambil membaca buku ini :-) &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Buku ini terbit tahun 2001, artinya dia pasti tidak memasukkan versi Akitab  yang terbit setelah tahun 2001 seperti Today’s New International Version (TNIV),  New English Translation (NET), dan English Standard Version (ESV). Ada buku lain  yang serupa dengan buku ini dan fokusnya hanya pada Alkitab versi bahasa  Inggris: How to Choose a Translation for All Its Worth (Gordon Fee &amp;amp; Mark  Strauss). Buku ini terbit tahun 2007 maka bisa memasukkan beberapa versi yang  lebih baru dalam pembahasannya. Saya ingin membaca juga buku itu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Buku Metzger ini seharusnya menjadi buku referensi. Bagaimana mungkin saya  bisa hafal apa yang dia tuliskan, versi ini seperti apa, versi itu cerita di  baliknya bagaimana, dan seterusnya. Saya perlu melihat lagi dan melihat lagi  buku ini ketika diperlukan. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-7177599426566964801?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/7177599426566964801/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=7177599426566964801&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/7177599426566964801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/7177599426566964801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/10/bible-in-translation-bruce-metzger.html' title='The Bible in Translation - Bruce Metzger'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-EvYfP5XE_O4/Tqi9jC8LzZI/AAAAAAAABQU/_zppe4JudT8/s72-c/1749816.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-1318437491578331171</id><published>2011-10-25T22:05:00.001+08:00</published><updated>2011-11-25T12:23:08.635+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='h.Gereja'/><title type='text'>Jemaat Milik Siapa?</title><content type='html'>&lt;p&gt;Ada satu istilah yang saya tidak suka: CURI DOMBA. Istilah ini begitu populernya di antara orang Kristen. Pokoknya kalau ada anggota gerejanya yang pindah ke gereja lain, maka dia akan bilang itu curi domba. Sepintas saja kita tahu istilah ini tidak benar.  &lt;p&gt;Pertama, domba bukan punya dia, tapi dombanya Tuhan. Sama seperti gereja bukan punya dia, tapi punyanya Tuhan. Maka domba punya Tuhan, ditempatkan di gereja punya Tuhan, siapa yang boleh protes?&amp;nbsp; &lt;p&gt;Kedua, kalau orang itu pindah, kita perlu tanya kenapa. Mungkin karena memang dia lebih baik dilayani di gereja itu. Mungkin karena kita tidak sanggup melayani semua orang dan kebutuhan orang ini terabaikan. Atau mungkin sederhana saja karena dia lebih bisa bertumbuh disitu. Tiap orang dan tiap gereja punya keunikannya karena isinya adalah orang-orang yang berbeda. Maka kondisi gereja yang satu mungkin lebih kondusif, lebih cocok, untuk dirinya daripada gereja yang lain.  &lt;p&gt;Saya tahu istilah curi domba muncul cenderung dari keegoisan kita. Kita ingin jemaat kita banyak, kita ingin gereja kita paling hebat, dan banyak contoh gereja berbuat ‘curang’ dalam hal ini: &lt;p&gt;Satu kali saya diberitahu ada gereja yang kalau tahu di gereja lain ada pemain musik yang bagus, maka gereja itu kemudian mengimingi2 orang itu untuk main musik di gerejanya dengan diberikan uang.  &lt;p&gt;Ada juga gereja yang sengaja mengunjungi jemaat gereja lain, mengajaknya datang ke berbagai acara di gereja itu dan membujuknya untuk pindah. Tidak apa mengajak orang datang ke acara gereja kita kalau dengan demikian orang itu mendapat berkat. Tapi anehnya seringkali kita mengadakan KKR tapi yang diajak datang adalah jemaat gereja lain. Tidak apa juga mengunjungi jemaat gereja lain, tapi coba tanya untuk apa? &lt;p&gt;Bagi saya hal-hal seperti di atas bukan curi domba. Itu adalah perpecahan gereja! Ketika sesama gereja Tuhan saling mementingkan diri sendiri, bersaing, memusuhi saudaranya, dan merusak saudaranya dengan uang, itulah perpecahan! Kita patut marah (dan berduka) dengan adanya perpecahan tapi bukan karena ‘curi domba’. &lt;p&gt;Sedikit menyimpang dulu. Jangan salah mengerti, saya tidak mengatakan semua gereja sama. Ada ‘gereja’ yang sangat ngaco sehingga sebenarnya dia bukan gereja, seperti ‘gereja’ saksi Yehova, ‘gereja’ Mormon, dst. Dalam kasus seperti itu, adalah tugas kita untuk merebut kembali domba Tuhan! Ada juga gereja yang sungguh percaya kepada Allah Tritunggal, keselamatan dalam Kristus, dan semua pengakuan iman orthodoks, tapi dalam beberapa bagian salah mengerti Alkitab, malas belajar, menekankan hal-hal yang salah, bagi saya mereka tetaplah gereja Tuhan. Kesalahan mereka perlu dikoreksi tapi mereka tetaplah saudara kita, jangan perlakukan mereka seperti musuh! &lt;p&gt;Kembali ke topik curi domba, jangan cepat mengatakan gereja ini atau itu mencuri domba. Tapi coba lihat apakah gereja kita melayani dengan baik? Apakah gereja kita mengajarkan Firman Tuhan dengan baik? Apakah gereja kita menjadi tempat persekutuan yang baik? Apakah orang itu bertumbuh di gereja kita? Dan akhirnya, apakah orang itu lebih bertumbuh di gereja lain?  &lt;p&gt;Tuhan mau tiap orang Kristen bertumbuh, makin mengenal Dia, mengasihi Dia, hidup bagi Dia. Fokuslah pada itu! Asalkan orang itu bisa bertumbuh, mengenal Tuhan, mengasihi Tuhan, hidup bagi Tuhan, kemanapun dia pergi, bersukacitalah! Ikut bersukacitalah dengan Tuhan karena domba itu milik Tuhan.  &lt;p&gt;Sebaliknya, berdukalah kalau jemaat gereja kita pindah ke gereja lain karena gereja kita tidak baik! Berdukalah kalau jemaat kita pindah ke gereja yang akan makin membuat mereka tidak bertumbuh! Ikut berdukalah dengan Tuhan karena sekali lagi, domba itu milik Tuhan.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-1318437491578331171?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/1318437491578331171/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=1318437491578331171&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/1318437491578331171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/1318437491578331171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/10/jemaat-milik-siapa.html' title='Jemaat Milik Siapa?'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-3991962454204299033</id><published>2011-10-24T14:03:00.001+08:00</published><updated>2011-10-26T10:19:00.879+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='g.Hamba Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='h.Gereja'/><title type='text'>Pelayan Milik Siapa?</title><content type='html'>&lt;p&gt;Waktu saya masih kuliah melayani di persekutuan mahasiswa, saya ingat saya pernah berdebat dengan seorang teman. Masalahnya sederhana, saya mendekati seorang rekan mahasiswa lain dan menawarkan kepadanya untuk terlibat dalam sebuah pelayanan. Apa masalahnya? Teman saya mencoba meyakinkan saya bahwa tindakan itu tidak benar. Orang yang saya dekati itu adalah anggota sebuah persekutuan, dimana ada ketua dan pengurusnya. Maka teman saya berkata seharusnya saya bicara dulu dengan ketua dan pengurus persekutuan tempat orang itu berada sebelum menawarkan pelayanan kepada dia. Alasannya? Supaya mereka bisa memutuskan apakah mereka mengizinkan orang itu untuk terlibat dalam pelayanan yang saya tawarkan atau tidak (karena jangan-jangan mereka merencanakan supaya orang tersebut melayani di bidang lain). &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya sangat tidak setuju dengan teman saya. Dengan darah anak muda waktu itu, saya berargumen dengan sangat keras. “Kalau saya bicara dengan si ketua persekutuan, lalu tidak diizinkan, apakah saya tidak boleh menawarkan pelayanan kepada orang itu? Bagaimana kalau sebenarnya orang itu mau pelayanan di bidang yang saya tawarkan, tidak bolehkah? Siapa yang memberi hak kepada si ketua untuk mengatur hidup dan pelayanan orang itu? Dia bukan Tuhan! Apakah dengan menjadi anggota sebuah persekutuan, maka hidup dan pelayanan orang itu diserahkan kepada pengurus persekutuan? Milik siapa sebetulnya dia itu?” – Ya, saya sekeras itu dulu, sekarang lebih lumayan lah &lt;img style="border-bottom-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-left-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-smile" alt="Smile" src="http://lh4.ggpht.com/-VDMHcinS4sQ/TqT_s3HU63I/AAAAAAAABP8/4azvW-GYp1k/wlEmoticon-smile%25255B2%25255D.png?imgmax=800"&gt; -&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sampai hari ini, saya yakin argumen saya benar. Dan saya kaget menemukan bahwa hari ini di gerejapun terjadi hal yang sama seperti di persekutuan mahasiswa itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada sebagian orang berpendapat: “Tidak etis kalau kita menawarkan seorang hamba Tuhan untuk pindah tempat pelayanan sementara dia masih baik-baik disitu. Tunggu sampai dia mau keluar, baru tawarkan, maka jelas bukan salah kita”. Pendapat ini diterima, dijalankan, bahkan oleh para pendeta dan institusi terkenal di Indonesia. Sepertinya takut kalau dianggap mengiming-imingi orang itu atau dianggap ‘membajak’ orang itu. Saya sangaaattt heraaann… dan saya sangat tidak setuju! (Saya yakin alasannya adalah cari aman, supaya institusi yang bersangkutan tidak marah).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada juga gembala yang marah ketika tahu hamba Tuhan di bawahnya ada yang ditawari/didekati untuk melayani di tempat lain. Dia yakin adalah haknya untuk diberi tahu terlebih dahulu. Harus bicara dulu dengan dia (baca: minta izin) baru boleh dekati. Saya sangat tidak setuju! &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya tidak perlu mengulang lagi, argumen saya masih sama seperti di atas. Bahkan dengan menjadi hamba Tuhan di sebuah gereja, tidak pernah berarti orang itu menyerahkan hidupnya untuk diatur oleh gereja tersebut. Dia boleh diatur dalam rangka tugas, dipindahkan, ditugasi kemana, dst. Tapi dia tidak menyerahkan hidupnya seumur hidup untuk diatur kemana dia boleh melayani. Selama dia melayani disitu dia boleh diatur, tapi dia tidak bisa diatur untuk selamanya melayani disitu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tiap orang dan institusi berhak mendekati, sharing beban, menawarkan pelayanan kepada tiap orang, siapa saja, apakah dia terikat atau tidak terikat dengan institusi lain, apakah dia ‘baik-baik’ atau ‘kurang baik’ di institusinya. Selama bukan uang dan kuasa yang ditawarkan, maka itu bukanlah iming-iming. Yang ditawarkan adalah kemungkinan pelayanan! Maka biarkanlah tiap orang bergumul sesuai dengan panggilan Tuhan untuk dirinya. Kalau dia yakin Tuhan panggil dia untuk tetap di tempatnya yang sekarang, dia akan tetap disitu. Tapi kalau Tuhan memang pimpin dia untuk pindah, dia akan pindah.Tapi kalau tidak ditawari, maka bagaimana dia melihat kemungkinan itu? Lewat mimpikah???&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita harus ingat kembali, tiap pelayan milik siapa? Kita ini milik siapa? Pelayanan kita milik siapa? Gereja kita milik siapa? Institusi kita milik siapa? Milik Tuhan!!!&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-3991962454204299033?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/3991962454204299033/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=3991962454204299033&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/3991962454204299033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/3991962454204299033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/10/pelayan-milik-siapa.html' title='Pelayan Milik Siapa?'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/-VDMHcinS4sQ/TqT_s3HU63I/AAAAAAAABP8/4azvW-GYp1k/s72-c/wlEmoticon-smile%25255B2%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-3459407861254548766</id><published>2011-10-19T15:14:00.001+08:00</published><updated>2011-10-26T10:15:01.788+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='j.Sharing'/><title type='text'>Membaca Buku</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;em&gt;Sepertinya sudah beberapa kali saya menulis tentang membaca buku dan belajar di blog ini. Kali ini hanya sedikit sharing. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah satu kebiasaan baik yang saya dapatkan dan kembangkan sejak melanjutkan studi di Singapore adalah lebih banyak membaca buku. Sebelumnya waktu di Jakarta, hampir selalu saya membaca buku dalam kaitan dengan persiapan khotbah. Tapi disini saya mengembangkan minat ke lebih banyak topik dan karenanya membaca lebih banyak buku. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada buku yang saya baca dalam kaitan dengan membuat thesis. Ada juga buku yang saya baca dalam kaitan dengan persiapan khotbah. Tapi selain itu saya mendisiplin diri untuk membaca buku-buku lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah satu jenis buku yang saya baca adalah buku tafsiran. Saya pernah &lt;a href="http://jeffreysiauw.blogspot.com/2010/03/reading-commentaries.html"&gt;menulis di blog ini&lt;/a&gt; tentang ‘proyek’ saya untuk membaca seluruh Perjanjian Baru dengan bantuan buku-buku tafsiran. Saya ingin membaca satu buku tafsiran untuk setiap kitab dalam Perjanjian Baru. Sampai sekarang sudah sekitar dua tahun saya melakukannya dan masih belum selesai. Selain itu saya juga membaca buku jenis lainnya, apa saja yang menarik minat saya, biografi, spiritualitas, biblical studies, etika, apa saja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya tidak bisa menghitung jumlah yang saya baca untuk pembuatan thesis dan persiapan khotbah. Tapi di luar untuk pembuatan paper dan persiapan khotbah, saya membaca sekitar 400-500 halaman setiap bulannya. Jumlah itu ditentukan oleh susah gampangnya buku yang dibaca. Jujur, saya tidak merasa itu fantastis! Saya masih sangaa..ttt kurang membaca. Saya pikir seharusnya saya membaca paling tidak 800 halaman per bulan. (sebagai perbandingan, Marva Dawn, seorang penulis favorit saya, membaca minimal 1 buku per hari!). Saya berharap setelah lulus – tanpa tugas membuat thesis – tapi dengan beban pelayanan yang lebih banyak, saya bisa membaca minimal 1000 halaman per bulan (atau masih terlalu sedikit &lt;img style="border-bottom-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-left-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-sadsmile" alt="Sad smile" src="http://lh3.ggpht.com/-w19kiY3sLeY/Tp54uGp47aI/AAAAAAAABPQ/arlu6fvSnGA/wlEmoticon-sadsmile%25255B2%25255D.png?imgmax=800"&gt;???)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Belum mulai membaca buku rohani??? Ayo mulai! Kembangkan kebiasaan itu. Perlahan-lahan akan makin terbiasa, makin cepat membaca dan makin luas pengertian kita. Iman kita adalah iman yang mencari pengertian. Justru karena kita punya iman maka kita ingin mengerti, kita ingin tahu, kita ingin belajar, dan ujungnya adalah kita makin beriman. Diawali dengan iman, mencari pengertian, diakhiri dengan makin beriman. &lt;em&gt;From faith to faith!&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-3459407861254548766?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/3459407861254548766/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=3459407861254548766&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/3459407861254548766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/3459407861254548766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/10/membaca-buku.html' title='Membaca Buku'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/-w19kiY3sLeY/Tp54uGp47aI/AAAAAAAABPQ/arlu6fvSnGA/s72-c/wlEmoticon-sadsmile%25255B2%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-2437752300779474015</id><published>2011-10-17T13:07:00.001+08:00</published><updated>2011-11-25T16:36:14.193+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='l.Book Reviews'/><title type='text'>The Living Church - John Stott</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-Dvi3vGbElXk/Tpu4TBE8I3I/AAAAAAAABPI/q5dRgR36Ug4/s1600/living-church1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-Dvi3vGbElXk/Tpu4TBE8I3I/AAAAAAAABPI/q5dRgR36Ug4/s200/living-church1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5664323593194709874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sudah lama saya punya buku ini, pemberian dari salah satu anak rohani saya,  tapi baru saja sempat membaca buku ini. Saya sangat menyukai tulisan John Stott  dengan kelugasannya dan ketajaman berpikirnya.  &lt;p&gt;Buku ini bukan buku yang sulit untuk dibaca. Tapi John Stott memang cenderung  menulis dengan sangat padat. Dengan mudah kita bisa merasa mengerti apa yang dia  sampaikan setelah membaca bukunya satu kali. Tapi coba baca lagi, ternyata ada  lagi yang lebih dalam yang dia sampaikan! Saya membaca buku ini dengan cukup  cepat, merasa mengerti, dan sekarang saya berpikir bahwa seharusnya buku ini  tidak dibaca secepat itu. Mungkin akan lebih baik bagi saya kalau sambil membaca  sambil membuat ringkasan dari buku ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;John Stott mulai dengan menjelaskan visi Allah untuk Gereja-Nya. Lalu dia  membahas satu persatu elemen dalam gereja: Ibadah, Pemberitaan, Pelayanan,  Persekutuan, Berkhotbah, Persembahan, dan Dampak gereja. Satu persatu dia kupas,  dan sekali lagi, dengan sangat padat. Walaupun ini buku yang bisa dibaca sekali,  tapi menurut saya ini buku yang perlu dibaca berulang kali. Bacalah buku ini  untuk mengerti dan memikirkan ulang tentang gereja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menarik bahwa di akhir bukunya ia mencantumkan tiga lampiran, dan salah  satunya adalah refleksinya sebagai seorang yang berusia 80 tahun (waktu itu).  Dia mengingatkan setiap pelayan untuk mempunyai “Q” yaitu Quiet atau hari  tenang. Dia mulai dengan 1 hari setiap bulan. Dia pergi ke rumah seorang teman  dimana sebuah ruangan disiapkan untuknya dan makanan diantar untuknya ketika  waktu makan tiba. Tidak ada yang tahu dimana dia berada, kecuali sekretarisnya  yang hanya akan menghubungi dia jika ada keadaan darurat. Dia menyendiri 12 jam  dalam ruangan itu untuk menatap ke depan, kemana harus mengarah, berdoa,  merancang khotbah, menulis, mencari pikiran Tuhan. Akhirnya dia punya “Q” untuk  1 hari setiap minggu dan bahkan ada waktu seperti itu setiap malam. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Betapa rindunya saya punya waktu seperti itu dengan lebih disiplin. Dan  betapa rindunya saya tiap hamba Tuhan, bahkan tiap orang Kristen, punya “Q” itu  secara rutin. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-2437752300779474015?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/2437752300779474015/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=2437752300779474015&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/2437752300779474015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/2437752300779474015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/10/living-church-john-stott.html' title='The Living Church - John Stott'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Dvi3vGbElXk/Tpu4TBE8I3I/AAAAAAAABPI/q5dRgR36Ug4/s72-c/living-church1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-5862281441047580925</id><published>2011-10-15T10:24:00.001+08:00</published><updated>2011-10-26T10:14:22.212+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='f.Pelayanan'/><title type='text'>Mayoritas: Waras?</title><content type='html'>&lt;p&gt;Ada ungkapan “ketika satu orang waras berada di tengah banyak orang gila, maka yang gila menjadi seperti waras dan yang waras menjadi seperti gila”. Mengapa begitu? Mayoritas! Yang waras menjadi berbeda sendiri di tengah orang gila dan akhirnya dialah satu-satunya yang ‘aneh’ disitu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya melihat ada sebuah trend yang sangat buruk di dalam dunia dan yang juga masuk ke dalam gereja. Trend ini dipelajari dari dunia, dihasilkan oleh dosa dan diterima sebagai sesuatu yang lumrah. Saya sebut saja trend ini: Kuasa!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semua orang mencari kuasa. Semua orang mencari gengsi. Di kantor semua saling sikut untuk posisi. Di pemerintahan jangan tanya lagi. Di mana-mana orang ingin dihargai karena posisinya, diperlakukan lebih istimewa, dipandang lebih tinggi. Dan trend ini juga masuk ke dalam gereja. Maka di gereja pun saya menemukan ada dua hal aneh yang terjadi:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1.Orang yang mengingini jabatan langsung dicurigai motivasinya pasti kuasa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Alkitab berkata ‘orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah’. Artinya kita bisa mengingini jabatan tertentu bukan untuk kuasa tapi untuk mengerjakan pekerjaan yang indah – fungsi! Ketika seseorang ingin menjadi majelis, ingin menjadi gembala, ingin menduduki jabatan tertentu, pertanyaannya adalah apa motivasinya? Kuasa? Atau untuk mengerjakan fungsi yang indah? Masalahnya di zaman seperti ini, kita sulit untuk percaya ada orang yang mengingini jabatan dengan motivasi mulia. Semua orang mengingini kuasa. Maka aneh, tidak waras, ada orang yang mengingini jabatan tanpa menginginkan kuasa dan hanya menginginkan fungsi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Orang yang tidak mengingini jabatan langsung dianggap pura-pura.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebaliknya saya menemukan orang sulit percaya kalau ada yang berkata bahwa dia tidak ingin jabatan. Dia tidak ingin mendapatkan kuasa. Kita langsung curiga bahwa orang ini sedang pura-pura rendah hati. Atau kita curiga bahwa dia punya &lt;em&gt;inferiority complex.&lt;/em&gt; Padahal dia mungkin tidak mau karena dia sadar karunianya, dia sadar panggilannya, dia sadar ada orang lain yang lebih cocok, dan seterusnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika kita berlaku waras dan semua menganggap kita tidak waras, masihkah kita menjaga kewarasan kita?&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-5862281441047580925?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/5862281441047580925/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=5862281441047580925&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/5862281441047580925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/5862281441047580925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/10/mayoritas-waras.html' title='Mayoritas: Waras?'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-3316558628459018627</id><published>2011-10-13T11:40:00.001+08:00</published><updated>2011-10-26T10:13:20.156+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='f.Pelayanan'/><title type='text'>Perbedaan Pendapat</title><content type='html'>&lt;p&gt;Perbedaan pendapat di dalam pelayanan adalah hal yang lumrah. Tidak mungkin kita selalu bisa sepakat dalam segala hal. Tapi saya jadi berpikir lebih jauh ketika menemukan banyak orang yang bahkan menyukai perbedaan pendapat! Alasannya perbedaan pendapat akan mempertajam keputusan kita, menolong kita berpikir lebih baik, dst. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya setuju! Kita perlu perbedaan pendapat. Orang yang maunya semua orang sama dengan dia mungkin bukanlah pemimpin yang baik. Tetapi saya merasa ada yang salah ketika orang sengaja membiarkan orang-orang yang akan berbeda pendapat masuk dalam satu tim tanpa berpikir apakah itu baik atau tidak. Biasanya alasannya: “Kita perlu orang yang kritis”, “Kita perlu orang yang berani bicara”, “Kita perlu orang yang bukan ‘Yes man’, “Justru bagus kalau ada orang-orang yang berani beda”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya percaya perbedaan pendapat BISA baik, tapi tidak boleh ‘diagung-agungkan’ karena sebenarnya BELUM TENTU baik. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada perbedaan pendapat yang disebabkan oleh karakter yang buruk. Ada orang-orang tertentu, yang entah kenapa, memang suka dengan polemik. Selalu ada saja yang dia permasalahkan dan dia tidak ragu untuk mendamprat siapa saja. Ada orang yang berpikir dengan ‘aneh’, dan cara berpikirnya itu membuat dia melihat masalah dari sudut pandang yang salah. Celakanya biasanya orang seperti ini ngotot dengan pandangannya! Ada orang yang tidak pernah mau belajar melihat sudut pandang orang lain karena baginya selalu dirinya yang benar. Bagi saya perbedaan pendapat yang disebabkan oleh karakter yang buruk ini sama sekali tidak baik. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada perbedaan pendapat yang disebabkan oleh value atau konsep yang berbeda. Misalnya: Kalau yang satu berpikir “asal jemaat datang, ikut kegiatan, aktif pelayanan, &lt;em&gt;that’s good&lt;/em&gt;, itulah pertumbuhan”, sementara yang satu lagi berpikir “&lt;em&gt;that’s not good enough&lt;/em&gt;, pertumbuhan harus lebih dalam dari itu”. Maka keputusan dalam pelayanan pasti beda. Kalau perbedaan value-nya berkaitan dengan integritas, itu sangat.. sangat.. serius. Kalau perbedaannya dalam hal konsep, maka tergantung konsep apa yang menjadi perbedaan dan seberapa serius perbedaannya. Tapi percayalah, tidak gampang merubah value atau konsep seseorang, apalagi jika usia sudah lebih tua. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada perbedaan pendapat yang disebabkan oleh informasi dan pengalaman yang berbeda. Misalnya: Orang yang pernah mengalami kesulitan keuangan yang parah dengan orang yang tidak pernah mengalami kesulitan keuangan pasti akan mengambil keputusan yang berbeda ketika berhadapan dengan bagaimana melakukan pelayanan diakonia. Orang yang banyak terjun ke ladang misi dengan orang yang tidak pernah tahu ladang misi pasti akan mengambil keputusan yang berbeda dalam mendukung pelayanan misi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Silakan berbeda pendapat, tapi menurut saya syarat mutlak yang harus ada pada tiap anggota tim/pengurus/panitia/apa saja, adalah mereka harus &lt;em&gt;teachable, humble&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;loving each other. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Teachable&lt;/em&gt; – Betapa pentingnya ini. Kita tidak tahu segala hal. Apa yang menurut kita baik belum tentu selalu baik. Maka selalu mau belajar, mau mendengar, sangat penting. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Humble&lt;/em&gt; – Bagaimana mungkin kita bisa bekerja sama tanpa kerendahan hati? Kalau kita selalu punya agenda sendiri dan semua orang yang berbeda kita anggap menghalangi jalan kita, maka tidak ada kerja sama. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Loving each other&lt;/em&gt; – Bagi saya ini mungkin yang paling penting. Kita boleh berbeda pendapat tapi kalau kita tidak mengasihi satu sama lain, tidak menghargai, tidak berusaha menghindari pertengkaran, melihat orang lain sebagai ‘yang bisa dipakai’, maka semua bisa hancur. Seringkali orang sebut ini ‘spirit menjaga kesatuan’, tapi saya kira lebih dalam dari itu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya simpulkan: Perbedaan pendapat BISA baik asalkan KARAKTER (&lt;em&gt;teachable, humble, loving each other&lt;/em&gt;) orang-orang yang berbeda pendapat itu baik. Di luar itu, mencari orang-orang yang berbeda pendapat untuk dimasukkan dalam satu tim, akan menghancurkan tim itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelum kita berkata perbedaan pendapat adalah hal yang baik, coba pikir dulu apa yang menyebabkan perbedaan pendapat itu? Sungguh, perbedaan pendapat BELUM TENTU baik! Adanya orang-orang yang ‘berani bicara’. ‘berani beda pendapat’, ‘kritis’, dalam tim BELUM TENTU baik! Lihat dulu apa yang menyebabkan dia berbeda. &lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-3316558628459018627?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/3316558628459018627/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=3316558628459018627&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/3316558628459018627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/3316558628459018627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/10/perbedaan-pendapat.html' title='Perbedaan Pendapat'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-3769056127850228716</id><published>2011-09-30T09:10:00.002+08:00</published><updated>2011-11-25T16:36:14.194+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='l.Book Reviews'/><title type='text'>Judas and the Gospel of Jesus - N.T. Wright</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-mIiCVTIhNYw/ToUXWtTJkzI/AAAAAAAABOs/5YNCTB5uUZQ/s1600/Judas%2Band%2Bthe%2BGospel%2Bof%2BJesus-b.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 139px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-mIiCVTIhNYw/ToUXWtTJkzI/AAAAAAAABOs/5YNCTB5uUZQ/s200/Judas%2Band%2Bthe%2BGospel%2Bof%2BJesus-b.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5657954185745371954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saya menemukan buku ini secara tidak sengaja di Christian Book Distributor,  dan saya kaget melihat harganya: 1.99 USD! &lt;em&gt;Real bargain, no excuse!&lt;/em&gt;  Langsung saya pesan. &lt;p&gt;Penemuan dokumen kuno yang disebut “The Gospel of Judas” sempat membuat heboh  di kalangan orang Kristen karena promosi yang ditampilkan adalah dokumen ini  akan memberitahu kita rahasia yang selama ini kita tidak tahu, rahasia yang  ditutupi oleh kebohongan Alkitab, bahwa Yesus bukanlah seperti yang diceritakan  dalam Injil dan Yudas bukanlah pengkhianat tapi pahlawan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan sangat sistematis dan kadang-kadang bombastis, N.T.Wright menunjukkan  apa sebetulnya “The Gospel of Judas” ini. Dan N.T.Wright memberi judul bukunya:  Judas and the Gospel of Jesus. Tidak ada “the Gospel of Judas”, tidak ada  Injil – kabar baik – dari Yudas, yang ada hanyalah Yudas dan Injil dari  Yesus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dokumen yang disebut “The Gospel of Judas” ini berasal dari abad ketiga atau  keempat, jauh setelah Yesus naik ke surga dan Yudas mati. Dan isi dokumen ini  memperlihatkan dengan jelas bahwa ajaran yang disampaikan adalah ajaran Gnostik.  Mereka (pengikut Gnosticism) memakai tokoh Yesus dan Yudas untuk menyampaikan  ajaran mereka. Apa yang bisa kita ketahui tentang Yesus dari dokumen ini? Tidak ada! Apa yang bisa kita ketahu tentang Yudas dari dokumen ini? Tidak ada! Mereka hanya memakai nama Yesus dan Yudas, lalu diisi dengan skenario dan dialog imajiner.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi kalau begitu mengapa dokumen ini menimbulkan kehebohan? Seperti biasa:  Marketing! Marketing adalah melihat trend masyarakat, apa kebutuhannya lalu  menawarkannya. Dalam banyak kasus, marketing adalah melihat trend masyarakat,  kemana masyarakat bisa dipancing supaya merasa membutuhkan, lalu menawarkan  ‘kebutuhan’ itu. Masyarakat sebagian tidak percaya Yesus, orang ‘Kristen’  liberal suka dengan segala sesuatu yang berbau akademis dan bisa menyangkal  Alkitab, orang Kristen sendiri banyak yang tidak tahu apa-apa tentang Gnostik  dan mudah diombang-ambingkan. Maka perfect! Tawarkan ‘Injil’ yang baru ini dan  semua heboh! Popularitas dan uang pun mengalir! That’s the Gospel of Judas!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya kira buku dari N.T. Wright ini sangat menolong untuk orang Kristen yang  ingin tahu tentang topik ini sekaligus membuka mata kita untuk tidak cepat  menerkam semua yang ditawarkan oleh para ‘ahli’. By the way, Da Vinci Code dari  Dan Brown adalah salah satu kasus yang mirip. Orang Kristen dihebohkan bahkan  oleh N-O-V-E-L!!!??&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-3769056127850228716?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/3769056127850228716/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=3769056127850228716&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/3769056127850228716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/3769056127850228716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/09/judas-and-gospel-of-jesus-nt-wright.html' title='Judas and the Gospel of Jesus - N.T. Wright'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-mIiCVTIhNYw/ToUXWtTJkzI/AAAAAAAABOs/5YNCTB5uUZQ/s72-c/Judas%2Band%2Bthe%2BGospel%2Bof%2BJesus-b.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-3813192574266839141</id><published>2011-09-26T16:44:00.004+08:00</published><updated>2011-11-22T13:13:25.527+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='n.Other Topics'/><title type='text'>Ambigram: Jeffrey Siauw</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Voo6MEpLE54/ToA8a8yyyOI/AAAAAAAABOU/4INoQwiQfxM/s1600/Ambigram_for_Jeffrey_by_ivan_chen.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 135px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Voo6MEpLE54/ToA8a8yyyOI/AAAAAAAABOU/4INoQwiQfxM/s400/Ambigram_for_Jeffrey_by_ivan_chen.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5656587565670779106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sudah cukup lama saya menemukan ambigram ini di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;devianart&lt;/span&gt;, tanpa disengaja. Pembuatnya berkata dia membuat untuk saya. Tapi entah kenapa seingat saya, kok rasanya saya belum pernah dikasih langsung ambigram ini :-)  Tanpa sengaja juga, saya baru menemukannya lagi. Supaya tidak lupa, saya post saja disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambigram ini bisa dibaca "Jeffrey" dan juga bisa dibaca "Siauw".  Petunjuk: jika dilihat dekat langsung terlihat "Jeffrey", tapi jika  dilihat jauh atau dikecilin maka lebih terlihat sebagai "Siauw".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, thanks a lot Wan :-) Really appreciate it!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-3813192574266839141?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/3813192574266839141/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=3813192574266839141&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/3813192574266839141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/3813192574266839141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/09/ambigram-jeffrey-siauw.html' title='Ambigram: Jeffrey Siauw'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Voo6MEpLE54/ToA8a8yyyOI/AAAAAAAABOU/4INoQwiQfxM/s72-c/Ambigram_for_Jeffrey_by_ivan_chen.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-2535869101747473561</id><published>2011-09-24T22:47:00.002+08:00</published><updated>2011-11-25T16:36:14.194+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='l.Book Reviews'/><title type='text'>Sexual Character - Marva Dawn</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-8-Dol4zqqj4/Tn3uhvKbj3I/AAAAAAAABOM/9XlWJT1yDII/s1600/571723-L.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 136px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-8-Dol4zqqj4/Tn3uhvKbj3I/AAAAAAAABOM/9XlWJT1yDII/s200/571723-L.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5655938970410520434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Marva Dawn adalah salah satu penulis favorit saya. Bukunya yang satu ini  sebenarnya sudah saya baca sebagian beberapa tahun lalu, bahkan sudah saya  khotbahkan. Baru-baru ini saya membaca ulang buku ini dan kali ini – akhirnya  - sampai selesai.  &lt;p&gt;Dawn membagi bukunya menjadi tiga bagian:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagian pertama dia bercerita tentang ‘the problem’. Dia bicara tentang  bagaimana masyarakat kita sakit, kesepian, dan mencari pemecahannya melalui  seks, tanpa pernah berpikir bahwa Tuhan tidak merancangnya demikian. Makin  mereka memakai seks dengan salah, makin buruk keadaannya. Dan dia menutup dengan  bagian yang sangat inspiring: “The Church Must Be The Church: An Ethics of  Character”. Etika karakter adalah etika yang bertanya “saya mau jadi orang  seperti apa dengan melakukan ini?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagian kedua dia menjelaskan rancangan Tuhan akan karakter seksual manusia.  Dia membicarakan tujuan pernikahan, makna dari sexual union, dan bagaimana buah  roh terwujud dalam sikap kita terhadap seksualitas. Dawn selalu menekankan  penting komunitas gereja dalam saling membentuk.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagian terakhir adalah bagaimana menerapkan prinsip-prinsip yang sudah  dibahas itu di dalam masalah praktis seperti: friendship, homosexuality,  marriage, divorce, nurturung children, abortion, teenagers, dating, and  “sex”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Banyak hal yang dia tuliskan dalam buku ini mungkin merupakan pergumulan  dan kerinduan pribadinya akan kehidupan keluarga dan komunitas Kristen yang  ideal. Seringkali dia hanya bertanya “apa yang bisa kita lakukan…? bagaimana  kita bisa menjadi…? bagaimana kita bisa mengajarkan…?” dst.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Marva Dawn adalah seorang scholar dengan Ph.D di bidang etika dan Alkitab. Dia tidak hanya banyak bergelut dengan dunia akademis tetapi juga banyak melayani sebagai jemaat biasa di gerejanya dan bahkan melayani anak-anak muda. Maka buku ini, satu sisi tidak rumit, tapi di sisi lain juga tidak kehilangan kedalaman.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Verdict: Buku yang sangat baik, &lt;em&gt;highly recommended&lt;/em&gt;!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-2535869101747473561?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/2535869101747473561/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=2535869101747473561&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/2535869101747473561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/2535869101747473561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/09/sexual-character-marva-dawn.html' title='Sexual Character - Marva Dawn'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-8-Dol4zqqj4/Tn3uhvKbj3I/AAAAAAAABOM/9XlWJT1yDII/s72-c/571723-L.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-8333856691680279364</id><published>2011-09-21T15:28:00.001+08:00</published><updated>2011-11-25T16:24:55.975+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='k.Sharing-Life at TTC'/><title type='text'>My Thesis Writing - 1</title><content type='html'>&lt;p&gt;Terasa (bukannya tidak terasa) sudah 2 tahun lebih saya memulai studi di TTC. Dan sekarang saya berada dalam tahap penulisan thesis. Baru saja proposal saya disetujui dan diserahkan ke School of Postgraduate Studies. Dari antara kelompok murid yang semester ini memulai penulisan thesis, kelihatannya saya murid terakhir yang disetujui proposalnya (nggak ngiri sih, tapi deg2an). Sementara saya masih bergumul dengan proposal, teman2 lain ada yang sudah memulai Bab 2! &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Judul sementara thesis saya adalah: “Paul’s Missionary Expectation of His Churches: An Ecclesiological Approach to Resolving a Recent Debate”. Ada cerita panjang di balik pemilihan judul ini, will share it later.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya berharaaapppp… bisa menyelesaikan thesis ini di bulan April 2012. Mission –rather– impossible for me. Teman-teman lain menetapkan target untuk menyelesaikan thesis mereka di akhir tahun ini atau paling lambat awal tahun depan. Saya… yah sudah sangat senang kalau bisa selesai di bulan April 2012. Sangat sulit untuk bisa konsentrasi tiga perempat penuh (kalo penuh udah pasti nggak mungkin) sambil melayani sebagai gembala. Maka saya sambil menentukan target sambil menyiapkan hati kalau-kalau tidak bisa selesai tepat waktu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau semua lancar saya harap akhir bulan Oktober saya bisa menyelesaikan Bab 1. God help me. &lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-8333856691680279364?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/8333856691680279364/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=8333856691680279364&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/8333856691680279364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/8333856691680279364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/09/my-thesis-writing-1.html' title='My Thesis Writing - 1'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-4905961972298669202</id><published>2011-09-19T00:00:00.001+08:00</published><updated>2011-09-21T15:28:59.458+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='j.Sharing'/><title type='text'>Life Begins at Forty?</title><content type='html'>&lt;p&gt;Banyak orang bilang bahwa bagi pria, &lt;em&gt;life begins at forty&lt;/em&gt;. Dulu saya tidak terlalu mengerti kalimat itu, sampai akhir-akhir ini. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa waktu yang lalu seorang teman bercerita tentang pergumulannya akan hidupnya. Apa sebetulnya yang ingin dia lakukan dalam hidup? Pekerjaan seperti apa yang dia inginkan? Kemana arah hidupnya? dst. Yang menarik adalah ketika dia bilang bahwa mungkin dia berpikir semua itu karena krisis yang dia alami menjelang usia 40 tahun. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya agak tersentak… karena hampir 1 tahun sebelumnya, saya punya pergumulan yang serupa. Rupanya… mungkinkah… itulah yang dimaksud krisis menjelang usia 40 tahun!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejak menjadi hamba Tuhan, saya tahu hidup saya untuk melayani Tuhan di ladang pelayanan. Saya menjalani hari demi hari, tahun demi tahun, dengan kesadaran itu. Bukannya saya tidak punya target atau tujuan yang lebih spesifik (saya pergi ke Singapore untuk studi adalah salah satu target yang akhirnya tercapai juga), tapi saya menjalani hidup saya dengan (mungkin istilah saya kurang tepat) ‘menerima apa adanya’. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi beberapa waktu yang lalu, saya mulai berpikir, apa sebetulnya yang saya – atau tepatnya Tuhan - inginkan dengan hidup saya. Ketika usia lebih muda, waktu sepertinya masih sangat panjang dan kemungkinan sangat tidak terbatas. Tapi sekarang berbeda. Saya mulai menghitung, setelah selesai studi berapa tahun lagi yang saya punya sebelum pensiun? (kalau saya masih hidup tentunya!). Tidak terlalu banyak, mungkin hanya 22 atau 23 tahun! Sungguh itu tidak banyak. Lalu apa yang ingin saya lakukan dalam sekian tahun yang masih sisa itu? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya mencoba membuat beberapa alternatif pilihan hidup. Di usia sekarang, saya sudah bisa mengukur kemampuan saya, jalur hidup saya, peluang yang terbuka bagi saya, beban saya yang sesungguhnya, dan seterusnya. Bagi saya semua adalah tanda mengenali ke arah mana sebetulnya Tuhan mau bawa saya. Sempat ada hal-hal yang saya sesali karena dulu tidak saya lakukan, tapi cepat2 saya lupakan karena tidak ada gunanya menyesali yang sudah lewat. Pertanyaan saya selalu ke depan, apa sebenarnya yang ingin saya lakukan, apa yang Tuhan percayakan pada saya, yang harus saya lakukan supaya nanti saya tidak menyesal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka mungkin betul bagi pria &lt;em&gt;life begins at forty.&lt;/em&gt; Pada usia 40 tahun, kita sudah mengalami cukup banyak hal untuk berpikir dengan lebih matang akan hidup kita. Pada usia 40 tahun, saat belum tua tapi juga tidak terlalu muda lagi, kita mulai berpikir apa yang ingin kita lakukan dengan sisa hidup kita. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Banyak orang bilang ketika usia 40, kita tidak terlalu berani lagi untuk mengambil resiko. Terlalu banyak pertimbangan, terlalu banyak ketakutan, terlalu banyak pengalaman di masa lalu, dan akhirnya kita akan selalu memilih yang aman. Tapi saya tidak ingin begitu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya ingin tetap berani mengambil resiko untuk mengikut Tuhan. Dan sekalipun saya sudah memikirkan beberapa alternatif yang ‘mungkin’, saya memberi celah untuk &lt;em&gt;surprise&lt;/em&gt; dari Tuhan. Bagaimanapun saya tidak tahu sepenuhnya apa yang Tuhan sediakan bagi saya di masa depan, &lt;em&gt;I’m ready for another surprise!&lt;/em&gt; Dan kalau Tuhan sudah pimpin sampai hari ini, saya percaya Tuhan akan pimpin lagi sampai akhirnya.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-4905961972298669202?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/4905961972298669202/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=4905961972298669202&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/4905961972298669202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/4905961972298669202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/09/life-begins-at-forty.html' title='Life Begins at Forty?'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-2801517160628568185</id><published>2011-09-08T09:24:00.001+08:00</published><updated>2011-09-21T15:29:17.524+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='f.Pelayanan'/><title type='text'>As Each Part Does Its Work - 2</title><content type='html'>&lt;p&gt;Tulisan ini menyambung tulisan sebelumnya &lt;a href="http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/08/as-each-part-does-its-work.html"&gt;As Each Part Does Its Work.&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada sebuah program reality show yang ditayangkan di salah satu stasiun TV di Singapore yang saya suka dan sempat nonton beberapa kali: Undercover Boss. Program itu direkam di beberapa negara, kalau saya tidak salah di Australia, UK dan Amerika, atau mungkin negara2 lainnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Konsep program ini adalah meminta boss (bisa owner atau CEO atau CFO, intinya mereka yang berada pada pucuk pimpinan perusahaan) untuk menyamar menjadi karyawan (dengan jabatan yang rendah) di perusahaannya sendiri. Mereka bisa menyamar sebagai &lt;em&gt;trainee&lt;/em&gt; atau karyawan baru yang ditempatkan disitu. Tujuannya adalah dia memahami betul apa yang terjadi di perusahaannya, kesulitan yang ada di bawah, dan melihat langsung bagaimana para karyawannya bekerja. Dan di akhir dari program itu – seperti biasa ala Hollywood – surpriseee!!! Orang-orang yang ‘beruntung’ menjadi rekan kerjanya selama dia menyamar akan dipanggil dan diberitahu bahwa ternyata dia adalah boss di perusahaan itu. Berikutnya bisa ditebak – reward dan mungkin punishment? – saya tidak tahu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selama menyamar, ada kamera2 tersembunyi yang merekam aktivitas mereka. Dan adegan2 yang ada memperlihatkan bahwa si boss ini tidak trampil dalam banyak hal. Ketika ‘bekerja’ di bagian customer service dia harus banyak dilatih bagaimana menjawab pelanggan yang menelpon dengan marah2. Dia kebingungan sementara ‘rekan kerja’nya sangat tenang menanganinya. Ketika ‘bekerja’ di pabrik dia kesulitan untuk bisa cepat bekerja dengan ban berjalan. Seringkali akhirnya dia kagum dengan para karyawan yang sangat trampil dan pas di bidangnya – jauh melebihi dia! &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Boss itu trampil di bidangnya yang asli: mengelola keuangan, punya instink investasi, mengatur kebijakan perusahaan, dll. Tapi di bidang lain (yang sebenarnya berada di bawah kuasa dia): melayani pelanggan, menerima telpon, merangkai bunga, dll, dia jauh kalah ahli dengan karyawannya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya jadi geli sendiri ketika baru2 ini melihat karyawan mertua saya. Saya dan istri bercanda bahwa untuk jadi karyawan mereka perlu ketrampilan ekstra, harus serba bisa. Kadang diminta menyetir mobil, carikan barang di pasar, ambilkan bibit tanaman di taman, bantu melayani pelanggan, dan berbagai hal lainnya, pokoknya harus serba bisa. Saya bukan orang yang sigap, saya pemikir, perencana, pembicara, tapi bukan pekerja fisik yang sigap. Maka kalau saja posisi saya adalah karyawan dan bukan menantu, wah pasti saya dipecat! Untungnya saya menantu dan saya trampil jadi menantu hehe…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya jadi terpikir, bukankah demikian pula di gereja. Saya jadi hamba Tuhan yang melayani di gereja dan saya bersyukur bahwa Tuhan memperlengkapi saya untuk tugas itu. Tapi sebagai gembala, di bawah saya ada banyak bidang pengurus. Dan saya tidak trampil mengerjakan banyak bidang yang mereka kerjakan. Saya agak buta dalam hal keuangan, saya tidak mengerti sound system dan berbagai peralatannya, saya –rasanya- tidak akan disukai kalau menjadi guru sekolah minggu, dan seterusnya. Belum lagi masalah waktu, saya tidak mungkin mampu mengerjakan semuanya. Sekarang ini untuk memikirkan dan mengarahkan pun saya sudah keteteran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Betul, tiap orang ada tempatnya. Kalau saja semua menjalankan bagiannya maka pasti seluruh tubuh berjalan. Tapi kalau ada yang salah tempat dan membuat macet, pasti seluruh tubuh akan merasakan dampaknya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka wow… alangkah indahnya Efesus 4:16: &lt;em&gt;“From him the whole body, joined and held together by every supporting ligament, grows and builds itself up in love, as each part does its work.”&lt;/em&gt; Gereja diumpamakan seperti tubuh. Dan seluruh tubuh menerima pertumbuhan dari Kristus, membangun diri di dalam kasih, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;as each part does its work&lt;/em&gt;!&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-2801517160628568185?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/2801517160628568185/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=2801517160628568185&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/2801517160628568185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/2801517160628568185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/09/as-each-part-does-its-work-2.html' title='As Each Part Does Its Work - 2'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-485688036148747539</id><published>2011-09-05T17:05:00.002+08:00</published><updated>2011-11-25T16:36:14.195+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='l.Book Reviews'/><title type='text'>Family Man - The Biography of James Dobson</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-D64M9qoySU8/TmSRDskw-bI/AAAAAAAABNc/kNm-Enaeysk/s1600/1000584.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-D64M9qoySU8/TmSRDskw-bI/AAAAAAAABNc/kNm-Enaeysk/s200/1000584.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5648799325320444338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ini buku biografi paling tebal yang pernah saya baca, 393 halaman! Saya  tertarik dengan kehidupan James Dobson karena saya mengenalnya dan mengaguminya  melalui buku2nya. &lt;p&gt;Membaca buku ini membuat saya lebih ‘mengenal’nya, kehidupannya, karakternya,  ethos kerjanya, pengaruhnya, kebiasaannya, dan beberapa nilai yang dia  perjuangkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dobson adalah seorang yang sangat besar dan juga pemimpin yang sangat besar.  Dia memimpin organisasi pelayanan yang sangat besar di Amerika dengan ribuan  karyawan - dengan gaya manajemen yang dia kembangkan sendiri. Salah satu sistem  yang dia pakai disebut sebagai “hot pending”. Dia akan mengirim memo atau email  dengan icon warna merah sebagai tanda bahwa dia minta itu dijadikan prioritas  dan dia minta jawaban paling lambat 1 minggu. Dia mengontrol seluruh organisasi  dengan cara itu. Cara yang efektif tapi tidak disukai oleh karyawannya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Membaca mengenai gaya kepemimpinannya – dengan keunikan tersendiri - membuat  saya menyadari bahwa tiap orang memang memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda.  Tidak semua orang akan cocok dan bisa bekerjasama dengan kita seperti juga yang  terjadi pada James Dobson. Bukan berarti kita tidak perlu belajar memimpin  dengan lebih baik, tapi sulit menetapkan gaya kepemimpinan mana yang lebih  baik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejauh ini dari apa yang saya baca dan pelajari, salah satu ciri dari para  pemimpin yang sangat efektif – termasuk juga James Dobson – adalah sangat  disiplin dalam memakai waktu. Dan ini juga saya temukan dalam kehidupan para  scholars. Terlalu banyak yang harus dikerjakan, dan akan lebih banyak yang bisa  dikerjakan dengan pemakaian waktu yang disiplin. Salah satu contoh betapa  disiplinnya Dobson adalah ketika dia memutuskan untuk berolah raga rutin tiap  pagi. Dalam waktu lebih dari 8 tahun, lebih dari 3000 hari, hanya 5 hari dia  absen – 2 hari karena dia lupa dan 3 hari karena dia stroke! Saya jadi makin  berharap saya juga bisa disiplin memakai waktu :-(&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika baru menyelesaikan Ph.D nya, Dobson berdoa kepada Tuhan: &lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;“You’ve got people who are very willing to serve You, but they’re not  qualified. And people who are very qualified who aren’t willing to serve. I now  have a measure of qualifications, and I’m deeply willing. Please use me.”  &lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Kehidupannya menunjukkan Tuhan menjawab doanya. Penulis buku ini, Dale Buss,  menutup biografi Dobson dengan kalimat:&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;One at a time, he has treasured lives, touched lives, and even transformed  lives for Christ. “This is a noble and gentle warrior,” says Representative  Trent Frank, one of those lives. “I know the glorified Christ will look in his  eyes and say, ‘Well done, good and faithful servant.’”&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Walaupun banyak hal yang Dobson lakukan dan perjuangkan dalam hidupnya. Bagi  saya yang paling berharga mungkin adalah sumbangsihnya dalam kehidupan banyak  keluarga di banyak negara melalui tulisan2nya. Dan itu saja sudah membuat  hidupnya sangat berharga.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-485688036148747539?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/485688036148747539/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=485688036148747539&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/485688036148747539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/485688036148747539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/09/family-man-biography-of-james-dobson.html' title='Family Man - The Biography of James Dobson'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-D64M9qoySU8/TmSRDskw-bI/AAAAAAAABNc/kNm-Enaeysk/s72-c/1000584.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-8861115287887695171</id><published>2011-08-29T23:36:00.004+08:00</published><updated>2011-11-25T16:36:14.196+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='l.Book Reviews'/><title type='text'>Courageous Leadership - Bill Hybels</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-pCI9ThY9L7c/TluyVKKu86I/AAAAAAAABM0/ihdgUBUPmtc/s1600/courageous-leadership%2Bcopy.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 131px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-pCI9ThY9L7c/TluyVKKu86I/AAAAAAAABM0/ihdgUBUPmtc/s200/courageous-leadership%2Bcopy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5646302634415420322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saya membaca buku ini karena ingin belajar tentang leadership. Dan saya  menemukan insights, wisdom, mengenai leadership dalam buku ini. Buku ini  memberikan beberapa hal berharga yang bisa membantu saya dalam leadership. Apa  yang dia sampaikan perlu saya pikirkan ulang dan renungkan bagaimana diterapkan  dalam konteks saya. &lt;p&gt;Tapi di sisi lain, saya juga kecewa dengan buku ini – atau tepatnya, dengan  Bill Hybels. Saya menemukan banyak ayat Alkitab yang dia kutip untuk mendukung  posisinya justru tidak tepat. Dia mengutip ayat sekenanya dan memakainya juga  sekenanya. Saya kecewa karena buku ini ditulis oleh Bill Hybels! Dia seorang  gembala dari sebuah gereja yang sangat besar. Dan buku ini juga dimaksudkan  untuk para pemimpin gereja. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya beri 1 contoh saja. Ketika dia membahas mengenai “The Leader’s Pathway”,  dia mengatakan bahwa ada macam2 jalan untuk kita punya hubungan dekat dengan  Tuhan dan tiap orang yang berbeda punya jalan kerohanian yang juga berbeda.  &lt;em&gt;Sampai disini saya setuju.&lt;/em&gt; Berikutnya dia menyebutkan berbagai  “pathways” itu. &lt;em&gt;Sampai sini saya juga setuju.&lt;/em&gt; Tapi saya sangat kaget  ketika dia membahas tentang “The Intellectual Pathway”, dia menyebut Paulus  sebagai salah 1 contoh orang dengan tipe ini. Di bawah saya kutip  tulisannya:&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;I think it is quite possible that the apostle Paul had an intellectual  pathway. For him, the transformation of the world depended on the “renewing of  our minds” (Romans 12:2). Paul was quick to appeal to the rational side of human  nature, apparently convinced that once a person’s mind belonged to God,  everything else would follow. Win the intellectual argument, and it would be  game, set, match. Victory!&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Karena Paulus orang dengan “intellectual pathway” maka tidak heran dia  berikan nasihat supaya kita jangan menjadi serupa dengan dunia ini tetapi  berubahlah oleh pembaruan budi! Kalau Paulus tipenya lain mungkin dia berikan  nasihat lain. Implikasinya, nasihat Paulus bukan sesuatu yang otoritatif bagi  orang yang tipenya lain bukan? Dan tiap kali kita baca ayat Alkitab lain, kita  akan coba nilai si penulisnya orang seperti apa, lalu apakah cocok dengan tipe  saya. Kalau tidak cocok, maka nasihat itu bukan untuk saya bukan? Ini penafsiran  yang sangat sembarangan! Kalau anda berargumen, “ah bukan itu maksud dia”, coba  baca bab itu dan anda akan mengerti maksud saya. Dan karena bukan hanya di  bagian itu dia memakai ayat Alkitab sembarangan, saya kira memang itu polanya  dia. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya tidak mendiskreditkan buku ini dan menganggapnya tidak berguna. Konsep Bill Hybels tentang 3 Cs (Character, Competence, Chemistry) dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Chapter Four "Building a Kingdom Dream Team"&lt;/span&gt; sangat bijaksana. Dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Chapter Seven "Discovering and Developing Your Own Leadership Style"&lt;/span&gt; sangat berguna. Bacalah  buku ini dan anda akan mendapatkan apa yang anda cari: wisdom  dan insights untuk  leadership. Ini buku yang bagus untuk itu. Tapi, seperti juga membaca buku lainnya, bacalah dengan kritis.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-8861115287887695171?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/8861115287887695171/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=8861115287887695171&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/8861115287887695171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/8861115287887695171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/08/courageous-leadership-bill-hybels.html' title='Courageous Leadership - Bill Hybels'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-pCI9ThY9L7c/TluyVKKu86I/AAAAAAAABM0/ihdgUBUPmtc/s72-c/courageous-leadership%2Bcopy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-317281199122594002</id><published>2011-08-27T21:56:00.001+08:00</published><updated>2011-11-25T16:21:50.677+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='c.Christian Life'/><title type='text'>Kisah Para Rasul 9:10-18</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;em&gt;(Tulisan ini adalah bahan saat teduh untuk Retreat Young Adult Fellowship GKY Sg 7-9 Aug 2011. Sebagian bahan diambil dari artikel dalam &lt;a href="http://www.intouch.org"&gt;www.intouch.org&lt;/a&gt;)&lt;/em&gt; &lt;p&gt;&amp;nbsp; &lt;p&gt;&lt;i&gt;Anda sedang berjalan di tengah sebuah kota kecil di bawah terik matahari sore. Rasanya anda tidak ingin masuk ke rumah itu, rumah yang pernah anda lihat tapi belum pernah anda masuki. Lutut mulai terasa panas, tenggorokan tercekat, sambil anda memikirkan apa yang menanti anda dalam rumah itu. &lt;/i&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;Sambil pintu itu terbuka, anda makin tegang, sementara tuan rumah kemudian berkata, “Silakan masuk”. Pada mulanya, semua terlihat seperti bayangan sambil mata anda menyesuaikan diri dengan gelapnya ruangan itu. Perlahan-lahan, ketika mata anda mulai terbiasa, anda melihat seorang pria duduk di situ, seorang dengan pakaian yang bagus dan jenggot yang tipis, dia tidak melihat kepada anda, kepada siapapun atau kemanapun. Matanya tidak melihat apa-apa. Untuk orang inilah anda datang, orang yang telah membunuh teman-teman anda. Inilah orang yang telah datang untuk mengambil nyawa anda. &lt;/i&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; &lt;p&gt;Cerita imajinasi di atas mungkin bukanlah gambaran yang sebenarnya dari apa yang terjadi dalam Kis 9. Tapi mungkin itu membantu kita mengerti apa yang dialami oleh Ananias. Dia diutus oleh Kristus untuk berdoa bagi seorang musuh gereja terbesar waktu itu: Saulus dari Tarsus, atau seperti yang sekarang kita kenal sebagai rasul Paulus.  &lt;p&gt;Kis 8 memberitahu kita bahwa di Yerusalem, Saulus sudah berusaha membinasakan jemaat, masuk ke rumah demi rumah, menyeret laki-laki dan perempuan ke luar dan menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara (8:3). Ketika penganiayaan itu meluas, banyak jemaat melarikan diri ke kota-kota lain untuk menyelamatkan diri. Tapi Saulus tidak puas dan ia mengejar mereka untuk membinasakan mereka. Di tengah perjalanan itulah, ia bertemu dengan Yesus, sang Terang itu membutakan mata orang yang hatinya buta ini. Tuhan kemudian menyuruh dia menunggu di kota itu untuk instruksi selanjutnya.  &lt;p&gt;Siapa Ananias? Alkitab tidak bercerita banyak tentang dia. Tapi yang pasti Ananias tahu siapa Saulus dan untuk apa dia datang. Perintah Tuhan sederhana: “pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas, seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa, dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangan atasnya, supaya ia dapat melihat lagi” (9:11). Siapa yang bisa menyalahkan Ananias kalau dia ketakutan? Dia menjawab, “Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya…” Tapi Yesus berkata: “Pergi” dan dia pergi. &lt;p&gt;Ananias taat kepada Yesus sekalipun sangat besar resikonya. Dan dia tidak hanya melakukan (dengan terpaksa), tapi dia melakukannya dari hati. Pada waktu masuk ke rumah itu, dia memanggil Saulus dengan “saudaraku”, sebutan yang biasa dia pakai untuk sesama orang Kristen. Betapa dia belajar mengasihi orang itu! Ananias kemudian menumpangkan tangan atas Saulus dan menyembuhkannya. Bahkan dia membaptis Saulus, orang itu yang beberapa hari lalu ingin membunuh dia! &lt;p&gt;Ananias dengan rendah hati membiarkan Tuhan bekerja melalui dia, dan hasilnya Saulus menjadi misionaris terbesar dalam sejarah Kristen. Cerita seperti ini bukan 1 kali terjadi. Coba lihat di Alkitab: Yusuf terus taat walaupun resikonya dipenjara, dan hasilnya adalah Tuhan memakai dia luar biasa. Ester mengambil resiko dengan datang kepada raja untuk bangsanya, dan hasilnya seluruh bangsa Israel selamat. Petrus dan kawan-kawan meninggalkan pekerjaan mereka mengikut Yesus dan hasilnya adalah kekristenan berkembang. Cerita seperti ini terus kita temukan sepanjang sejarah kekristenan. &lt;p&gt;Kita tidak pernah tahu ketaatan kita akan menghasilkan apa dalam kerajaan Tuhan. Tapi ketaatan walaupun besar resikonya, kemauan untuk ikut perintah Tuhan walaupun tidak mengerti apa yang akan terjadi, kegelisahan dengan hidup yang tidak melakukan apa-apa, dan kesetiaan mengerjakannya dengan rendah hati, akan dipakai Tuhan seperti gelombang yang terus bergulung sampai kekekalan. Pertanyaannya, ketika Yesus berkata “Pergi”, maukah kita pergi? &lt;p&gt;Fanny Crosby menciptakan sebuah lagu yang sangat indah. Renungkanlah kata-katanya: &lt;p&gt;&lt;i&gt;Master, Thou callest, I gladly obey;&lt;br&gt;Only direct me, and I'll find Thy way.&lt;br&gt;Teach me the mission appointed for me,&lt;br&gt;What is my labor, and where it shall be?&lt;/i&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;Master, Thou callest, and this I reply,&lt;br&gt;"Ready and willing,&lt;br&gt;Lord, here am I."&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-317281199122594002?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/317281199122594002/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=317281199122594002&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/317281199122594002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/317281199122594002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/08/kisah-para-rasul-910-18.html' title='Kisah Para Rasul 9:10-18'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-2609528923064922620</id><published>2011-08-24T22:46:00.001+08:00</published><updated>2011-11-25T16:21:50.678+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='c.Christian Life'/><title type='text'>Mazmur 103:13-18</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;em&gt;(Tulisan ini adalah bahan saat teduh untuk Retreat Young Adult Fellowship GKY Sg 7-9 Aug 2011)&lt;/em&gt;  &lt;p&gt;&amp;nbsp; &lt;p&gt;Membaca Mazmur 103:13-18 ini membuat kita merasa sangat diberkati. Begitu terkenalnya Mazmur ini di kalangan orang Kristen: Allah sayang kepada kita! Tapi tunggu dulu. Membaca Mazmur ini dengan lebih teliti membuat kita melihat ada 3 hal yang diungkapkan kepada kita:  &lt;p&gt;&lt;i&gt;1. Kasih Allah &lt;/i&gt; &lt;p&gt;Dengan sangat indah ia memang menggambarkan kasih Allah kepada kita “seperti bapa sayang kepada anak-anaknya”. Begitu sayangnya Allah kepada kita sehingga ayat-ayat sebelumnya mengatakan kasih itu “setinggi langit di atas bumi” (103:11).  &lt;p&gt;&lt;i&gt;2. Kita ini fana&lt;/i&gt;  &lt;p&gt;Tuhan tahu bahwa kita ini fana, hanya hidup sementara dalam dunia. Dia “ingat bahwa kita ini debu” (103:14) dan “hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya maka tidak ada lagi ia” (103:15-16). Kita ini bukan apa-apa, kita ini hanya lewat saja dalam dunia ini, hari-hari kita bagi Allah sangatlah singkat. Bagi kita, hidup yang sementara seringkali berarti menikmati hidup ini sepuasnya. Tapi bagi Allah hidup kita yang sementara ini membuat Dia menaruh belas kasihan kepada kita.  &lt;p&gt;&lt;i&gt;3. Mereka yang takut akan Dia&lt;/i&gt;  &lt;p&gt;Ini yang paling sering terlewatkan oleh kita, yaitu Tuhan sangat menyayangi “debu” ini, “rumput dan bunga di padang yang sebentar ditiup angin” ini, bukan sembarang orang. Tapi mereka “yang takut akan Dia” (103:14), mereka “yang berpegang pada perjanjian-Nya dan yang ingat untuk melakukan titah-Nya” (103:18).  &lt;p&gt;Dunia yang kita tinggali ini bukanlah surga. Dunia ini juga bukan tempat tinggal kita untuk selamanya. Kita hanya &lt;i&gt;mampir&lt;/i&gt; dalam dunia ini. Tapi apa yang kita lakukan selama kita mampir dalam dunia ini? Bersenang-senang? Mengejar maunya kita sendiri? Mencari keuntungan, kenyamanan, kepuasan sendiri? Kalau saya boleh pakai gambaran lain, mungkin seringkali Allah melihat kita dari atas dan geleng-geleng kepala. Waktu Dia lihat kita hidup untuk diri sendiri, waktu Dia lihat kita berbuat dosa, waktu Dia lihat kita tidak peduli akan orang lain, Dia geleng-geleng kepala, mengurut dada dan kasihan pada kita. Dia tahu kita hanya debu dalam dunia ini, sebentar lagi waktu kita akan lewat. Hanya karena kasihan Dia tidak timpakan kepada kita setimpal dengan dosa kita.  &lt;p&gt;Suatu kali ada seseorang yang pernah bertanya kepada Max Lucado: “Ketika anak cucu anda tahu bahwa engkau hidup di dalam zaman dimana 1.75 milyar manusia hidup dalam kemiskinan dan 1 milyar manusia kelaparan, bagaimana mereka akan menilai respons anda?” Pertanyaan itu membuat dia tidak bisa tidur semalaman. Apa respons dia terhadap dunia yang seperti ini? Bagaimana nanti anak cucunya akan menilai respons dia? Apa jawab kita kalau kita juga ditanya pertanyaan yang sama?  &lt;p&gt;Mungkin kita sudah mampir dalam dunia ini selama 20 tahun atau lebih, apa yang sudah kita lakukan selama ini? Apa yang sudah kita lakukan untuk teman kantor kita? Tetangga kita? Saudara kita di gereja? Apa yang sudah kita lakukan untuk kerajaan Tuhan?  &lt;p&gt;Max Lucado menulis sebuah buku dengan judul: &lt;em&gt;Outlive Your Life: You Were Made to Make a Difference&lt;/em&gt;. Kita memang sementara, tapi lakukanlah sesuatu melampaui hidupmu itu! Lakukanlah sesuatu yang bernilai. Lakukanlah sesuatu untuk membuat perbedaan selama engkau mampir dalam dunia ini.  &lt;p&gt;Kita tidak harus melakukan yang besar. &lt;i&gt;Small things can make a big difference&lt;/i&gt;. Kesulitan dan masalah memang banyak, ada orang kelaparan disana, ada orang tidak bisa sekolah disitu, ada orang dianiaya di tempat lain, ada bencana alam di tempat lain lagi, ada yang menangis di sini, dan seterusnya. &lt;i&gt;I cannot do everything, but I can do my thing. I can do one thing that God has called me to do&lt;/i&gt;! Seperti sebuah orkestra, tiap orang memainkan bagiannya dan conductor yang mahir akan menghasilkan musik yang agung. Mainkan bagian kecil kita dan percayalah bahwa Allah akan menghasilkan sesuatu yang agung dari padanya.  &lt;p&gt;Seperti bapa sayang kepada anak-Nya, demikianlah Tuhan menyayangi kita yang adalah debu ini, yang takut akan Dia dan ingat melakukan titah-Nya.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-2609528923064922620?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/2609528923064922620/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=2609528923064922620&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/2609528923064922620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/2609528923064922620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/08/mazmur-10313-18.html' title='Mazmur 103:13-18'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-3093345268791675355</id><published>2011-08-23T21:39:00.001+08:00</published><updated>2011-11-25T12:26:41.488+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d.Bible Study'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='f.Pelayanan'/><title type='text'>As Each Part Does Its Work</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-DwkQPz65Wv0/TlOty4I6bGI/AAAAAAAABMk/h8pF_wCcfP8/s1600/unity_in_the_body_of_christ1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 242px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-DwkQPz65Wv0/TlOty4I6bGI/AAAAAAAABMk/h8pF_wCcfP8/s320/unity_in_the_body_of_christ1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644045847600196706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa hari yang lalu dalam KTB di Youth Fellowship, kami membahas Efesus  4:1-16. Saya menemukan bahwa Alkitab terjemahan bahasa Indonesia sangat tidak  enak untuk bagian ini. Maka kami memakai terjemahan bahasa Inggris versi  NIV. &lt;p&gt;Beberapa hal saja yang ingin saya bagikan:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ay. 7-8: &lt;em&gt;“But to each one of us grace has been given as Christ  apportioned it. This is why it says: "When he ascended on high, he took many  captives and gave gifts to his people.”&lt;/em&gt; Bagi setiap kita Kristus memberikan  kasih karunia sebagaimana yang Dia sudah tentukan. Dia memberikan pemberian2  (gifts) kepada umat-Nya. Dan pemberian apa, berapa ukurannya, Kristus tentukan.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ay. 11: &lt;em&gt;“So Christ himself gave the apostles, the prophets, the  evangelists, the pastors and teachers,” &lt;/em&gt;Selain pemberian bagi pribadi2  umatNya, Kristus memberikan pemberian melalui para pemimpin gereja. Dan  tujuannya bukan supaya mereka mengerjakan semua pelayanan tapi…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ay. 12: &lt;em&gt;“to equip his people for works of service”&lt;/em&gt; Pernahkah anda  berpikir bahwa para hamba Tuhan, pastors, teachers, diberikan Tuhan untuk  memperlengkapi umatNya untuk pelayanan!? Mereka adalah pemberian Tuhan bagi  gereja, supaya tiap orang, TIAP anak Tuhan, bisa melayani!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya langsung singkat saja ke ayat terakhir:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ay.16: &lt;em&gt;“From him the whole body, joined and held together by every  supporting ligament, grows and builds itself up in love, as each part does its  work” &lt;/em&gt;Tubuh Kristus ini, dipersatukan dan diikat oleh &lt;em&gt;“every supporting  ligament”. &lt;/em&gt;Kalau kita ikuti logika Paulus, maka sangat logis kalau yang  dimaksud dengan “&lt;em&gt;every supporting ligament&lt;/em&gt;”, adalah “&lt;em&gt;apostles,  prophets, evangelists, pastors, teachers”. &lt;/em&gt;Tubuh Kristus itu, dipersatukan,  diikat, dikuatkan, ditopang, oleh para hamba Tuhan yang Tuhan berikan untuk  gereja-Nya. Dan dengan cara demikian, tubuh itu menerima pertumbuhan dari  Kristus, membangun dirinya di dalam kasih. DANNN… jangan lupa frase terakhir:  &lt;em&gt;as each part does its work&lt;/em&gt;! Ini luar biasa. Semua itu terjadi ketika  tubuh itu, masing2 bagiannya mengerjakan pekerjaannya. Hamba Tuhan dipakai Tuhan  untuk menopang, untuk memperlengkapi. Tapi tujuan akhirnya adalah semua  mengerjakan bagiannya, semua mengerjakan pelayanan. Dengan cara itulah, tubuh  menerima pertumbuhannya dari Kristus. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah satu kelemahan besar orang Kristen adalah menganggap dirinya hanya  ‘bantu-bantu dikit’, sementara semuanya tugas hamba Tuhan. Kalaupun dia  ‘bantu-bantu banyak’, begitu menyentuh hal-hal yang bersifat mengajar,  membimbing, mendoakan, langsung yakin itu bukan bagiannya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kadang saya mengurut dada melihat bagaimana orang Kristen bersikap dalam  pelayanan. Coba kalau ada keluarga, baik yang dekat maupun superrrrr… jauh, atau  teman dari papa punya adik punya teman kebetulan istri bossnya lagi sakit, siapa  yang diminta untuk datang dan berdoa? Hamba Tuhan. Coba kalau ada salah satu  anggota keluarga yang hampir meninggal dan belum percaya, siapa yang diminta  untuk datang dan menginjili? Hamba Tuhan. Pertanyaan saya, lalu apa tugas orang  Kristen yang ada di sekitar orang itu? Apakah mereka tidak bisa berdoa? Apakah  mereka tidak bisa menyampaikan berita Injil? Biasanya ditambah dengan pesan:  “Ini darurat, tolong segera datang, layani” dan tidak ada yang melayani orang  itu sebelum Hamba Tuhan tiba.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pernah ada orang yang menemani salah satu keluarganya yang sakit. Selama  orang itu sakit, tidak banyak yang bisa dilakukan. Maka ada ide bagus, bagaimana  kalau ada PA untuk orang itu? Bukankah dia perlu Firman Tuhan? Dan karena orang  itu banyak waktu (sedang sakit), bagaimana kalau PA tiap hari? Ide sangat bagus!  Tapi siapa yang harus memimpin? Hamba Tuhan!!! Pertanyaan saya sederhana, lalu  mengapa bukan dia? Berapa tahun dia jadi orang Kristen? Tidak bisakah membuka  Alkitab, membacakannya, merenungkannya, atau mencari bahan yang bisa dia  bagikan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya tidak mengeluh untuk tugas saya, tapi saya mengeluh melihat banyak orang  Kristen tidak melakukan bagiannya. Coba ihat di gereja berapa banyak orang  Kristen yang tidak pernah melakukan apapun juga untuk pekerjaan Tuhan! Saya tahu  pelayanan bukan hanya di gereja, dimana saja. Tapi silakan deh dihitung  pelayanan yang di luar, mendoakan orang, menuntun teman yang sedang membutuhkan  bimbingan rohani, bersaksi kepada orang di kantor, apa saja… coba lihat berapa  banyak yang tidak pernah mengerjakan &lt;em&gt;“the work of service”&lt;/em&gt;  itu&lt;em&gt;.&lt;/em&gt; Coba lihat juga berapa banyak yang pelayanan hanya ‘bantu-bantu  dikit’, hanya ‘sibuk-sibuk dikit’. Maka banyak yang melakukan ‘Christian work’  tapi pasti bukan ‘the work of service’ dan bukan ‘his part’. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mungkin memang salah hamba Tuhan, lupa bahwa dirinya dipanggil “&lt;em&gt;to equip  His people for works of service&lt;/em&gt;” sehingga tidak melakukan bagiannya. Dan  salah orang Kristen juga yang tidak melihat bahwa dia sudah terima  &lt;em&gt;gifts&lt;/em&gt; dari Kristus. Dan ketika ada hamba Tuhan, itu juga adalah  &lt;em&gt;gifts&lt;/em&gt; dari Kristus untuk menolong dia melayani. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Alangkah indahnya ayat ini: “&lt;strong&gt;&lt;em&gt;From him the whole body, joined and  held together by every supporting ligament, grows and builds itself up in love,  as each part does its work” (Eph 4:16).&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-3093345268791675355?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/3093345268791675355/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=3093345268791675355&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/3093345268791675355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/3093345268791675355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/08/as-each-part-does-its-work.html' title='As Each Part Does Its Work'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-DwkQPz65Wv0/TlOty4I6bGI/AAAAAAAABMk/h8pF_wCcfP8/s72-c/unity_in_the_body_of_christ1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-556388315948702768</id><published>2011-08-12T09:33:00.001+08:00</published><updated>2011-11-22T13:13:25.528+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='n.Other Topics'/><title type='text'>Life is Beautiful</title><content type='html'>&lt;p&gt;Salah satu yang saya usahakan tiap kali pulang Indo adalah cari tukang pijat atau pergi ke tempat pijat. Sangat affordable dibanding dengan di Singapore! (ah.. sekarang aja udah kepengen lagi :-))&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa minggu lalu ketika pulang ke Indo, saya dipijat oleh seorang tuna netra bernama pak W. Usianya kira2 sama dengan saya. Waktu yang cukup panjang, 2 jam (beneran 2 jam! hehe..) membuat kami bisa ngobrol lebih dari sekedar basa-basi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dulu dia bukan tuna netra. Dia punya penglihatan yang normal hanya ada masalah glaukoma. Suatu hari ketika dia pulang kerja dengan mengendarai motor, ia terjatuh. Tidak ada luka yang serius, jatuhnya tidak membentur tulang ekor, juga tidak membentur kepala. Setelah bangun, dia mengendarai motor lagi untuk pulang mengobati luka. Sampai di rumah kepalanya terasa pusing, maka dia pun pergi tidur. Ketika bangun tidur, dia sudah tidak bisa melihat lagi. Dia tidak tahu persis apa alasannya, tetapi yang pasti sejak saat itu dunianya menjadi gelap. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dokter mengatakan kebutaannya tidak bisa disembuhkan. Tidak bisa menerima vonis dokter, dia mencari pengobatan alternatif. Waktu berlalu, uang makin habis, dia tidak kunjung sembuh. Selama beberapa tahun berikutnya dia menjadi orang yang pemarah. Dia tidak bisa menerima bahwa sekarang dia harus bergantung pada orang lain, untuk makan, beli rokok, mandi, untuk segala hal. Tiap kali ada orang bertanya, “bagaimana bisa jadi buta?” Jawabannya: “mau apa tanya2? emangnya bisa nyembuhin?” Kemarahannya lama-lama menjadi depresi. Sempat dia mencoba bunuh diri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akhirnya setelah 3 tahun berlalu, dengan bantuan keluarga, dia mulai bisa menerima kenyataan. Setelah diberitahu oleh beberapa orang, dia memilih untuk masuk sekolah menjadi tukang pijat untuk tuna netra. Ada 1 pengalaman lucu disana. Ketika dia baru masuk, dia berjalan sambil berpegangan pada tembok. Tiba2 dahinya terbentur dengan dahi orang lain. Orang itu langsung mengomel “dasar orang buta!” Dengan kesakitan dia pegang dahinya dan hatinya juga sakit. Lalu ada temannya yang dia kenal lewat disitu dan bertanya ada apa. Dia bilang baru aja berbenturan dengan orang lain. Lalu iseng2 dia tanya, “emang tadi itu siapa sih? orang awas (orang dengan mata normal) ya?” Temannya menjawab, “oh.. bukan itu si Rully, orang buta juga!” Dhueeennggg.. dia langsung kesal sambil geli sendiri, dikatain buta sama orang buta!?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika saya tanya, “Pak, pernah kangen pengen ngelihat lagi?” Dia bilang “nggak”. Wah saya menjadi tertarik sekali. Lalu saya tanya kenapa. Dia bilang “kadang2 saya pikir lebih enak jadi orang buta”. Saya makin tertarik, “apanya yang enak?” Dia bilang, “hati saya lebih damai, lebih ada kebersamaan dengan teman2, lebih bisa tenang tahan emosi daripada dulu sebelum buta”. Lalu dia berkata bahwa kalau dia tidak buta dia tidak bisa bertemu dengan istrinya yang juga tuna netra. Dia bersyukur untuk keadaannya itu. Dan dia juga bersyukur bahwa dalam kondisi yang buta, dia bia bekerja, menabung, bahkan membantu keluarganya dan keluarga istrinya di kampung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu dengan nada bercanda dia berkata, “Saya sama istri juga lebih mesra. Coba aja pasti pak Jeffrey sama ibu kalah mesra”. &lt;em&gt;(Dalam hati saya, enak aja, dia mana tau kami mesra apa nggak hehe..)&lt;/em&gt; Lalu dia bilang, “saya sama istri kalau jalan gandengan terus. &lt;em&gt;(Saya langsung protes, saya juga gandengan!)&lt;/em&gt;. Dia bilang, “ini bukan pegangan tangan tapi pegangan pundak. Kami pernah nabrak mobil sama2, nyemplung selokan juga sama2! Coba, mesra mana?”&amp;nbsp; &lt;em&gt;(Wah, kalau kayak gitu sih menang dia deh hehe..)&lt;/em&gt;. Lalu dia juga cerita, kalau pergi belanja ke supermarket, mereka selalu hanya beli yang memang dibutuhkan untuk dibeli. Dari rumah udah pikir mau beli apa, lalu minta diantar oleh teman ke supermarket, dan sampai sana mereka hanya beli sesuai rencana. Tidak pernah karena melirik-lirik, lalu jadi kepengen…. tentu aja mau lirik apa!!??&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya kagum dengan bagaimana dia memandang keadaannya, bahkan bercanda tentang kebutaannya. Masih ingat film Life is Beautiful? Diceritakan tentang bagaimana seorang ayah mencoba membuat kehidupan di kamp konsentrasi seperti permainan bagi anaknya supaya anaknya terus melihat &lt;em&gt;the beauty of the game&lt;/em&gt;. Dia lakukan itu supaya anaknya bertahan dengan melihat keindahan di balik kengerian. Hidup itu indah! Walaupun keadaan bisa menghancurkan keindahan itu dari luar tapi mereka yang tetap bisa melihat keindahannya, berpegang pada keindahan itu, mereka akan tetap bisa bertahan bahkan menikmati hidup. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apalagi jika kita melalui hidup ini bersama Tuhan. Itulah hidup yang paling hidup! Saya berharap suatu kali pak W menemukan Tuhan dan mengalami hidup yang jauh lebih indah lagi. &lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-556388315948702768?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/556388315948702768/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=556388315948702768&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/556388315948702768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/556388315948702768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/08/life-is-beautiful.html' title='Life is Beautiful'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-1287020065440247140</id><published>2011-08-11T13:16:00.001+08:00</published><updated>2011-08-11T13:21:36.381+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='f.Pelayanan'/><title type='text'>Segala Sesuatu Yang Ditugaskan Kepadamu</title><content type='html'>&lt;p&gt;Lukas 17:10 mengatakan: &lt;em&gt;“Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ayat ini memang bicara mengenai kerendahan dan keterbatasan kita sebagai seorang hamba. Dengan perumpamaan Yesus menyampaikan bagaimana seorang hamba, kerja berat seharian di ladang, setelah pulang tidak diajak makan tapi disuruh melayani lagi sampai tuannya puas. Baru setelah itu ia boleh makan dan minum. Setelah semua pekerjaan itupun tidak ada tuan yang berterima kasih. Ia sudah melakukan semuanya! Ia sudah bekerja sebisa dia sampai tuannya puas! Tapi tetap ia hanya melakukan “yang harus dia lakukan”, dia hanya “melakukan yang ditugaskan kepadanya”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seperti yang saya tulis sebelum ini, pekerjaan Tuhan terlalu luas maka sebetulnya setiap kita hanya &lt;em&gt;chip in&lt;/em&gt; sedikit saja. Yesus berkata setelah kamu lakukan “segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu”, kamu tetap harus sadar bahwa kamu hanya melakukan apa yang seharusnya, hanya bagian yang kecil saja dan memang sudah sepantasnya. Tidak ada yang pantas disombongkan. Kita hanya melakukan bagian kita. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Eits…tapi tunggu dulu… itu adalah yang harus dikatakan oleh mereka yang sudah melakukan “segala sesuatu yang ditugaskan.” Lalu apa yang harus dikatakan oleh mereka yang melakukan “sebagian saja dari yang ditugaskan”? Mengambil perumpamaan Yesus, mungkin mereka adalah hamba yang kerjanya di ladang berantakan, atau pulang sebelum waktunya, atau begitu pulang tidak mau disuruh kerja lagi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ah.. saya tidak tahu. Yesus juga tidak meneruskan perumpamaannya. Tapi mungkin… mungkin… hanya bisa malu.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-1287020065440247140?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/1287020065440247140/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=1287020065440247140&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/1287020065440247140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/1287020065440247140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/08/segala-sesuatu-yang-ditugaskan-kepadamu.html' title='Segala Sesuatu Yang Ditugaskan Kepadamu'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-8254165998447906433</id><published>2011-08-09T10:35:00.001+08:00</published><updated>2011-08-11T13:21:27.733+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='f.Pelayanan'/><title type='text'>Reaching the World</title><content type='html'>&lt;p&gt;Hari minggu lalu dalam kebaktian di GKY Singapore, kami mengadakan minggu misi untuk mengingatkan tentang misi dan pekerjaan Allah di dunia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pekerjaan Tuhan terlalu luas dan terlalu banyak di dalam dunia. Tidak ada 1 orang pun yang mengerjakan banyak. Setiap kita hanya mengerjakan sedikit, bagian kita (itupun kalau kita kerjakan dengan setia). Maka benarlah apa yang dikatakan oleh Yesus: “Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.” (Luk 17:10). &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Klip di bawah ini diambil dari youtube dan ditayangkan dalam kebaktian itu:&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;div class="wlWriterEditableSmartContent" id="scid:5737277B-5D6D-4f48-ABFC-DD9C333F4C5D:b107e094-46c0-48e2-a25c-8ccf935c7ccc" style="padding-right: 0px; display: inline; padding-left: 0px; float: none; padding-bottom: 0px; margin: 0px; padding-top: 0px"&gt;&lt;div id="a32bc999-3c25-45db-b4a4-7146e8c461f0" style="margin: 0px; padding: 0px; display: inline;"&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=fPHv4mL4KWs" target="_new"&gt;&lt;img src="http://lh4.ggpht.com/-R6gx2ATxNd0/TkCc7k49-QI/AAAAAAAABMc/iEXtBPIsO7I/video726b1c65f48c%25255B2%25255D.jpg?imgmax=800" style="border-style: none" galleryimg="no" onload="var downlevelDiv = document.getElementById('a32bc999-3c25-45db-b4a4-7146e8c461f0'); downlevelDiv.innerHTML = &amp;quot;&amp;lt;div&amp;gt;&amp;lt;object width=\&amp;quot;425\&amp;quot; height=\&amp;quot;355\&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;param name=\&amp;quot;movie\&amp;quot; value=\&amp;quot;http://www.youtube.com/v/fPHv4mL4KWs&amp;amp;hl=en\&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;\/param&amp;gt;&amp;lt;embed src=\&amp;quot;http://www.youtube.com/v/fPHv4mL4KWs&amp;amp;hl=en\&amp;quot; type=\&amp;quot;application/x-shockwave-flash\&amp;quot; width=\&amp;quot;425\&amp;quot; height=\&amp;quot;355\&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;\/embed&amp;gt;&amp;lt;\/object&amp;gt;&amp;lt;\/div&amp;gt;&amp;quot;;" alt=""&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-8254165998447906433?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/8254165998447906433/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=8254165998447906433&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/8254165998447906433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/8254165998447906433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/08/reaching-world.html' title='Reaching the World'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/-R6gx2ATxNd0/TkCc7k49-QI/AAAAAAAABMc/iEXtBPIsO7I/s72-c/video726b1c65f48c%25255B2%25255D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-669708847967351134</id><published>2011-08-03T13:00:00.001+08:00</published><updated>2011-11-22T13:13:25.528+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='n.Other Topics'/><title type='text'>John Stott</title><content type='html'>&lt;p&gt;John Stott, seorang teolog, penulis, gembala, pemimpin Kristen yang besar, meninggal pada tgl. 27 Juli yang lalu (waktu Inggris – 28 Juli waktu Indonesia). Saya ‘mengenal’ dia melalui buku2nya. John Stott adalah seorang yang pikirannya sangat tajam dan kemampuannya sangat luas. Dia dianggap oleh banyak orang sebagai pemimpin dari gerakan Injili seluruh dunia. Dia juga menjadi tokoh pencetus Lausanne Covenant di tahun 1974 yang kemudian menjadi gerakan dan networking penginjilan bagi gereja2 seluruh dunia. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di bawah ini adalah klip video yang dikeluarkan oleh Langham Partnership. Satu kalimat yang menarik di dalam video ini: &lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;…John Stott travelled extensively. And often he would asked church leaders in majority world countries, what their greatest need was. And they said: “Help our pastors to preach and teach the Bible effectively!”&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;John Stott mendirikan Langham Partnership untuk menjawab kebutuhan itu. John Stott ingin gereja2 di negara2 berkembang bertumbuh dalam kedewasaan dan kedalaman. Maka Langham Partnership menyediakan buku-buku, training2 dan bahkan beasiswa bagi mereka yang ingin studi doktoral dalam bidang teologi supaya bisa kembali ke negaranya dan mengajar para hamba Tuhan dengan lebih baik. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya bertanya2 apakah itu juga yang diserukan oleh gereja2 di Indonesia? Jelas itu sangat dibutuhkan! Tapi apakah itu yang diminta oleh gereja2 di Indonesia? Saya ragu. Tidak banyak gereja di Indonesia yang melihat pentingnya memiliki para hamba Tuhan yang bisa mengajar dengan baik dan mendalam. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya sendiri merindukan lebih banyak orang Kristen di Indonesia yang belajar dengan sangat mendalam untuk menjadi para pemimpin yang baik. Ada yang belajar teologi sedalam mungkin untuk berkhotbah dan mengajar dengan baik. Ada yang menjadi ekonom, guru, politikus, apa saja. Orang-orang Kristen dengan iman yang baik perlu didorong untuk belajar. Kita perlu lebih banyak lembaga beasiswa untuk itu di Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kekristenan kehilangan seorang hamba Tuhan yang sangat baik. Tapi seperti yang terjadi sepanjang zaman, manusia datang dan pergi, tapi kerajaan Tuhan kekal selamanya. Manusia datang dan pergi, tapi pekerjaan Tuhan tetap berjalan dalam dunia ini sampai Tuhan datang. Kita datang dan pergi untuk dipakai Tuhan berbagian dalam pekerjaan-Nya. John Stott dengan segala karunia dan perlengkapan yang Tuhan berikan kepadanya, sudah menyediakan diri untuk dipakai Tuhan. Sekarang giliran kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt; &lt;div class="wlWriterEditableSmartContent" id="scid:5737277B-5D6D-4f48-ABFC-DD9C333F4C5D:8a0e06bb-c5e9-4141-a20e-ee9514665bef" style="padding-right: 0px; display: inline; padding-left: 0px; float: none; padding-bottom: 0px; margin: 0px; padding-top: 0px"&gt;&lt;div id="80a9deab-bc7e-42b4-b85a-376fa1fe43a1" style="margin: 0px; padding: 0px; display: inline;"&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=tD6JW-RnBQQ&amp;amp;feature=player_embedded" target="_new"&gt;&lt;img src="http://lh5.ggpht.com/-iEXkq4AgMno/TjjWACEgOQI/AAAAAAAABMU/0pG7FVxeSu0/videoa5e8c9ee450a%25255B2%25255D.jpg?imgmax=800" style="border-style: none" galleryimg="no" onload="var downlevelDiv = document.getElementById('80a9deab-bc7e-42b4-b85a-376fa1fe43a1'); downlevelDiv.innerHTML = &amp;quot;&amp;lt;div&amp;gt;&amp;lt;object width=\&amp;quot;425\&amp;quot; height=\&amp;quot;355\&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;param name=\&amp;quot;movie\&amp;quot; value=\&amp;quot;http://www.youtube.com/v/tD6JW-RnBQQ&amp;amp;hl=en\&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;\/param&amp;gt;&amp;lt;embed src=\&amp;quot;http://www.youtube.com/v/tD6JW-RnBQQ&amp;amp;hl=en\&amp;quot; type=\&amp;quot;application/x-shockwave-flash\&amp;quot; width=\&amp;quot;425\&amp;quot; height=\&amp;quot;355\&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;\/embed&amp;gt;&amp;lt;\/object&amp;gt;&amp;lt;\/div&amp;gt;&amp;quot;;" alt=""&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-669708847967351134?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/669708847967351134/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=669708847967351134&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/669708847967351134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/669708847967351134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/08/john-stott.html' title='John Stott'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/-iEXkq4AgMno/TjjWACEgOQI/AAAAAAAABMU/0pG7FVxeSu0/s72-c/videoa5e8c9ee450a%25255B2%25255D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-5646371895593052272</id><published>2011-08-01T10:19:00.003+08:00</published><updated>2011-11-22T13:13:25.529+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='n.Other Topics'/><title type='text'>Eulogi Untuk Pdt. Kwee Tek Goan</title><content type='html'>Saya mengenal Pdt. Kwee Tek Goan sejak tahun 2003 waktu saya melayani  sebagai dosen di sebuah sekolah teologi di negeri tirai bambu. Karena  keterbatasan bahasa, maka setiap kali mengajar saya membutuhkan  penerjemah. Pak Tek Goan (demikian kami memanggilnya) adalah salah seorang yang  beberapa kali menjadi penterjemah bagi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sampai 1 bulan lalu saya mendapat kabar bahwa Pak Tek Goan  menderita Hepatitis C dan keadaannya sama sekali tidak baik. Saya sempat berkiriman sms dengan dia menanyakan kabarnya  dan mendoakan dia. Tgl. 27 Juli saya memang berencana akan pulang ke Jakarta  karena ulang tahun mama saya. Saya dan istri berniat untuk menyempatkan diri mengunjungi beliau. Beberapa hari sebelum pulang, kami mendapat kabar bahwa keadaannya  makin parah. Malam itu kami berdoa bersama untuk dia. Tgl. 27 Juli itu kami tiba di Jakarta  sore hari dan langsung sibuk dengan perayaan ulang tahun mama. Tgl. 28 pagi kami  mendengar kabar bahwa Pak Tek Goan sudah dipanggil pulang oleh Tuhan. &lt;p&gt;Kami tidak terlalu mengenal kehidupan Pak Tek Goan. Tapi beberapa kali  pelayanan bersama, beberapa kali pernah tinggal bersama dalam 1 rumah berminggu-minggu,  mendengar cerita tentang dia, mengenal anaknya yang pernah menjadi anak KTB saya, membuat kami punya ikatan  emosional dengan dia. Pak Tek Goan adalah hamba Tuhan yang baik, dia  melayani dan mengerjakan panggilannya dengan setia. Ada 1 masa dalam hidupnya dia sangat berkekurangan, tapi tidak pernah saya mendengar dia mengeluh, marah,  atau ingin meninggalkan pelayanan. Saya jadi bertanya2 bisakah saya seperti  dia?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Banyak orang mengejar posisi, nama, uang, dll. Tapi bukankah yang Tuhan mau adalah  kesetiaan? Dan saya percaya Tuhan menemukan itu di dalam diri Pak Tek Goan. Seperti yang dituliskan oleh anaknya di dalam blognya, hidup pak Tek Goan adalah &lt;a href="http://justhalbert.blogspot.com/2011/07/pertandingan-yang-baik.html" target="_blank"&gt;“Pertandingan Yang Baik”.&lt;/a&gt; (silakan click untuk melihat).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pak Tek Goan pasti bahagia saat ini bersama dengan Tuhan yang sudah dia layani dengan hidupnya. Selamat jalan Pak Tek Goan!&lt;/p&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-PxEaJxjY_O4/TjYQ2lXkXYI/AAAAAAAABME/9G40-LZm0Qo/s1600/103_0331a.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-PxEaJxjY_O4/TjYQ2lXkXYI/AAAAAAAABME/9G40-LZm0Qo/s400/103_0331a.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5635710513630698882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Foto ketika kami melayani bersama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-5646371895593052272?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/5646371895593052272/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=5646371895593052272&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/5646371895593052272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/5646371895593052272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/08/eulogi-untuk-pdt-kwee-tek-goan.html' title='Eulogi Untuk Pdt. Kwee Tek Goan'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-PxEaJxjY_O4/TjYQ2lXkXYI/AAAAAAAABME/9G40-LZm0Qo/s72-c/103_0331a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-738000518733192133</id><published>2011-07-23T10:23:00.002+08:00</published><updated>2011-08-11T13:20:53.710+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='f.Pelayanan'/><title type='text'>Menangkap Visi</title><content type='html'>&lt;p&gt;Ketika bicara mengenai visi di dalam bukunya “Courageous Leadership”, Bill Hybels mengatakan dia biasa mengajukan beberapa pertanyaan kepada orang2 yang merasa kesulitan menangkap visi dari Tuhan: (saya terjemahkan bebas)&lt;/p&gt; &lt;ul&gt; &lt;li&gt;Sudahkah anda menyerahkan diri anda sepenuhnya kepada Tuhan?&lt;/li&gt; &lt;li&gt;Sudahkah anda bertanya kepada Tuhan untuk menyingkapkan visinya dalam hidup anda, atau anda hanya meminta Dia untuk memberkati rencana yang sudah anda pikirkan? Kita harus datang kepada Tuhan dengan tangan kosong dan hati yang terbuka dan bertanya, “Apa visiMu bagi hidupku?”&lt;/li&gt; &lt;li&gt;Sudahkah anda berpuasa?&lt;/li&gt; &lt;li&gt;Sudahkah anda berdoa?&lt;/li&gt; &lt;li&gt;Sudahkah anda berdiam dan menanti Tuhan di dalam keheningan?&lt;/li&gt; &lt;li&gt;Sudahkah anda membersihkan pola-pola dosa dalam hidup anda?&lt;/li&gt; &lt;li&gt;Sudahkah anda menyingkirkan gangguan dan kebisingan di sekitar anda yang menghalangi anda mendengar apa yang Tuhan ingin katakan kepada anda?&lt;/li&gt; &lt;li&gt;Sudahkah anda banyak membaca? Sudahkah anda banyak bepergian? Sudahkah anda mengunjungi berbagai macam pelayanan di sekeliling dunia? Sudahkah anda membuka diri kepada serentetan visi yang Tuhan pernah berikan kepada orang lain sehingga anda bisa terinspirasi oleh berbagai pilihan? Jika belum, keluarlah! Lihat apa yang Allah sedang lakukan!&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Saya tidak setuju dengan semuanya yang dikatakan Bill Hybels di dalam buku itu karena ada hal-hal yang menurut saya dia tidak tepat. Tapi beberapa &lt;em&gt;insight&lt;/em&gt; dia di dalam buku itu menarik untuk dipikirkan, salah satunya adalah pertanyaan2 di atas. Betulkah kita ingin Tuhan membimbing hidup kita? Apa yang sudah kita lakukan untuk itu? Apakah kita sungguh bertanya kepadaNya? Apakah kita sungguh mau mendengar Dia? Apakah kita menjaga hubungan dengan Dia – dengan menjauhkan dosa – supaya kita peka mendengar suaraNya?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-738000518733192133?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/738000518733192133/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=738000518733192133&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/738000518733192133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/738000518733192133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/07/menangkap-visi.html' title='Menangkap Visi'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-6104224076364565619</id><published>2011-07-18T21:35:00.001+08:00</published><updated>2011-11-25T16:21:50.679+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='c.Christian Life'/><title type='text'>“Tahu” dan “Mengalami”</title><content type='html'>&lt;p&gt;Spiritualitas kita adalah spiritualitas berdasarkan Alkitab, artinya kita menyembah Allah yang dinyatakan dalam Alkitab, bertumbuh makin serupa Kristus seperti yang diceritakan Alkitab, hidup menuruti pola kehidupan anak-anak Allah yang diajarkan di dalam Alkitab, diajar, ditegur, dikoreksi, semua oleh Alkitab. Seluruh isi iman kita adalah berdasarkan Alkitab. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Alkitab harus kita baca, mengerti, kunyah, dan biarkan masuk dalam hidup kita. Firman Allah bukanlah tulisan mati dan tidak dimaksudkan untuk menjadi pengetahuan yang mengisi kepala tapi menjadi kuasa yang membentuk kehidupan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Entah mengapa gereja sering jatuh dalam 2 esktrim:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Menekankan sisi pengetahuan. Maka yang ditekankan adalah doktrin, pengertian, pengetahuan. Seakan-akan makin tahu banyak berarti makin bertumbuh. Padahal apa gunanya kalau kita tidak menjadi lebih menyembah Tuhan, tidak menjadi lebih dekat dengan Tuhan, tidak makin serupa Kristus dan tidak berubah kelakuan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Menekankan sisi pengalaman. Maka yang ditekankan adalah mengalami Tuhan, merasakan kehadiran Tuhan, percaya kepada Tuhan. Tapi penekanan pada pengalaman tanpa pengetahuan yang dalam menghasilkan orang Kristen yang dangkal. Bahkan bisa berbahaya kalau akhirnya yang dikejar hanyalah ‘pengalaman’ dan ‘perasaan’nya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di satu sisi, saya menyayangkan orang-orang Kristen yang tidak mengalami kelimpahan hidup bersama Tuhan. Mereka tahu banyak, mereka mengerjakan banyak, tapi mereka tidak menikmati indahnya, intimnya, nikmatnya bergaul dengan Tuhan. Tanpa kedalaman hubungan dengan Tuhan, mereka tidak akan berubah menjadi orang Kristen yang lebih baik. Tuhan bukan ‘objek’ untuk kita teliti dan pikirkan tetapi ‘subjek’ untuk kita sembah. Dia mengasihi kita dan ingin kita mengasihi Dia. Betapa kasihannya orang Kristen yang tidak menekankan pengalaman dengan Tuhan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di sisi lain, saya khawatir dengan orang-orang Kristen yang hanya tahu kalimat ‘bergantung pada Tuhan’, ‘berserah pada Tuhan’, ‘melayani Tuhan’. Sepertinya rohani, sering mengkaitkan hidup dengan Tuhan. Tapi hikmat ada pada Firman Tuhan. Tanpa pengertian yang dalam, jebakan dan himpitan untuk meninggalkan Tuhan dengan mudah akan diikuti. Dan ini yang banyak saya temukan sekarang, orang Kristen malas untuk belajar Alkitab, malas untuk berpikir tentang iman, malas untuk merenungkan hidup mereka. Bagaimana kita bisa bertahan dan memenangkan dunia bagi Tuhan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang lebih celaka adalah mereka yang mengalami dekat dengan Tuhan juga tidak, belajar Alkitab dengan dalam juga tidak. Semua serba biasa-biasa saja. Jangan-jangan ini yang paling banyak di gereja :-(&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-6104224076364565619?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/6104224076364565619/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=6104224076364565619&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/6104224076364565619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/6104224076364565619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/07/tahu-dan-mengalami.html' title='“Tahu” dan “Mengalami”'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-3552709639793474623</id><published>2011-07-14T16:48:00.002+08:00</published><updated>2011-11-25T12:33:45.820+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='f.Pelayanan'/><title type='text'>Pelayanan Anak Muda: Pertanyaan Teologis</title><content type='html'>&lt;p&gt;Semasa remaja (SMA), saya tidak banyak bertumbuh secara rohani. Saya hampir 100% tidak pernah ikut persekutuan di sekolah, tidak pernah membaca 1 buku rohani pun, tidak tertarik untuk memikirkan pertanyaan2 teologis, dan seterusnya. Saya hanya ke gereja, ikut sibuk2 sedikit dalam pelayanan, titik. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada waktu saya kuliah, saya ikut dalam Persekutuan Oikumene Trisakti. Di sana saya bertemu dengan para hamba Tuhan yang berkhotbah jauh lebih mendalam dibanding yang selama itu pernah saya temui di gereja saya. Saya ikut kelas Pemahaman Alkitab dimana pikiran saya dilatih untuk mendalami Alkitab. Saya ditantang untuk mau menjadi murid Tuhan dan belajar terus. Hal-hal itu membuat saya tertarik.. dan makin tertarik untuk mengenal Tuhan. Saya makin punya banyak pertanyaan teologis, saya mencari jawabannya di buku, bertanya kepada hamba Tuhan, berdiskusi dengan teman2, dan akhirnya ikut kelas sekolah Alkitab malam. Saya ingat tiap kali pulang kelas sekolah Alkitab, rasanya saya puas, kepala saya penuh pengertian, dan hati bersemangat untuk menceritakannya kepada orang lain. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cerita di atas saya kira adalah unik pengalaman saya. Tapi setelah sekian lama melayani, ternyata saya menemukan bahwa itu adalah fenomena umum. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertanyaan2 teologis, pertanyaan2 seputar Alkitab, pertanyaan2 yang sering dianggap ‘tidak aplikatif’, memang hampir selalu muncul dari mereka yang dalam usia kuliah. Mereka yang masih berusia SMA, ada yang punya pertanyaan2 seperti itu tapi banyak yang tidak. Tapi mereka punya rasa ingin tahu yang cukup besar. Sementara mereka yang berusia kuliah, punya pemikiran yang lebih kritis dan rasa ingin tahu yang lebih besar lagi. Tapi begitu mereka masuk dunia kerja, perlahan-lahan selera ingin tahu itu memudar. Pertanyaan2 teologis tidak lagi menjadi pergumulan mereka dan tidak membangkitkan minat mereka karena dianggap ‘tidak aplikatif’. Dan hidup serta pikiran mereka dipenuhi dengan yang ‘aplikatif’: pekerjaan, mencari uang, pacaran, menikah, dan seterusnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi anda yang sekarang sudah di dunia kerja dan dulu pernah menikmati bertumbuh pada waktu masa SMA atau kuliah, coba ingat2 apakah anda juga mengalami fenomena ini? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Fenomena ini menyedihkan sekaligus menantang. &lt;strong&gt;Menyedihkan&lt;/strong&gt; karena saya kira penyebab mengapa mereka yang berada di dunia kerja tidak tertarik lagi dengan hal2 teologis adalah karena dunia menyita habis waktu dan perhatian mereka. Hidup sepertinya terlalu banyak tantangan dan “nggak usah mikir yang susah2, langsung aja yang aplikatif”. Padahal apa itu ‘aplikatif’? Seperti mendirikan rumah (saya suka sekali ilustrasi ini), apakah fondasi tidak ‘aplikatif’? Apakah batu bata dan semen tidak ‘aplikatif’? Lalu yang ‘aplikatif’ hanya warna cat tembok, furniture, lampu, dan lain2?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Menantang&lt;/strong&gt; karena kalau usia kuliah adalah usia dimana pertanyaan2 teologis itu banyak muncul, maka kalau masa itu dipakai dengan baik, mereka akan punya fondasi cukup kuat untuk membangun hidup mereka. Mudah2an, itu bahkan cukup untuk membuat mereka terus mengejar pertanyaan2 teologis sepanjang hidup mereka. Karena jika tidak, &lt;em&gt;someday, somewhere along their way,&lt;/em&gt; mereka akan menemukan bahwa fondasinya ternyata masih kurang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertanyaannya, siapa yang mengisi kebutuhan itu? Siapa yang memanfaatkan momentum itu? Seharusnya kita bukan saja menjawab pertanyaan2 mereka tetapi bahkan memancing rasa ingin tahu yang lebih besar lagi dari mereka. Tapi kenyataannya seringkali mereka dibiarkan dengan segudang pertanyaan itu. Khotbah di gereja bersifat sederhana dan ‘aplikatif’. Persekutuan pemuda banyak membahas hal yang ‘aplikatif’. Tidak ada orang yang menjawab apalagi memanfaatkan momentum di saat mereka ingin mencari kebenaran. Dan akhirnya momentum itu lewat dan mereka pun merasa “ah itu tidak aplikatif”. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-3552709639793474623?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/3552709639793474623/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=3552709639793474623&amp;isPopup=true' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/3552709639793474623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/3552709639793474623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/07/pelayanan-anak-muda-pertanyaan-teologis.html' title='Pelayanan Anak Muda: Pertanyaan Teologis'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-1678308440237508510</id><published>2011-07-09T22:10:00.001+08:00</published><updated>2011-11-25T16:36:14.197+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='l.Book Reviews'/><title type='text'>Running With the Giants - John C. Maxwell</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-CBKllsLwL9s/ThhhziPQwAI/AAAAAAAABLM/VuvyBJ9CWaY/s1600/running%2Bwith%2Bthe%2Bgiants.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 211px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-CBKllsLwL9s/ThhhziPQwAI/AAAAAAAABLM/VuvyBJ9CWaY/s320/running%2Bwith%2Bthe%2Bgiants.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5627355272391475202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Baru saja selesai membaca buku ini. Bukan buku yang ‘berat’ hanya berupa  perenungan yang mudah dan cepat dibaca. Saya sendiri membacanya dalam waktu  sekitar 90 menit.  &lt;p&gt;Isinya menarik. Maxwell mengambil gambaran dari surat Ibrani: &lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Karena kita mempunya banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita,  marilah kita meninggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan  berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.&lt;/em&gt; (Ibr  12:1)&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Dia mengumpamakan kita sedang berada dalam arena perlombaan lari. Ada banyak  penonton di sekeliling arena itu yang memberi semangat kepada kita. Dan  kemudian, satu demi satu, ada 10 orang yang bergantian keluar dari kerumunan  penonton itu, menghampiri kita, dan dalam waktu singkat memberi nasehat pada  kita apa yang harus dilakukan dalam perlombaan itu. 10 orang yang keluar dan  khusus memberi nasehat mereka pada kita adalah 10 tokoh dalam Perjanjian Lama.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi saya 10 tokoh pilihan Maxwell sangat menarik: Nuh, Ester, Yusuf, Musa,  Ribka, Abraham, Nehemia, Pelayan perempuan di rumah Naaman, Daud dan  Yonatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pilihan tokoh-tokoh di dalam buku ini memperlihatkan bahwa hidup itu kompleks  dan tidak bisa dilihat dari 1 sisi. Alkitab memberikan kita banyak cerita dan  kita tidak bisa mengerti apa yang Tuhan mau hanya dengan 1 atau beberapa cerita.  Demikian pula ada banyak pengajaran dalam Alkitab dan kita tidak bisa mengerti  apa yang Tuhan mau hanya dengan mengambil 1 atau beberapa ayat. Celakanya orang  Kristen seringkali seperti itu. Kita suka mengambil bagian yang mendukung  pikiran kita dan tidak mempedulikan bagian lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Misalnya ada orang yang mengatakan “Bukankah Tuhan merancang yang baik bagi  saya? Bukankah Tuhan mau saya bahagia?” tanpa dia melihat apa yang dikatakan  bagian lain dari Alkitab tentang kedaulatan Tuhan, tentang apa yang baik menurut  Tuhan dan tentang apa itu kebahagiaan dalam Tuhan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atau ada orang yang berselingkuh menolak untuk memutuskan hubungan dengan  selingkuhannya dan mengatakan “Saya tidak mau menyakiti dia, bagaimana kalau  sampai dia bunuh diri karena saya, saya berdosa!” Tanpa dia lihat bagian lain  Alkitab yang menentang ketidaksetiaan dan tanpa memikirkan apakah dia sedang  berbuat baik kepada pasangan selingkuhannya itu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atau yang seringkali saya dengar dan juga pernah saya singgung dalam blog ini  “Kita semua harus memberi yang terbaik, saya tidak suka kalau pelayanan  sembarangan seperti ini!” Tanpa kita pernah memikirkan ada bagian lain yang  meminta kita melayani bersama, menegur dengan sopan, dan mementingkan  kesatuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keseimbangan seperti ini yang coba dirangkum dalam buku Maxwell ini. Waktu  membaca tentang Daud kita diingatkan untuk berani mendobrak batasan hidup kita,  mengambil langkah besar menjadi pemimpin. Tapi waktu membaca tentang Yonatan  kita diingatkan untuk berani melihat realita kemampuan kita dan membiarkan orang  yang lebih mampu untuk menjadi pemimpin. Waktu membaca tentang Nuh atau Ester  kita diingatkan akan sesuatu yang besar yang mereka lakukan, tapi waktu membaca  tentang pelayan perempuan di rumah Naaman kita diingatkan akan hal-hal kecil  yang perlu kita lakukan. Waktu membaca tentang Musa kita diingatkan akan  keberanian meninggalkan zona aman dengan percaya pada Tuhan, tapi waktu membaca  tentang Nehemia kita diingatkan untuk berani minta bantuan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hidup ini kompleks. Tuhan sudah memberikan tuntunan-Nya. Tapi menangkap  kompleksitas tuntunan Tuhan membutuhkan kerendahan hati untuk mau mengerti  Firman-Nya dan menerima Firman-Nya.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-1678308440237508510?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/1678308440237508510/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=1678308440237508510&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/1678308440237508510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/1678308440237508510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/07/running-with-giants-john-c-maxwell.html' title='Running With the Giants - John C. Maxwell'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-CBKllsLwL9s/ThhhziPQwAI/AAAAAAAABLM/VuvyBJ9CWaY/s72-c/running%2Bwith%2Bthe%2Bgiants.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-7534532725926714733</id><published>2011-07-08T10:43:00.001+08:00</published><updated>2011-11-25T12:11:45.370+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='j.Sharing'/><title type='text'>Bijaksana Mengatur Waktu</title><content type='html'>&lt;p&gt;Salah satu kesulitan terbesar untuk saya di tengah kesibukan adalah sulitnya berkonsentrasi. Seringkali saya mencoba mengalokasikan waktu untuk melakukan kegiatan tertentu dan akhirnya gagal karena banyaknya gangguan. Gangguan itu kebanyakan bukan dari luar (ada sih yang dari luar), tapi dari dalam. Tiba-tiba saya ingin mengerjakan yang lain, tiba-tiba terpikir ada yang lain yang juga ‘perlu’, tiba-tiba otak ‘hang’ dan saya merasa perlu memberikan dia waktu relaks… yang akhirnya kepanjangan, dan seterusnya. Akhirnya saya sering merasa tidak bijaksana memakai waktu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya coba menghitung-hitung lagi waktu saya. Andai saja saya bisa mengatur waktu dengan lebih baik – dengan konsentrasi penuh – pasti ada lebih banyak hal yang bisa saya lakukan dengan lebih baik. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;So here I am, trying to manage my very limited time – again. Saya berusaha tidak idealis supaya bisa menepatinya. Selasa-Jumat saya dedikasikan untuk belajar (kecuali ada khotbah hari minggu yang mungkin berarti sejak Kamis ada waktu yang mulai terpakai untuk persiapan khotbah). Senin untuk istirahat, jalan-jalan, dan membaca buku spiritualitas karena saya perlu buku-buku yang lebih ‘subur’ untuk menginspirasi hidup dan pelayanan saya. Sabtu-Minggu kebanyakan dipakai untuk pelayanan, dan di sela-selanya mudah-mudahan bisa membaca buku lain. Jadwal yang saya buat hanya dari pagi sampai sore. Sore-malam saya ‘bebas’kan, maksudnya tergantung situasi dan kebutuhan, mungkin belajar lagi, mungkin jalan-jalan, mungkin pergi pembesukan, mungkin ngobrol dengan orang lain, mungkin duduk mencari inspirasi untuk strategi pelayanan, dst. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya juga mengambil beberapa komitmen mengenai kehidupan dunia maya seperti email, blog, surfing… tidak perlu saya sebutkan apa komitmennya, tapi intinya saya ingin lebih disiplin dan tidak ‘anytime’ membuka internet. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Waktu sangat terbatas dan waktu sangat berharga, kita harus memakainya dengan bijaksana. Bukan berarti lebih banyak kerja, lebih banyak menghasilkan,&amp;nbsp; lebih banyak aktifitas… Saya tidak setuju itu. Tapi BIJAKSANA! &lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup. Janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu-waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. (Efesus 5:15-16)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-7534532725926714733?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/7534532725926714733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=7534532725926714733&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/7534532725926714733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/7534532725926714733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/07/bijaksana-mengatur-waktu.html' title='Bijaksana Mengatur Waktu'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-7230604370291008079</id><published>2011-07-03T23:09:00.004+08:00</published><updated>2011-11-25T12:27:32.784+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='g.Hamba Tuhan'/><title type='text'>Persiapan Khotbah</title><content type='html'>Beberapa jemaat dan rekan hamba Tuhan pernah bertanya kepada saya, “Bagaimana  sih cara persiapan khotbahnya?”  &lt;p&gt;Saya percaya persiapan khotbah, seperti juga menggali Alkitab, adalah  &lt;em&gt;art&lt;/em&gt; (seni) maka tiap orang akan melakukan dengan cara yang berbeda dan  bahkan tiap khotbah bisa dipersiapkan dengan cara yang berbeda. Ditambah lagi  dengan adanya berbagai macam bentuk sastra di dalam Alkitab, maka bentuk sastra  yang berbeda tentu menuntut cara persiapan yang juga berbeda. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya sendiri sudah beberapa kali merubah cara saya mempersiapkan khotbah.  Berikut ini adalah sedikit sharing bagaimana saya mempersiapkan khotbah dari  surat 1 Korintus (khotbah eksposisi berseri yang sedang saya sampaikan di GKY  Singapore):&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Berdoa minta Tuhan berkati persiapan khotbah, berikan &lt;em&gt;message&lt;/em&gt;  yang harus disampaikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Saya menentukan batas perikop atau bagian yang ingin dikhotbahkan, harus  mulai dari ayat mana dan berhenti di ayat mana. Biasanya saya tidak terlalu  pusing dengan ini. Cukup melihat 1 atau 2 buku tafsiran. Kalau 2 tafsiran sama,  maka saya setuju saja. Kalau mereka tidak sama, maka saya mulai berpikir lebih  keras. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Saya melihat buku: Bruce M. Metzger, &lt;em&gt;A Textual Commentary on the Greek  New Testament&lt;/em&gt;, untuk melihat apakah ada masalah tekstual yang perlu saya perhatikan. Misalnya apakah ada manuskrip kuno  (&lt;em&gt;textual  variant&lt;/em&gt;) yang patut diperhitungkan, yang mempunyai teks yang berbeda dengan yang sekarang  ini diterima. Kalau ada, maka itu akan menjadi perhatian saya. Kalau tidak ada  yang signifikan, maka dengan lega saya mengabaikan bagian ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Saya membuat &lt;em&gt;syntactical outline&lt;/em&gt; (urutan logis kalimat-kalimat)  dari bagian yang ingin dikhotbahkan. Untuk keperluan ini saya biasa menggunakan  2 buku untuk membantu: Philip W.Comfort, &lt;em&gt;The New Greek-English  Interlinear&lt;/em&gt; dan Zerwick-Grosvenor, &lt;em&gt;A Grammatical Analysis of the Greek  New Testament&lt;/em&gt;. Saya mencoba mengerti kalimat demi kalimat dalam bahasa  Yunani secara singkat dengan bantuan 2 buku itu. Biasanya saya hanya membuatnya  dengan sederhana, hanya untuk membantu saya melihat urutan logisnya saja. Tapi bagian ini memakan waktu cukup lama, bisa sekitar 2 jam lebih saya habiskan disini (tergantung panjang pendeknya perikop yang akan dikhotbahkan). Bagi  yang belum pernah melihat seperti apa, kurang lebih yang saya buat seperti di  bawah ini:&lt;/p&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-JJBvLzGp2Xw/ThCKXv6evII/AAAAAAAABKk/YargNjWhwd4/s1600/Presentation1.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 430px; height: 106px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-JJBvLzGp2Xw/ThCKXv6evII/AAAAAAAABKk/YargNjWhwd4/s400/Presentation1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5625148075189124226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;5. Sambil membuat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;syntactical outline&lt;/span&gt;, saya memberi tanda pada kata-kata yang  menurut saya mungkin perlu penelitian lebih lanjut. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;6. Kata-kata tersebut saya cari maknanya di dalam: BDAG,  &lt;em&gt;Greek-English Lexicon of the NT and Other Early Christian Literature&lt;/em&gt;,  Spicq, &lt;em&gt;Theological Lexicon of the New Testament&lt;/em&gt; atau Verlyn Verbrugge,  &lt;em&gt;New International Dictionary of New Testament Theology Abridged&lt;/em&gt;. Tidak  setiap kata saya cari dan tidak setiap buku di atas saya buka, tergantung  bagaimana pikiran saya waktu itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;7. Setelah 'belanja bahan dasar' ini selesai, sekarang bisa mulai 'memasak'. Pertama adalah memikirkan outline khotbah berdasarkan hasil observasi di atas. Tapi  outline ini biasanya masih tentative, artinya seringkali akan berubah nanti.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;8. Mulai menulis naskah khotbah. Biasanya saya langsung menulis saja, apa  saja asal mulai menulis, karena saya menulis sambil berpikir dan berpikir sambil  menulis. Sambil menulis maka ide pun keluar dan perlahan-lahan jadi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;9. Sambil menulis naskah khotbah saya sambil terus mempelajari dan memikirkan  bagian itu lebih detil. Untuk ini saya dibantu dengan buku tafsiran. Biasanya  untuk 1 Korintus, ada 3 tafsiran yang saya pakai: Gordon Fee, (dalam seri) &lt;em&gt;New  International Commentary on the New Testament, &lt;/em&gt;David Garland, (dalam seri)  &lt;em&gt;Baker Exegetical Commentary on the New Testament&lt;/em&gt; dan Craig Blomberg,  (dalam seri) &lt;em&gt;NIV Application Commentary&lt;/em&gt;. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;10. Mencari buku-buku yang relevan dengan tema yang saya soroti. Membaca  buku-buku tersebut bisa menimbulkan ide bagi saya, kadang memberikan bahan yang  penting, kadang memberikan ilustrasi yang tepat. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;11. Sambil menulis ada perenungan2 yang muncul atau ada ilustrasi yang  terpikir. Kadang saya tuliskan saja semuanya di bagian bawah dan nanti tinggal copy paste untuk menyusunnya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;12. Terakhir adalah tahap 'penyajian masakan'. Tidak semua yang sudah saya dapatkan dan tuliskan akhirnya harus saya sampaikan. Seringkali terlalu banyak bahan justru mengganggu fokus khotbah. Maka saya harus memilih lagi mana yang akan disampaikan, dengan urutan seperti apa, mana duluan dan mana belakangan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;13. Seringkali sampai selesai menuliskan naskah khotbah, saya tetap   tidak puas. Biasanya saya bilang ke istri saya: “Tulangnya sudah, tapi  kurang  berdaging”. Maka saya perlu diam, merenung lagi, memikirkan  maknanya lagi, dan  memikirkan bagaimana cara menyampaikannya kepada  jemaat. Naskah yang sudah jadi itu saya baca ulang sambil membayangkan bagaimana  menyampaikannya. Sambil membayangkan setting khotbah maka saya akan menemukan  ada bagian yang tidak enak untuk disampaikan secara lisan, ada kalimat yang  terlalu kaku, ada bagian yang tidak jelas, dst. Kadang bahkan saya bisa mengubah total susunan khotbah! Maka saya merevisi lagi naskah  khotbah itu. Kalau ada ilustrasi atau cerita yang ingin saya sampaikan, saya  mencoba dulu bagaimana menceritakannya dengan efisien (tidak bertele-tele) dan  ‘masuk’ ke pendengar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;14. Naskah saya print. Kalau masih ada waktu, saya baca ulang lagi seluruh  naskah sambil memberikan catatan-catatan tambahan kalau perlu atau  coretan-coretan pada bagian yang tidak perlu. Seringkali catatan dan coretan  last minute ini sangaaaatttt berguna.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;15. Berdoa sungguh-sungguh minta Tuhan berkati penyampaian Firman Tuhan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Walaupun persiapan saya tidak selalu persis seperti di atas, tapi kira-kira  seperti itu. Dan kalau ditanya berapa jam yang saya pakai untuk mempersiapkan  khotbah sekitar 40 menit itu? Maka jawabannya sulit. Mungkin sekitar 15 jam, kadang kurang sedikit dari itu, tapi tidak jarang lebih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semoga pembukaan 'rahasia dapur' saya ini berguna.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-7230604370291008079?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/7230604370291008079/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=7230604370291008079&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/7230604370291008079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/7230604370291008079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/07/persiapan-khotbah.html' title='Persiapan Khotbah'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-JJBvLzGp2Xw/ThCKXv6evII/AAAAAAAABKk/YargNjWhwd4/s72-c/Presentation1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-450264841027998489</id><published>2011-06-24T11:02:00.004+08:00</published><updated>2011-06-25T10:49:51.263+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='j.Sharing'/><title type='text'>My Mentors</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-B3JtvSzyXGs/TgP-xO78HsI/AAAAAAAABKc/ZR9UQP-2VCo/s1600/Ex%2BGRII.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-B3JtvSzyXGs/TgP-xO78HsI/AAAAAAAABKc/ZR9UQP-2VCo/s400/Ex%2BGRII.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5621616881665056450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya bersyukur bahwa di dalam perjalanan iman dan pelayanan saya, ada orang-orang yang yang Tuhan berikan untuk mengajar saya, membagikan pikiran mereka kepada saya, memberikan teladan pelayanan, dan sekaligus menjadi sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak orang-orang seperti itu dalam sejarah hidup saya dan tidak mungkin saya sebutkan satu persatu. Di antara mereka, 4 orang yang duduk di dalam foto di atas, sangatlah istimewa bagi saya: (dari kiri ke kanan) Pdt. Yohan Candawasa, Pdt. Yung Tik Yuk, Pdt. Hendra G. Mulia, dan Pdt. Joshua Lie. Kuliah dari mereka, khotbah mereka, percakapan dengan mereka, bahkan kerja sama pelayanan dengan mereka, mempengaruhi pikiran dan pelayanan saya. Selain mereka, yang juga sangat berpengaruh bagi saya adalah Pdt. Stephen Tong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mereka semua, saya sangat bersyukur! Saya tahu mereka tidak sempurna seperti setiap kita juga tidak sempurna. Tapi setiap mereka di dalam cara tertentu sudah menjadi saluran berkat Tuhan bagi saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto ini diambil 5 tahun lalu di Mal Taman Anggrek, Jakarta. Artinya sekarang, semua (termasuk saya) sudah 5 tahun lebih tua! Sekarang kami jarang bertemu karena terpisah oleh jarak dan kesibukan. Di dalam anugrah Tuhan, saya berdoa supaya Tuhan terus menopang setiap mereka dan terus memakai mereka di dalam caraNya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-450264841027998489?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/450264841027998489/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=450264841027998489&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/450264841027998489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/450264841027998489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/06/my-mentors.html' title='My Mentors'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-B3JtvSzyXGs/TgP-xO78HsI/AAAAAAAABKc/ZR9UQP-2VCo/s72-c/Ex%2BGRII.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-5402844070138940047</id><published>2011-06-22T11:49:00.004+08:00</published><updated>2011-11-22T13:14:07.549+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='o.Ministry Events'/><title type='text'>GKY Singapore 3rd Anniversary - 26 Jun 2011</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-J614diAYOfw/TgFmy-2VbpI/AAAAAAAABKU/7nipGk4uZzw/s1600/2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 179px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-J614diAYOfw/TgFmy-2VbpI/AAAAAAAABKU/7nipGk4uZzw/s400/2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620886835985477266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;GKY Singapore akan merayakan ulang tahun yang ke-3 minggu ini. Usianya masih sangat muda - 3 tahun. Tapi 3 tahun ini kami menyaksikan kebaikan Tuhan. Mari bersyukur bersama dan berjanji bersama untuk melayani Tuhan lebih lagi. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gird Yourself and Serve Me!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap tahun pada waktu Thanksgiving Day, kami mengundang jemaat untuk membawa makanan (potluck) untuk dimakan bersama setelah kebaktian. Dan pada waktu HUT, kami mengajak jemaat bergabung untuk masak bersama. So... let's come and cook together! :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-W6oxQ3TZzN8/TgFmhF7F6ZI/AAAAAAAABKM/BzI29UtjDYs/s1600/3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 179px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-W6oxQ3TZzN8/TgFmhF7F6ZI/AAAAAAAABKM/BzI29UtjDYs/s400/3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620886528646834578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-5402844070138940047?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/5402844070138940047/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=5402844070138940047&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/5402844070138940047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/5402844070138940047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/06/gky-singapore-3rd-anniversary-26-jun.html' title='GKY Singapore 3rd Anniversary - 26 Jun 2011'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-J614diAYOfw/TgFmy-2VbpI/AAAAAAAABKU/7nipGk4uZzw/s72-c/2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-6776297935698787697</id><published>2011-06-22T11:43:00.002+08:00</published><updated>2011-11-22T13:14:07.550+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='o.Ministry Events'/><title type='text'>Young Adult Camp - 6-8 Aug 2011</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-fT9mkXMwd8Q/TgFlb9IPYxI/AAAAAAAABJ8/DxazgMk2p6I/s1600/4.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 420px; height: 189px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-fT9mkXMwd8Q/TgFlb9IPYxI/AAAAAAAABJ8/DxazgMk2p6I/s400/4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620885340875088658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Biaya: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;$105&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;'Early bird' &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;sampai 30 Jun&lt;/span&gt;i: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;$95&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;See you there!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-6776297935698787697?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/6776297935698787697/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=6776297935698787697&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/6776297935698787697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/6776297935698787697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/06/young-adult-camp-6-8-aug-2011.html' title='Young Adult Camp - 6-8 Aug 2011'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-fT9mkXMwd8Q/TgFlb9IPYxI/AAAAAAAABJ8/DxazgMk2p6I/s72-c/4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-3685947315448918070</id><published>2011-06-19T22:15:00.001+08:00</published><updated>2011-11-25T16:20:47.374+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='b.With Others'/><title type='text'>Menindas</title><content type='html'>&lt;p&gt;Ketika pulang ke Jakarta beberapa minggu lalu, saya duduk di sebelah seorang perempuan. Sedikit percakapan dengan dia membuat saya tahu bahwa dia bekerja di Singapore sebagai &lt;em&gt;domestic worker&lt;/em&gt;. Sudah 2 tahun dia di Singapore dan ini adalah kepulangannya yang pertama kali ke Indonesia. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak heran dia bingung bagaimana mengisi kartu bea cukai yang dibagikan di pesawat. Saya kemudian membantunya. Ketika keluar dari pesawat dia juga bingung harus kemana dan saya menunjukkan dia jalan ke imigrasi. Selepas imigrasi, dia bingung lagi dimana mengambil bagasi. Setelah semua selesai, dia jalan duluan untuk keluar. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tiba-tiba saya lihat dengan dia berjalan tergesa-gesa kembali ke arah saya dengan wajah ketakutan. Dia berkata: “Pak, tolong saya… saya nggak boleh keluar di situ… orangnya aneh banget.. saya takut…” Saya jadi bingung ada apa. Tapi instink saya sebagai orang Indonesia tahu bahwa ini pasti ada kaitannya dengan UUD (ujung-ujungnya duit). Maka saya panggil 1 orang porter dan bertanya “apa betul dia tidak boleh keluar dari sana?” Jawaban porter itu khas dalam sistem korupsi Indonesia: “wah musti ada yang bantu pak”. Saya tahu maksudnya. Lalu saya katakan “saya baru ketemu dengan dia, saya cuma mau nolong dia, sebetulnya harusnya keluar dimana?” Setelah sadar dia tidak akan mendapat uang dari saya, porter itu berkata bahwa memang secara peraturan tidak boleh, tiap TKW (sekarang nama kerennya “Penata Layan Rumah Tangga”) memang harus keluar dari pintu khusus. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya tahu dia pasti akan dimintai uang. Tapi saya tidak berdaya. Akhirnya saya hanya menenangkan dia dan berpesan supaya dia mengeluarkan sedikit uang di kantong dan jangan membuka dompetnya. Waktu dia pergi, perasaan saya seperti melepas dia masuk ke jalur ‘pembantaian’.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sambil berjalan keluar, saya merasa muak dengan korupnya sistem di Indonesia. Orang itu naik pesawat yang sama dengan saya. Siapapun yang membayar pesawatnya, tapi dia adalah penumpang pesawat yang saya yakin tidak diberi diskon karena dia TKW. Tapi di pesawat, sikap sopan santun pramugari menjadi berbeda ketika melayani dia dan melayani saya. Mengapa? Sebagai warga negara Indonesia, dia boleh mendapatkan passport seperti saya, tapi dia mendapat passport yang berbeda dari saya. Mengapa? Dan kalau dia punya uang untuk jalan-jalan ke luar negeri, apakah tiap kali pulang dia akan selalu diperlakukan sebagai TKW, keluar lewat jalur TKW, padahal dia sedang jadi turis? Mengapa?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan yang juga membuat saya muak, saya pernah melihat bagaimana seorang petugas &lt;em&gt;cleaning service&lt;/em&gt; di bandara memperlakukan TKW. Saya bertanya kepada dia dimana toilet, dan saya mendapat jawaban dengan sikap yang sangat sopan. Tapi ketika seorang TKW bertanya kepada petugas yang sama, dia mendapat jawaban dengan kasar!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukan cuma korupnya sistem di Indonesia, tapi betapa keterlaluannya orang-orang Indonesia itu! &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi kita orang Kristen, jangan sampai kita melakukan yang sama. Amsal berkata: &lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya, tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia.&lt;/em&gt; (Amsal 14:31)&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-3685947315448918070?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/3685947315448918070/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=3685947315448918070&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/3685947315448918070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/3685947315448918070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/06/menindas.html' title='Menindas'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-3690694396322136610</id><published>2011-06-16T18:03:00.003+08:00</published><updated>2011-11-01T16:56:46.076+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='j.Sharing'/><title type='text'>Moving Again - Decluttering</title><content type='html'>Kami baru pindah rumah lagi, dan kali ini untuk ke-10 kalinya sejak kami  married (saya menulis &lt;a href="http://jeffreysiauw.blogspot.com/2010/06/moving-again.html" target="_blank"&gt;di sini tentang kepindahan kami yang ke-9 kalinya&lt;/a&gt;).  &lt;p&gt;Pindah rumah tidak pernah menjadi pengalaman yang menyenangkan. Semua barang  harus dibongkar, dimasukkan dalam kardus, dan yang paling sulit selalu adalah  ‘pritilan’ (barang kecil2). Banyak keputusan harus diambil, mana yang dibawa,  bagaimana bawanya, mana yang dibuang, bagaimana buangnya, mana yang dikasih  orang, dikasih ke siapa? Dan seterusnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tepat 1 hari sebelum pindah rumah, masih ada rapat pleno pengurus di rumah  saya. Barang-barang sudah ditumpuk. Beberapa orang berkomentar bahwa untuk  ukuran suami istri yang sudah tinggal di Singapore selama dua tahun, barang kami  sangat sedikit. Saya katakan memang hanya tinggal tambah 2-3 kardus lagi  (ternyata saya meleset :-( karena ternyata masih tambah beberapa kardus dan tas  lagi). &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Waktu sampai di rumah baru, proses yang tidak kalah melelahkan adalah  &lt;em&gt;unpacking&lt;/em&gt;. Semua harus dipikirkan dan diputuskan lagi, ini mau ditaruh  dimana, itu mau ditaruh dimana. Dan banyak kekurangan di rumah baru yang harus  kami selesaikan, spray untuk toilet, gembok rumah, lampu yang terlalu terang,  dan macam-macam lagi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebetulnya kami mulai lelah dengan pindahan rumah. Serius, kami tidak hobby  pindah! Tapi kami selalu mau tidak mau harus pindah. Saya harap kami hanya perlu  pindah rumah 1X lagi di Singapore. &lt;em&gt;Lord, please say yes!&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada waktu proses pindahan kali ini, ada 1 hal yang terpikir oleh saya:  &lt;em&gt;Decluttering&lt;/em&gt;. &lt;em&gt;Clutter&lt;/em&gt; kurang lebih berarti barang-barang yang  berantakan, tersebar disana-sini. &lt;em&gt;Decluttering&lt;/em&gt; adalah membereskan  ke-berantakan itu. Saya ingat 1 tulisan dari Andrew Barton dalam Grove Series  berjudul &lt;em&gt;Decluttering: A Spirituality of Less&lt;/em&gt;. Menurut dia, hidup yang  dipenuhi barang berantakan itu terkait dengan kerohanian kita. Makin banyak  barang yang kita miliki, makin banyak beban kita, makin banyak pikiran dan waktu  kita tersita untuk semua itu, kita makin ingin punya banyak dan hidup kita akan  makin tidak &lt;em&gt;simple&lt;/em&gt;. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita semua punya kecenderungan punya lebih banyak dan lebih banyak, membeli  lagi dan membeli lagi. Sepertinya semboyannya adalah “&lt;em&gt;I shop, therefore I  am”&lt;/em&gt;. Kami juga punya kecenderungan itu. Tapi seringnya pindah rumah memaksa  kami untuk: Pertama, membuang barang yang kami tidak perlukan. Kita seringkali  membeli dan menyimpan barang yang sebetulnya jarang atau tidak kita perlukan.  Dan nasib barang itu adalah tinggal di gudang kita atau di laci-laci yang jarang kita buka. Coba pindah rumah dan anda  akan lihat banyaknya barang yang perlu dibuang. Kedua, kami cenderung tidak  membeli banyak barang. Setiap kali mau membeli barang, kami akan berpikir  repotnya nanti membawa barang itu pindahan. Ketiga, kami dipaksa untuk mengatur  barang. Seringkali kita menghabiskan banyak waktu karena mencari barang atau  dokumen. Kita lupa taruh dimana karena terlalu berantakan. Pindah rumah membuat  kami selalu mengatur lagi barang-barang kami.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Andrew Barton memberi 10 saran praktis bagaimana cara &lt;em&gt;decluttering&lt;/em&gt;. Tapi saya  tidak menemukan “pindah rumah” di situ. Mungkin saya boleh masukkan usul itu ke  dia!?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di bawah adalah beberapa foto &lt;span style="font-style: italic;"&gt;unpacking &lt;/span&gt;kami di rumah baru:&lt;/p&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-myyfo8kqPQ4/TfnWSfE1BcI/AAAAAAAABJ0/p8STUoR5QFI/s1600/IMG_0478.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-myyfo8kqPQ4/TfnWSfE1BcI/AAAAAAAABJ0/p8STUoR5QFI/s400/IMG_0478.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5618757623189145026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-cie4-eBu5gU/TfnWRxnit2I/AAAAAAAABJs/0Q4V-49S2T0/s1600/IMG_0507.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-cie4-eBu5gU/TfnWRxnit2I/AAAAAAAABJs/0Q4V-49S2T0/s400/IMG_0507.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5618757610986714978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-1OBXzcTGdMs/TfnWRpAtNfI/AAAAAAAABJk/nBDxUiPFUH4/s1600/IMG_0512.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-1OBXzcTGdMs/TfnWRpAtNfI/AAAAAAAABJk/nBDxUiPFUH4/s400/IMG_0512.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5618757608676341234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-tM42NIduU3w/TfnWRQINMRI/AAAAAAAABJc/r1rpof6h0OQ/s1600/IMG_0513.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-tM42NIduU3w/TfnWRQINMRI/AAAAAAAABJc/r1rpof6h0OQ/s400/IMG_0513.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5618757601996910866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-3690694396322136610?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/3690694396322136610/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=3690694396322136610&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/3690694396322136610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/3690694396322136610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/06/moving-again-decluttering.html' title='Moving Again - Decluttering'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-myyfo8kqPQ4/TfnWSfE1BcI/AAAAAAAABJ0/p8STUoR5QFI/s72-c/IMG_0478.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-1499921717299179177</id><published>2011-06-10T13:52:00.001+08:00</published><updated>2011-11-22T13:14:07.550+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='o.Ministry Events'/><title type='text'>Kebaktian Pentakosta GKY Singapore - 12 Juni 2011</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-KbLHAHUFHPA/TfGxafm9FoI/AAAAAAAABJU/Ffsj9iTrHsk/s1600/2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 179px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-KbLHAHUFHPA/TfGxafm9FoI/AAAAAAAABJU/Ffsj9iTrHsk/s400/2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5616465279027320450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kebaktian Pentakosta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;GKY Singapore&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 12 Juni 2011, 14.00&lt;br /&gt;Tempat: Grace Church, 14 Queen Street (MRT terdekat: Bras Basah)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;The Heartbeat of Pentecost&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-1499921717299179177?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/1499921717299179177/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=1499921717299179177&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/1499921717299179177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/1499921717299179177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/06/kebaktian-pentakosta-gky-singapore-12.html' title='Kebaktian Pentakosta GKY Singapore - 12 Juni 2011'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-KbLHAHUFHPA/TfGxafm9FoI/AAAAAAAABJU/Ffsj9iTrHsk/s72-c/2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-5989163868088434780</id><published>2011-06-02T10:28:00.004+08:00</published><updated>2011-11-25T16:36:14.198+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='l.Book Reviews'/><title type='text'>Adventure of Faith - Michael Green</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-ICqNr7-Iaec/Teb2FIZlFTI/AAAAAAAABJI/Am1wvZNQlp4/s1600/Book-Adventure%2BOf%2BFaith.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 190px; height: 303px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-ICqNr7-Iaec/Teb2FIZlFTI/AAAAAAAABJI/Am1wvZNQlp4/s320/Book-Adventure%2BOf%2BFaith.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5613444553578452274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa bulan terakhir ini saya membaca beberapa buku biografi/autobiografi.  Saya menyukainya karena selalu ada hal-hal menarik yang bisa direnungkan dari  refleksi kehidupan orang lain, pengalaman mereka, pemikiran mereka akan banyak  hal, atau berbagai kesulitan yang pernah mereka alami dan jalan keluarnya.  &lt;p&gt;Dalam hal pengalaman pelayanan, Michael Green adalah salah salah satu orang  yang ‘langka’. Dalam autobiografinya, dia menceritakan refleksinya selama 50  tahun di ladang pelayanan. Dan 50 tahun yang dia lalui adalah 50 tahun yang  sangat berwarna-warni. Dia menulis 48 buku, pernah berkunjung dan melayani di  hampir 40 negara, seorang penginjil dan pengkhotbah terkenal, pernah menduduki  berbagai posisi dalam pelayanan, bertemu dengan banyak pemimpin gereja dan  dunia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seperti yang dikatakan oleh John Stott tentang dia:&lt;/p&gt; &lt;blockquote style="font-style: italic;"&gt; &lt;p&gt;Few people have had such a variety of gifts, and such a range of experiences,  as Michael Green. So he is able to evaluate firsthand many different ministries,  movements and controversies.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Buku ini bukan hanya bercerita tentang kehidupan dan pelayanannya tetapi  seperti judul bukunya, ini adalah refleksi dia atas 50 tahun pelayanannya. Di  dalamnya dia mengemukakan pendapatnya dan perenungannya atas berbagai hal, issue,  orang yang dia temui selama 50 tahun pelayanannya. Tidak heran, bukunya cukup  tebal: 392 halaman! Namanya juga 50 tahun!!!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada beberapa hal yang di dalam buku ini yang ingin saya komentari lebih lanjut. Salah satunya sudah saya lakukan di &lt;a href="http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/05/passion-for-excellence.html"&gt;Passion for Excellence&lt;/a&gt;. Lain kali mungkin yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada seorang dosen saya yang ingin menuliskan autobiografinya juga. Saya tidak  tahu banyak tentang dia, tapi mungkin dia juga punya banyak pengalaman yang bisa  dia bagikan. Kalau saya sendiri? Saya pikir saya tidak pantas menulis  autobiografi, cukuplah menulis di blog… :-)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-5989163868088434780?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/5989163868088434780/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=5989163868088434780&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/5989163868088434780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/5989163868088434780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/06/adventure-of-faith-michael-green.html' title='Adventure of Faith - Michael Green'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-ICqNr7-Iaec/Teb2FIZlFTI/AAAAAAAABJI/Am1wvZNQlp4/s72-c/Book-Adventure%2BOf%2BFaith.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-4596720884252140530</id><published>2011-05-30T13:53:00.003+08:00</published><updated>2011-11-22T13:14:07.551+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='o.Ministry Events'/><title type='text'>Kebaktian Kenaikan Tuhan Yesus - GKY Singapore 2 Juni 2011</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-AAuo3kJtez0/TeMw8UBzIlI/AAAAAAAABIY/bAAThm4qcaQ/s1600/3.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 440px; height: 199px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-AAuo3kJtez0/TeMw8UBzIlI/AAAAAAAABIY/bAAThm4qcaQ/s400/3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5612383373360308818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kebaktian Kenaikan Tuhan Yesus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;GKY Singapore&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 2 Juni 2011, 19.30&lt;br /&gt;Tempat: Grace Church, 14 Queen Street (MRT terdekat: Bras Basah)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Looking is not for us!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-4596720884252140530?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/4596720884252140530/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=4596720884252140530&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/4596720884252140530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/4596720884252140530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/05/kebaktian-kenaikan-tuhan-yesus-gky.html' title='Kebaktian Kenaikan Tuhan Yesus - GKY Singapore 2 Juni 2011'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-AAuo3kJtez0/TeMw8UBzIlI/AAAAAAAABIY/bAAThm4qcaQ/s72-c/3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-4387537528713561780</id><published>2011-05-29T09:44:00.001+08:00</published><updated>2011-06-25T10:48:02.048+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='j.Sharing'/><title type='text'>Tuhan Kereennn!!!</title><content type='html'>&lt;p&gt;Hampir 3 bulan lalu, kami mendapat kabar mengejutkan, salah satu anak rohani kami sakit. Keadaannya begitu parah, sampai2 dia tidak bisa mengenali orang di sekitarnya. Waktu kami telpon dan keluarganya memberikan handphone itu ke dia, hanya beberapa kata yang keluar dari mulutnya. Dia tidak mengenali kami.. dan bicaranya pun kacau. Kami shock! Anak ini sangat pandai, sangat ceria, sangat baik, tapi mengapa jadi begini??? Setelah itu kami berdoa dengan keluarganya melalui telpon. Dan setelah itu… kami menangis. Kami sangat sedih… sulit digambarkan seperti apa. Beberapa waktu saya tidak bisa bekerja, terus terpikir tentang dia. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mulai hari itu saya dan istri berjanji akan terus mendoakan dia, tiap kali kami ingat dia, kami mengucapkan doa untuk dia. Tiap pagi dan malam kami mengingat dan berdoa untuk dia. Siang hari pun, ketika ingat dia, kami berdoa untuknya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Waktu kami sampaikan berita itu ke beberapa orang, semua sama2 menangis, sama2 berdoa. Melihat bagaimana mereka mengasihi anak ini, kami pun terharu lagi. Ah Tuhan, tolong dia, dengar doa kami! &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa kali saya berkata, yang kami minta adalah mukjizat. Ya, mukjizat! Dokter sudah mencoba berbagai cara untuk menyembuhkan dan tidak ada reaksi. Akhirnya kurang dari 2 bulan lalu dokter melakukan cara pengobatan yang berbahaya, dan itupun hanya ‘mudah2an sembuh’ dan ‘tidak tahu sampai kapan, bisa setengah tahun, bisa 1 tahun, atau lebih, atau tidak sembuh’. Maka betul, kami minta mukjizat! &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tiap kali bertanya kepada keluarganya tentang keadaannya dan jawabannya negatif, kami merasa lemah. Tapi beberapa minggu kemudian, keadaannya membaik! Kami harap2 cemas, satu sisi senang, di sisi lain terus bertanya apakah dia akan pulih kembali seperti semula? Tapi dia makin lama makin membaik!! Sampai beberapa hari lalu… dia mengkontak istri saya dan memanggil dengan caranya yang khas…!!! Kami menangis lagi! Kali ini karena haru. Dan seperti anak kecil, kami senang sekali. Dia bisa memanggil! Dia bisa ingat kami! Cara menulisnya sama seperti dia yang dulu! Wow!!!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satu kalimat yang langsung terpikir oleh saya, kalimat dari salah seorang anak rohani kami yang lain, “Tuhan kereennn!!!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemarin seorang temannya yang mengunjungi dia mengirimkan sms kepada kami, katanya: dia sudah pulih 100%! Dia sudah kembali seperti biasa dan minta pulang dari rumah sakit!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ah, kami tidak bisa berkata apa2, selain mengucap syukur kepada Tuhan, memuji Tuhan dan berkata lagi: “Tuhan kereennn!!! Tuhan kereennn!!! Tuhan kereennn!!!”&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-4387537528713561780?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/4387537528713561780/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=4387537528713561780&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/4387537528713561780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/4387537528713561780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/05/tuhan-kereennn.html' title='Tuhan Kereennn!!!'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-6010205953518686137</id><published>2011-05-24T11:37:00.001+08:00</published><updated>2011-11-25T12:27:56.167+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='m.Reviews of Other Things'/><title type='text'>Memilih Sekolah Teologi/Seminari</title><content type='html'>&lt;p&gt;Bagi yang ingin melayani full time, seminari atau sekolah teologi adalah tempat persiapan sebelum terjun ke ladang. Yang dituju adalah ladangnya, arena pertandingannya, bukan sekolah teologi-nya. Tapi sebagai tempat persiapan, sekolah teologi tentu sangat penting. Apa yang akan kita pelajari disitu? Bagaimana kita akan dilatih disitu? Persiapan macam apa yang akan kita dapatkan disitu? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya ingin membagikan beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan bagi kita memilih sekolah teologi untuk pertama kalinya (seperti S.Th, M.Div):&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Dimana nanti kita akan melayani?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau kita akan melayani di Indonesia, ada baiknya mempertimbangkan untuk sekolah teologi di Indonesia. Beberapa keuntungannya adalah: (1) Kita akan mengerti lebih baik konteks pelayanan kita. Kita akan banyak bicara dengan rekan2 sesama mahasiswa dari berbagai gereja di Indonesia, kita akan melayani di beberapa gereja di Indonesia pada waktu praktek pelayanan, dan seterusnya. (2) Bagi mereka yang bahasa Inggrisnya pas2an, kesulitan belajar di luar negeri adalah kita jadi kurang mengasah ketajaman berpikir kita dengan diskusi. Sulit mengajukan pertanyaan, sulit berdebat, sulit untuk macam2, akhirnya banyak pikiran kita yang ‘mentok’ disitu saja. (3) Kesempatan mengasah kemampuan berkhotbah akan lebih banyak di Indonesia. Di luar negeri biasanya jarang sekali kesempatan berkhotbah. ‘Latihan’ khotbah di sekolah teologi pun dilakukan dalam bahasa Inggris yang membuat kita sangat terbatas. Tidak berarti mereka yang sekolah di Indonesia pasti lebih baik, hanya kesempatannya yang lebih banyak.&amp;nbsp; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Akademis&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada 2 komponen penting dalam persiapan secara akademis: dosen dan perpustakaan. Perhatikan jajaran dosen di sekolah tersebut. Jangan masuk ke sekolah teologi yang dosennya menganut teologi liberal. Sekolah seperti itu akan mematikan iman. Jangan terlalu kagum dengan jajaran dosen yang gelarnya hebat karena seringkali ada 2-3 orang dosen saja yang mampu merangsang pikiran kita, itu sudah cukup. Sebagai mahasiswa yang baru mulai belajar, ‘wadah’ kita biasanya tidak akan sanggup menampung terlalu banyak. Tapi struktur pikiran harus dibentuk. Maka saya lebih memilih dosen yang pandai mengajar serta bisa membukakan pikiran daripada dosen yang hebat gelar akademis-nya. Tentu lebih baik kalau dua2nya ada. Jangan juga terlalu kagum dengan jajaran dosen tamu dari luar negeri yang sering dicantumkan namanya karena sebetulnya mereka jarang datang dan setting kuliah intensif biasanya tidak terlalu bermanfaat dibanding kuliah reguler. Lebih baik perhatikan jajaran dosen tetapnya. Kurangnya dosen yang baik bisa ditutupi dengan perpustakaan yang baik. Faktor lain yang juga penting adalah teman2. Kalau teman2 di sekolah teologi kurang semangat belajar, kurang semangat mengejar pengertian, maka itu akan mempengaruhi kita. Demikian pula kalau sebaliknya. Faktor teman2 ini seringkali jauh lebih besar pengaruhnya dari yang kita perkirakan. Misalnya: Ada dosen yang khotbah berapi-api. Lalu mereka yang mencontoh (namanya juga belajar), diejek sebagai peniru. Maka semua akan cenderung khotbah lemes daripada dibilang meniru! Atau waktu kita malas, tapi kita lihat yang lain belajar terus, lalu diskusi dengan mereka membuat kita sadar bahwa kita banyak tidak tahu dibanding mereka, kita pasti akan terpacu. Bayangkan kalau semua tenang, santai, banyak habiskan waktu untuk facebook, jadi apa kita!?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Api pelayanan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semangat yang berkobar untuk melayani, kuasa dalam menyampaikan firman Tuhan, pengorbanan di dalam pelayanan, pengalaman yang luas, adalah hal-hal yang menular dari dosen ke mahasiswa. Suasana akademis saja hanya akan mempersiapkan mahasiswa untuk akademis saja dan bukan untuk pelayanan. Maka perhatikan siapa dosennya, bagaimana pelayanan mereka, bagaimana khotbah mereka, dan seterusnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut saya, tiga hal di atas adalah yang paling penting dan paling bisa kita lihat pada waktu memilih. Di luar itu, seperti faktor disiplin atau yang sering disebut faktor ‘pembentukan’, menurut saya tidak terlalu penting. Saya percaya kita perlu belajar disiplin di sekolah teologi, perlu ada aturan hidup bersama, perlu ada disiplin rohani, tapi tidak seperti anak2. Kadang hal-hal seperti itu melemahkan bukan memperkuat persiapan menjadi hamba Tuhan yang baik. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebetulnya kalau kita bisa tahu ‘dalam’nya sekolah teologi itu, faktor lain yang menurut saya sangat penting adalah:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Relasi Dosen dan Mahasiswa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagaimana dosen berelasi dengan mahasiswa? Apakah ada dosen2 yang &lt;em&gt;care&lt;/em&gt; kepada mahasiswa? Apakah ada ‘katup’ penyaluran emosi dan masalah yang mau meledak? Banyak tekanan akan dirasakan oleh mereka yang sekolah teologi dan tanpa ada dosen yang berfungsi sebagai katup penyaluran emosi itu, beberapa mungkin meledak. Apakah mahasiswa diperlakukan sebagai anak, adik, yang dibimbing, diajar, diperlengkapi dengan kasih atau sebagai murid saja? Suasana belajar dan persiapan kita sangat dipengaruhi oleh ini. Dan sayangnya banyak sekolah teologi di Indonesia terlalu sedikit memperhatikan ini. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertimbangan2 di atas adalah untuk mereka yang baru akan masuk sekolah teologi. Lain kasusnya bagi mereka yang ingin studi lanjutan (post graduate degree) yang sifatnya lebih mandiri, karena saat itu yang lebih penting adalah sisi akademis dan &lt;em&gt;theological stand&lt;/em&gt; dari dosen2 di sekolah tersebut. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebenarnya ada pertimbangan2 lain yang juga penting (seperti apakah dosennya punya pengalaman pastoral yang cukup), tapi saya pikir pertimbangan2 di atas cukup untuk memilih sekolah teologi – khususnya di Indonesia. Daftar di atas bukan gambaran sekolah teologi yang ideal, tapi hanya point2 pertimbangan. Tidak ada yang sempurna. Oh ya, sebelum lupa, sekolah teologi selalu berubah, yang 5 tahun lalu kita dengar baik belum tentu hari ini masih sama baiknya. Perhatikan kondisinya saat sebelum anda masuk bukan kondisinya 5 atau 10 tahun lalu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selamat memilih tempat persiapan sebelum terjun ke ladang!&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-6010205953518686137?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/6010205953518686137/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=6010205953518686137&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/6010205953518686137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/6010205953518686137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/05/memilih-sekolah-teologiseminari.html' title='Memilih Sekolah Teologi/Seminari'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-1555402943692551169</id><published>2011-05-23T12:24:00.001+08:00</published><updated>2011-11-22T13:11:12.696+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='m.Reviews of Other Things'/><title type='text'>Trinity Theological College - Questions People Ask</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-QJZefKZQ_l4/Tdnhue-UYDI/AAAAAAAABHE/1xk0i9F4_pI/s1600/index.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 282px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-QJZefKZQ_l4/Tdnhue-UYDI/AAAAAAAABHE/1xk0i9F4_pI/s400/index.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5609762999571341362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;1. WHAT IS TTC'S MISSION?&lt;br /&gt;Trinity  Theological College was established in  1948 as a union college to serve  the needs of the Church. It remains committed  to the mission of Asia's  fast growing churches, by training pastors,  missionaries, church  workers, and theological educators.&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. HOW DO YOU DESCRIBE TTC’S THEOLOGICAL POSITION?&lt;br /&gt;We  are an open  evangelical seminary which encourages free academic  enquiry and conclusions, as  long as they do not destroy or contradict  the Christian fundamentals of belief  in the divine inspiration of the  Scriptures and the fundamental biblical  commands to love God and our  neighbour.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. WHAT IS YOUR DENOMINATIONAL AFFILIATION?&lt;br /&gt;Our governing denominations  are Anglican, Lutheran, Methodist &amp;amp; Presbyterian. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. WHAT IS UNIQUE ABOUT YOUR SEMINARY?&lt;br /&gt;TTC  believes in working with the  family of churches whether they be  traditional, evangelical, pentecostal or  charismatic for Christian  witness.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;5. WHAT IS THE ENROLLMENT OF TTC?&lt;br /&gt;Today,  there are several seminaries in  Singapore and therefore no one is  denied the opportunity to study theology.  That has led TTC to implement  a policy of stringent admission requirements to  train the ablest for  leadership responsibilities in Asia. Depending on the  cohort, our  stringent admission requirements may sometimes admit only between  55%  and 65% of applicants. There has been a steady increase of applicants in  the  last decade. Today's student enrollment is 230 studying in all its  degree  programmes. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;6. DESCRIBE YOUR TYPICAL STUDENTS. WHERE DO THEY GO WHEN THEY  GRADUATE?&lt;br /&gt;About  60% of TTC’s students are from Singapore and the rest from  Asia. We  have about 20 Asian countries represented on campus. All  international  students live on campus. 70% of students are in the Basic degree   programme (BD, MTS, MDiv). 30% of students are in the Advanced degree   programme (MMin, MTh, MLitt, DTh). Students return to their home  countries to  serve.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;7. DESCRIBE YOUR CURRICULUM.&lt;br /&gt;A  balanced curriculum of spiritual formation,  academic rigour,  vocational training and community life, with close  faculty mentoring.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;8. SHARE WITH US YOUR PRAYER ITEMS.&lt;br /&gt;a) Pray for our lecturers that as role  models, they will be effective mentors of our students.&lt;br /&gt;b)  Pray for our  students that they may grow in wisdom and stature and  upon graduation, will be a  blessing wherever God appoints them.&lt;br /&gt;c)  Pray for our alumni serving  throughout the world to trust God no matter  what circumstances they may  encounter while in the Lord’s service.&lt;br /&gt;d) Pray that TTC will remain faithful  as it fulfils God’s mission in this part of the world.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;9. DO YOU HAVE A WEBSITE?&lt;br /&gt;Please visit &lt;a href="http://www.ttc.edu.sg/"&gt;www.ttc.edu.sg&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;10. WHAT IS YOUR OPERATING BUDGET? HOW DOES ONE CONTRIBUTE FINANCIALLY TO  TTC?&lt;br /&gt;Our  budget is about S$2.8mil. Our donors are mainly individuals and   churches. Your financial support will encourage and enable us to  continue in  this ministry. Your contributions to TTC may be made in the  following  ways:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;CHEQUE&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Please send cheque payable to&lt;br /&gt;“Trinity  Theological College”&lt;br /&gt;The Finance Department&lt;br /&gt;Trinity Theological  College&lt;br /&gt;490 Upper Bukit Timah Road&lt;br /&gt;Singapore 678093&lt;br /&gt;[Do write your name  and mailing address on the reverse side.]&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DIRECT BANK  DEPOSIT&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Please email us at finance@ttc.edu.sg or call us at 67676677  for our bank details.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;GIRO&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;For the convenience of our  Singapore donors, contribution through GIRO is now available. You may email &lt;a href="mailto:finance@ttc.edu.sg"&gt;finance@ttc.edu.sg&lt;/a&gt; to request for a  form.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-1555402943692551169?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/1555402943692551169/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=1555402943692551169&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/1555402943692551169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/1555402943692551169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/05/trinity-theological-college-questions_23.html' title='Trinity Theological College - Questions People Ask'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-QJZefKZQ_l4/Tdnhue-UYDI/AAAAAAAABHE/1xk0i9F4_pI/s72-c/index.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-389313294428599097</id><published>2011-05-20T21:36:00.002+08:00</published><updated>2011-11-25T16:21:50.680+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='c.Christian Life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='g.Hamba Tuhan'/><title type='text'>Sibuk?</title><content type='html'>&lt;p&gt;Di zaman sekarang, siapa yang tidak sibuk? Khususnya bagi yang hidup dan bekerja di Singapore, kota yang modern, transportasi yang mudah, koneksi internet yang cepat, membuat kehidupan seringkali justru lebih sibuk. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Uniknya kesibukan tidak hanya menjadi &lt;em&gt;symptom&lt;/em&gt;, tetapi menjadi simbol status bahkan kebanggaan. Di satu sisi kita tidak senang sibuk, tetapi di sisi lain kita tidak suka disebut ‘tidak sibuk’, atau ‘kurang kerjaan’. Di satu sisi kita mengeluh ketika sibuk, tetapi di sisi lain kita bangga bahwa kita orang sibuk. Sebagian orang perlahan-lahan mulai menikmati kesibukannya. Baginya hidup adalah sibuk dan dia tidak suka hidupnya tidak ada sesuatu yang dikerjakan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagaimana hamba Tuhan harus hidup di tengah jemaat yang kebanyakan sibuk dan suka untuk sibuk ini? Apakah juga harus menjadi “busy pastor”? Sepertinya itu yang diharapkan sebagian jemaat dan itu yang juga ‘dipamerkan’ oleh sebagian hamba Tuhan. Kalau tidak sibuk, malu rasanya, jemaat semua sibuk kok hamba Tuhan nganggur?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalimat Eugene Peterson di dalam bukunya “The Contemplative Pastor” sangat mengejutkan: &lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;I’m not arguing the accuracy of the adjective [busy]; I am, though, contesting the way it’s used to flatter and express sympathy… But the word &lt;em&gt;busy&lt;/em&gt; is the symptom not of commitment but of betrayal. It is not devotion but defection. the adjective &lt;em&gt;busy&lt;/em&gt; set as a modifier to pastor should sound to our ears like adulterous to characterize a wife or embezzling to describe a banker. &lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Terjemahan bebasnya: &lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;Saya tidak mempermasalahkan ketepatan kata sifat &lt;em&gt;sibuk&lt;/em&gt; itu; tetapi saya mempertanyakan cara kata itu digunakan untuk memuji atau menyatakan simpati… Tetapi kata &lt;em&gt;sibuk&lt;/em&gt; bukanlah tanda komitmen tapi pengkhianatan. Itu bukan pengabdian tapi ketidaksetiaan. Kata sifat &lt;em&gt;sibuk&lt;/em&gt; yang dikenakan kepada hamba Tuhan di telinga kita harus berbunyi seperti &lt;em&gt;berzinah&lt;/em&gt; dikenakan kepada istri atau &lt;em&gt;korupsi&lt;/em&gt;  dikenakan kepada bankir.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Saya kira &lt;em&gt;sibuk&lt;/em&gt; adalah musuh setiap orang, bukan hanya hamba Tuhan. Kalau saya boleh definisikan ulang: &lt;strong&gt;sibuk berarti mengerjakan banyak hal tapi mengabaikan yang esensial dalam hidup dan panggilan kita. &lt;/strong&gt;Dan bagi setiap orang ‘yang esensial’ ini berbeda. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi saya, ‘yang esensial’ itu berarti membaca Alkitab, lebih banyak berdoa, membaca buku, mempersiapkan khotbah dengan baik,punya waktu untuk ngobrol dengan sebanyak mungkin jemaat, bisa merenung dan memikirkan strategi pelayanan dengan lebih baik, punya waktu ngobrol dan jalan-jalan dengan istri, bisa belajar banyak hal dengan banyak cara (belajar keindahan manusia, keindahan alam, belajar penderitaan manusia, dsb), berolah raga, bisa pulang teratur menengok orang tua dan mertua saya, kira2 seperti itu. Kalau saya sibuk (baca: tidak mengerjakan ‘yang esensial’ itu) maka saya sedang mengkhianati hidup dan panggilan saya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi anda apa ‘yang esensial’ itu? Sebagai orang Kristen, qpakah anda punya waktu untuk berdoa, membaca Alkitab, membaca buku rohani? Sebagai anggota keluarga, apakah anda punya waktu yang berkualitas untuk keluarga? Sebagai anggota gereja, apa yang anda lakukan? Dan sebagai manusia dengan karunia dan panggilan dari Tuhan, apa yang esensial? Apakah hanya bekerja? Apakah hanya pergi dan meeting ke sana sini? Kalau ‘yang esensial’ itu yang tidak dikerjakan, maka sangat mungkin itu berarti anda &lt;em&gt;sibuk&lt;/em&gt;, dan itu sama sekali tidak membanggakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan malu saya harus mengaku bahwa saya pun seringkali sibuk! Tapi saya berjuang – dan akan terus berjuang - untuk tidak sibuk. Saya tidak mau disebut &lt;em&gt;busy pastor&lt;/em&gt;! Dan jangan mau disebut sebagai suami sibuk, istri sibuk, orang tua sibuk, orang Kristen sibuk, anak sibuk, dan yang lain2nya. Sekali lagi, karena ketika orang mengatakan kita sibuk, itu mungkin karena ada ‘yang esensial’ yang kita abaikan. Mari sama2 berjuang untuk tidak sibuk. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-389313294428599097?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/389313294428599097/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=389313294428599097&amp;isPopup=true' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/389313294428599097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/389313294428599097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/05/sibuk.html' title='Sibuk?'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-1616512714696550581</id><published>2011-05-14T10:43:00.001+08:00</published><updated>2011-11-25T16:24:04.114+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='i.Ibadah-Lagu'/><title type='text'>Mengapa ada 'Singer'?</title><content type='html'>&lt;p&gt;Di dalam ibadah di beberapa gereja kita suka menemukan ada beberapa orang yang berdiri di depan, ikut menyanyi dengan microphone. Mereka disebut 'Singer'.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa gereja mungkin tidak pernah memikirkan apa fungsi 'singer'. Alasan praktis yang biasanya dikemukakan: Untuk menolong worship leader menyanyi (apalagi kalau worship leader-nya kurang PD) dan supaya ada kesan meriah dengan adanya beberapa orang yang berdiri di depan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Paling tidak ada 2 hal yang seharusnya dipertimbangkan untuk menempatkan singer di dalam sebuah ibadah:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Suara&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Singer ada untuk menolong worship leader &lt;strong&gt;dan&lt;/strong&gt; jemaat dalam menyanyi. Maka suara sangat penting. Dengan kata lain, jangan sampai singer justru menyanyi dengan tidak baik atau lebih parah lagi false. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Ekspresi/Sikap&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jemaat bukan hanya mendengar suara singer tapi juga melihat ekspresi mereka. Ekspresi mereka bisa menolong jemaat menyanyikan pujian itu dari hati atau bisa merusak semuanya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa waktu yang lalu saya menyaksikan sebuah konser musik, berupa paduan lagu kontemporer dan tarian. Ada worship leader, ada paduan suara dan juga ada tim penari. Musik dan lagu yang dinyanyikan sangat baik dan &lt;em&gt;theologically sound&lt;/em&gt;. Tarian juga dilakukan dengan energik, yang wanita melakukan gerakan seperti tarian balet dan yang pria membawa bendera. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jelas tarian dilakukan supaya 'memperkuat' lagu yang dinyanyikan, membuatnya lebih berkesan, lebih 'masuk' bagi kita dengan memberikan tarian yang menggambarkan semangat dan pesan lagu-lagu yang dinyanyikan. Lagu-lagunya banyak mengenai kebesaran Allah, kekuatan Allah, keindahan Allah. Dan tarian mereka - seharusnya - dimaksudkan untuk menggambarkan itu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi ternyata hasilnya tidak seperti itu bagi saya. Tarian mereka bukan memperkuat lagu yang dinyanyikan tapi malah agak mengganggu. Saya coba menganalisa mengapa saya terganggu:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertama, koreografinya agak monoton (hampir serupa untuk semua lagu) sehingga saya tidak lagi merasakan penekanan yang jelas untuk lagu berbeda. Malahan koreografi yang monoton itu mengaburkan keunikan pesan setiap lagu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedua, ekspresi wajah mereka yang kadang senyum-senyum saling 'memberi kode' di antara mereka, atau kadang tidak tersenyum (ketika harusnya tersenyum), atau terlalu serius (ketika saya kira harusnya tersenyum), juga sangat mengganggu. Saya tidak menghakimi bahwa mereka tidak punya jiwa memuji Tuhan karena saya pasti tidak bisa melihat hati mereka. Tetapi bukankah mereka tampil untuk 'memperkuat' lagu yang dinyanyikan? Saya jadi berpikir buat apa ada tarian? Bukankah tarian itu untuk memperkuat pesan, tapi mengapa malah memperlemah? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikian pula dengan adanya singer di dalam ibadah. Seringkali saya menemukan mereka tidak memperkuat tapi memperlemah ibadah dengan suara dan ekspresi/sikap mereka. Sayangnya banyak yang tidak mempedulikan ini karena “yang penting ada singer” atau “dari dulu selalu ada singer”. Saya tidak bermaksud mengatakan kita tidak perlu singer. Bukan! Tapi kita harus pikirkan bagaimana ibadah diperkuat! Salah satunya dengan mempertimbangkan apakah perlu singer atau tidak, bagaimana penempatan posisi singer, bagaimana melatih singer, dan bagaimana memilih singer. &lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-1616512714696550581?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/1616512714696550581/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=1616512714696550581&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/1616512714696550581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/1616512714696550581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/05/mengapa-ada.html' title='Mengapa ada &amp;#39;Singer&amp;#39;?'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-4728685790696647280</id><published>2011-05-06T15:07:00.001+08:00</published><updated>2011-11-25T16:24:04.115+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='i.Ibadah-Lagu'/><title type='text'>Church Usher</title><content type='html'>&lt;p&gt;Saya menemukan 1 buku yang menarik perhatian saya: &lt;em&gt;A Guide for the Church Usher&lt;/em&gt; oleh Thomas L. Clark. Mungkin ada beberapa hal yang nanti bisa saya bagikan. Tapi ini sekilas dulu (saya terjemahkan):&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Yang masih saya ingat ketika awal sekali saya pergi ke gereja adalah orang-orang dewasa yang berbicara kepada orang tua saya, memberi mereka beberapa helai kertas, berjalan dengan mereka masuk ke dalam ruang kebaktian, dan bermain dengan saya. Tidak lama saya mengenal mereka sebagai teman-teman dan saya menantikan untuk bertemu mereka setiap minggu di gereja. Sebagai seorang anak kecil, saya mulai tahu orang-orang yang ceria ini adalah usher gereja.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Waktu remaja, saya diizinkan untuk melayani sebagai usher pada waktu minggu-minggu khusus di gereja. Saya tidak sepenuhnya mengerti peran atau fungsi usher, tapi saya senang dan punya banyak kenangan indah di waktu-waktu itu.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Sebagai mahasiswa sekolah teologi, waktu itu saya menjadi anggota gereja yang memiliki usher yang baik. Saya memperhatikan sukacita para usher dan merasakan kehangatan dan perhatian mereka. Mereka tahu nama saya dan selalu punya kalimat yang ramah untuk diucapkan. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Setelah ditahbis ke dalam pelayanan dan melayani di gereja pertama saya, usher menjadi sangat terkait dengan pelayanan saya. Saya terus belajar peran dan fungsi mereka. Saya bergantung pada pertolongan mereka. Mereka berespon dengan sangat baik kepada permintaan saya dan memperkaya hidup saya. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Saya sudah dilayani oleh usher di gereja besar maupun kecil, dengan berbagai latar belakang etnik – pria dan wanita, tua dan muda – semua menjadi bagian dari pengalaman saya. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Kalau anda melayani sebagai usher gereja, apa yang anda pikir ketika membaca tulisan Thomas Clark di atas? Kadang sangat sulit memberitahu para usher betapa pentingnya pelayanan mereka. Usher bukan sekedar penting karena membawa persembahan, membagikan warta, dsb. Tapi usher penting karena kesan pertama orang terhadap gereja adalah ketika melihat usher. Dan ini bukan hanya bagi mereka yang pertama kali ke gereja, tapi bahkan orang yang sudah sering ke gereja pun akan merasakan pentingnya pelayan usher (dalam istilah Thomas Clark: “memperhatikan sukacita, merasakan kehangatan dan perhatian mereka”). &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sama seperti setiap peran yang penting, selalu punya 2 sisi terbalik: menguatkan atau melemahkan. Usher bisa memperkuat pelayanan gereja dengan sikap dan kata-kata mereka, atau sebaliknya memperlemah pelayanan gereja juga dengan sikap dan kata-kata mereka. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mungkin kita sudah terlalu lama melayani sebagai usher, mungkin kita sudah terlalu biasa ke gereja, mungkin kita sudah terlalu lama jadi orang Kristen, maka mungkin sudah terlalu sulit bagi kita untuk membayangkan pentingnya pelayanan usher. Ada baiknya kita membayangkan, dulu ketika kita pertama ke gereja, usher macam apa yang kita temui? Ada kesan yang baik? Buruk? Atau tidak ada kesan? Bayangkan bedanya kesan kita dulu kepada gereja itu kalau usher yang kita temui bersikap berbeda.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-4728685790696647280?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/4728685790696647280/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=4728685790696647280&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/4728685790696647280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/4728685790696647280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/05/church-usher.html' title='Church Usher'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-8420333207101443626</id><published>2011-05-02T17:43:00.001+08:00</published><updated>2011-11-25T16:24:04.116+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='i.Ibadah-Lagu'/><title type='text'>Passion for Excellence</title><content type='html'>&lt;p&gt;Michael Green di dalam autobiografinya “Adventure of Faith” menceritakan apa yang dia lihat dari All Souls Church di Inggris yang selama puluhan tahun pernah digembalakan oleh John Stott. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;(Saya kutip 1 paragraf, saya terjemahkan bebas dan beberapa istilah sengaja tidak saya terjemahkan)&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;All Souls memiliki passion untuk excellence. Ada perhatian yang sangat besar kepada yang mendetil, dan semua dilakukan untuk kemuliaan Tuhan. Apakah itu rak buku, musik dalam ibadah, cara memimpin doa, pembacaan Alkitab – semua diperhatikan dengan sangat teliti. Semua menjadi pesan ‘sunyi’ tapi powerful: “Allah kami besar. Tidak ada yang cukup baik untukNya selain yang terbaik.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Siapapun yang pernah terlibat dalam pelayanan (khususnya ibadah) di gereja akan tahu betapa sulit dan &lt;em&gt;ribet&lt;/em&gt;-nya mempersiapkan segala sesuatu sampai tidak ada cacat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sepertinya mudah, liturgi disiapkan, liturgis mempersiapkan kata-kata, latihan dengan pemusik dan singer. Di sisi lain, ada yang membuat slide&amp;nbsp; power point untuk liturgi dan pada hari minggu tinggal ditampilkan. Tepat hari minggu, tim sound system akan mempersiapkan microphone dan peralatan lain yang dibutuhkan. Lalu ibadah pun berjalan… &lt;em&gt;That simple!&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masalahnya &lt;u&gt;tidak pernah&lt;/u&gt; ‘&lt;em&gt;that&lt;/em&gt; &lt;em&gt;simple’&lt;/em&gt;. Pemusik bisa mengiringi dengan tempo yang salah, aransemen bisa kurang mengena. Liturgis bisa &lt;em&gt;loyo&lt;/em&gt;, salah mengucapkan kata-kata atau kata-kata kurang mengena. Lagu yang dipilih tidak enak untuk dinyanyikan bersama atau versi teks lagunya tidak mengena (terlalu puitis?). Timing bisa kurang pas. Slide power point bisa salah ketik, atau salah urutan (apalagi ketika litugis mengulang-ulang lagu), dan hal yang paling mudah ‘click’ untuk mengganti slide bisa terlambat dan mengganggu jemaat. Sound system bisa tidak tepat pengaturannya (tiap orang harus dengan pengaturan yang berbeda), volume alat musik terlalu besar atau terlalu kecil,&amp;nbsp; atau lebih buruk lagi ada alat yang tidak berfungsi. Dan segala macam masalah lainnya…saya bisa perpanjang daftar ini. Belum lagi ditambah dengan ‘faktor’ lain seperti penyambut tamu, pengaturan persembahan, suasana ruangan ibadah, suhu ruangan, jemaat yang terlambat, sikap paduan suara yang duduk di depan, khotbah yang disampaikan, dan sebagainya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di GKY Singapore, kami mencoba untuk terus memperbaiki rangkaian ibadah, tapi masih sangat kurang. Kesalahan demi kesalahan terus terjadi. Membaca tulisan Michael Green tentang All Souls ini membuat saya berpikir, “Saya juga ingin itu terjadi di GKY SIngapore!” Tuhan layak menerima yang terbaik, dan tidak kurang dari itu! &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi sekali lagi, tidak pernah mudah mengatur sebuah pertemuan ibadah. Ada banyak sekali kerja sama, koordinasi, waktu dan ketelitian pada hal yang detil, untuk menghasilkan ‘yang terbaik’ yang kita bisa. Saya percaya yang terbaik itu bukan yang segalanya nomor 1 di dunia, tapi sebagai gereja, kita harus memberikan yang terbaik yang kita bisa sebagai gereja. Ungkapan sederhananya: Bukan 'be the best’ tapi ‘do your best’. Cara kita melayani akan menyampaikan pesan ‘sunyi’ namun powerful kepada semua yang hadir tentang apa yang kita pikirkan tentang Allah kita.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-8420333207101443626?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/8420333207101443626/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=8420333207101443626&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/8420333207101443626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/8420333207101443626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/05/passion-for-excellence.html' title='Passion for Excellence'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-8975693800977676838</id><published>2011-04-28T22:40:00.007+08:00</published><updated>2011-11-25T16:36:14.199+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='l.Book Reviews'/><title type='text'>Meminta Maaf - Takamitsu Muraoka</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-FDdKwM9Eu-4/Tbl-yR8qG9I/AAAAAAAABG8/HLD4A_GoKQs/s1600/CSCA.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 222px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-FDdKwM9Eu-4/Tbl-yR8qG9I/AAAAAAAABG8/HLD4A_GoKQs/s320/CSCA.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600647013888302034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saya membaca paper dari Prof.Takamitsu Muraoka, seorang Jepang yang adalah  doktor dalam bahasa Ibrani lulusan Hebrew University of Jerusalem ((Israel) dan  pernah mengajar di Manchester University (UK), Melbourne University (Australia),  dan Leiden University (Belanda). Dia menyampaikan paper ini di Trinity  Theological College (Singapore) tahun 2005. &lt;p&gt;Di dalamnya dia menceritakan sudut pandang dia, seorang Jepang, akan  penjajahan dan kekejaman Jepang di masa lalu dan dampaknya di masa kini. Menarik  bagi saya, seorang Indonesia, yang negaranya dulu juga pernah dijajah Jepang dan  banyak menerima informasi hanya dari buku-buku sejarah waktu SD-SMA.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya tidak pernah  mengalami penjajahan Jepang. Maka walaupun saya bisa membayangkan betapa  menderitanya dulu orang Indonesia pada masa penjajahan, tapi saya tidak  merasakan sedikitpun kebencian atau kepahitan kepada orang Jepang. Dan saya  terkejut membaca kisahnya bagaimana dia menemukan kebencian atau mungkin lebih  tepat kepahitan kepada bangsa Jepang masih terasa sampai sekarang. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dia bercerita bagaimana ketika perdana menteri Jepang datang ke Belanda dan  meletakkan karangan bunga di sebuah monumen di sana, keesokan harinya dia tidak  bisa menemukan satupun berita tentang itu di dua koran berbahasa Jepang yang  paling ternama di Belanda (padahal banyak wartawan yang hari itu ikut, tapi  tidak ada yang memuatnya dalam berita)! Dia juga bertemu dengan banyak orang  Belanda yang pernah disiksa Jepang di Indonesia, dan masih menyimpan kepahitan  yang sangat dalam. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dia mengakui kejamnya tentara Jepang dalam masa perang dunia kedua itu. Dia  bahkan mengungkapkan beberapa kisah yang sangat mengerikan, seperti pembangunan  jalur kereta yang melintasi hutan Thailand-Burma dan di Indonesia. Berapa  banyaknya yang mati disitu dan berapa besarnya penderitaan orang-orang Inggris,  Australia, New Zealand, India, Indonesia dan negara-negara Asia lainnya, tidak  ada yang tahu. Di bagian-bagian yang paling sulit, dikatakan setiap kayu  rel diletakkan dengan memakan 1 nyawa!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orang-orang Jepang yang sekarang memang tidak bisa disalahkan  karena pada waktu peristiwa itu terjadi mereka masih terlalu kecil untuk  bertanggung jawab. Tapi satu hal yang menarik, dia berkata &lt;em&gt;"history, even  painful history, needs to be remembered, kept in memory, not only by those who  caused such pain, but also by those who suffered it."&lt;/em&gt; Dia ingin orang mengingatnya bukan untuk membenci tapi mengampuni.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada beberapa hal yang dia lakukan:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Mengaku bahwa negaranya pernah menyebabkan kehancuran dan penderitaan yang  sangat besar, khususnya bagi negara-negara di Asia dan Pasifik. Dia tidak  mencari alasan, tapi menawarkan simpati yang tulus bagi setiap korban dan  keluarganya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Dia sangat concern dengan negaranya yang sampai hari ini tidak mau  menghadapi sejarah kelam itu dengan jujur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Dia memberikan perpuluhan bukan hanya dalam uang tapi juga waktu, dia  memberikan 1/10 waktunya, sekitar 5 minggu setiap tahun untuk membagikan ilmunya  kepada para teolog dan mahasiswa di negara-negara Asia yang pernah menderita  karena bangsa Jepang. Dan dia lakukan itu tanpa menerima imbalan apapun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dia bercerita bagaimana dia sering terharu beribadah bersama dengan  orang-orang di negara-negara Asia lainnya, karena di antara mereka banyak yang  orang tuanya menderita karena bangsa Jepang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya kagum dengan dia. Perang dan kekejaman Jepang di masa lalu bukan salah dia. Tapi dia merasa ikut bertanggung jawab dan dia mau ikut "meminta maaf" dengan caranya sendiri. Alangkah indahnya kalau setiap kita mau belajar bukan saja saling memaafkan tapi juga saling meminta maaf. Tidak harus dengan kata-kata tapi terutama dengan hati dan tindakan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-8975693800977676838?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/8975693800977676838/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=8975693800977676838&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/8975693800977676838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/8975693800977676838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/04/meminta-maaf-takamitsu-muraoka.html' title='Meminta Maaf - Takamitsu Muraoka'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-FDdKwM9Eu-4/Tbl-yR8qG9I/AAAAAAAABG8/HLD4A_GoKQs/s72-c/CSCA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-8628817633436276682</id><published>2011-04-26T18:04:00.001+08:00</published><updated>2011-04-30T17:42:09.660+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='f.Pelayanan'/><title type='text'>Beban</title><content type='html'>&lt;p&gt;Istilah "beban" secara harfiah berarti sesuatu yang kita bawa atau kita pikul. Tapi di antara orang Kristen, istilah ini punya arti yang sangat unik yaitu suatu kerinduan atau bahkan suatu desakan dalam hati untuk mengerjakan sesuatu sebagai pelayanan kepada Tuhan. Maka kita sering mendengar orang berkata: "Beban saya adalah..." atau "Saya terbeban untuk..." atau "Saya tidak punya beban untuk.." &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang teman memberikan definisi yang unik. Dia mengatakan bahwa "beban" harus berkaitan dengan orang dan bukan dengan kegiatan. Maksudnya, tidak tepat kalau kita mengatakan "saya terbeban mengajar" karena itu berkaitan dengan aktivitas. Seharusnya kita berkata "saya terbeban mengajar anak-anak kecil itu". Beban kita atau kerinduan atau desakan dalam hati kita adalah untuk anak-anak kecil itu DAN kegiatan yang ingin kita lakukan adalah mengajar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya setuju dengan definisi dia. Dan saya mulai memperhatikan bagaimana orang-orang menggunakan istilah "beban" untuk pelayanannya. Ternyata banyak yang berkaitan dengan aktivitas: "Beban saya adalah pembinaan" (kata banyak mahasiswa teologi yang baru lulus), "Beban saya adalah musik" (kata orang-orang yang punya talenta di bidang musik), "Beban saya adalah mengajar" (kata mereka yang ingin mengajar di sekolah teologi), "Beban saya adalah penggembalaan" (kata hamba Tuhan yang sudah lebih senior), "Beban saya adalah menulis" (kata mereka yang suka menulis), "Beban saya adalah sekolah minggu (kata mereka yang suka anak-anak), "Beban saya adalah sound system" (kata mereka yang punya keahlian di situ), "Beban saya adalah paduan suara" (kata yang suka menyanyi), dst.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa semua itu salah. Tapi mungkinkah yang kita sebut beban sebetulnya hanyalah 'kesukaan" atau "hobby" kita? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak salah juga! Karena Tuhan bisa pakai kesukaan dan hobby kita untuk melayani. Tapi alangkah bedanya kalau kita kaitkan beban itu dengan &lt;strong&gt;orang&lt;/strong&gt; dan bukan kegiatan: "Kepada siapa kita terbeban? Apakah kita mengasihi mereka?" Pikirkan orangnya!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya tambahkan 1 lagi, alangkah lebih bedanya kalau beban itu kita kaitkan juga dengan &lt;strong&gt;tujuan:&lt;/strong&gt; "Untuk apa kita lakukan itu? Apa yang kita bayangkan atau harapkan atau rindukan akan terjadi dengan apa yang kita lakukan itu?" Pikirkan tujuannya!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka kalau kita katakan "beban" kita adalah pembinaan, kita harus bertanya dua pertanyaan lanjutan: "Membina siapa?" dan "Akan membina mereka untuk menjadi seperti apa?" &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau kita katakan "beban" kita adalah penggembalaan, kita harus bertanya "Menggembalakan siapa" dan "Ingin menggembalakan mereka menjadi seperti apa?" &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau kita berkata "beban" kita adalah sekolah minggu, kita harus bertanya "Apakah kita mengasihi mereka?" dan "Apa yang ingin kita ajarkan kepada mereka? Apa doa kita, kerinduan kita untuk anak-anak itu?" &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau kita berkata "beban" kita adalah paduan suara, kita harus bertanya "Apakah saya mengasihi jemaat yang saya layani?" dan "Apa yang saya inginkan terjadi melalui pelayanan di paduan suara ini?"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dan seterusnya, dan seterusnya...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selalu dua hal yang dipikirkan: &lt;strong&gt;orang yang dilayani&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;tujuan melayani&lt;/strong&gt;. Saya yakin kalau setiap orang Kristen memikirkan "beban" nya dengan cara demikian, pasti kita akan mengerjakan pelayanan dengan sangat berbeda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka kalau sekarang kita ditanya "Apa bebanmu?" Walaupun jawaban mungkin tidak berubah (kalau tidak nanti jawabnya akan kepanjangan): "sekolah minggu", "sound system", "mengajar", dan sebagainya, alangkah bedanya kalau kita mengambil waktu untuk memperjelas dan mempertajam beban itu dengan berdoa dan memikirkan lebih jauh &lt;strong&gt;orang yang kita layani&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;dengan tujuan apa&lt;/strong&gt;. Tidak selalu kita bisa sangat jelas dan tajam mendefinisikan beban itu, tapi paling tidak kita tahu bahwa beban tidak seharusnya berhenti hanya di &lt;strong&gt;kegiatan&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;tok&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekarang permisi tanya: Apa bebanmu?&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-8628817633436276682?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/8628817633436276682/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=8628817633436276682&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/8628817633436276682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/8628817633436276682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/04/beban.html' title='Beban'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-3811818930485630638</id><published>2011-04-21T15:46:00.004+08:00</published><updated>2011-11-25T16:24:04.117+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='i.Ibadah-Lagu'/><title type='text'>Jumat Agung dan Paskah - lagi?</title><content type='html'>Minggu berganti minggu, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun...  Waktu terus berlalu dengan sangat cepat. Kalender gereja juga terus berjalan.  Setelah hari kenaikan Yesus tahun lalu, Pentakosta, Natal... dan sekarang...  Jumat Agung dan Paskah -  lagi!  &lt;p&gt;Beberapa orang mungkin merasa cepat sekali waktu berlalu, rasanya belum lama  kita kebaktian Jumat Agung dan Paskah! Sekarang... sudah Jumat Agung lagi? Ya..  besok kita akan merayakan Jumat Agung lagi dan hari minggu nanti, Paskah  lagi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kata 'lagi' seakan membuat kita merasa ada rutinitas. Tidak ada yang salah  dengan rutinitas. Manusia hidup dalam rutinitas waktu. Selama masih hidup di  dunia, kita tidak bisa lepas dari rutinitas, ada makan, ada mandi, ada tidur,  tiap hari ada rutinitas. Yang menjadi masalah adalah kalau kita lupa makna yang  lebih besar dari rutinitas itu, dan hanya melihat makan, mandi, dan tidur itu.  Yang menjadi masalah adalah kalau kita tidak bisa melihat untuk apa rutinitas  itu, buat apa makan, mandi dan tidur itu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jumat Agung dan Paskah, sama seperti semua perayaan yang diperintahkan Tuhan  dulu kepada orang Israel, adalah rutinitas. Sesuatu yang harus terus dilakukan,  diingat, diadakan, tiap tahun, rutinitas. Tapi apakah kita kehilangan maknanya?  Itu yang menjadi masalah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kata 'lagi' juga membuat kita merasa bahwa ini kurang penting. Karena 'lagi'  berarti dulu ada dan masih akan ada lagi. Tapi kita lupa rutinitas tidak berarti  selalu ada. Sekarang kita bisa makan, tapi nanti malam? Sekarang kita bisa  mandi, tapi besok pagi? Tahun ini kita bisa memperingati Jumat Agung dan Paskah  lagi, tapi tahun depan? Tidak ada yang tahu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seperti tiap peristiwa dalam hidup kita, bahkan yang rutin seperti makan, mandi, tidur, selalu ada maksud Tuhan, selalu ada makna lebih besar di baliknya,  dan selalu ada kesukaan dan karunia Tuhan di dalamnya, demikian pula Jumat Agung  dan Paskah. Atau lebih tepatnya, apalagi Jumat Agung dan Paskah!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau Tuhan berikan kita tahun ini kesempatan merayakan lagi Jumat Agung dan  Paskah, mari temukan maksud Tuhan, temukan maknanya yang lebih besar bagi hidup kita  daripada sekedar ke gereja, temukan kesukaan dan karunia Tuhan di dalamnya! &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selamat merayakan Jumat Agung dan Paskah!&lt;/p&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-IYz7_M1s7Hw/Ta_hmPMVwPI/AAAAAAAABGs/trUh_962DiI/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 441px; height: 199px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-IYz7_M1s7Hw/Ta_hmPMVwPI/AAAAAAAABGs/trUh_962DiI/s400/1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597940908874383602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p style="font-style: italic;"&gt;Sorry gambarnya kurang jelas, saya tulis saja infonya:&lt;/p&gt;&lt;p style="font-style: italic;"&gt;Kebaktian Jumat Agung: THE CROSS HAS MADE THE DIFFERENCE (Pdt.Yohanes Adrie) - 22 April 2011 -14.00.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-style: italic;"&gt;Kebaktian Paskah: THE DIFFERENCE IS WITHIN YOU (Pdt. Yohanes Adrie) - 24 April 2011 - 14.00.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Venue: Grace (S.C.C.) Church, 14 Queen Street. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-3811818930485630638?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/3811818930485630638/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=3811818930485630638&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/3811818930485630638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/3811818930485630638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/04/jumat-agung-dan-paskah-lagi.html' title='Jumat Agung dan Paskah - lagi?'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-IYz7_M1s7Hw/Ta_hmPMVwPI/AAAAAAAABGs/trUh_962DiI/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-3815429662624554086</id><published>2011-04-14T21:04:00.004+08:00</published><updated>2011-11-25T16:36:14.199+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='l.Book Reviews'/><title type='text'>Leadings - Irene Lape</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-ztgMt52xVYg/TabyuwFkKDI/AAAAAAAABGc/Bzg0cWM3-HM/s1600/51SGPCWQ2VL._SL500_AA300_.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-ztgMt52xVYg/TabyuwFkKDI/AAAAAAAABGc/Bzg0cWM3-HM/s320/51SGPCWQ2VL._SL500_AA300_.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5595426472050567218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Belakangan ini saya sedang tertarik dengan buku biografi/ autobiografi.  Buku-buku seperti ini menjadi bacaan yang menarik bagi saya di pagi hari  karena selain ringan, selalu ada sesuatu yang bisa dipelajari dari kehidupan  orang lain.  &lt;p&gt;Saya membaca buku Irene Lape ini karena tertarik dengan keterangannya, bahwa  buku ini adalah kesaksian dari dia, seorang Katolik yang menjadi atheis dan  kemudian menemukan kembali imannya melalui Quakerism (seringkali disebut  Friends - atau biasa dikenal sebagai gereja Brethren) dan kemudian kembali  menjadi Katolik. Dan pujian bagi buku ini di cover belakang diberikan oleh  nama-nama besar seperti Lawrence S. Cunningham dan Stanley Hauerwas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ternyata isinya tidak seringan yang saya harapkan. Irene Lape tidak banyak  bercerita tentang kisah hidupnya, bahkan dia hampir tidak menyebut nama  orang-orang di sekitar hidupnya. Kadang dia bercerita sesuatu lalu tidak  memberitahu ujungnya, membuat saya penasaran ingin tahu. Sebaliknya dia banyak  sekali menerangkan teologi Quaker pada masa-masa awal (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;early Quakerism&lt;/span&gt;) dan memberikan beberapa kritikan juga. Dia bercerita bagaimana teologi  itu menarik dia dan dia mengeluhkan bedanya teologi yang sekarang dia temukan  dalam gereja Quaker modern. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada akhirnya saya jadi lebih tahu banyak tentang Quakerism daripada tentang  Irene Lape. Sayangnya dia tidak banyak bercerita tentang teologi Quaker modern,  padahal saya juga tertarik untuk tahu.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;review &lt;/span&gt;memuji-muji buku ini karena sifat oikumenis-nya, dia mengundang orang Quaker untuk memperhatikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;outward form&lt;/span&gt; dan mengundang orang Katolik dan tradisi Kristen lain untuk belajar dari orang Quaker tentang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;silent prayer&lt;/span&gt; dan penekanan pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;God's immediate presence&lt;/span&gt;. Tapi lagi-lagi sayangnya, menurut saya beberapa kesimpulan dia terkesan naif.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi saya yang menarik dari buku ini justru bagaimana seorang yang sudah meninggalkan gereja bisa tertarik dengan Quakerism. Ibadah mereka sangat sederhana, hanya berdiam diri dan ada yang berbicara kalau merasa digerakkan Tuhan. Menarik, karena banyak gereja berpikir untuk menarik orang ke gereja maka harus ada acara, pujian yang ramai, musik yang wah, dan sebagainya. Dan menarik juga bagaimana kemudian dia berpindah ke gereja Katolik karena tertarik dengan tradisionalisme dalam Katolik dan merasa Tuhan memimpin dia untuk pindah! Mengerti cara berpikirnya ini yang menarik.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu dan selain untuk mengerti beberapa hal tentang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;early Quakerism&lt;/span&gt;, bagi saya buku ini tidak terlalu recommended.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-3815429662624554086?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/3815429662624554086/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=3815429662624554086&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/3815429662624554086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/3815429662624554086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/04/leadings-irene-lape.html' title='Leadings - Irene Lape'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ztgMt52xVYg/TabyuwFkKDI/AAAAAAAABGc/Bzg0cWM3-HM/s72-c/51SGPCWQ2VL._SL500_AA300_.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-9068714052970415751</id><published>2011-04-09T21:52:00.002+08:00</published><updated>2011-10-26T10:18:03.897+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='f.Pelayanan'/><title type='text'>Tuaian Masih Banyak.. Pekerja Makin Sedikit</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-VvxeF7Qr4xs/TaBlM0EAqrI/AAAAAAAABGU/ijBizj0GvqM/s1600/ws_Wheat_field_2560x1600.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-VvxeF7Qr4xs/TaBlM0EAqrI/AAAAAAAABGU/ijBizj0GvqM/s320/ws_Wheat_field_2560x1600.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5593582008002456242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saya sangat terganggu dengan kenyataan makin sedikitnya orang yang  menyerahkan diri menjadi hamba Tuhan penuh waktu di Indonesia. Dari percakapan  dengan beberapa rekan yang mengajar di sekolah teologi, bukan hanya jumlah yang  menurun tapi juga 'mutu' yang menurun. Banyak yang masuk ke sekolah teologi  sebetulnya tidak siap secara intelektual dan pengetahuan (Saya menemukan keluhan  yang sama di Singapore yaitu makin menurunnya pengetahuan Alkitab dari mereka  yang masuk sekolah teologi). Padahal studi teologi sama sekali tidak mudah.  &lt;p&gt;Sedikit informasi, tahukah anda berapa rata-rata jumlah mahasiswa baru yang  diterima oleh 1 sekolah teologi di Indonesia? Jangan bandingkan dengan  penerimaan mahasiswa baru di universitas-universitas umum. Setahu saya hampir  tidak ada yang lebih dari 50 orang, dan biasanya berkisar hanya antara 15-40  orang! Beberapa sekolah teologi yang saya tahu, biasanya menerima tidak pernah  lebih dari 30 orang. Dari jumlah itu pun, biasanya tidak semua akan lulus dan  menjadi hamba Tuhan penuh waktu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan bagaimana kalau dari jumlah yang tinggal sedikit itu, ternyata lebih  sedikit lagi yang sanggup belajar Firman Tuhan dengan dalam dan mengajarkannya  dengan baik? Saya tidak meremehkan siapa pun, saya percaya ada tempat untuk tiap  orang untuk melayani Tuhan dengan kapasitas yang berbeda. Tapi gereja Tuhan  perlu orang-orang yang diberkati Tuhan dengan kepandaian dan kedalaman berpikir.  Dimanakah orang-orang seperti itu? Dulu banyak hamba Tuhan yang mau pergi  melanjutkan studi tapi kesulitan biaya. Sekarang ada biaya yang disediakan pun,  belum tentu ada yang bisa dan mau melanjutkan studi!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa sebetulnya yang terjadi? Mengapa makin sedikit orang yang mau menjadi  hamba Tuhan penuh waktu? Apa yang akan terjadi dengan gereja Indonesia di masa  depan? Apa yang bisa kita semua lakukan untuk masalah ini? Apakah para pemimpin  gereja di Indonesia sadar akan hal ini? Apa yang bisa dilakukan oleh GKY  Singapore untuk masalah ini? Setiap tahun ada banyak anak Indonesia yang datang  studi di Singapore, dan umumnya mereka sangat pandai. Tapi berapa persen yang  kemudian menjadi hamba Tuhan penuh waktu dibanding mereka yang kemudian bekerja  di bidang lain? Adakah 10%? Saya bahkan ragu apakah ada 0,5%!  Pertanyaan-pertanyaan seperti ini mengganggu saya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau kita tidak sama-sama berdoa untuk hal ini dan kalau kita (saya sebut  'kita', karena saya berharap salah satunya adalah yang membaca tulisan ini)  tidak mau dipakai Tuhan menjadi hamba Tuhan penuh waktu, mungkin akan tiba  masanya 'lost generation' dalam kepemimpinan kekristenan di Indonesia. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Betulkah Tuhan tidak memanggil lagi orang-orang untuk menjadi hamba Tuhan  penuh waktu di Indonesia? Apakah Tuhan sedang 'meninggalkan' gereja-gereja di  Indonesia? Atau sebetulnya Tuhan masih memanggil, tapi karena pilihan terlalu  banyak, tawaran terlalu banyak, dan menjadi hamba Tuhan penuh waktu adalah  pilihan dan tawaran yang terasa paling tidak menarik, maka sedikit yang  'merasa terpanggil'? Atau terlalu takutkah kita untuk menjadi hamba Tuhan penuh  waktu? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gereja harus berdoa bersama untuk hal ini. Orang-orang Kristen harus berdoa  untuk hal ini. Maukah anda berdoa bahwa mungkin Tuhan mau pakai anda? Maukah  anda berdoa bahwa mungkin Tuhan mau pakai anak anda?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-9068714052970415751?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/9068714052970415751/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=9068714052970415751&amp;isPopup=true' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/9068714052970415751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/9068714052970415751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/04/tuaian-masih-banyak-pekerja-makin.html' title='Tuaian Masih Banyak.. Pekerja Makin Sedikit'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-VvxeF7Qr4xs/TaBlM0EAqrI/AAAAAAAABGU/ijBizj0GvqM/s72-c/ws_Wheat_field_2560x1600.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-1913687523852413863</id><published>2011-04-04T18:43:00.003+08:00</published><updated>2011-11-25T16:20:03.145+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='m.Reviews of Other Things'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='a.With God'/><title type='text'>Lion King</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-SkhoqFO6hsI/TZmhXWk3p1I/AAAAAAAABFk/g-zx86zvX1I/s1600/Lion-King-1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 307px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-SkhoqFO6hsI/TZmhXWk3p1I/AAAAAAAABFk/g-zx86zvX1I/s400/Lion-King-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5591677834926466898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa waktu lalu seorang teman memberikan saya dan istri tiket  menonton  drama musikal Lion King di Marina Bay Sands Singapore.  Pertunjukkan 90 menit itu  luar biasa bagus! Kostum dan panggung wah,  suara para pemain bagus banget, live  music dan lighting-nya juga luar  biasa. Pokoknya selama 90 menit itu mata dan telinga  kami dimanjakan.  Two thumbs up! &lt;p&gt;Saya ingin share 1 hal saja. Ada 1 lagu yang  dinyanyikan oleh Simba  ketika dia sangat kesepian dan tidak tahu harus  berbuat apa dan dia ingat  ayahnya. Satu kalimat dalam lagu itu yang  diulang-ulang ialah: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;One word! Just a  word will do to end this  nightmare&lt;/span&gt;!" Dia sangat ingin mendengar suara ayahnya, 1  kata saja, 1  kata saja akan cukup untuk mengakhiri mimpi buruk ini. Satu sisi  dia  dihantui rasa bersalah karena dia pikir dia ikut menyebabkan kematian   ayahnya, di sisi lain dia ingat ayahnya pernah berjanji tidak akan  pernah  meninggalkannya, tapi kenyataannya saat itu dia sendirian dan  menderita. Maka  "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;One word! Just a word will do&lt;/span&gt;!"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi betulkah  "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;one word will do&lt;/span&gt;"? Di adegan berikutnya ayahnya menampakkan  diri dan  bicara kepadanya, malahan bukan 1 kata tapi beberapa. Uniknya, ternyata   itu tidak cukup bagi dia! Dia berteriak ketika ayahnya menghilang, dia  ingin  terus ada kehadiran ayahnya. Padahal tadinya dia berkata "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;one  word will do&lt;/span&gt;" tapi  ternyata "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;even several words will not do&lt;/span&gt;". Sampai  akhirnya dia diingatkan bahwa  ayahnya pernah berkata bahwa raja-raja  sebelumnya yang sudah meninggal berubah  menjadi bintang di langit.  Demikian pula ayahnya! Sekalipun dia tidak melihat,  tapi ayahnya  sebetulnya ada bersama dia. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya tersenyum melihat adegan itu.  Saya tidak tahu apakah yang membuat Lion  King orang Kristen atau bukan.  Tapi pengalaman Simba mirip sekali dengan  pengalaman kita orang  Kristen. Banyak sekali orang Kristen di dalam kesulitan  berteriak  "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dimana Allah?? Kalau saja Allah menampakkan diri atau bicara  kepadaku,  aku pasti akan percaya! Aku pasti akan tenang!&lt;/span&gt;" Padahal betulkah   begitu? Israel dulu 'kenyang' melihat penampakkan Allah, tapi tetap  menyembah  Baal. Orang-orang Yahudi dulu 'kenyang' melihat Yesus, tapi  tetap tidak percaya.  Dan saya yakin kalaupun sekarang Allah menampakkan  diri kepada kita, atau bicara  kepada kita 1 kata atau beberapa kalimat  pun tidak akan cukup untuk kita! &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukankah seharusnya kita  belajar apa yang di dalam perkembangan  anak-anak disebut sebagai  "object permanence" (saya dapat istilah ini dari  Eugene Peterson -  Subversive Spirituality). Ketika anak-anak masih kecil, dia  tidak punya  object permanence, artinya kalau dia tidak lihat berarti tidak ada.   Itu sebabnya dia menangis kalau mamanya pergi dan baru diam kalau  mamanya  kembali. Dia tidak bisa mengerti bahwa mamanya ada dekat dia  walaupun dia tidak  melihatnya. Itu sebabnya juga dia akan mengejar bola  terus menerus selama bola  masih dia lihat, tapi begitu bola jatuh ke  tempat yang dia tidak lihat, dia  langsung berhenti mengejarnya karena  bagi dia sudah tidak ada. Tapi ketika dia  dewasa, dia sudah belajar  object permanence. Coba saja kasih lihat permen kepada  anak kecil lalu  sembunyikan di belakang punggung, dia pasti tetap ngotot  mencarinya ke  belakang punggung kita. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengapa dengan Tuhan kita selalu seperti  anak-anak, tidak lihat, tidak  dengar, berarti tidak ada!? Bukankah  iman berarti percaya kepada apa yang tidak  kita lihat? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka  lucu kalau kita berkata kepada Tuhan sama seperti Simba kepada ayahnya:   "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;One word! Just a word will do to end this nightmare&lt;/span&gt;". Karena Tuhan  bukan  memberikan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;one word&lt;/span&gt;", Dia terus membimbing kita, bicara kepada  kita, memelihara  kita, Dia memberikan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;thousands of thousands of  words&lt;/span&gt;". &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukankah mungkin sebaiknya kita berkata "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;buka mata, telinga, dan hatiku yang  bebal ini untuk menyadari kehadiranMu&lt;/span&gt;"?!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-aeGt92KuPGM/TZmhXOc1k8I/AAAAAAAABFc/chqtJ9agJ6k/s1600/lion-king.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 282px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-aeGt92KuPGM/TZmhXOc1k8I/AAAAAAAABFc/chqtJ9agJ6k/s400/lion-king.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5591677832745292738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-HNtiYZz7DQI/TZmhW2u1krI/AAAAAAAABFU/cmHxW90Fy7o/s1600/LionKing1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 257px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-HNtiYZz7DQI/TZmhW2u1krI/AAAAAAAABFU/cmHxW90Fy7o/s400/LionKing1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5591677826378338994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-gVyiExZe3JU/TZmhX-j5LbI/AAAAAAAABF0/NWNWOpu0u4s/s1600/9874032_3d94d8d7b2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 262px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-gVyiExZe3JU/TZmhX-j5LbI/AAAAAAAABF0/NWNWOpu0u4s/s400/9874032_3d94d8d7b2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5591677845659790770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-kMI0eisI4DA/TZmiTl52doI/AAAAAAAABF8/UUKM5z5OHP4/s1600/simba%2Blona.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-kMI0eisI4DA/TZmiTl52doI/AAAAAAAABF8/UUKM5z5OHP4/s400/simba%2Blona.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5591678869833152130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-VpDc6d4ALDQ/TZmiT3vrPnI/AAAAAAAABGE/pEtwpN8Zz28/s1600/brown-lindiwe-mkhize-as-rafiki-in-disneys-the-lion-king-london-company-photo-by-catherine-ashmore-disney11.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-VpDc6d4ALDQ/TZmiT3vrPnI/AAAAAAAABGE/pEtwpN8Zz28/s400/brown-lindiwe-mkhize-as-rafiki-in-disneys-the-lion-king-london-company-photo-by-catherine-ashmore-disney11.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5591678874622312050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-1913687523852413863?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/1913687523852413863/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=1913687523852413863&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/1913687523852413863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/1913687523852413863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/04/lion-king.html' title='Lion King'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-SkhoqFO6hsI/TZmhXWk3p1I/AAAAAAAABFk/g-zx86zvX1I/s72-c/Lion-King-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-1639878441041252335</id><published>2011-03-29T23:07:00.005+08:00</published><updated>2011-11-25T16:24:55.976+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='k.Sharing-Life at TTC'/><title type='text'>Kittel's TDNT</title><content type='html'>Di perpustakaan Trinity Theological College ada 'free books corner', siapa  saja yang ingin memberikan bukunya boleh taruh di situ dan siapa saja boleh  mengambilnya secara gratis. Beberapa waktu lalu saya kaget karena menemukan  Kittel's &lt;em&gt;Theological Dictionary of the New Testament&lt;/em&gt; (TDNT) di situ!  Saya langsung menghitung dan ternyata ada 8 buku, artinya hanya kurang 2 dari  yang seharusnya 10 buku. Saya masih tidak percaya dan bertanya kepada staff  perpustakaan apa betul ini boleh diambil. Dan jawabannya "you can take as many  as you want!" &lt;p&gt;Saya seperti mendapat harta karun!!! Kittel's TDNT adalah salah satu  &lt;em&gt;tools&lt;/em&gt; terbaik untuk eksegesis Perjanjian Baru. Dan harganya (yang baru)  adalah USD 400 dan minimal USD 200 untuk yang bekas!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada 2 hal yang saya pikirkan:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Saya pernah mempertimbangkan untuk membeli Kittel's TDNT. Saya membaca  beberapa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;scholarly review&lt;/span&gt; tentang beberapa lexicon dan dictionary dan akhirnya  dengan menimbang mutu, kepraktisan, kebutuhan (dan juga harga!) maka akhirnya  saya memutuskan membeli BDAG's Lexicon, Colin Brown's NIDNTT Abridged version,  dan Spicq's TLNT. Walaupun Kittel's TDNT sangat baik tapi tidak akan sering saya  pakai untuk persiapan khotbah karena sifatnya yang sangat teknis dan akademis.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena tidak ada yang kebetulan, pertanyaan saya adalah kenapa Tuhan  mengizinkan saya mendapatkan Kittel's TDNT ini? Tidak setiap hari saya ke  kampus, tapi tepat hari itu saya ke kampus. Dan waktu saya sampai di  perpustakaan, 8 buku itu baru saja diletakkan oleh staf perpustakaan di free  books corner. Maka pas sekali saya yang mendapatkan 8 buku itu. Saya belum tahu  kenapa :-)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Saya bertanya kepada staf perpustakaan, siapa yang memberikan Kittel's  TDNT itu? Mereka menjawab tidak tahu dan buku-buku itu sudah ada di gudang  mereka selama beberapa lama sebelum akhirnya dikeluarkan (saya tetap tidak  mengerti prosesnya). Saya tidak habis pikir ada orang yang memberikan begitu  saja Kittel's TDNT. Tapi saya ingat bahwa hidup saya memang diwarnai kemurahan hati dari banyak orang. Dan kadang saya juga kagum menyaksikan bagaimana orang-orang  bisa begitu murah hati kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya pun ingin belajar lebih murah hati lagi. Mungkinkah itu maksud Tuhan memberikannya kepada saya?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk saat ini, buku-buku ini akan menjadi bagian dari studi saya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-wI4CMHaJOsM/TZLUcMMiz3I/AAAAAAAABFM/d7gZl-mBMlU/s1600/IMG_9855a.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 271px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-wI4CMHaJOsM/TZLUcMMiz3I/AAAAAAAABFM/d7gZl-mBMlU/s400/IMG_9855a.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5589763668295470962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-1639878441041252335?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/1639878441041252335/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=1639878441041252335&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/1639878441041252335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/1639878441041252335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/03/kittels-tdnt.html' title='Kittel&apos;s TDNT'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-wI4CMHaJOsM/TZLUcMMiz3I/AAAAAAAABFM/d7gZl-mBMlU/s72-c/IMG_9855a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-5311762068495386804</id><published>2011-03-23T10:11:00.004+08:00</published><updated>2011-11-25T16:36:14.200+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='l.Book Reviews'/><title type='text'>Twice Born - And Then? - Andrew Gih</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-MrzQGq8PUW4/TYlYKvNEyCI/AAAAAAAABE0/BE67wO5BAaQ/s1600/22032011%2528003%2529.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 151px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-MrzQGq8PUW4/TYlYKvNEyCI/AAAAAAAABE0/BE67wO5BAaQ/s200/22032011%2528003%2529.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5587093754223052834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bulan lalu saya baru membaca buku Andrew Gih - &lt;em&gt;"Twice Born - And Then?"  &lt;/em&gt;Buku ini separuhnya berisi autobiografi dari Andrew Gih dan separuh lagi  berisi naskah khotbahnya. Autobiografinya tidak ditulis berurutan dan sama  sekali tidak lengkap tapi berisi berbagai kisah yang menurut saya sangat  menarik. Nama Andrew Gih masih cukup terkenal di Indonesia karena dia adalah  pendiri dari SAAT - Malang dan juga gereja serta sekolah Kalam Kudus.  &lt;p&gt;Salah satu cerita yang sangat menyentuh adalah ketika dia menerima panggilan  menjadi hamba Tuhan di dalam kebaktian yang dipimpin oleh Paget Wilkes, seorang  misionari dari Inggris. Berikut adalah cuplikan ceritanya yang saya terjemahkan  bebas:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Aku merasa bahwa panggilan itu adalah bagiku. Aku mengalami desakan dari  dalam bahwa aku harus mengambil keputusan. Ketika orang-orang maju ke depan  berlutut mempersembahkan diri, aku merasa aku harus maju ke sana juga, tapi  terjadi pergumulan dalam hatiku. Aku bisa meninggalkan pekerjaanku dan pergi  berkhotbah, tapi darimana nanti dukungan keuangan untuk mama?&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Dan kejadian-kejadian masa lalu muncul kembali dalam pikiranku. Setelah  papa meninggal, mama bekerja sangat keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Dia  bangun sangat pagi dan bekerja sampai malam sekali ketika anak-anak sudah tidur.  Aku tidak pernah lupa. Aku masih bisa mendengar mama menenun dan memintal. Aku  punya tiga adik perempuan, yang paling kecil baru berusia beberapa bulan. Mama  tidak sanggup memelihara kami semua, maka ia harus memberikan adik yang paling  kecil ke orang lain...&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Kadang-kadang ketika kami bangun tengah malam dan mendengar mama masih  bekerja, kami memanggil "Mama, ayo istirahat". Mama akan berkata "Jangan ribut.  Mama masih akan bekerja sedikit lagi"". Dalam hatiku yang masih kecil aku  berkata, "Betapa baiknya mama kami, bekerja keras, menderita, berkorban, hanya  untuk kepentingan anak-anaknya, untuk membesarkan mereka". Waktu itu aku  memutuskan dalam hati bahwa pada waktu aku besar, jika aku bisa bekerja, aku  harus mendukung dia sebagai balasan. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Aku ingat suatu kali waktu kami pulang, tidak ada makan siang.  Kami memanggil mama dan berkata kami lapar. Mama mengumpulkan kami di  sekitarnya. Kami merasakan tangannya bergetar, suaranya bergetar, lalu air mata  mengalir di matanya. Dia berkata, "Anak-anak, maafkan mama. Kita tidak punya  apa-apa untuk dimasak saat ini. Dua tangan mama tidak cukup untuk mengirim  kalian ke sekolah, memberi makan dan memberi pakaian untuk kalian". Kami semua  menangis di sekeliling mama. Dia memberitahu kami supaya rajin belajar dan tidak  memberitahu orang lain tentang kemiskinan kami. Mama ingin kami dihormati dan  tidak ingin kami mengasihani diri. Kami pergi ke sekolah dengan perut kosong,  dan sebelum masuk ke kelas kami menghapus air mata kami. Apa artinya anak yatim?  Apa artinya kemiskinan? Apa artinya kelaparan? Kami tahu semuanya.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Hal-hal seperti ini membuatku memutuskan untuk tidak bergantung pada  orang lain. Aku ingin mendukung mama supaya orang tidak menghina kami tapi  menghormati kami. Dan sekarang datang panggilan Tuhan. Aku bergumul untuk  melepaskan pekerjaanku. Ya, aku tahu Tuhan mencintaiku. Yesus Kristus mati  bagiku, Dia memberikan segalanya bagiku. Aku mencintai Dia dan tahu harus  memberikan diriku kepadaNya. Sepertinya aku bisa memberikan segalanya yang lain  bagi Dia, tapi bukan mamaku. Ketika aku sedang bergumul, kalimat berharga dari  Tuhan sendiri datang kepada saya. "Aku tidak akan meninggalkanmu atau  melepaskanmu. Letakkanlah bebanmu kepadaKu". Dan Dia memberiku kemenangan. Aku  menyerahkan diri kepadaNya. Puji Tuhan untuk keputusan itu. Aku tidak akan  menyesalinya.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Ketika cerita itu sampai ke mama, aku bisa melihat kekecewaan dan  kesedihan dalam hatinya. Dia selalu lembut dan tidak pernah mengucapkan  kata-kata kasar, maka dia mendengarkan sambil aku memberitahu dia keinginanku  untuk bekerja dan pergi keluar dan belajar berkhotbah. Dia tidak berkata  apa-apa, tapi masuk ke kamarnya. Aku mengikutinya beberapa menit kemudian.  Sebelum aku masuk ke kamarnya, aku mendengar dia terisak-isak. Aku masuk dan  melihat dia berbaring di ranjang sambil menangis. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;"Mama, kenapa?" Aku bertanya.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;"Oh", dia terisak, "Mama tadi berpikir bahwa mama akan harus menenun dan  memintal sampai tengah malam lagi".&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Kalimat itu membuat hatiku hancur. Oh, mama, mamaku yang sangat setia, yang  berkorban sangat banyak bagiku! Aku tidak bisa tahan melihat kesedihan hatinya.  Aku hampir ingin kembali menarik persembahan diriku, tapi aku diingatkan akan  firman Tuhan, "Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia  tidak layak bagi-Ku, dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan  lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya  dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku" (Mat 10:37-38).&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan kisah selanjutnya adalah Andrew Gih menjadi hamba Tuhan yang luar biasa  dipakai oleh Tuhan. Pengaruh pelayanannya meluas ke beberapa negara dan ribuan orang bertobat melalui pelayanannya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengenai keluarganya, ia tidak menceritakan bagaimana keuangan keluarganya  setelah ia menjadi hamba Tuhan, tetapi ia menceritakan bagaimana kemudian  seluruh keluarganya termasuk mamanya menjadi percaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya tidak bermaksud cerita ini diterapkan langsung kepada setiap kita dan kita melakukan yang sama seperti Andrew Gih. Bagi setiap orang ada pimpinan Tuhan yang khusus dan juga anugrah yang khusus. Tapi mari belajar percaya kepada Tuhan dan rela menyerahkan diri kepada Tuhan seperti Andrew Gih.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-5311762068495386804?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/5311762068495386804/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=5311762068495386804&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/5311762068495386804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/5311762068495386804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/03/twice-born-and-then-andrew-gih.html' title='Twice Born - And Then? - Andrew Gih'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-MrzQGq8PUW4/TYlYKvNEyCI/AAAAAAAABE0/BE67wO5BAaQ/s72-c/22032011%2528003%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-8354888038298826361</id><published>2011-03-21T21:27:00.004+08:00</published><updated>2011-11-25T16:24:04.118+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='i.Ibadah-Lagu'/><title type='text'>Panca Indra Untuk Ibadah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-oIyejz44EhE/TYdTXWoDe4I/AAAAAAAABEs/hPCbbdeMB-s/s1600/1372.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 288px; height: 183px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-oIyejz44EhE/TYdTXWoDe4I/AAAAAAAABEs/hPCbbdeMB-s/s320/1372.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5586525523452066690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kita manusia sangat terikat dengan materi, apa yang kita lihat, dengar, cium,  raba dan rasa. Maka panca indra kita adalah pintu masuk yang sangat penting  untuk kita belajar, mengerti, menangkap kesan, dan akhirnya menyentuh hati. &lt;p&gt;Untuk setiap hal ada indra yang relevan. Apa yang kita anggap baik adalah apa  yang memberi kesan baik melalui setiap indra yang relevan dengan itu. Itu  sebabnya makanan bukan hanya rasanya yang penting tapi juga penyajiannya (lihat)  dan harumnya (cium). Jika kita masuk kamar hotel, yang akan membuat kita suka  bukan hanya design-nya yang enak dilihat, tapi juga bau kamar itu (cium) dan  kehalusan seprainya (raba). Waktu kita menonton teater, yang dimanjakan terutama  adalah mata kita dan telinga kita, tapi kalau ruangannya bau sampah pasti juga  tidak nikmat untuk kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikian pula untuk ibadah. Bukankah kelima indra kita bisa berfungsi di  dalam ibadah!? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melalui indra pendengaran, kita mendengar musik, suara pujian, pembacaan  Alkitab dan juga khotbah. Betapa pentingnya suara di dalam ibadah, saya rasa  kita semua tahu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melalui indra penglihatan, kita melihat dekorasi ruang ibadah, pakaian  pemimpin ibadah, ekspresi para pemimpin ibadah dan sebagainya. Banyak orang  menekankan ibadah yang minimalis (tidak usah pakai apa-apa yang penting hati),  tapi saya kurang setuju karena di dalam Perjanjian Lama jelas ibadah bukan  minimalis tapi maksimalis (coba lihat bagaimana Tuhan menyuruh Musa merancang  tempat ibadah, pakaian imam, dsb)! Perhatikan juga ritual, tindakan, sikap para  imam di dalam Perjanjian Lama ketika melakukan ibadah. Sangat mengesankan!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melalui indra penciuman, kita merasakan suasana. Perhatikan betapa bedanya  suasana hati kita jika ruangannya bau obat atau bau dupa atau bau lainnya. Apa  yang kita cium mungkin berkesan pada kita lebih dalam dari apa yang kita dengar.  Mungkinkah itu juga sebabnya di bait Allah dulu ada bau kemenyan yang khusus  dibakar di bait Allah? Sehingga setiap kali masuk, jemaat terbiasa merasakan,  "ini bait Allah".&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melalui indra perasa, kita mencicipi roti dan anggur. Tuhan dulu meminta  orang Israel makan sayur pahit waktu Paskah, mengingatkan mereka akan pahitnya  perbudakan mereka di Mesir. Kita sekarang makan roti dan anggur sebagai lambang  tubuh dan darah Kristus, ingat akan kasih-Nya dan menerima berkat-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melalui indra peraba, kita bisa merasakan banyak hal. Tahun lalu di dalam  kebaktian Jumat Agung GKY Singapore, kami membagikan paku kepada setiap jemaat  sebelum mengajak untuk berdoa. Melihat dan meraba paku membuat perbedaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengalaman ibadah seperti ini disebut &lt;em&gt;multi sensory worship&lt;/em&gt;. Dan dasarnya adalah karena  indra kita diciptakan Tuhan  sebagai pintu masuk menuju pikiran dan hati kita. Kita semua perlu benar-benar memikirkan terus ibadah kita di gereja masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-8354888038298826361?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/8354888038298826361/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=8354888038298826361&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/8354888038298826361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/8354888038298826361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/03/panca-indra-untuk-ibadah.html' title='Panca Indra Untuk Ibadah'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-oIyejz44EhE/TYdTXWoDe4I/AAAAAAAABEs/hPCbbdeMB-s/s72-c/1372.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-8666044625883169410</id><published>2011-03-17T16:11:00.001+08:00</published><updated>2011-11-25T16:21:50.681+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='c.Christian Life'/><title type='text'>Keagungan Karakter</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;em&gt;"When I was young, I admired clever people. Now that I am old, I admire kind people"&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya tidak tahu siapa yang pertama kali mengucapkan kalimat bijak di atas. Kalimat itu saya temukan di &lt;a href="http://vvdonation.blogspot.com/2010/09/vv-is-in-pain.html" target="_blank"&gt;salah satu post di website ini&lt;/a&gt;. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya merasa kalimat itu &lt;em&gt;rings the bell&lt;/em&gt; di kepala saya. Waktu muda, saya kagum pada orang-orang yang pandai, kagum pada kehebatannya, kagum pada berbagai atributnya. Sekarang saya mulai lebih tertarik pada karakter orang. Saya kagum pada mereka yang rendah hati, saya kagum pada mereka yang saleh, saya kagum pada mereka yang baik dan murah hati. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apakah itu tanda saya sudah tua? Belum tua sih, tapi jelas lebih tua dari dulu. Saya masih mengagumi berbagai kemampuan dan atribut orang, kadang dengan sikap yang benar tapi, harus diakui, kadang dengan sikap yang salah. Tapi perlahan-lahan karakter yang agung jauh lebih menarik bagi saya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya kira pengalaman ini juga dialami oleh banyak orang. Perhatikan saja siapa yang lebih mudah kagum dengan kepandaian, kuasa atau kekayaan orang lain? Orang muda! Dengan alasan yang tentu berbeda-beda, makin tua usia makin tidak mudah (walaupun bukan tidak bisa) orang dibuat kagum dengan semua itu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka pelajarannya adalah: Kita yang masih muda, belajarlah mulai mengagumi apa yang lebih pantas dikagumi yaitu keagungan karakter. Kita yang sudah lebih tua, alangkah sayangnya kalau kita masih belum bisa melihat pentingnya keagungan karakter dan seringkali balik lagi dan balik lagi hanya mengagumi atribut. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lihatlah apa yang dipuji Tuhan dari manusia ciptaan-Nya dan kagumlah akan itu, bahkan inginkanlah juga hal itu, kejarlah itu! Kita tidak akan menyesal.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-8666044625883169410?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/8666044625883169410/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=8666044625883169410&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/8666044625883169410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/8666044625883169410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/03/keagungan-karakter.html' title='Keagungan Karakter'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-8062711479574136456</id><published>2011-03-14T15:32:00.005+08:00</published><updated>2011-11-25T16:36:14.201+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='l.Book Reviews'/><title type='text'>The Pastor's Soul Series</title><content type='html'>Bagi para hamba Tuhan, kalau-kalau belum pernah memperhatikan, saya ingin  merekomendasikan satu seri yang menarik "The Pastor's Soul Series".&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Seri ini terdiri  dari 5 buku yang ditulis oleh penulis yang berbeda: The Power of Loving your  Church, Pastoral Grit, Preaching With Spiritual Passion, Listening to the Voice  of God, Leading With Integrity. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertama kali tahu dan melihat judul buku-buku dalam seri  ini, saya berpikir bahwa ini akan menjadi seri yang sangat menjanjikan. Tetapi  setelah membaca dua di antaranya, saya sadar tidak ada yang sempurna (karena saya kurang puas dengan salah satunya). Walaupun  begitu, saya yakin banyak hal bisa kita pelajari (dan pikirkan dengan kritis)  dari para penulis buku ini. Buku-buku ini ditulis dengan gaya bahasa yang  praktis, luwes, dan jujur dalam mengungkapkan pergumulan hamba Tuhan. Dua buku  dalam seri ini yang sudah saya baca adalah:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-1drnWJT0cMU/TX3GWtJNVXI/AAAAAAAABEc/0kxw_w-u9wA/s1600/1556619685.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 130px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-1drnWJT0cMU/TX3GWtJNVXI/AAAAAAAABEc/0kxw_w-u9wA/s200/1556619685.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5583837206386922866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;The Power of Loving Your Church. Banyak insights menarik yang saya dapat dari  buku ini. Khususnya tentang pola hubungan gereja dan gembalanya dan pentingnya  untuk bertahan di satu gereja. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-x8gZ1Eeaeew/TX3GW7nrlVI/AAAAAAAABEk/ohdt7B51gNI/s1600/9781556619724.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 136px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-x8gZ1Eeaeew/TX3GW7nrlVI/AAAAAAAABEk/ohdt7B51gNI/s200/9781556619724.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5583837210272830802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Listening to the Voice of God. Beberapa bab di awal cukup menjanjikan tapi  terus terang saya agak kecewa dengan beberapa bab akhir. Penulis tidak dengan  tajam bicara tentang mendengar suara Allah tapi seperti terseret menceritakan  pergumulannya dalam relasi dengan beberapa orang.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya berniat membaca tiga buku lain di dalam seri ini.  Selalu menarik dan bisa belajar sesuatu dari kehidupan, pergumulan dan  pengalaman orang lain. Dan yang penting adalah kita bisa 'bercermin' karena membaca kisah mereka membuat kita berpikir tentang hidup pelayanan kita sendiri. Tanpa sering 'bercermin', kita bisa lupa 'wajah' kita. Maka saya menganjurkan rekan-rekan hamba Tuhan untuk  membaca seri ini. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-8062711479574136456?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/8062711479574136456/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=8062711479574136456&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/8062711479574136456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/8062711479574136456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/03/pastors-soul-series.html' title='The Pastor&apos;s Soul Series'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-1drnWJT0cMU/TX3GWtJNVXI/AAAAAAAABEc/0kxw_w-u9wA/s72-c/1556619685.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-5118798280291328017</id><published>2011-03-11T16:04:00.004+08:00</published><updated>2011-11-25T16:36:14.202+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='l.Book Reviews'/><title type='text'>The Screwtape Letters - C.S. Lewis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-gDqrpj_ew2g/TXnbCd1NpoI/AAAAAAAABEE/xMRwRBLpJlY/s1600/screwtape.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 220px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-gDqrpj_ew2g/TXnbCd1NpoI/AAAAAAAABEE/xMRwRBLpJlY/s320/screwtape.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582734048516482690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Minggu lalu saya baru selesai membaca buku "The Screwtape Letters" karya klasik C.S. Lewis. Ada 2 hal yang saya rasakan waktu membaca buku ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Saya terlambat membaca buku ini. Buku ini ditulis tahun 1942, jauh sebelum saya menjadi hamba Tuhan, jauh sebelum saya menjadi orang Kristen, bahkan jauh sebelum saya lahir. Maka satu-satunya penyesalan membaca buku ini adalah: Saya baru membacanya sekarang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Semua orang Kristen harus membaca buku ini. Buku ini seringkali dikutip di dalam buku-buku lain atau khotbah-khotbah, tapi akan sangat lain kalau kita membacanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.S. Lewis menulis buku ini dalam bentuk "kumpulan surat" setan senior bernama Screwtape kepada setan yunior bernama Wormwood yang ada di bawah pengawasannya. Mengenai hal ini dia bercanda "Saya tidak punya maksud menjelaskan bagaimana surat-surat yang sekarang saya terbitkan ini jatuh ke tangan saya". Tentu saja semua surat-surat ini adalah hasil imajinasi C.S. Lewis. Seperti membaca percakapan 1 arah, semua adalah surat dari Screwtape kepada Wormwood dan tidak ada surat balasan dari Wormwood.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu membaca buku ini, saya makin sadar akan pekerjaan setan dalam berbagai bentuk di sekitar hidup manusia. Setan dan pekerjaannya sangat nyata. Berbagai "tipuan" dan "cara" setan menjauhkan manusia dari Tuhan disampaikan oleh C.S. Lewis dengan menarik. Tapi di saat yang sama, C.S. Lewis menekankan bahwa pekerjaan Tuhan juga sangat nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya buku ini tidak terlalu mudah dibaca dalam bahasa Inggris (cukup banyak kata-kata yang sulit dan memaksa saya untuk buka kamus), paling tidak untuk saya. Setahu saya sudah terbit terjemahannya dalam bahasa Indonesia, tapi saya tidak tahu bagaimana kualitas terjemahannya. Bagaimanapun, berusahalah membaca buku ini. Saya sendiri ingin membaca ulang buku ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-5118798280291328017?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/5118798280291328017/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=5118798280291328017&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/5118798280291328017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/5118798280291328017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/03/screwtape-letters-cs-lewis.html' title='The Screwtape Letters - C.S. Lewis'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-gDqrpj_ew2g/TXnbCd1NpoI/AAAAAAAABEE/xMRwRBLpJlY/s72-c/screwtape.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-1322706540786372516</id><published>2011-03-06T23:24:00.003+08:00</published><updated>2011-11-25T16:24:04.119+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='i.Ibadah-Lagu'/><title type='text'>God's Own Fool</title><content type='html'>Buat teman-teman yang tadi datang ke kebaktian GKY Singapore, ini klip yang tadi ditampilkan di dalam khotbah saya. Judulnya "God's Own Fool" dari Michael Card. Istri saya menemukan klip lagu "God's Own Fool" di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;youtube&lt;/span&gt;. Setelah di-download, istri saya kemudian mengedit, mengganti gambar2nya dan menambahkan teks bahasa Indonesia. Dan ini hasilnya yang tadi ditampilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;May God bless you all through this!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/b1KwjYgC15c?fs=1" allowfullscreen="" width="425" frameborder="0" height="344"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-1322706540786372516?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/1322706540786372516/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=1322706540786372516&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/1322706540786372516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/1322706540786372516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/03/gods-own-fool.html' title='God&apos;s Own Fool'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/b1KwjYgC15c/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-7088878800964404444</id><published>2011-02-27T23:23:00.001+08:00</published><updated>2011-03-17T16:21:52.559+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='j.Sharing'/><title type='text'>10 Tahun di Ladang Pelayanan</title><content type='html'>&lt;p&gt;Bulan ini tepat 10 tahun sudah saya melayani penuh waktu. Desember 2000 saya menyelesaikan studi theologi dan praktek pelayanan dimulai bulan Februari 2001. Bagi saya mulainya praktek pelayanan adalah mulainya saya terjun ke ladang pelayanan secara penuh waktu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masa-masa di sekolah teologi, masa-masa pertama kali belajar secara penuh waktu di 'pelatnas' adalah masa persiapan untuk terjun ke ladang pelayanan. Setelah itu 'pertandingan' dimulai. Saya sudah melayani Tuhan jauh sebelum masuk sekolah teologi, tapi pelayanan penuh waktu sangat berbeda. Masuk ke 'pelatnas' adalah satu langkah, tapi mulai 'bertanding' sebagai 'atlit' adalah langkah lain lagi. Dan bagi saya itu dimulai ketika dengan berat hati saya membereskan barang-barang saya di asrama sekolah teologi, memandang kamar saya di asrama untuk terakhir kalinya (saya tahu kapan saja saya bisa datang lagi kesana, tapi dengan status yang berbeda), lalu mulai 'bertanding'. Agak sentimental memang, tapi itu yang saya rasakan waktu itu. Rasanya satu episode hidup saya sudah berakhir, sekarang masuk episode berikut. Dan sejak itu hidup saya tidak pernah sama lagi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak terasa sudah 10 tahun saya berada di 'arena pertandingan'. Memang belum lama, rasanya belum banyak yang saya lakukan. Tapi 10 tahun juga bukan waktu yang sebentar (perubahan fisik saya membuktikan itu!). &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selama 10 tahun ini, Tuhan menunjukkan kesabaran-Nya yang luar biasa kepada saya. Selama 10 tahun ini, Tuhan memelihara saya dengan segala kelimpahan kasih karunia-Nya. Kalau saya melihat ke belakang, bukan cuma syukur yang muncul tapi juga malu. Saya bersyukur untuk saudara-saudara seiman, untuk semua talenta dan pelayanan yang Tuhan percayakan, dan untuk pimpinan Tuhan. Tapi saya malu karena diri saya sendiri yang kurang segalanya dalam melayani Dia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya ingat waktu baru meninggalkan sekolah teologi, seperti paradoks, satu sisi semuanya serba gelap, tidak tahu apa yang sebenarnya ingin dilakukan, tidak tahu musti kemana melangkah (kecuali 1 tahun pertama yang memang ditentukan sekolah). Tapi di sisi lain semuanya serba terbuka, usia masih muda, baru akan menikah, banyak kesempatan dan kemungkinan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekarang setelah 10 tahun, pilihan sudah tidak sebanyak dulu dan jalan hidup sudah makin terarah. Saya tidak bisa putar ulang waktu, sebagaimana adanya saya hari ini adalah sebagian 'hasil' keputusan-keputusan di masa lalu. Dan saya percaya ada tangan Tuhan juga yang mengarahkan. Tapi ketika mulai berpikir lebih jelas apa yang harus saya lakukan dalam 10-20 tahun ke depan, ada rasa takut, bukan sekedar takut tantangan di depan (itu juga saya takut sih!) tapi jujur saya takut masih kurang berani mengikut Tuhan, kurang mempersembahkan diri, kurang bergaul dengan Tuhan, kurang menjadi persembahan yang kudus apalagi berkenan. Saya takut 10-20 tahun lagi waktu menoleh ke belakang, saya menyesal karena kurang semua itu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya tidak tahu sampai kapan Tuhan mengizinkan saya hidup dan melayani. Saya juga tidak tahu apa lagi yang akan saya alami di masa depan. Tapi satu doa saya:&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;"Tuhan, tolong aku lebih setia kepadaMu, lebih percaya kepadaMu, lebih berani mengikutiMu dan meninggalkan diriku"&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-7088878800964404444?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/7088878800964404444/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=7088878800964404444&amp;isPopup=true' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/7088878800964404444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/7088878800964404444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/02/10-tahun-di-ladang-pelayanan.html' title='10 Tahun di Ladang Pelayanan'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-1428104451667883349</id><published>2011-02-24T11:15:00.001+08:00</published><updated>2011-03-17T16:21:52.562+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='j.Sharing'/><title type='text'>Kekuatan Bagi Saya</title><content type='html'>&lt;p&gt;Saya pernah menulis di blog ini dari Kis 18 dengan judul &lt;a href="http://jeffreysiauw.blogspot.com/2010/10/acts-18-encouragement.html" target="_blank"&gt;Encouragement&lt;/a&gt; (versi bahasa Inggris) atau &lt;a href="http://jeffreysiauw.blogspot.com/2010/11/kisah-para-rasul-18-kekuatan.html" target="_blank"&gt;Kekuatan&lt;/a&gt; (versi bahasa Indonesia). Waktu itu Paulus datang ke Korintus dengan kelemahan, sangat takut dan gentar. Tapi Tuhan kemudian dengan murah hati memberi dia kekuatan demi kekuatan melalui berbagai hal: persekutuan dengan saudara seiman, bantuan kasih dari jemaat di tempat lain, pertolongan dari rekan pelayanan dan anak rohaninya, buah pelayanannya yang dia saksikan dan bahkan dari Tuhan Yesus sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Uniknya pada waktu menulis tulisan itu, saya sendiri sedang mengalami banyak kesulitan dan merasa beban saya terlalu berat. Tapi kemudian saya mengalami seperti yang dialami oleh Paulus. Di tengah kesulitan dan 'down', Tuhan memberikan saya kekuatan demi kekuatan:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya melihat dan merasakan buah pelayanan saya di dalam diri orang-orang yang saya layani. Saya tahu tidak selalu Tuhan memberikan ini kepada mereka yang melayani Dia karena bagi Tuhan yang penting adalah kesetiaan dan bukan hasil. Maka kalau Tuhan izinkan mereka yang melayani melihat buah pelayanannya, itu adalah anugrah. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Waktu saya ulang tahun, ada banyak teman2 dari GKY Singapore yang datang membuat &lt;em&gt;surprise party&lt;/em&gt; di rumah. Mereka bersembunyi menunggu saya di rumah lamaaaaa... sekali karena sedikit masalah teknis hehe... Bagi mereka mungkin bukan apa2, tapi bagi saya apa yang mereka lakukan sangat berarti.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Baru-baru ini saya menerima hasil kuliah semester lalu. Salah satu yang sangat membuat saya tertekan waktu itu adalah kesulitan membagi waktu antara studi dan pelayanan. Sementara saya melihat orang-orang bekerja di perpustakaan, saya hanya bisa tegang karena masih harus terus mempersiapkan pelayanan. Selama beberapa minggu sebelum batas akhir &lt;em&gt;paper&lt;/em&gt; itu dikumpul, tiap hari dari pagi sampai sore saya duduk di perpustakaan, bagaimanapun lelahnya saya terus memaksa diri. Kadang saya hanya bisa menarik napas panjang dan berkata kepada Tuhan: "Saya cape.. saya cape.." Saya sudah berkata kepada istri: "Dapat 'B+' saya senang, dapat 'B' lemes, dapat 'B-' sedih, kalo sampai dapat 'A-' saya bisa loncat2, kalau 'A' sih nggak mungkin". Ternyata hasilnya: 'A-' (btw, betul kan 'A' tidak mungkin!?). Bagi saya itu sangat luar biasa. Saya memang tidak jadi loncat2, tapi saya sangat senang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hari Sabtu dan Minggu yang lalu saya melayani di GKY Jemaat Green Ville. Selama 3 hari itu, saya luar biasa cape. Bukan hanya karena 4X berkhotbah, tapi juga karena waktu istirahat yang sangat kurang. Tidak ada waktu kosong sama sekali karena terus menerus saya dan istri bertemu dengan orang-orang. Tapi perasaan saya dan istri sama, kami sangat sukacita bertemu dengan mereka kembali. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masih banyak lagi yang tidak bisa saya ceritakan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya bersyukur karena Tuhan baik! Saya mengamini apa yang saya tulis waktu itu. Tuhan adalah Tuhan yang baik, Dia tahu kebutuhan hamba-Nya dan Dia memberikan kekuatan yang diperlukan. Saya bersyukur karena Dia bukan hanya Tuhan yang memberi kekuatan bagi Paulus tapi Dia juga Tuhan yang memberi kekuatan bagi saya. Dan saya tahu saya akan memerlukan kekuatan dari Tuhan terus menerus sepanjang hidup.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-1428104451667883349?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/1428104451667883349/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=1428104451667883349&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/1428104451667883349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/1428104451667883349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/02/kekuatan-bagi-saya.html' title='Kekuatan Bagi Saya'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-2652617868837909918</id><published>2011-02-22T16:24:00.006+08:00</published><updated>2011-11-25T16:24:55.977+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='k.Sharing-Life at TTC'/><title type='text'>My Guided Study</title><content type='html'>Sekedar ingin sharing apa yang sedang saya lakukan dalam studi saya di semester ini. Ini adalah semester terakhir sebelum saya masuk dalam penulisan thesis. Maka semester ini saya mengambil &lt;em&gt;guided study, &lt;/em&gt;mata kuliah yang dirancang  untuk mempersiapkan saya dalam penulisan thesis.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Waktu pihak sekolah menanyakan apa yang ingin saya tulis tentang thesis, saya bergumul dan akhirnya saya menjawab saya ingin menulis tentang misi di kekristenan awal (early Christianity). Belum terlalu jelas apa yang ingin saya tulis, tapi mungkin seputar misi seperti apa yang diharapkan Paulus dari gereja, aktif atau pasif? Berita apa yang harus diproklamirkan oleh gereja? Apakah misi gereja dilihat sebagai misi 'one body' atau 'personal'?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena topik itu, pembimbing saya meminta  saya untuk mempelajari apakah Yudaisme di zaman bait Allah kedua (maksudnya bait Allah yang berdiri setelah kembali dari pembuangan di Babel) adalah agama yang bermisi atau tidak  (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Whether Judaism in the second temple period was a missionary religion or not&lt;/span&gt;). Topik yang sebenarnya sangat besar,  terlalu besar untuk sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;paper &lt;/span&gt;singkat. Tapi yang dia harapkan adalah saya  menjadi akrab dengan literatur, sejarah dan perdebatan seputar misi di zaman kekristenan awal, dan untuk itu saya tidak bisa lari dari Yudaisme.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka mulailah saya berpusing ria dengan segala macam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Judaism stuff&lt;/span&gt;. Menarik tapi sangat susah! Saya mulai suka sekaligus mulai pusing! Saya harap dalam 2 atau 3 minggu lagi saya bisa mulai menulis paper saya. Tidak mungkin saya bisa menjawab pertanyaan itu dalam riset singkat dan paper singkat semester ini. Saya hanya mencoba merangkumkan berbagai perdebatan dan data yang ada (saya harap dengan itu saya juga menjadi familiar dengan dunia itu) dan kemudian bisa memberikan masukan kritis. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fiuhhh... may God help me! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beberapa buku di bawah ini sementara ini saya anggap sebagai buku-buku utama yang harus dibaca:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-lNRsYoJRTQI/TWN1xBlezwI/AAAAAAAABDs/hLXadDPOFak/s1600/Bird.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 196px; height: 295px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-lNRsYoJRTQI/TWN1xBlezwI/AAAAAAAABDs/hLXadDPOFak/s320/Bird.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5576430248714489602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-1g8zyGNxmYU/TWN1woWr-lI/AAAAAAAABDU/7D8bOzx53UY/s1600/goodman.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 207px; height: 296px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-1g8zyGNxmYU/TWN1woWr-lI/AAAAAAAABDU/7D8bOzx53UY/s320/goodman.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5576430241941551698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-W7AepTVhhro/TWN1wz48ETI/AAAAAAAABDc/ro4W8Z89ogs/s1600/McKnight.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 204px; height: 297px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-W7AepTVhhro/TWN1wz48ETI/AAAAAAAABDc/ro4W8Z89ogs/s320/McKnight.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5576430245038002482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-g03j-cplFN8/TWN1xCVPSxI/AAAAAAAABDk/ahvLoBIhtdU/s1600/feldman.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 202px; height: 295px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-g03j-cplFN8/TWN1xCVPSxI/AAAAAAAABDk/ahvLoBIhtdU/s320/feldman.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5576430248914799378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-SIsPeLzdLNc/TWN2-J1HkcI/AAAAAAAABD8/MwcXdLaA_30/s1600/Dickson.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 202px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-SIsPeLzdLNc/TWN2-J1HkcI/AAAAAAAABD8/MwcXdLaA_30/s320/Dickson.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5576431573777486274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-2652617868837909918?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/2652617868837909918/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=2652617868837909918&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/2652617868837909918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/2652617868837909918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/02/my-guided-study.html' title='My Guided Study'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-lNRsYoJRTQI/TWN1xBlezwI/AAAAAAAABDs/hLXadDPOFak/s72-c/Bird.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-166616133599951410</id><published>2011-02-17T21:15:00.004+08:00</published><updated>2011-11-25T16:22:59.108+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e.Bible Reading-Prayer'/><title type='text'>Mengapa 'Buku Renungan' Untuk 'Saat Teduh'?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-5B_Fz9xsgno/TV0f1vygqII/AAAAAAAABBU/EGO6cDxu5OU/s1600/bible3-full_init__ezr.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 287px; height: 216px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-5B_Fz9xsgno/TV0f1vygqII/AAAAAAAABBU/EGO6cDxu5OU/s320/bible3-full_init__ezr.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574646921976391810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;'Saat teduh' adalah istilah yang dipakai untuk menyebut waktu khusus untuk  membaca Alkitab dan berdoa. Tidak jelas siapa yang pertama kali mengeluarkan  istilah ini, tetapi istilah yang dia pakai sangat menarik. Dia tidak menyebutnya  sebagai 'saat membaca Alkitab' atau 'saat berdoa' tetapi 'saat teduh'. Sebuah  waktu yang dipakai untuk teduh, tenang, dan menemukan kedamaian. Kita tahu  isinya adalah membaca Alkitab dan berdoa, tetapi penekanannya adalah pada  keteduhan yang kita temukan waktu membaca Alkitab dan berdoa.  &lt;p&gt;Bagaimanapun bagusnya, istilah itu sudah menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;technical term&lt;/span&gt; untuk  menunjuk suatu kegiatan. Dan celakanya kegiatan yang kita maksud biasanya  adalah: membaca artikel renungan harian (baik lewat buku ataupun online)! Kita  bisa lakukan itu sambil duduk di MRT (buat yang di Singapore), sambil berdiri  berdesakan di bis, atau via iPhone di kantor sambil menunggu komputer start-up.  Maka kalau kita ditanya, "Apakah sudah bersaat teduh?", asalkan kita sudah  membaca artikel itu, kita akan berkata "Sudah!"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa hal yang perlu kita pikirkan ulang:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Saat teduh isinya adalah membaca Alkitab dan berdoa. Lebih dalam lagi,  saat teduh adalah waktu khusus berkomunikasi dengan Tuhan. Kita berbicara  kepada-Nya dan mendengar suara-Nya. Kita bersekutu dengan Dia. Mengapa lalu ini  diganti dengan membaca artikel renungan? Mengapa tidak lebih baik baca 1 ayat  Alkitab, meresapi ayat itu, dan kemudian berdoa kepada Tuhan? Jangan salah  mengerti, saya tidak anti buku saat teduh atau artikel-artikel renungan online.  Tapi apa yang ada di dalam artikel2 seperti itu adalah renungan seseorang akan  ayat Alkitab. Kita boleh membacanya untuk menolong kita juga merenungkan Alkitab  tapi bukan merenungkan artikelnya! Dan coba tanya ulang pertanyaan yang paling  dasar di dalam saat teduh, apakah kita berkomunikasi dengan Tuhan? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Membaca buku renungan di bis atau artikel  renungan online tidak salah. Tapi benarkah kita menemukan keteduhan? Diam,  tenang, cari wajah Tuhan dan menerima damai-Nya? Benarkah itu adalah saat yang T-E-D-U-H bagi kita?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekali lagi, tidak apa kita memakai buku saat teduh, tapi mari pikir dulu  bagaimana buku saat teduh itu atau artikel renungan online itu membantu kita  berkomunikasi dengan Tuhan dan teduh di kaki-Nya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mari ber-saat teduh lagi! Benar-benar ber-saat teduh!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka lain kali waktu kita  ditanya, "Apakah sudah bersaat teduh?" kita bisa menjawab dengan tersenyum,  "Sudah!"&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-166616133599951410?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/166616133599951410/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=166616133599951410&amp;isPopup=true' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/166616133599951410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/166616133599951410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/02/mengapa-buku-renungan-untuk-saat-teduh.html' title='Mengapa &apos;Buku Renungan&apos; Untuk &apos;Saat Teduh&apos;?'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-5B_Fz9xsgno/TV0f1vygqII/AAAAAAAABBU/EGO6cDxu5OU/s72-c/bible3-full_init__ezr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-8753649309179837498</id><published>2011-02-16T16:55:00.007+08:00</published><updated>2011-11-25T16:36:14.203+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='l.Book Reviews'/><title type='text'>Beyond the Ranges - Kenneth Scott Latourette</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-UeEduAJI1nM/TVuSphw0A6I/AAAAAAAABA0/DxxbE8hGfpU/s1600/untitled.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 179px; height: 260px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-UeEduAJI1nM/TVuSphw0A6I/AAAAAAAABA0/DxxbE8hGfpU/s320/untitled.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574210205936518050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Baru selesai membaca buku ini, sebuah autobiography dari Kenneth Scott  Latourette. Latourette adalah seorang profesor misi dan sejarah oriental di Yale University. Seorang profesor yang sangat terkenal dan luar biasa. Dia  menulis banyak buku yang sebagian di antaranya menjadi buku standard di  bidangnya. Selama hidupnya, tidak terhitung banyaknya jabatan dan tanggung jawab yang harus dia pikul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Pertama kali saya 'mengenal'nya adalah melalui karyanya "A History of Christianity",  yang saya &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-ko_JkCi_FZQ/TVuTh39a8rI/AAAAAAAABA8/rW9hlTyp5YU/s1600/history.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 277px; height: 206px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-ko_JkCi_FZQ/TVuTh39a8rI/AAAAAAAABA8/rW9hlTyp5YU/s320/history.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574211173967655602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;baca waktu saya mengajar sejarah gereja di sebuah sekolah teologi.  Buku yang sangat tebal itu, lebih dari 1500 halaman dalam 2 volume, mengajar  saya banyak hal tentang sejarah gereja.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Buku ini tidak terlalu menarik untuk dibaca  karena banyak berisi data  yang sulit kita mengerti (jangan lupa penulisnya  profesor sejarah!). Saya membaca buku ini sebenarnya sekedar ingin tahu bagaimana kehidupan  seorang &lt;em&gt;scholar&lt;/em&gt; besar. Ada beberapa hal menarik yang saya temukan dari  hidupnya:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. Makin besar yang diberikan, makin besar juga yang dituntut. Latourette  sangat ahli di dalam bidang misi dan sejarah oriental, dan makin ahli dia makin  banyak tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Di satu titik, ketika dia harus  menerima tanggung jawab baru, dengan tertekan dia berjalan dan berpikir apakah  dia masih bisa hidup sampai tahun depan! Tidak pernah ada "makin ahli berarti makin mudah - dan santai".&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Latourette  mengerjakan bidang yang bagi saya tidak terlalu menarik: sejarah! Bukannya saya tidak tertarik mempelajari sejarah, tapi saya selalu merasa ingin mengerjakan sesuatu yang lebih dekat dan mengena kepada kehidupan manusia. Sejarah bagi saya sedikit 'kejauhan' (maaf bagi yang belajar sejarah). Tapi orang seperti Latourette mengingatkan saya bahwa tidak ada yang 'tidak berguna' asalkan kita persembahkan dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan. Latourette punya passion besar di dalam bidang misi dan sejarah, dan dia kerjakan itu untuk Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Hidup rohaninya. Ada beberapa hal yang menarik: Pertama, dia punya  kebiasaaan untuk pergi ke taman dan berdoa sekitar 15 menit setiap pagi, dan itu  dilakukannya sejak muda sampai dia meninggal. Dia berkata hal itu menjadi  kekuatan baginya. Kedua, dia selalu mengumpulkan murid-muridnya dan menjadikan  mereka kelompok seperti KTB. Sampai tua setiap minggu dia memimpin KTB dan ada kalanya 2 KTB berbeda bertemu  dengan dia setiap minggu. Dia bukan orang yang mengurung diri di dalam ruang belajar, tetapi orang yang ingin membagikan hidupnya. Waktu dia tua murid-muridnya memanggilnya dengan  panggilan akrab "Uncle Ken".&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-YB9rZu_6TWA/TVuXNrR1zCI/AAAAAAAABBM/d7pZ0I3BJkc/s1600/10531914a3332615896b564546303l.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 220px; height: 170px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-YB9rZu_6TWA/TVuXNrR1zCI/AAAAAAAABBM/d7pZ0I3BJkc/s200/10531914a3332615896b564546303l.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574215225012767778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Buku ini diterbitkan tahun 1967, sekitar satu tahun sebelum Latourette  meninggal dunia di tahun 1968. Tidak terhitung berapa banyak orang yang membaca bukunya, tidak terhitung berapa besar pengaruh dia kepada dunia melalui murid-muridnya, tidak terhitung berapa banyak orang yang menikmati hidupnya. Tapi tahun 1968, karyanya sudah selesai, hidupnya sudah berakhir.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seperti yang dialami setiap manusia, ia lahir dan kemudian mati, seperti mampir di dunia  ini. Kita semua manusia memang mampir di dunia ini. Tapi yang penting adalah apa yang kita lakukan selama kita mampir di dunia ini?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-8753649309179837498?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/8753649309179837498/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=8753649309179837498&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/8753649309179837498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/8753649309179837498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/02/beyond-ranges-kenneth-scott-latourette.html' title='Beyond the Ranges - Kenneth Scott Latourette'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-UeEduAJI1nM/TVuSphw0A6I/AAAAAAAABA0/DxxbE8hGfpU/s72-c/untitled.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-6124053428575604806</id><published>2011-02-07T19:17:00.001+08:00</published><updated>2011-11-25T16:22:59.109+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e.Bible Reading-Prayer'/><title type='text'>Mengapa Doa Identik Dengan Berkata-kata?</title><content type='html'>&lt;p&gt;Tiap kali berdoa, kita selalu berkata-kata. Baik itu berkata-kata dengan suara keras atau berkata-kata di dalam hati. Doa identik dengan berkata-kata. Tapi mengapa?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita tahu bahwa kata-kata adalah alat kita mengungkapkan sesuatu yang ada di pikiran kita atau hati kita. Tapi siapa yang tidak pernah mengalami 'kehabisan kata-kata' atau tidak tahu lagi 'bagaimana menjelaskan dengan kata-kata'? Kita semua pernah mengalami bahwa apa yang ada di pikiran atau hati kita ternyata terlalu sulit atau bahkan tidak mungkin lagi diungkapkan dengan kata-kata. Dan itu wajar! Pikiran dan hati manusia terlalu kompleks, berbagai hal bisa campur aduk di situ, sementara kata-kata hanya bisa menyederhanakan yang kompleks itu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada waktu kita berdoa, kita sedang berkomunikasi dengan Tuhan yang menciptakan kita. Dia tahu kompleksnya pikiran dan hati kita, Dia tahu tinggi rendahnya perasaan kita, Dia tahu baik buruknya pengalaman kita, Dia tahu sukacita atau dukacita yang sedang menusuk hati kita. Kata-kata tidak mungkin bisa mengungkapkan semuanya. Sementara Tuhan melihat seluruh kompleksitas itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka mengapa kita tidak berdoa dengan berdiam diri saja? Mengapa kita tidak berdoa dengan hanya menangis? Mengapa kita tidak berdoa dengan pikiran dan hati kita, membawanya kepada Tuhan sambil berseru kepadaNya? Mengapa kita tidak membayangkan saja apa yang kita ingin ungkapkan kepada Tuhan sambil menempatkan semuanya di kaki Tuhan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kata-kata sangat penting, termasuk untuk berdoa. Tapi ketika kata-kata tidak cukup, tetaplah berdoa dengan cara apapun... dan Tuhan pasti mengerti doa kita.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-6124053428575604806?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/6124053428575604806/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=6124053428575604806&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/6124053428575604806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/6124053428575604806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/02/mengapa-doa-identik-dengan-berkata-kata.html' title='Mengapa Doa Identik Dengan Berkata-kata?'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-1968764079971796411</id><published>2011-01-31T11:00:00.002+08:00</published><updated>2011-11-25T16:36:14.204+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='l.Book Reviews'/><title type='text'>By Searching - Isobel Kuhn</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/TUYmEbUQAPI/AAAAAAAABAY/BsqoSG52j7k/s1600/By%2BSearchingweb.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 203px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/TUYmEbUQAPI/AAAAAAAABAY/BsqoSG52j7k/s320/By%2BSearchingweb.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568179846784221426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saya baru saja selesai membaca buku ini. Kesaksian seorang wanita dari awal abad 20 yang dibesarkan  dalam keluarga Kristen, meninggalkan Tuhan menjadi atheis dan kembali kepada Tuhan, dan  akhirnya menjadi misionaris di antara suku Lisu di provinsi Yunnan, China. &lt;p&gt;Isobel menulis dengan sangat menarik, sederhana dan jujur. Apa yang dia  ceritakan adalah pengalaman sehari-hari, dia seorang muda biasa dengan ketakutan  waktu melayani, kesadaran akan keterbatasannya, kekhawatiran akan masalah  keuangan, kesukaan dengan hal-hal yang ceria, dan sebagainya. Tapi yang juga  sangat mengesankan bagi saya adalah bagaimana hubungannya dengan Tuhan. Tidak  ada yang terlalu 'istimewa', tidak ada mukjizat yang luar biasa - laut terbelah,  guntur menggelegar setiap kali berdoa, orang mati dibangkitkan - tetapi dia  mencari Tuhan dengan sepenuh hati dan Tuhan membimbing dia dengan caraNya yang  lembut. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satu lagi yang luar biasa, dia dikelilingi dan menemukan banyak orang saleh  di dalam hidupnya. Orang-orang yang hatinya untuk Tuhan, berdoa dengan sungguh  kepada Tuhan, mau menolong walaupun tidak punya uang, beriman kepada Tuhan, dan  orang-orang seperti itu mewarnai hidupnya. Dia sendiri akhirnya juga menjadi  orang yang seperti demikian. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Membaca kisahnya membuat saya 'kepengen', mungkin lebih tepatnya 'iri',  untuk menemukan hal yang sama. Saya ingin bisa seperti itu salehnya. Dan saya ingin  bisa menemukan lebih banyak orang-orang yang seperti itu salehnya di sekeliling  saya. Istri saya menularkan kerinduan ini kepada saya. Dia berkata dia ingin GKY  Singapore bukan hanya dipenuhi orang-orang baik tapi juga orang-orang saleh.  Saya juga menginginkan itu, baik untuk saya sendiri dan istri, maupun juga banyak jemaat di GKY Singapore. Sudah beberapa hari ini - dan entah sampai kapan - ini  menjadi pokok doa saya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Isobel Kuhn mengakhiri buku ini dengan kisah keberangkatannya menjadi  misionaris di China di tahun 1928. Pada waktu ia bertangis-tangisan dengan orang-orang yang  selama itu dia layani, di atas kapal yang akan membawanya ke China itu dia  berdoa, "Tuhan, berikan aku satu kata  terakhir yang tidak akan mereka lupakan".  Dan kemudian dia berteriak kepada mereka yang mengantarnya, "Let us go on!" Dia  berkata terang surgawi muncul pada sebagian muka mereka di antara tangisan  duniawi, dan di tengah jalan dia menerima telegram dari mereka: "We will go  on!"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terakhir dia mengingatkan kita: So - let us go on - SEARCHING. Mencari Tuhan,  menjelajahi kebesaran Tuhan, mencari kehendakNya, mengenal kasihNya dan  mengikuti langkahNya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Let us go on!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-1968764079971796411?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/1968764079971796411/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=1968764079971796411&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/1968764079971796411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/1968764079971796411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/01/by-searching-isobel-kuhn.html' title='By Searching - Isobel Kuhn'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/TUYmEbUQAPI/AAAAAAAABAY/BsqoSG52j7k/s72-c/By%2BSearchingweb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-2215603099717161724</id><published>2011-01-20T17:58:00.002+08:00</published><updated>2011-11-25T16:21:50.682+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='c.Christian Life'/><title type='text'>What Would Billy Graham Do Differently?</title><content type='html'>Saya baru membaca tulisan dari blog &lt;a href="http://unnecessarypastor.blogspot.com/2011/01/what-would-billy-graham-have-done.html"&gt;teman&lt;/a&gt;. Sekali lagi saya menemukan kebenaran yang saya amini sejak beberapa tahun lalu (yang berusaha saya jalankan dan nikmati tapi tetap susah). Berikut adalah komentar dari dia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeta Billy Graham adalah seorang pengkhotbah dan penginjil terkenal  abad 20.  Saya mengaguminya sebagai teladan hamba Tuhan yang rendah  hati. Sekarang ia  telah mencapai 92 tahun; istrinya Ruth telah lebih  dahulu meninggalkannya. Dalam usia selarut itu, apa yang akan ia  ceritakan mengenai kehidupan  dan pelayanannya? Pewawancara bertanya,  jika ia bisa mengulang hidupnya, what would he do differently? Jawab  Billy, "I want to study more, pray more,  travel less, and take less  speaking engagement. I'd spend more time for  meditation and prayer and  just telling the Lord how much I love him, and  adore him, and looking  forward to the time we will spend together for  eternity."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawancara tersebut dengan Billy Graham bisa dilihat di &lt;a href="http://www.godtube.com/watch/?v=9MMF9JNU"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sangat saya sayangkan adalah banyak orang terlambat menyadarinya? Atau seperti saya, sudah sadar tapi susah untuk melakukannya. Mari mulai dari sekarang, seperti yang dikatakan Billy Graham: study more, pray more, spend more time for meditation and prayer, telling the Lord how much we love him and adore him and looking forward to the time we will spend together for eternity. Saat yang sama, tidak bisa dihindari, itu berarti juga mengurangi kesibukan kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-2215603099717161724?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/2215603099717161724/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=2215603099717161724&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/2215603099717161724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/2215603099717161724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/01/what-would-billy-graham-do-differently.html' title='What Would Billy Graham Do Differently?'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-4148437335743530660</id><published>2011-01-17T17:14:00.008+08:00</published><updated>2011-11-25T16:36:14.204+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='l.Book Reviews'/><title type='text'>Study Bibles</title><content type='html'>Seringkali saya mendengar orang Kristen mengeluhkan sulitnya mengerti  Alkitab. Bagi saya, keluhan itu adalah &lt;em&gt;a good sign from a good  will&lt;/em&gt; bahwa kita membaca Alkitab dan mau mengertinya.  &lt;p&gt;Tapi mari jangan berhenti di mengeluh. Ada banyak sekali alat bantu yang  tersedia untuk menolong kita mengerti Alkitab. Salah satu alat bantu dasar yang  saya sarankan adalah Study Bible. Why?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Study Bible berarti satu buku yang berisi Alkitab lengkap versi tertentu  (bagi yang tidak akrab dengan Alkitab bahasa Inggris: Alkitab dalam bahasa  Inggris tidak seperti Alkitab Indonesia yang hanya ada 1 versi formal dan 1  versi bahasa sehari-hari, tapi ada banyak versi terjemahan dan masing2 punya  karakteristiknya sendiri) dengan keterangan mengenai latar belakang, arti dan  juga kadang penerapannya. Semua itu menolong kita untuk menangkap apa yang  sebenarnya terjadi dan apa yang dimaksudkan oleh bagian tertentu. Sekarang ini  Study Bible bahkan diperlengkapi dengan banyak gambar, peta, diagram, untuk  menolong kita lebih mudah mempelajari Alkitab. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Beberapa Study Bible ditulis oleh para teolog yang sangat baik (1 Study  Bible bisa ditulis oleh puluhan teolog). Sekalipun mereka mempunyai posisi  teologi masing2, tetapi di dalam menuliskan Study Bible mereka biasanya menjaga  "netralitas", dalam arti mereka tetap berusaha memberikan berbagai sudut pandang  yang berbeda. Ini akan sangat menolong kita merenungkan Alkitab dan  mempelajarinya lebih jauh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada banyak Study Bible dan bisa membingungkan jika kita sama sekali tidak  tahu mana yang harus dibeli. Di bawah ini adalah beberapa Study Bible yang saya  sarankan untuk dilihat dan dipertimbangkan untuk dibeli. Saya tidak bisa  memberikan review yang lengkap karena saya sendiri hanya pernah memakai NIV  Study Bible. ESV Study Bible dan NIV Life Application Study Bible, hanya sempat  saya lihat2 dan baca review-nya dari banyak orang. Tapi melihat para penulisnya,  versi Alkitabnya, tujuan penulisannya, dan juga review2nya, saya memutuskan yang tiga  ini "aman" dan baik untuk dibeli.&lt;/p&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/TTQIxqQGiEI/AAAAAAAAA_w/8NzUAyBZNpw/s1600/ESV%2BStudy%2BBible.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 184px; height: 289px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/TTQIxqQGiEI/AAAAAAAAA_w/8NzUAyBZNpw/s320/ESV%2BStudy%2BBible.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5563081088957843522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;English Standard Version adalah terjemahan Alkitab yang sangat baik. Dan Study Bible ini dibuat berdasarkan ESV. Isinya sendiri dipuji oleh banyak kalangan dan karena mutu artikel2nya dianggap sebagai Study Bible terbaik saat ini.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/TTQIxqQGiEI/AAAAAAAAA_w/8NzUAyBZNpw/s1600/ESV%2BStudy%2BBible.jpg"&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/TTQJ_EOzCaI/AAAAAAAABAI/vGdL1Q7d7Bk/s1600/Life%2BApplication.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 176px; height: 247px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/TTQJ_EOzCaI/AAAAAAAABAI/vGdL1Q7d7Bk/s320/Life%2BApplication.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5563082418781620642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Study Bible ini berdasarkan terjemahan New International Version, yang sangat  populer di kalangan Injili. Study Bible ini sangat baik karena memberikan banyak  artikel yang mengkaitkan isi Alkitab dengan penerapan sehari-hari  sehingga menolong kita merenungkan Alkitab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/TTQKTw2G9_I/AAAAAAAABAQ/Qe2D3IQYDVY/s1600/NIV%2BStudy%2BBible.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 180px; height: 289px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/TTQKTw2G9_I/AAAAAAAABAQ/Qe2D3IQYDVY/s320/NIV%2BStudy%2BBible.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5563082774355048434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;NIV Study Bible adalah Study Bible yang sangat populer di Indonesia, khususnya  di kalangan kelompok-kelompok Pemahaman Alkitab mahasiswa sejak tahun 1980-an.  Isinya cenderung standard dalam arti tidak memberikan banyak posisi teologis dan  juga penerapan, tetapi lebih kepada arti dan latar belakang. Versi yang sekarang  tersedia adalah versi yang sudah updated.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing2 Study Bible di atas tersedia dalam berbagai ukuran dan juga jenis  cover dengan harga yang juga sangat berbeda. Untuk ukuran dan cover yang  sejenis, mungkin NIV Study Bible paling murah, diikuti tidak jauh oleh NIV Life  Application Study Bible. ESV Study Bible adalah yang paling mahal saat ini,  untuk yang hardcover ukuran sedang di Singapore bisa didapatkan sekitar $60  (Rp.420.000).  &lt;p&gt;Selamat melihat-lihat dan memilih :-) Selamat belajar Alkitab!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-4148437335743530660?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/4148437335743530660/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=4148437335743530660&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/4148437335743530660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/4148437335743530660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/01/seringkali-saya-mendengar-orang-kristen.html' title='Study Bibles'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/TTQIxqQGiEI/AAAAAAAAA_w/8NzUAyBZNpw/s72-c/ESV%2BStudy%2BBible.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-3363598020764575884</id><published>2011-01-10T19:12:00.004+08:00</published><updated>2011-01-31T12:09:04.002+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='j.Sharing'/><title type='text'>Menulis Sambil Belajar dan Belajar Sambil Menulis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/TSrqZ6LxoAI/AAAAAAAAA_o/ykFLtzMv1lY/s1600/letter-writing.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 288px; height: 215px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/TSrqZ6LxoAI/AAAAAAAAA_o/ykFLtzMv1lY/s320/letter-writing.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5560514420778573826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;(Posted in 18 April 2008 - Revised) &lt;/em&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Blog ini, dengan segala ketersendatannya, sudah berjalan lebih dari empat  tahun. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Awalnya menulis bukanlah pekerjaan yang suka saya lakukan. Sejak duduk di  bangku SD sampai lulus kuliah, saya tidak pernah menulis satu artikel pun,  kecuali untuk pelajaran mengarang tentunya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertama kali saya berkenalan dengan ide ‘menulis’ adalah waktu saya berada di  sekolah teologi. Di sana saya bertemu dengan beberapa teman yang punya hobi  menulis dan juga punya kemampuan untuk itu. Ada rasa kagum kepada mereka karena  seperti mendengar ada ‘benua baru’ yang belum pernah saya tahu tapi ternyata  sudah dijelajahi dan dinikmati orang lain! Maka sempat muncul dalam hati saya  keinginan untuk ikut menjelajahi benua baru itu, belajar menulis. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi seperti juga beberapa hal lain dalam hidup saya, seiring dengan  banyaknya kesibukan ini dan itu, cita-cita itu tidak pernah kesampaian. Saya  memang menulis paper untuk tugas kuliah teologi, tetapi saya rasa itu berbeda  dengan menulis tulisan yang enak dibaca. Saya selalu hanya mengagumi ‘dari jauh’  ketika membaca tulisan-tulisan orang lain yang bagus-bagus. Bahkan sampai  beberapa tahun setelah lulus dari sekolah teologi, saya tetap tidak pernah  menjadi penulis. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suatu kali seorang teman saya memuji teman lain yang suka menulis  artikel-artikel di sebuah mailing list dan tulisannya yang makin lama makin  panjang menunjukkan dia makin mahir dalam menulis. Tadinya mungkin dia hanya  mampu menulis singkat untuk menyampaikan pikirannya tetapi lama kelamaan dia  makin mampu menguraikannya dengan panjang lebar. Artinya dia sudah belajar  menulis! Pikiran itu menggelitik saya dan keinginan untuk menulis pun kembali  muncul. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ide untuk mulai membuat blog ini datang ketika melihat beberapa teman yang  sudah memulai terlebih dulu. Saya sempat ragu dan banyak pertanyaan muncul dalam  pikiran saya seperti: “Apakah saya bisa menulis? Apakah saya bisa konsisten  menulis, jangan-jangan akan berhenti dalam beberapa bulan? Berapa banyak artikel  yang mampu saya tulis? Darimana saya akan dapat ide untuk tulisan saya,  lama-lama bahannya pasti habis? Bla…bla…bla…” Tapi akhirnya lahir juga blog ini. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekarang setelah blog ini berjalan lebih dari empat tahun, ternyata saya  masih menulis. Walaupun saya tidak mampu untuk sering menulis, tetapi saya masih  bisa konsisten untuk menulis. Selalu ada hal-hal baru yang saya temukan yang  mendorong saya untuk menulis. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya sudah beberapa kali mengubah tampilan blog ini, background, warna,  elemen semua mengalami perubahan. Tapi salah satu elemen yang tidak berubah dari  awal adalah tulisan introduksi blog ini (tadinya saya tempatkan di bagian  header, sekarang saya tempatkan di bagian “Tentang Saya”): &lt;em&gt;“Saya seorang  murid Alkitab. Saya selalu menulis sambil belajar dan belajar sambil menulis.  Semakin banyak yang saya tulis, semakin banyak yang saya pelajari…”&lt;/em&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya jadi bertanya kepada diri sendiri, apakah kalimat-kalimat itu masih  tepat menjadi introduksi tentang saya? Setelah saya pikir-pikir, ternyata masih.  Saya masih seorang murid Alkitab, belum pernah lulus! Dan gaya belajar saya pun  masih sama, yaitu menulis. Ketika ada sesuatu yang menarik perhatian saya baik  ketika membaca buku, melihat sesuatu atau merenungkan sesuatu, saya harus  menuliskannya atau pasti melupakannya. Dan uniknya adalah ketika saya menulis,  banyak pikiran lain lagi yang muncul memperkaya apa yang sudah saya pelajari  Maka saya memang belajar sambil menulis dan menulis sambil belajar. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekalipun dulu saya tidak pernah menulis artikel, sebenarnya Tuhan sudah  mempersiapkan saya untuk menulis. Saya terbiasa untuk selalu menuliskan seluruh  naskah khotbah saya. Sekali lagi itu karena saya menulis sambil belajar dan  belajar sambil menulis. Memang naskah khotbah saya tentu tidak pas untuk dibaca  karena gaya bahasanya adalah gaya bahasa ‘saya-sendiri’. Tetapi ketika tiba  waktunya saya harus menulis, ternyata tidak terlalu sulit untuk mengubah gaya  bahasa ‘saya-sendiri’ itu menjadi gaya bahasa tulisan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka tulisan-tulisan saya, pertama-tama adalah untuk diri saya sendiri. Saya  ingin belajar maka saya menulis. Saya ingin menulis dengan tulus sebagai bagian  dari menulis dan belajar. Kalau Tuhan pakai itu untuk menjadi berkat bagi orang  lain, saya bersyukur. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya hanya berdoa supaya apa yang saya tulis menolong saya dan mungkin orang  yang membacanya juga, menjadi murid Alkitab yang lebih baik karena kita tidak  pernah, sekali lagi TIDAK PERNAH, boleh berhenti menjadi murid Tuhan yang  mempelajari Alkitab.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-3363598020764575884?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/3363598020764575884/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=3363598020764575884&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/3363598020764575884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/3363598020764575884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/01/menulis-sambil-belajar-dan-belajar.html' title='Menulis Sambil Belajar dan Belajar Sambil Menulis'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/TSrqZ6LxoAI/AAAAAAAAA_o/ykFLtzMv1lY/s72-c/letter-writing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-8964297193631188451</id><published>2011-01-02T22:22:00.001+08:00</published><updated>2011-01-31T12:08:35.548+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='j.Sharing'/><title type='text'>2011</title><content type='html'>&lt;p&gt;Memasuki tahun 2011, saya sudah membuat perencanaan untuk berbagai hal: rencana pembagian waktu antara pelayanan dan studi, rencana topik khotbah di GKY Singapore, rencana mengembangkan pelayanan di GKY Singapore, rencana liburan, rencana membaca tafsiran Perjanjian Baru, rencana keuangan, bahkan rencana menghadapi berbagai masalah yang mungkin timbul dan sebagainya. Tapi sambil membuat semua perencanaan itu saya tahu realitanya nanti pasti akan tidak sesuai dengan rencana. Hidup tidak pernah terlalu rapi sehingga semua bisa diatur seperti itu. Pasti akan ada banyak penyesuaian dan perubahan sambil waktu berjalan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka saya sadar justru perencanaan paling penting, yang belum terlalu saya pikirkan, adalah perencanaan kerohanian. Saya perlu merencanakan bagaimana bertumbuh, mengatur 'strategi' bagaimana saya menghadapi setan dan kuasanya, memikirkan bagaimana saya akan menjaga 'awareness' saya akan realita rohani, menjaga hati saya dari kepahitan dan tawar hati. Saya harus merencanakan bagaimana makin seperti Yesus. Semua boleh berjalan sesuai rencana tapi kalau saya tidak bertumbuh, kalau saya menjadi tawar hati, kalau saya lupa Tuhan, semua akan percuma. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seperti tahun-tahun sebelumnya dalam hidup saya, tidak mungkin saya berjalan tanpa anugrah Tuhan. Kiranya di tengah badai apapun Tuhan mengingatkan saya akan satu hal yang sangat penting, bahwa saya adalah orang yang sudah dibaptis. Air baptisan yang pernah mengalir di atas kepala dan dahi saya adalah tanda meterai dari Tuhan bahwa saya adalah anak Tuhan dan kasih karunia Tuhan sudah dicurahkan kepada saya. Dan saya percaya Tuhan tidak pernah ingkar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;May the Lord lead me all the way throughout 2011!&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-8964297193631188451?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/8964297193631188451/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=8964297193631188451&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/8964297193631188451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/8964297193631188451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/01/2011.html' title='2011'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-8410053082112204548</id><published>2010-12-30T10:59:00.001+08:00</published><updated>2011-11-25T16:20:47.376+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='b.With Others'/><title type='text'>Keintiman</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;em&gt;(Posted in Oct 2, 2008)&lt;/em&gt;  &lt;p&gt;Dunia yang menekankan efisiensi, efektivitas dan produktivitas adalah dunia yang makin membuang keintiman. Padahal keintiman adalah salah satu hal paling dasar dari natur manusia.  &lt;p&gt;Coba perhatikan bagaimana kita berhubungan dengan Tuhan. Ketika kita sudah berdoa sekian lama dan tidak ada perubahan, maka kita merasa memboroskan waktu (efisiensi). Doa bagi kita hanyalah asking and receiving, menjadi cara untuk kita menerima yang kita inginkan (efektivitas). Dan ketika kita berdoa dan tidak ada hasil, kita malas berdoa (produktivitas). Aneh sekali bahwa doa kita lihat dari sisi itu! Bukankah salah satu dasar paling penting dari doa adalah keintiman dengan Tuhan? Maka mengapa kita tidak melihat doa sebagai ngobrol dengan Tuhan?  &lt;p&gt;Dan kita memperlakukan sesama kita juga berdasarkan konsep yang sama, tanpa keintiman. Kita hanya peduli pada hasil, dan jika tidak ada hasil maka kita anggap tidak perlu kita lakukan. Kalau ada orang bertanya apa yang saya lakukan selama 1 hari, lalu saya menjawab “ngobrol”. Saya yakin dia tidak akan kagum dengan jawaban itu dibanding kalau saya menjawab “berkhotbah” atau “konseling” atau “besuk”. Mengapa? Berkhotbah, konseling, besuk, dianggap pekerjaannya hamba Tuhan, tetapi ngobrol itu permainan dan memboroskan waktu. Bagaimana bisa hamba Tuhan tidak ada pekerjaan selain ngobrol?  &lt;p&gt;Justru di sini masalahnya. Mengapa ngobrol dianggap memboroskan waktu? Saya tidak katakan bahwa berkhotbah, konseling dan membesuk itu tidak penting. Dan saya juga tidak katakan bahwa ngobrol itu sesuatu yang pasti baik, apalagi jika isi obrolannya membawa kita makin jauh dari Tuhan. Tetapi bukankah mengajarkan Firman dan berdoa (2 tugas utama yang menjadikan seseorang sebagai hamba Tuhan) hanya mungkin dilakukan dengan baik jika saya mendengar dengan baik? Bagaimana mungkin saya mendengar jika saya terburu-buru dan hanya mengumpulkan data? Mendengar berarti ngobrol. Intimacy needs time.  &lt;p&gt;Seorang teman yang menjadi kepala cabang dari sebuah perusahaan bercerita bahwa pekerjaan dia sehari-hari lebih banyak ngobrol. Bukan karena dia tidak ada pekerjaan, tetapi memang itulah tugas dia, menjalin relasi dengan konsumen. Mengapa ngobrol dianggap pekerjaan bagi dia? Karena ngobrol adalah cara dia bekerja, menjalin relasi dengan konsumen, membuat konsumen percaya dan akhirnya mendatangkan keuntungan bagi perusahaan. Maka karena ngobrol adalah cara untuk efisiensi, efektivitas dan produktivitas, itu dianggap berguna. Lihat, bahkan dalam hal paling sederhana, ngobrol, kita diatur oleh konsep-konsep itu.  &lt;p&gt;Maka di dalam gereja, kita juga terlalu sibuk untuk ngobrol dengan benar. Kita ngobrol dengan agenda di belakangnya: membujuk orang melakukan yang kita mau, menjalankan tugas kita sebagai pemerhati, menjalin relasi supaya akhirnya memudahkan urusan pelayanan, dll. Kita tidak ngobrol dengan kasih, ngobrol dengan menghargai anugrah Tuhan dalam diri orang lain, ngobrol untuk menjalin keintiman di dalam Kristus.  &lt;p&gt;Sekali lagi saya tidak katakan bahwa tugas kita hanya mengobrol sepanjang hari. Tetapi concern saya adalah keintiman itu makin tergerogoti dari kehidupan kita, baik bersama dengan Tuhan maupun dengan sesama, karena kita terbiasa melihat segala sesuatu harus ada ‘hasil’nya, harus efisien, efektif dan produktif. Siapa bilang harus begitu?&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-8410053082112204548?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/8410053082112204548/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=8410053082112204548&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/8410053082112204548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/8410053082112204548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2010/12/keintiman.html' title='Keintiman'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-676673447350900299</id><published>2010-12-23T15:28:00.002+08:00</published><updated>2011-11-25T16:24:04.120+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='i.Ibadah-Lagu'/><title type='text'>Ssstt... Natal Tinggal Dua Hari Lagi</title><content type='html'>&lt;p&gt;Ssstt... Natal tinggal dua hari lagi...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita tahu bahwa hari Natal yang dirayakan tiap tahun tidaklah berbeda dengan hari-hari lain. Tiap Minggu kita juga beribadah di gereja menyembah Tuhan yang sudah lahir, mati dan bangkit. Tiap Minggu kita juga mengingat akan kebesaran dan kasih Tuhan. Lalu apa bedanya Natal dengan minggu-minggu lain?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita manusia terikat oleh waktu. Kita hidup di dalam waktu. Itu sebabnya kita selalu belajar dari mengikuti ritme waktu. Hari-hari yang berharga kita peringati, seperti hari ulang tahun kita, hari pernikahan kita, atau hari baptisan kita. Untuk apa? Untuk mengajar kita beroleh hati yang bijaksana. Juga ada hari-hari yang kita pakai untuk mengingatkan kita akan sesuatu yang baik, seperti hari kasih sayang, hari guru, hari papa, hari mama, dan seterusnya. Kita perlu semua itu karena kita ini makhluk pelupa! Kita perlu semua itu untuk terus 'men-&lt;em&gt;tune'&lt;/em&gt; ritme hidup kita yang gampang terombang-ambing ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka Tuhan juga mengajar kita melalui ritme waktu: hari Sabat menjadi hari perhentian, ada hari ibadah untuk datang kepada Tuhan dan ada hari-hari raya untuk mengingat karya Tuhan. Walaupun tiap hari kita bisa berhenti kerja, beribadah dan mengingat karya Tuhan, tapi kita perlu ada hari-hari khusus lagi untuk semua itu. Hari-hari seperti itu akan membentuk ritme hidup kita dan memberi kita kekuatan untuk hidup dengan bijaksana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya kira itulah Natal. Kebaktian Natal memang tidak beda esensinya dengan kebaktian yang kita lakukan minggu demi minggu. Tapi karena ritme waktu, setiap tahun ada satu hari yang khusus kita pakai untuk mengingatkan kita akan kasih Tuhan yang Dia nyatakan pada waktu Natal. Tiap tahun, hari itu kita khususkan untuk mengingat hadiah yang Allah berikan bagi kita: Allah jadi manusia! &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Natal tinggal dua hari lagi. Khususkanlah hari itu! Biarkan Roh Kudus sekali lagi menyegarkan hatimu, dengar Dia berbisik: Ssstt... Allah mengasihimu!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selamat Natal!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-676673447350900299?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/676673447350900299/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=676673447350900299&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/676673447350900299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/676673447350900299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2010/12/ssstt-natal-tinggal-dua-hari-lagi.html' title='Ssstt... Natal Tinggal Dua Hari Lagi'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-3384959699548080978</id><published>2010-12-04T14:51:00.009+08:00</published><updated>2011-11-25T16:34:50.742+08:00</updated><title type='text'>My Blog Features</title><content type='html'>&lt;p&gt;Setelah 4 tahun blog ini berjalan dan ada 190 post di dalamnya, saya merasa perlu menambahkan beberapa &lt;em&gt;features&lt;/em&gt; untuk menambah &lt;em&gt;usefulness&lt;/em&gt; dari blog ini. Beberapa di antaranya sudah cukup lama dan beberapa lagi baru saja saya tambahkan:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. "Subscribe via email" supaya setiap kali saya posting sesuatu yang baru, pembaca yang mendaftar bisa menerimanya di email masing2. Begitu anda mendaftar akan ada email konfirmasi yang dikirimkan untuk aktivasi account. Setelah itu setiap kali saya post sesuatu yang baru, artikel itu akan dikirim secara otomatis lewat email saya. Dengan kata lain, jika saya tidak memposting sesuatu yang baru, tidak perlu membuang waktu untuk membuka blog ini. Saat ini sudah ada 44 orang pembaca yang mendaftar dan aktif. Selain itu juga ada cukup banyak yang mendaftar tapi entah mengapa belum mengaktifkan account-nya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. "Search this Blog". Saya sadar bahwa blog ini mulai menjadi kumpulan &lt;em&gt;resources&lt;/em&gt; dan untuk mempermudah pembaca yang ingin mencari sesuatu, silakan mencari artikel yang tepat dengan memasukkan &lt;em&gt;key words&lt;/em&gt; di situ.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Icon2 untuk share di bawah setiap post. Maka setiap artikel bisa langsung di-share ke teman2 lain via email, blog, twitter dan facebook.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Labels. Saya berusaha membuat label yang lebih deskriptif dan untuk beberapa artikel saya menempatkan beberapa labels yang berkaitan supaya mempermudah pencarian. Label itu juga diperlihatkan di bawah post supaya pembaca mudah mencari artikel dengan label yang sama. Kalau ada yang punya ide lebih baik untuk labelling di dalam blog ini, tolong kasih masukan ke saya. Berikut keterangan singkat untuk label2 itu:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;a.With God (Semua hal yang berkaitan dengan hubungan kita dengan Tuhan, baik itu dosa, sikap kita kepada Tuhan, konsep kita tentang Tuhan, dsb)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;b.With Others (Semua hal yang berkaitan dengan hubungan kita dengan sesama, baik itu menolong, menyakiti, menyombongkan diri, dsb)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;c.Christian Life (Mengenai berbagai hal seputar kehidupan kita sebagai orang Kristen, di luar kelompok "With God", "With Others", dan lain2. Lebih ke arah kitanya sendiri.)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;d.Bible Study (Tulisan yang tidak berisi renungan dengan topik tertentu tetapi menjelaskan ayat/kitab atau konsep tertentu dalam Alkitab)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;e.Bible Reading-Prayer (Berisi hal-hal tentang disiplin rohani berdoa, saat teduh, dan membaca Alkitab)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;f.Pelayanan (Berbagai konsep dan perenungan tentang pelayanan, tentu banyak hal yang menyangkut gereja)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;g.Hamba Tuhan (Tulisan-tulisan mengenai kehidupan hamba Tuhan dan pelayanannya)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;h.Gereja (Berbagai hal yang saya renungkan tentang gereja, pelayanan di dalam gereja diletakkan di bagian 'pelayanan')&lt;/p&gt; &lt;p&gt;i.Ibadah-Lagu (Semua yang terkait dengan konsep ibadah dan juga perenungan akan lagu)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;j.Sharing (Ini bukan artikel tetapi berupa sharing saya akan kehidupan pribadi saya, apa yang saya alami dan nikmati)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;k. Sharing-Life at TTC (Sharing khusus seputar kehidupan studi saya di TTC)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;l. Book Reviews&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;m. Reviews of Other Things (Review atas apa saja selain buku)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;n. Other Topics (Semua topik lain yang tidak masuk dalam kategori di atas)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;o. Ministry Events (Foto dan report untuk berbagai event pelayanan saya)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;p. Travel (Karena saya suka travelling, bagian ini khusus hanya untuk share foto dan cerita mengenai travelling saya)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;q. Israel Trip: Refleksi (Khusus refleksi yang saya dapat waktu pergi ke Israel tahun 2008. Saya berharap mereka yang mau pergi ke Israel bisa membaca dulu beberapa tulisan ini)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selamat membaca!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34314803-3384959699548080978?l=jeffreysiauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/feeds/3384959699548080978/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34314803&amp;postID=3384959699548080978&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/3384959699548080978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34314803/posts/default/3384959699548080978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeffreysiauw.blogspot.com/2010/12/my-blog-features.html' title='My Blog Features'/><author><name>Jeffrey Siauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04308051375292062677</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/S7BpRFdd2YI/AAAAAAAAA1M/qrl1IfCM90Q/S220/IMG_2900blog1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34314803.post-3680364690844019728</id><published>2010-11-28T22:35:00.003+08:00</published><updated>2011-11-25T12:34:36.581+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='f.Pelayanan'/><title type='text'>Pelayanan Anak Muda</title><content type='html'>Salah satu karunia yang saya sadar Tuhan berikan kepada saya adalah melayani anak muda. Saya sangat suka dengan anak muda, berbaur dengan mereka, menemani mereka dalam pergumulan hidup dan perjalanan hidup rohani mereka.  &lt;p&gt;Saya berasal dari sebuah gereja kecil di Jakarta. Di situ saya melayani sebagai pembimbing remaja. Dan di situ juga saya mulai mengembangkan kesukaan saya melayani anak muda. Pada waktu masuk ke sekolah teologi, saya harus mengakui bahwa sekolah teologi tidak mengembangkan kesukaan saya melayani anak muda. Sebaliknya saya menjadi makin kaku dan &lt;em&gt;ja'im&lt;/em&gt;. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satu tahun praktek pelayanan di gereja tidak mengubah itu. Satu tahun berikutnya melayani di sebuah gereja yang isinya 99% anak muda hanya berhasil mengubah saya sedikit. Satu tahun berikutnya lagi melayani sebagai misionaris juga tidak mengubah apa-apa, kecuali 1 hal yang penting: membuat saya kangen dengan suasana persekutuan yang hangat, khususnya di tengah anak muda seperti yang pernah saya alami. Pelayanan selama lima tahun berikutnya di tengah anak-anak muda GKY Green Ville barulah mengubah segalanya. &lt;em&gt;I always thank God for them&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_RNiUPeBmkH4/TPJrml7csII/AAAAAAAAA-4/p__
