Sunday, January 02, 2011

2011

Memasuki tahun 2011, saya sudah membuat perencanaan untuk berbagai hal: rencana pembagian waktu antara pelayanan dan studi, rencana topik khotbah di GKY Singapore, rencana mengembangkan pelayanan di GKY Singapore, rencana liburan, rencana membaca tafsiran Perjanjian Baru, rencana keuangan, bahkan rencana menghadapi berbagai masalah yang mungkin timbul dan sebagainya. Tapi sambil membuat semua perencanaan itu saya tahu realitanya nanti pasti akan tidak sesuai dengan rencana. Hidup tidak pernah terlalu rapi sehingga semua bisa diatur seperti itu. Pasti akan ada banyak penyesuaian dan perubahan sambil waktu berjalan.

Maka saya sadar justru perencanaan paling penting, yang belum terlalu saya pikirkan, adalah perencanaan kerohanian. Saya perlu merencanakan bagaimana bertumbuh, mengatur 'strategi' bagaimana saya menghadapi setan dan kuasanya, memikirkan bagaimana saya akan menjaga 'awareness' saya akan realita rohani, menjaga hati saya dari kepahitan dan tawar hati. Saya harus merencanakan bagaimana makin seperti Yesus. Semua boleh berjalan sesuai rencana tapi kalau saya tidak bertumbuh, kalau saya menjadi tawar hati, kalau saya lupa Tuhan, semua akan percuma.

Seperti tahun-tahun sebelumnya dalam hidup saya, tidak mungkin saya berjalan tanpa anugrah Tuhan. Kiranya di tengah badai apapun Tuhan mengingatkan saya akan satu hal yang sangat penting, bahwa saya adalah orang yang sudah dibaptis. Air baptisan yang pernah mengalir di atas kepala dan dahi saya adalah tanda meterai dari Tuhan bahwa saya adalah anak Tuhan dan kasih karunia Tuhan sudah dicurahkan kepada saya. Dan saya percaya Tuhan tidak pernah ingkar.

May the Lord lead me all the way throughout 2011!