Friday, November 07, 2014

Melihat Alam Roh

Pernah mendengar cerita tentang/dari orang-orang yang “memiliki kemampuan” untuk melihat alam roh? Mereka bukan hanya tahu jika ada roh tetapi bahkan bisa melihat dan kadang berbicara dengan roh itu.

Sebagian orang menyebut “kemampuan” ini sebagai indra ke-enam atau “the sixth sense” – terlepas dari tepat atau tidaknya sebutan ini. Sebagian orang lagi menyebutnya dengan istilah “Indigo” – padahal istilah “Indigo” adalah untuk menyebut orang-orang yang sejak kecil memiliki kemampuan khusus dan tidak selalu bersifat supra natural. Apapun sebutannya, yang ingin saya bahas adalah “kemampuan” untuk melihat alam roh itu.

Beberapa kali saya pernah bertemu dan mendengar langsung cerita dari orang-orang yang “memiliki kemampuan” ini. Cerita-cerita mereka menolong saya untuk berpikir apa sebenarnya yang terjadi. Saya sudah berpikir untuk menulis tentang ini sejak beberapa bulan lalu tapi tidak pernah jadi. Baru-baru ini, berturut-turut saya menerima pertanyaan lagi mengenai hal ini dari orang-orang yang kenal orang dengan “kemampuan” ini. Maka saya pikir sudah waktunya saya menulis sesuatu yang paling tidak bisa menolong memberikan sedikit guideline.

Berikut ini beberapa cerita yang pernah saya dengar (detil cerita saya samarkan):

1. Pada waktu usia pemuda, A tiba-tiba mulai melihat setan. Dia bisa menggambarkan penampilan setan-setan itu, yang katanya bermacam-macam. Mereka tidak mengganggu dia, hanya lewat saja di dekat dia. Dia juga tidak berbuat apa-apa selain memperhatikan dengan ketakutan. Berkali-kali dia berdoa minta mereka pergi, tapi tetap saja. Dia bercerita soal ini ke teman-teman dan pendeta, mereka mendoakan dia, tapi tetap sama saja. Lama kelamaan semakin aneh, ketika pagi hari dia saat teduh, dia mendengar anjing melolong di depan rumah. Lolongannya keras, menyayat, dan terus menerus, padahal tidak ada anjing di depan rumahnya. Setiap kali dia berdoa, lolongan itu terdengar, setiap kali dia berhenti, lolongan itu pun berhenti. Akhirnya dia berhenti berdoa, saat teduh, baca Alkitab. Dia tetap pergi ke gereja tapi semua menjadi hambar. Bertahun-tahun seperti itu. Saya tidak tahu apa yang terjadi kemudian, tetapi belakangan saya dengar dia malah berkomunikasi dengan setan-setan itu.

2. Entah sejak kapan B mulai bisa melihat setan. Khususnya waktu di rumah duka atau di kuburan, dia akan melihat banyak sekali di sana. Ketika pulang, apa yang dilihatnya itu akan sangat mengganggu dia. Itu sebabnya sebisa mungkin dia menghindar untuk pergi ke tempat-tempat seperti itu. Dia berdoa, didoakan, semua tetap sama saja. Akhirnya dia memilih untuk cuek. Dia belajar untuk tidak mempedulikan setan-setan itu. Dia tidak mau memperhatikan, dia tidak mau melihat, apalagi bicara. Dia biarkan saja total. Lama kelamaan, walaupun dia masih bisa melihat, kehadiran setan-setan itu makin tidak mengganggu bagi dia. Mereka terlihat dari jauh, tidak melihat dia, dan dia juga tidak mau melihat mereka. Hidupnya normal dan relatif tidak terganggu dengan semua itu.

3. Ketika C masuk ke suatu tempat yang katanya ada setan, dia akan sangat merasakan itu, seperti diterpa oleh sebuah kekuatan. Tiap kali dia merasakan itu, dia tahu ada setan. Dia jarang melihat langsung. Tetapi dia bisa merasakan dengan sangat kuat ada setan, bahkan berapa jumlahnya! Setiap kali merasakan itu, dia merinding ketakutan. Dia tidak pernah menggunakan “kemampuan”nya itu kecuali untuk menilai apakah di suatu tempat ada setan atau tidak.

Ada beberapa cerita lagi yang saya dengar, tapi kira-kira mirip dengan semua kisah di atas.

Apa yang terjadi sebetulnya? Betulkah mereka melihat alam roh? Mengapa mereka bisa melihatnya sementara orang lain tidak? Bagi orang Kristen, apakah itu karunia dari Tuhan? Bagaimana kita – atau sebaiknya mereka - menyikapi kemampuan ini? Apa yang harus mereka lakukan?

Saya harus mulai dengan mengatakan bahwa dunia roh selamanya adalah misteri bagi kita yang masih hidup di dunia. Banyak hal tidak bisa kita jelaskan karena Alkitab juga tidak banyak bicara soal ini. Satu hal yang selalu ditekankan Alkitab adalah dunia roh hanya terdiri dari dua macam: Tuhan (dan malaikatnya) dan Iblis (dan pengikutnya) yang selalu ditempatkan di bawah otoritas Tuhan. Tetapi, bukan berarti kita sama sekali blank. Maka berikut ini adalah jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas yang saya pikirkan berdasarkan apa yang saya dengar (yang terbatas sekali) dan berdasarkan pengertian saya akan Alkitab:

Pertama, betulkah mereka melihat alam roh?
Kesamaan dalam cerita-cerita di atas adalah roh yang dilihat selalu adalah setan (dengan berbagai rupa yang menakutkan) atau roh orang mati, dan bukan malaikat. Kesamaan lainnya adalah ketiga orang itu adalah orang berpendidikan, normal secara kejiwaan, dan orang Kristen. Saya mengenal mereka cukup lama dan tahu bahwa mereka tidak berbohong dan tidak berhalusinasi. Maka jawabannya adalah “Ya”.

Kedua, mengapa mereka bisa melihatnya sementara orang lain tidak?
Setan adalah roh dan roh tidak terlihat oleh mata fisik kita. Tetapi, mengapa mereka bisa melihatnya? Jawabannya hanya dua macam: Tuhan yang memperlihatkan setan-setan itu kepada mereka atau setan-setan itu yang sengaja memilih untuk memperlihatkan diri kepada mereka. Saya cenderung berpikir jawabannya adalah yang kedua, dan tanpa alasan yang kita mengerti, Tuhan mengizinkan itu terjadi.

Tidak ada yang terlalu istimewa sebetulnya. Kepada orang-orang tertentu, setan bisa secara khusus berusaha menjatuhkan. Ingat kisah Simon Petrus? Yesus berkata: “Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum” (Luk 22:31). Iblis memilih Simon, dan dia menuntut izin Tuhan untuk menghajar Simon. Yesus peringatkan Simon Petrus... Dia izinkan Iblis menghajar Simon... dan Simon jatuh. Tuhan kalah? Tidak. Yesus berkata, “Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu” (Luk 22:32). Yesus bahkan tahu Simon akan jatuh, tetapi Yesus mau Simon tidak gugur imannya karena peristiwa itu, lalu insaf kembali, dan bahkan menguatkan saudara-saudara yang lain.

Setan mungkin memilih orang-orang tertentu secara khusus untuk diganggu dan dijatuhkan olehnya – kali ini dengan cara dia menampakkan diri. Kita semua mungkin pernah menjadi targetnya – dengan berbagai cara. Maka pertanyaannya bukan mengapa (itu memang pekerjaan setan) tetapi bagaimana kita harus hidup supaya tidak jatuh?

Ketiga, apakah itu adalah karunia dari Tuhan?
Karunia adalah sesuatu yang berguna untuk membangun hubungan kita dengan Tuhan, dan bahkan lebih tepatnya untuk pembangunan seluruh tubuh Kristus. Dari semua cerita yang saya dengar, “kemampuan” ini lebih bersifat menipu/mengganggu daripada berguna. Jangankan untuk pembangunan tubuh Kristus, bahkan untuk diri sendiri pun, dia merusak. Akhirnya A menjauh dari Tuhan dan sekarang ketika masuk dalam tahap komunikasi, dia bahkan memberikan “nasihat” kepada orang lain sebagai “orang pandai”. B ketakutan dan selalu terganggu perasaannya ketika dia memperhatikan. C mulai bergantung pada “kemampuan”nya dan cenderung bisa ditipu. Satu cerita lagi yang tidak saya dengar langsung, orang ini sering menerima bisikan akan apa yang akan terjadi. Perhatikan polanya, lama kelamaan mereka akan makin tidak bergantung kepada Tuhan. Waktu tidak bergatung kepada Tuhan, mereka bergantung kepada siapa? Maka saya kira jawabannya adalah “Bukan”.

Keempat, bagaimana sebaiknya mereka menyikapi “kemampuan” ini?
Lagi-lagi, dari cerita yang saya dengar, umumnya mereka tidak diganggu oleh setan-setan itu (kecuali A yang anjing melolong ketika dia bersaat teduh). Setan-setan itu hanya menampakkan diri dan lewat di depan mereka. Mereka juga tidak diajak bicara awalnya, tetapi semakin diperhatikan, kesadaran akan kehadiran setan-setan itu semakin kuat dan bahkan A sudah sampai di tahap berkomunikasi dengan mereka. Sebaliknya B, semakin tidak memperhatikan semakin dia tidak terganggu.

Saya kira itulah yang sebaiknya dilakukan: Cuekin! Jangan pernah pakai “kemampuan” itu, jangan pernah bergantung padanya untuk menilai sesuatu, jangan percaya ketika dibisiki/diperlihatkan apapun juga, jangan perhatikan, jangan cari, apalagi bicara. In short: Cuekin!

Selama kita tidak tahu kegunaan “kemampuan” ini - bahkan sejauh yang kita tahu ini bukan sesuatu yang bermanfaat tetapi malah merusak, selama kita tidak bisa menjawab pasti bahwa ini adalah dari Tuhan, lebih bijaksana kalau kita tidak menganggapnya sebagai karunia dari Tuhan tetapi mungkin “pemberian” setan.

Apa tujuannya? Setan tidak kreatif, maka tujuannya selalu bisa ditebak dengan mudah. Kalau itu betul dari setan, maka tujuannya selalu hanya untuk menipu manusia, membuat manusia bergantung kepadanya, dan ujungnya adalah menjauhkan manusia dari Tuhan. That’s it! Maka cuekin aja.

Saya pernah bertemu dengan seorang ibu yang bercerita tentang anaknya yang bisa melihat setan. Anak itu kadang ketakutan karena melihat “tante” atau “nenek”. Kadang dia menunjuk ke atas lemari, kadang dia terlihat seperti mengusir, bahkan kadang dia berbicara sendiri. Pertanyaan ibu itu sederhana, apa yang harus dilakukan? Prinsipnya sama seperti kepada orang dewasa, ajarkan dia untuk cuekin, jangan pedulikan apalagi berkomunikasi dengan roh itu. Sebaliknya, ajarkan terus dia bahwa Tuhan juga adalah roh, bahkan penguasa dari semua alam roh termasuk setan. Ajarkan dia untuk berdoa ketika diganggu. Ajarkan dia untuk tidak takut dan percaya bahwa Tuhan lebih besar dari semuanya. Ajarkan dia bahwa Tuhan tidak mau dia peduli dengan roh itu, sebaliknya Tuhan mau bicara dengan dia melalui Alkitab dan doa. Doakan sungguh-sungguh supaya di dalam anugrah-Nya, Tuhan menjaga anak itu. Tuhan tidak akan tinggal diam, Dia tahu bagaimana menjaga kita sekalipun kita digocoh oleh setan, tetapi kadang kita yang bodoh dan membiarkan diri ditipu oleh setan. Itu masalahnya.

Saya harap apa yang saya tulis ini bisa sedikit menolong anda yang bergumul dengan masalah-masalah ini. Bagi teman-teman yang kisahnya saya pakai di atas dan kebetulan membaca tulisan ini, saya mengucapkan terima kasih karena rela berbagi cerita dengan saya. Saya berdoa supaya Tuhan terus menguatkan kalian.

Saya ingin menutup dengan mengulang apa yang saya tulis di atas, "Satu hal yang selalu ditekankan Alkitab adalah dunia roh hanya terdiri dari dua macam: Tuhan (dan malaikatnya) dan Iblis (dan pengikutnya) yang selalu ditempatkan di bawah otoritas Tuhan." Itu sebabnya menonton film horor membuat kita ketakutan karena setan dipresentasikan begitu maha kuasa dan tidak terkendali. Perspektifnya salah! Itu bukan ajaran Alkitab! Sebaliknya ketika membaca tentang setan di Alkitab tidak pernah membuat kita merinding ketakutan kepadanya karena disana kita melihat setan dalam perspektif yang sebenarnya: Selalu harus tunduk di bawah kuasa Allah kita yang maha besar.

21 comments:

Anton Triyanto said...

Yup, Satan deceives us in two ways. (1) in west: we believe that they don't exist or (2) in the east: we believe that they exist and powerful.

Anonymous said...

Yes, that same old trick :-)

Denny Teguh Sutandio said...

Agree ko. Ada teman saya dari 1 grj Karismatik di Surabaya bilang bhw melihat setan termsk karunia. Sjk kpn Alkitab ngajari melihat setan itu karunia? Refot deh. Apalagi di Indo, ada seorg penginjil yg mantan dukun rajin nulis buku2 ttg dunia roh yg katanya membongkar kedok iblis. Aneh, knp yg ditonjolkan iblis e?? Org Kristen sdh bosan dgn Alkitab n ribut soal santet, setan, dll. Thx ko buat artikelnya. Jiayou. Gbu

Rudy Widjaja said...

Nice article. Kalau karunia membedakan roh bisa diartikan bagaimana ya? Krn bnyk yg menganggap lihat setan = karunia membedakan roh. Mgkn bisa dijelaskan juga.

Anonymous said...

Thanks comment-nya Denny!

Rudy, saya kutip aja kalimat dari Gordon Fee (seorang pendeta dari gereja Pentakosta, juga seorang NT scholar yang saya hormati):

Membedakan bermacam2 roh (1 Kor 12.10). Apakah ini maksudnya “menguji roh-roh, apakah mereka berasal dari Allah” (1 Yoh 4.1), artinya kemampuan untuk membedakan mana yang benar dari Roh Allah dan mana yang dari roh lain? Atau maksudnya seperti yang ditulis di 1 Kor 14.29 tentang menguji nubuat, “baiklah…yang lain menanggapi (terjemahan lebih baik: evaluate, artinya menilai dengan benar) apa yang mereka katakan”?

Sangat mungkin yang dimaksud Paulus adalah keduanya, tetapi secara lebih khusus kepada yang kedua yaitu “menanggapi, membedakan, atau menilai dengan benar” nubuat (1 Kor 14.29). Paulus menggunakan istilah “membedakan bermacam2 roh”, artinya ketika mendengar nubuat, jemaat harus “membedakan” mana yang benar dari Roh Kudus dan mana yang dari roh lain.

Maka "melihat setan" tidak ada hubungannya sama sekali dengan karunia membedakan bermacam2 roh. Semoga menolong untuk mengerti.

Samuel Foo said...

Ko Jeff! What a blessing! Thanks for this new perspective...God bless you ko, :D

(hope u still remember me, LOL)

Anonymous said...

Hi Sam! You are welcome! Of course, I do remember you :-) Hope you are doing fine.

Semmy Takaliuang said...

Hi brother Jeffrey, salam kenal!

Terima kasih untuk tulisan-tulisannya yang menarik dan memberkati untuk dibaca, saya tadi mampir baca-baca tulisan tentang studi lanjutan ke S3, semoga bisa nyusul nanti :D

Selama ini salah satu minat saya adalah dalam bidang demonology dan saya pribadi juga sedang terus belajar agar dapat menolong banyak orang Kristen yang tersesat, karena ulah Iblis.

Saya kira sesuai dengan apa yang Tuhan Yesus dan Paulus contohkan, bahwa ketika dalam kepekaan dan kepenuhan Roh, Paulus merasa terganggu dengan roh tenung di hamba perempuan itu, ia tidak tahan dan segera mengusirnya. Maka jika kita merasa setan-setan itu menggangu kita, maka kita tidak bisa cuek, namun perlu aktif untuk melawan Iblis dan roh-roh setan yang selalu berkeliaran seperti singa (1Pet. 5:8).

Firman mengajarkan dengan jelas bahwa kita harus tunduk pada Allah dan melawan (Yak. 4:7) dan lawan Iblis dengan iman yang teguh (1Pet. 5:9).

Saya menyikapi dan menjawab pertanyaan: Bagaimana sikap kita terhadap roh setan yang masuk dalam teritorial kita? Di mana ia menampakan diri di kamar kita, rumah kita, toko kita/pabrik kita, bahkan di gereja kita. Saya selalu menjawab, Anda harus melawan dengan aktif yaitu mengusirnya dalam nama Yesus, agar ia pergi ke 'free area' yang ada di luar tempat yang Tuhan percayakan bagi kita.

Menurut hemat saya, seorang Kristen dapat bersikap cuek jika ia berada di luar areanya, seperti mungkin sedang berjalan-jalan di tempat terbuka, di mall. Kita tidak perlu berlebihan dan super aktif utk mengusirnya dari situ, apalagi di tempat-tempat yang memang merupakan home base mereka....namun jika roh-roh ini terlihat masuk ke dalam area yang merupakan tempat tinggal seorang Kristen, saya kira kita harus mengusir roh-roh itu utk pergi. Bagi saya kehadiran mereka saja (tanpa buat apa) sudah membuat atmosfer rohani kediaman kita menjadi tidak nyaman, apalagi mereka terlihat membuat kekacauan, seperti merasuk, mengintimidasi, menindih dan membuat ketakutan.

Rumah tempat kediaman kita, kamar kita, gereja kita, apalagi tubuh kita adalah area yang harus bebas dari kehadiran roh-roh setan dan utk case ini, kita jangan cuek, tetapi aktif mengambil tindakan dalam otoritas yang Yesus berikan kepada kita.

Maka dalam kasus-kasus di atas, yang sering orang katakan indigo/sixth sense, kita perlu mengarahkan mereka untuk hidup sungguh-sungguh dengan Tuhan, bebas dari segala dosa/pencemaran, dan memakai kuasa yang Tuhan berikan untuk mengusir setan-setan yang nampak dan yang berkeliaran di sekitar area kita berada/tinggal/bekerja.

Yang menjadi problem:
1. Orang Kristen tidak percaya adanya setan.
2. Orang Kristen terlalu mendramatisir keberadaan setan dan terlalu fokus kepada dunia roh.
3. Orang Kristen tanpa sengaja mengundang setan ke dalam areanya
4. Orang Kristen takut menghadapi setan dan tdk tau cara memakai kuasa Allah utk melawan setan


tetapi juga yang saya amati ada orang Kristen yang mengabaikan keberadaan setan dan menganggap ia sudah kalah, tdk bisa menyerang/menggoda kita lagi.

Maka saya kira perlu keseimbangan dlm hal ini, kita perlu mengarahkan banyak saudara2 seiman untuk tekun belajar mengenal Allah lewat firman Allah, tetapi juga tahu seluk beluk kuasa kegelapan (meski tidak harus detail semuanya) dan yang penting adalah tahu untuk melawan Iblis dan antek-anteknya secara khusus jika mereka masuk dan menganggu kita.

Kiranya bisa melengkapi apa yang sudah ditulis brother Jeffrey di atas...!

Anonymous said...

Hi brother Semmy, salam kenal!

Thank you utk comment-nya.

Mungkin saya perlu jelasin sedikit lagi. Saya tidak bermaksud mengatakan kita tidak perlu mengusir setan. Saya setuju ketika manifestasi setan itu nyata dan mengganggu, seharusnyalah dengan kuasa Allah kita mengusirnya.

Tetapi, beberapa orang yang kisahnya saya ceritakan ulang dalam tulisan ini, sudah berkali-kali melakukannya. Mereka mengusir, bersama teman2 gereja, bersama pendeta, berdoa, puasa, dan seterusnya. Hanya saja orang itu tetap bisa melihat mereka ada di situ.

Setan2 itu tidak mengganggu (beda dengan kasus merasukan misalnya).
Bagi yang mengalami diganggu setan, jelas itu harus diusir dan berhasil dalam nama Yesus.
Tetapi ini berbeda. "Kemampuan" melihat itu tetap ada walaupun tidak diganggu.

Itulah saatnya, yang saya maksudkan, "cuekin" aja. Kita tidak tahu mengapa Tuhan izinkan itu terjadi. Tetapi bagian kita adalah untuk tidak takut, percaya pada Tuhan dan tidak berkomunikasi dengan mereka.

Sekali lagi terima kasih banyak, saya jadi punya kesempatan untuk memperjelas! :-)

Semmy Takaliuang said...

Thanks untuk penjelasannya brother Jef,

Dari beberapa pengalaman dan juga cerita yang saya dengar dari beberapa orang ttg penglihatan khusus ini, biasanya setan memiliki suatu alasan kuat untuk tetap berada di tempat-tempat tertentu. Hal itu bisa karena ada suatu peristiwa khusus di tempat itu dan berkaitan dengan dosa atau aktivitas okultisme di masa lalu,sehingga setan merasa memiliki 'hak' khusus utk berada di situ. Jikalaupun setan diusir, namun tidak dibongkar kunci akses setan, maka ia akan kembali lagi,setelah tempat itu sempat 'bersih' sementara.

Maka memang perlu doa dan puasa (jika perlu) yg lebih intens utk membongkar dan membersihkan tempat tsb.

Namun dari sisi pribadi ybs, prinsip rohani yang jelas ialah jika seseorang yang memiliki Yesus dan penuh dengan Roh, hadir di suatu tempat yang katakanlah didiami oleh roh setan, maka seharusnya setan yang ada di sekitarnya akan mengalami penderitaan karena tidak tahan akan kuasa dan otoritas Allah atas orang tsb. Itu nyata dalam kehadiran Yesus di Gerasa.

Maka kepada beberapa orang yang memiliki penglihatan khusus itu, saya selalu menekankan agar mereka harus menjadi orang percaya yang sejati, hidup dalam kekudusan dan penuh dengan Roh. Karena jikalau mereka melihat roh-roh setan di tempat tertentu, dan setan-setan tersebut diam-diam saja dan tidak bereaksi, kemungkinan besar ada something wrong dengan orang tersebut yg menyebabkan kehadirannya tidak ada efek apa-apa bagi roh-roh setan yang ia jumpai in some particular place. Barangkali setan berpikir, he is in our side, so I am fine as far!

Saya diyakinkan dengan pengalaman orang2 yang juga dekat dg saya, yg saya tahu kerohaniannya baik dan diijinkan Tuhan dapat melihat alam roh, jikalau ia lewat atau masuk di tempat-tempat sarang setan, itu akan menjadi sesuatu yang membuat keresahan dan kegalauan di antara gerombolan setan tsb.

Seperti yang saya sampaikan, kehadiran setan-setan di suatu tempat tertentu dalam area kita, akan membuat atmosfer rohani menjadi tidak kondusif, meskipun setan-setan itu tampaknya 'diam ' saja. Namun jika kehadiran orang tertentu yang matanya 'opened', dan setan2 itu tdk bereaksi, maka ada sesuatu yang perlu dikonfirmasi kpd ybs, karena seharusnya kehadiran kita akan membuat setan galau apalagi jika kita mengusir setan dengan kuasa Allah, maka Kerajaan-Nya akan nyata (Mat. 12:28)

Semoga ini lebih memperjelas point saya dan kita tetap sepakat bahwa area kita (rumah, kamar, gereja, kantor, dll) harus bersih dan dikuduskan dari semua kenajisan dari roh-roh setan ini, sebab di mana terang hadirat Allah datang dan dinyatakan lewat hidup dan keberadaan kita, kegelapan seharusnya akan pergi dan sirna.

JUANDEVERO said...

Mohon maaf sebelumnya pak Jeffrey, apakah sama setan dengan mahluk halus, karena biasanya setan, mahluk halus, roh gaib, dst apabila mengikuti seseorang, bukankah orang itu pilihan, dalam artian mungkin jalan hidup orang itu lurus2 aja, mohon penjelasannya bila Bapak Jeffrey berkenan. Terimakasih sebelumnya...

Jeffrey Siauw said...

Thanks untuk pertanyaannya.
Dunia roh itu hanya ada 2 macam: 1. Tuhan dan malaikatNya, 2. setan dan pengikutnya.
Maka semua yang disebut makhluk halus, jin, tuyul, dsb, apapun yang bukan "Tuhan dan malaikatnya" berarti adalah "setan dan pengikutnya."

Dan betul pak, orang yang "diikuti" itu adalah pilihan. Artinya dia dipilih oleh setan untuk dicobai dengan cara itu. Tidak ada yang istimewa sebetulnya. Setiap orang Kristen mengalami pencobaan dengan cara yang berbeda2, ada yang dianiaya, ada yang ditekan, ada yang digoda. Berbeda2 tapi dikerjakan oleh setan. Tetapi, juga sama seperti pencobaan yang lain, Tuhan akan memberi kekuatan dan menjadikannya kebaikan bagi mereka yang percaya kepadaNya.

Di atas, di point no.2 saya sudah jelaskan juga. Saya kutip lagi di bawah ini:

Kedua, mengapa mereka bisa melihatnya sementara orang lain tidak?
Setan adalah roh dan roh tidak terlihat oleh mata fisik kita. Tetapi, mengapa mereka bisa melihatnya? Jawabannya hanya dua macam: Tuhan yang memperlihatkan setan-setan itu kepada mereka atau setan-setan itu yang sengaja memilih untuk memperlihatkan diri kepada mereka. Saya cenderung berpikir jawabannya adalah yang kedua, dan tanpa alasan yang kita mengerti, Tuhan mengizinkan itu terjadi.

Setan mungkin memilih orang-orang tertentu secara khusus untuk diganggu dan dijatuhkan olehnya – kali ini dengan cara dia menampakkan diri. Kita semua mungkin pernah menjadi targetnya – dengan berbagai cara. Maka pertanyaannya bukan mengapa (itu memang pekerjaan setan) tetapi bagaimana kita harus hidup supaya tidak jatuh?

Semoga menjawab pak.

Elizabeth Christine Yuanita said...

Thanks Ko Jeff.
Artikelnya sangat menginspirasi.
Saya pun punya kemampuan itu.
Jadi, itu bukan karunia ?

Saya tahunya memang seperti itu, memang ada 2 kemungkinan.
Pertama, TUHAN memberikan karunia utk membedakan bermacam-macam roh (hal ini termasuk di dalamnya menguji setiap khotbah, tulisan, dan artikel apakah dari TUHAN, dari manusia, atau dari setan atau dari dunia.
Kedua, Setan itu sendiri yang memperlihatkand dirinya pada org2 tertentu.

Belum lama ini saya berhasil "mengusir" hanya dengan doa setan yg bertempat di rumah saya.
Karena saya sering melihatnya, dan kadang pernah saya terbangun di tengah malam karena ada yg membangunkan saya tetapi tidak ada orang.
Nah, saya belum lama ini sekitar Januari 2016 mencoba mengusir setan itu melalui doa.
Ternyata berhasil, dan akhirnya setan itu pun memang benar2 pergi dan hanya berani sampai di depan rumah tanpa masuk ke rumah lagi / kembali ke tempatnya semula.

Di tempat saya bekerja pun juga ada, tetapi mereka tidak mengganggu saya dan saya pun juga cuek meski diperlihatkan.
Hanya teman-teman saya saja yang diganggu, tetapi ketika giliran saya melakukan suatu pekerjaan yg mengharuskan mendatangi sesuatu tempat, mereka sama sekali tidak mengganggu, hanya diam.

Selama ini memang saya bersikap cuek ketika ditampakkan.
Jadi, menurut Koko, itu bukan karunia ?
Padahal ketika saya sadar dengan karunia ini, saya sebenarnya memilikinya sejak kecil.
Dari pengalaman ini, saya justru merasa jauh lebih kuat karena dgn kemampuan membedakan bermacam-macam roh, saya bisa tahu juga apakah sebuah khtobah, artikel, atau tulisan2 apapun berasal dari TUHAN, dari manusia, dari setan, atau dari dunia.

Begitu, Ko.
Tetapi lumayan juga artikelnya, bisa menambah wawasan saya.

Jadi, setan itu menampakkan diri kepada kita dgn niat utk menjatuhkan kita ya ?

Elizabeth Christine Yuanita said...

Terima Kasih untuk tulisannya. sangat menginspirasi.
Boleh saya sharing tentang ini ?

Anonymous said...

Ijin mau share tentang dunia alam roh, Ko..

Jeffrey Siauw said...

Elizabeth, iya menurut saya itu bukan karunia.
Tidak ada kegunaannya untuk pembangunan tubuh Kristus. Justru membuat orang yang "mampu" menjadi bergantung kepada kemampuan itu.
Seperti misalnya kamu "mampu" lalu kamu membedakan artikel, khotbah, atau apapun berdasarkan "kemampuan" itu. Padahal seharusnya satu2nya standar untuk membedakannya adalah Firman Tuhan dengan belajar sungguh2 akan Firman Tuhan.

Setan menjatuhkan kita tidak hanya dengan membuat kita melakukan dosa, tapi juga dengan membuat kita tidak bergantung kepada Tuhan, dengan membuat kita percaya kita mampu, dst.

Maka menurut saya itu bukan dari Tuhan.

Silakan kalau mau di-share ya.

God bless!

Maasbach Jonathan said...

Luar biasa tulisannya Pak Jeff.
Saya memiliki saudara yang jauh, kakak beradik yang bisa melihat makhluk lain. Pada awalnya mereka berkomunikasi hanya untuk mengusir mereka. Tetapi lama kelamaan, kehadiran mereka sangat mengganggu hidup mereka. Sampai akhirnya, adiknya mencoba untuk mencueki makhluk2 tsb. Dan akhirnya bisa hidup normal.

Kemampuan yang paling kuat dimiliki oleh kakaknya. Dia berusaha keras untuk tidak mau melihat. Tapi apa daya, terkadang penampakan2 selalu muncul di depan matanya. Puji Tuhan, dia menggunakan kemampuannya untuk mendoakan orang lain agar tidak diganggu.

MARTINEZ INEZ said...

thx penjelasannya.

sy mau tanya apakah roh adalah utusan tuhan?
apakah roh yg suka mengikuti seseorang sbg penjaga hanya dimiliki orang tertentu sj?
Krn ada bbrp orang lain dpt melihat roh trsbt sdngkn orang itu sendiri yg memiliki roh trsbt tdk dpt melihat roh itu.
Dengan doa dan baptis tdk hilang.
Jenis roh apa yaa?
Thx

melisa zefany said...

thanks penjelasan artikelnya

saya mau tanya.. saya sedang depresi berat dan orang tua saya membawa saya ke psikolog , lalu mencoba konseling kristen tapi tidak ada yang berhasil. saya berusaha berdoa ke gereja tapi tidak berhasil juga..saya mengobati diri saya sendiri. Hingga saya putuskan berobat hipnotherapy. saya memberikan foto saya kepada dia , dia membaca aura dan masalah yang saya alami, benar -benar tepat dia tahu solusi masalah saya.. dia mampu membaca aura dan itu mengigatkan saya dengan indera keenam. buat saya itu kemampuan luar biasa. tetapi itu bertentangan dengan firman Tuhan . Saya sudah berdosa dan sejujurnya saya sudah putus asa dengan Tuhan

Jeffrey Siauw said...

@Martinez Inez
Sorry saya baru bisa membalas comment-nya. Sorry juga kalau saya salah mengerti maksud pertanyaannya. Mungkin maksudnya ada orang yang melihat seorang lain yang diikuti oleh roh lalu pertanyaannya apakah roh itu? Tapi saya kurang mengerti darimana tahu fungsi roh itu adalah "penjaga"?
Saya jawab sebisa saya. Dunia supra natural, atau kita sebut alam roh, selalu hanya terdiri dari 2 macam: 1. Tuhan dan malaikatnya, 2. setan dan roh pengikutnya.
Maka ketika ada roh, kemungkinannya hanya 2 itu. Tuhan bisa megirimkan malaikatNya untuk menjaga dan melindungi anak-anakNya. Setan juga bisa mengganggu dengan secara khusus mengikuti seorang manusia.
Tetapi, bagi anak Tuhan, tidak perlu takut. Bagaimanapun setan tidak akan bisa melakukan apapun yang melukai dia di luar kuasa Tuhan.

Masalah kedua di pertanyaan kamu adalah tentang orang yang melihat. Ini yang sebetulnya saya bahas di dalam tulisan ini. Saya tidak melihat apa kegunaan dari "kemampuan" dia melihat roh itu. Apalagi kalau yang terjadi adalah "kemampuan" itu membuat dia tidak bergantung pada Tuhan. Maka bisa jadi "kemampuan" itu bukanlah karunia dari Tuhan tetapi mungkin dari setan sendiri. Maka yang saya usulkan bagi orang itu adalah cuekin aja. Jangan pedulikan "kemampuan" itu, minta Tuhan lindungi, jangan "pakai kemampuan" itu, dan jangan komunikasi dengan roh itu.

Kira2 begitu. Semoga menolong.

Jeffrey Siauw said...

@Melisa Zefany
Hai, saya tidak tahu persis apa yang kamu alami, tapi saya mengerti beratnya pergumulan dalam kondisi begitu.
Saya tidak banyak tahu tentang hypnotherapy, tetapi sejauh yang saya tahu, kalau berdasarkan penjelasan kamu itu, apa yang kamu terima bukanlah hypnotherapy. Hypnotherapy itu mencoba mengubah sub-conscious seseorang, sehingga menghasilkan respons atau perasaan yang berbeda, dengan cara hipnotis. Saya tidak terlalu mengerti bagaimana dilakukan, tetapi yang pasti bukan dengan cara melihat foto, membaca aura dan langsung mengerti masalahnya.
Kalau benar seperti yang kamu katakan itu, maka jelas itu bukan hypnotherapy tetapi menggunakan kuasa kegelapan.

Maka jauhi treatment yang seperti itu.

Saya tidak tahu sudah berapa lama kamu mengalami ini dan pada waktu kamu ke psikolog dan konselor Kristen berapa pertemuan kamu jalani bersama mereka, dst. Pergumulan jiwa pada beberapa orang membutuhkan waktu lama, tetapi saya percaya tidak ada yang tidak bisa menjadi lebih baik.

Kalau kamu mau bicara lebih jauh, boleh email saya pribadi ke xhfjeff@yahoo.com

Tuhan berkati Melisa.